Jendral TNI AL, Laksma (Purn) Paruntungan Girsang Terhempas Tertabrak Kereta, bersama Pimpinan Umum Suratkabarindonesiahebat.com, Budi Prihanto

 


Jendral TNI AL, Laksma (Purn) Paruntungan Girsang Terhempas Tertabrak Kereta, bersama Pimpinan Umum Suratkabarindonesiahebat.com, Budi Prihanto, Tuhan Masih Melindungi


Banyaknya perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu maupun penjagaan di Belawan Kota Medan, Sumatera Utara kerap kali menimbulkan kecelakaan antara pengendara kendaraan dengan kereta api saat melintas, hal tersebut juga menimpa Jendral TNI AL, Laksma (Purn) Paruntungan Girsang yang Terhempas Tertabrak Kereta, saat menuju Kota Medan bersama Pimpinan Umum Suratkabarindonesiahebat.com, Budi Prihanto, namun pihaknya bersyukur Tuhan Masih Melindungi dalam perjalanan tersebut.


Saat dihubungi via telpon Rabu 21 April 2021, Laksma TNI AL (Purn) Paruntungan Girsang mengungkapkan keprihatinannya, dengan masih banyaknya jalan lintas Kota yang bersinggungan dengan rel kereta api, di Belawan tidak ada palang pintu serta tidak ada petugas jaga, bahkan tidak ada rambu-rambu peringatan saat kereta melintas. ini sangat membahayakan keselamatan masyarakat.


Dirinya juga berharap agar pemerintah Belawan Medan benar-benar peduli dengan keselamatan warganya dari ancaman kecelakaan di lintas kereta api tak berpalang pintu ini.


Dari ungkapan warga di sekitar lokasi pun mengungkapkan, bahwa peristiwa kecelakaan kereta dengan kendaraan mobil atau motor sering terjadi di daerah ini, bahkan Camat setempat- pun sudah melaporkan serta mengajukan ke pihak PT KAI maupun Dishub pemerintah kota, namun hingga hari ini belum juga ada pembenahan atau pembuatan palang pintu perlintasan kereta. Untuk itu kami juga berharap Kementerian Perhubungan maupun Dirjen Kereta Api untuk menanggapi keluhan masyarakat di sini, karena pemilik kendaraan atau pengguna jalan sudah memenuhi kewajibannya dengan membayar pajak, untuk itu pemerintah daerah harus benar-benar memperhatikan hak-hak warga pengguna jalan dengan meningkatkan keselamatan pemakai jalan raya.



Budi Prihanto juga menambahkan bahwa pihaknya bersyukur, meskipun kendaraannya rusak berat dihantam kereta dan mental hingga 7 meter, namun kami berdua tidak ada lecet sedikitpun, ini merupakan Mujizat Tuhan Yang Senantiasa Melindungi dalam perjalanan kami.


PT KAI di Belawan Medan seharusnya peduli dengan keselamatan masyarakat, apa lagi ini di lintas jalan utama, yang jaraknya 100 meter dari Kantor Camat Belawan Medan, disini tidak ada petugas kereta atau rambu-rambu yang bisa mengingatkan saat kereta melintas, ini benar-benar mengancam keselamatan masyarakat. dan PT KAI maupun Dirjen Kereta Api harus tanggap dengan keselamatan masyarakat, pintanya. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.