Agum Gumelar Isi Studium Generale ITL Trisakti, Ajak Mahasiswa Jas Merah

 


Agum Gumelar Isi Studium Generale ITL Trisakti, Ajak Mahasiswa Jas Merah


Studium Generale yang digelar Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti) dalam rangkaian Dies Natalis ke- 51, ITL Trisakti, yang digelar Senin 12 April 2021 diisi oleh para pembicara dari dalam maupun luar kampus, diantaranya Ketua IKAL LEMHANNAS RI, Agum Gumelar, M.Sc, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Dr Harry Tjan Silalahi, Ketua Umum Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso, Rektor ITL Trisakti, Dr Tjuk Sukardiman, Wakil Rektor ITL Trisakti, Dr Juliater Simarmata, serta para Dosen ITL Trisakti, Dr Sandriana, Dr Wahyu Wibowo, Yulianti Keke, Dr Aswanty dan MC Prayang.


Dalam paparan Kuliah Umum tersebut, Agum Gumelar mengupas sejarah perjuangan panjang menuju Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Gerakan Budi Utomo sejak Sumpah Pemuda, bangsa ini sudah sepakat Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, dengan idiologi Pancasila, namun dalam perjalanannya ada kelompok yang ingin mengubah Pancasila, untuk itulah perlunya Pendidikan yang mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia yang Profesional, menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta berwawasan Kebangsaan, untuk itulah Mahasiswa jangan lupa sejarah (Jas Merah), harapnya.



Mantan Menteri Perhubungan RI ini juga berharap Menteri Pendidikan RI, harus bisa menciptakan sistem pendidikan yang mampu melahirkan SDM Generasi Penerus bangsa yang berdaya saing, sekaligus berwawasan kebangsaan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, dan untuk membangkitkan wawasan kebangsaan di sekolah harus menggelar Upacara dan menekankan kembali sejarah bangsa, dan untuk menuju cita-cita kemerdekaan yaitu menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur, maka pelajaran wawasan kebangsaan harus di tekankan pada anak didik.


Demikian juga Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, yang hanya ada satu di Indonesia, seluruh kurikulum juga harus mampu melahirkan Sarjana yang Ber-SDM tinggi, berdaya saing dan berwawasan Kebangsaan, pinta Agum Gumelar.


Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Dr Harry Tjan Silalahi, bahwa Pendidikan yang berkarakter Pancasila dan Berwawasan Kebangsaan seperti perlunya Upacara Bendera tiap hari Senin harus kembali di wajibkan di semua sekolah, baik negeri maupun Swasta, kita prihatin anak-anak saat ini banyak yang tidak tau nama Presiden, Wakil Presiden maupun Menteri-menteri, termasuk sejarah kebangsaan sudah tidak di ajarkan lagi, untuk itu itu dengan kegiatan Studium Generale yang digelar Institut Transportasi dan Logistik Trisakti ini diharapkan mampu memperdalam ilmu, agar semua ikut Handarbeni, dan mahasiswa menjadi Generasi Penerus bangsa yang baik, tegasnya.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.