DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur menggelar Buka Puasa Keliling di 15 titik kegiatan

 


DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur menggelar Buka Puasa Keliling di 15 titik kegiatan


Dengan mengusung tema yang bertujuan membumikan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin yang diajarkan Rasulullah dan disebarluaskan di bumi Nusantara oleh Wali Songo, yang melakukan siar agama melalui budaya lokal yang ramah. Dengan cara tersebut, membuat perkembangan Islam di Nusantara berlangsung dengan cepat. Dan hal ini perlu di bumikan kembali tentang makna Islam sesungguhnya.

Apa yang kita saksikan hari ini menunjukan yang sebaliknya, sebagian kelompok kecil mempertontonkan perilaku berkehidupan keagamaan yang penuh dengan kebencian dan dijadikan komuditas politik, sehingga menimbulkan polarisasi nilai-nilai agama yang dapat merusak tatanan Kebangsaan dan ini sangat memprihatinkan mayoritas umat yang menghargai Rahmatan Lil Alamin.

Memperhatikan kondisi tersebut, pada kegiatan Ramadhan 1442 H, DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur mengusung tema utama "Ramadhan Down to Earth",  menggelar acara dari tanggal 20 April sampai 5 Mei 2021 menggerakkan seluruh kader partai Pengurus Anak Cabang, Pengurus Ranting, Badan partai serta Sayap-sayap Partai seperti Banteng Muda Indonesia, Taruna Merah Putih, Relawan Perjuangan Demokrasi serta Baitul Muslimin Indonesia Jakarta Timur membumikan kembali ajaran Islam yang mengasihi semua umat manusia di muka bumi. 

Seluruh kegiatan yang dikemas dalam buka puasa berkeliling di 10 kecamatan didahului ceramah Kebangsaan oleh da'i-da'i dari PC Baitul Muslimin Indonesia Jakarta Timur dilanjutkan dengan sholat Magrib, Isya dan tarawih berjamaah.


Disela kegiatan buka bersama, tanggal 25 April digelar acara Menyambut Nuzulul Qur'an dengan penceramah KH Taufik Damas Lc yang dalam ceramah nya secara tegas mengatakan bahwa masih sering ditemukan fenomena Antara Agama dan Nasionalisme sering dibentur2kan hal itu terjadi karena pemahaman Agama dan Nasionalisme tidak Kaffah, lebih sering sepotong2 dalam mempelajari nya sehingga dalam Praktek nya menjadi salah kaprah.

Selain itu KH. Taufik Damas Lc. juga menyampaikan bahwa yang merusak agama itu ada 2 (dua) Macam yaitu Politisasi Agama dan Konsumerisme Agama, maksudnya adalah Agama digunakan sebagai komoditas Politik dan Agama dijadikan semacam barang dagangan


Dalam sambutannya, Dwi Rio Sambodo Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, mengatakan bahwa  PC Baitul Muslimin Indonesia Jakarta Timur sebagai sayap DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, sudah memiliki 10 majelis binaan dan sudah memperjuangkan 14 dai memperoleh sertifikasi *Kementrian Agama RI* yang nantinya akan menjadi motor pengggerak mengawal gerakan Islam yang berpedoman pada Al Qur'an. Dan dalam kegiatan Ramadhan Down to Earth ini, para da'i di terjunkan mengisi Tausiyah Kebangsaan di 10 PAC, diantaranya Ustad Safrudin,  ustad H.M. Amin, Ustad Kholilurrahman, Ustad Subhan Zamzam SH MA, Ustad Harpandadi, Ustad Dr. Surono, Ustad Syahrul Kamal, ustad Ardi Yuda, Ustd M. Subhi serta KH. Mufti Muhammadi.

Piagam Madinah telah mengajarkan kepada kita bahwa hak azasi sesama manusia harus saling dihormati dan dijaga, bahwa perbedaan suku, agama, ras dan Golongan tidak menjadi pertentangan maupun permusuhan


Ditambahkan oleh Dwi Rio : "Sebagai rumah besar kaum nasionalis, PDI Perjuangan mengajak seluruh elemen keagamaan untuk melebur dalam Islam Nusantara yang Berkemajuan untuk Indonesia Raya dan DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur berkomitmen untuk membangun dan terus membumikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin sebagai perintah Al Qur'an kepada manusia di bumi ini".


________

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.