PAPARKAN SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI, SARIPUDIN HAMZAH RAIH DOKTOR PAI


PAPARKAN
SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI, SARIPUDIN HAMZAH RAIH DOKTOR PAI


Bertempat di Aula Masjid Bab Al-Rusyidi Universitas Islam Jakarta, pada Selasa,16 Maret 2021 Sidang Senat Universitas Islam Jakarta (UID) menghadirkan Promovendus Saripudin Hamzah, acara yang digelar ketat mengikuti Protokol Kesehatan pencegahan Pandemi Covid 19, tersebut, Saripudin Hamzah mengajukan desertasi Program Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta dengan juduk “SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI” (Studi Kritis Di Pesantren Daar El-Oolam Gintung Tangerang Banten).


Dimana dalam Disertasi Program Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta 2021, tersebut melakukan penelitian bahwa Pendidikan karakter menjadi prioritas pendidikan pada kementerian Pendidikan Nasional, Pesantren sebagai Lembaga pendidikan Islam yang berpengalaman mencetak manusia yang berkarakter, seiring ilmu pengetahuan mengalami kemajuan yang sangat dinamis, tetapi pada saat yang sama moralitas mengalami kemerosotan yang luar biasa, Sistem pendidikan pesantren yang notabene kental dengan praktik sosial dan religiusitasnya yang tinggipun sudah mulai terkontaminasi.

Kurangnya pengawasan jalur asuh, menyebabkan sistem pesantren belum maksimal membentuk karakter, Figur - figur yang harus digugu dan ditiru, tidak merefleksikan uswah hasanah, termasuk penyaringan santri yang lebih fokus pada kognitif.


Disitulah Promovendus tertarik untuk menganalisis sistem Pendidikan pesantren dan proses pembentukan karakter santri. Tujuan penelitian ini menganalisis karakter yang dihasilkan dari sub sistem pembiasaan dan keteladanan dan menganalisis karakter yang dihasilkan dari sub sistem pembinaan disiplin dan pengarahan. Serta Menganalisis secara kritis karakter yang dihasilkan dari sub sistem pengawasan dan penugasan santri. Metode penelitian ini mix method dengan desain eksploratoris sekuensial. Alat pengumpul data dokumentasi, observasi, wawancara dan angket.


Temuan pertama Pembentukan karakter santri melalui jalur ajar dan jalur asuh, sarana paling efektif dalam proses pendidikan pesantren karena pembinaan dan pembentukan karakter santri berlangsung selama 24 jam kedua, Pembentukan Karakter santri pondok pesantren Daar el Qolam melalui beberapa tahapan.

1. Perencanaan pembentukan karakter santri, strategi perencanaan pada falsafah "al-muhafadzatu ala al-qadimi al shalih wa al-akhdu bi aljadidi al-aslah" memelihara peninggalan yang lama yang baik dan melakukan inovasi yang lebih baik.

2. Pelaksanaan Pembentukan Karakter santri melalui pembiasaan, uswah dan disiplin yang diawasi asatidzah, pengasuhan santri.

3. Pengawasan Pembentukan karakter santri melalui pengawasan secara langsung dan pengawasan secara tidak langsung karena semua kegiatan santri terdampingi asatidz.

Ketiga, Program pembinaan pondok pesantren Daar el Qolam dalam membentuk karakter santri bersumber dari kurikulum kehidupan totalitas 24 jam tersistem apa yang dilihat, didengar adalah pendidikan melalui jalur ajar (pengajaran) dan jalur asuh (pengasuhan), dan pembentukan karakter santri di pondok pesantren Daar el Qolam 2 melalui proses : 1)Pembiasaan 2)Keteladanan 3)Penugasan 4) Pengarahan 5)Pembinaan Disiplin 6) pengawasan, Hasil uji korelasi terdapat koefisien korelasi (r) rata - rata 0,424 dengan signifikansi 0,000. artinya memiliki hubungan yang signifikan dan berdasarkan tringgulasi teori dengan menggunakan expert judgement dari ahli (pakar) Pendidikan Agama Islam, bahwasanya Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Daar el Qolam 2 dengan jalur ajar (pengajaran) dan asuh (Pengasuhan) dengan enam proses dalam membentuk karakter santri. menghasilkan 29 karakter yakni mandiri, sederhana, tanggung jawab, amanah. ikhlas, jujur, disiplin, patuh, semangat, sabar, percaya diri, tanggap, kebebasan. berbudiluhur, ukhuwah Islamiyah, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berfikir bebas, tawadhu. kreatif, cinta tanah air, demoktratis, loyalitas toleransi, dedikasi, jiwa kepemimpinan, sukarela mengabdi, saling tolong menolong, rasa ingin tahu, kerja keras.

Sementara usai Sidang Senat, Sekretaris Panitia Ujian Doktor, Prof. Dr. H Dede Sosyada, MA menegasakan, bahwa penelitian Dr Saripudin Hamzah dengan judul Sistem Pendidikan Pesantren, dalam membentuk karakter Santri, dimana Penelitian ini cukup bagus, supaya di ekspos dan di kritisi supaya lebih survive dengan dinamikan dan inovasi-inovasi, kita harapkan demikian, supaya tidak ketinggalan zaman dan juga dengan pengembangan situasi belajarnya.

Kita bersyukur saat ini Pesantren sudah mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk situasi pembelajaran daring, hanya tadi itu ada beberapa hal, yang kadang kurang begitu terfungsi oleh Pesantren, seperti pelaporan, kolaborasi, inovasi kurang terperhatikan, sehingga kemudian Pesantren terkritisi, namun mudah-mudahan dengan adanya kritik-kritik membangun, Pesantren kedepan bisa lebih baik lagi, dengan perkembangan hari ini, tegas Prof Dede Rosyada.

Hal yang sama juga diungkapkan Rektor UID, Prof. Dr. Ir. H Raihan. MSi, bahwa
Universitas Islam Jakarta terus berkontribusi dalam pembangunan Pendidikan Agama Islam di Indonesia, dimana hari ini Promovendus Saripudin Hamzah telah memberikan masukan dalam penataan pendidikan Pesantren, apalagi Dr Saripudin Hamzah juga telah mengenyam pendidikan di pesantren, sehingga dengan iktikad baik mungkin ada beberapa hal yang ingin di sumbangsihkan pemikirannya, sehingga pesantren-pesantren di masa yang akan datang akan lebih baik, dari segi mutu dan keseluruhannya.

Hari ini memang Dr Saripudin Hamzah sebagai lulusan S3 PAI UID yang ke-15 ini, memberikan masukan-masukan atau kritik-kritik terhadap pembinaan karakter, jadi dia menyoroti bahwa di pesantren itu ada 29 karakter yang dibina untuk diharapkan santri-santri yang lulus nanti akan lebih baik, dari segi moral, etika, akhlak dan lain sebagainya.

Ini tentu saja tidak cukup, apa yang harus dilakukan, untuk itu hari ini beliau memberikan kritik dan saran – sarannya, di dalam pembinaan Pesantren, khususnya di Banten. jadi pembinaan karakter bagi santri atau siswa di pesantren, ungkapnya. (Red).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.