Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Pemilihan Ketua Koordinatoriat PWI Jakarta Selatan, Edi Kuswanto Kembali Pimpin Koordinatoriat PWI Jakarta Selatan Periode 2021-2024

 


Pemilihan Ketua Koordinatoriat PWI Jakarta Selatan, Edi Kuswanto Kembali Pimpin Koordinatoriat PWI Jakarta Selatan Periode 2021-2024


Untuk  kali kedua, Edi Kuswanto terpilih kembali menjadi Ketua Koordinatoriat PWI Jakarta Selatan untuk masa bakti 2021 – 2024. Edi kuswanto terpilih secara aklamasi dalam forum Pemilihan Ketua Koordinatoriat Jakarta Selatan yang digelar Panitia Pemilihan, di Gedung Serbaguna Lantai 2, Blok.B, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).

Gelaran pemilihan Ketua PWI Koordinatoriat yang dibuka secara resmi oleh pelaksana tugas (Plt) Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Isnawa Adji. Dalam acara tersebut, turut dihadiri langsung Pengurus PWI Provinsi DKI Jakarta, Dewan Kehormatan PWI Provinsi DKI Jakarta, Puluhan anggota yang terdata di PWI Koordinatoriat Jakarta Selatan, Ketua FKDM Provinsi DKI Jakarta, Sekertaris Fahmi Tamami Provinsi DKI Jakarta, dan sejumlah peninjau berjalan dengan tertib, dan lancar.


Dalam sambutannya, Plt Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Isnawa Adji menuturkan, keberadaan PWI di Jakarta Selatan memiliki peran aktif dan kontribusi serta  masuk dalam satu kesatuan tatanan  berbagai aspek untuk memajukan program pembangunan di wilayah Jakarta Selatan.

“Sinergitas PWI dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan sudah tercipta dengan baik, diharapkan dengan telah terbentuknya kepengurusan baru, hubungan kemitraan yang terjalin dengan baik bisa terus ditingkatkan, demi kemajuan wilayah Jakarta Selatan”, tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Sayid Iskandarsyah menuturkan, ketua terpilih harus bisa menjalankan roda organisasi dengan baik, dan jangan sampai lengah atas apa yang telah disampaikan. “Ketua terpilih harus konsisten menjalankan amanahnya, jalankan visi dan menepati janji. Jika dalam kepemimpinan dan seluruh anggota mengatakan maka hal itu akan menjadi sejarah yang baik untuk dikenang,” pesan Sayid Iskandarsyah.

Dikesempatan yang sama Ketua terpilih Edi Kuswanto menuturkan, dirinya mengucapkan termakasih atas kepercayaan yang kembali diberikan semua anggota PWI Koordinatoriat Jakarta Selatan untuk meminpin PWI Koordintoriat Jakarta Selatan untuk priode, 2021 – 2024 kedepan. “Saya akan berupaya memperbaiki kekurangnya selama ini,” janji Edi Kuswanto usai terpilih kembali menjadi ketua Koordinatoriat PWI Jakarta Selatan.

Dilain pihak Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua, Asep Sofyan Afandi menuturkan, ucapan teimakasih atas terlaksananya gelaran rutin 3 tahun. “ Hal ini tidak terlepas dari peran aktif seluruh anggota dan jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kota Admiistrasi Jakarta selatan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinatoriat PWI Jakarta Barat, Kornelius Naibaho yang datang memberi dukungan penuh terhadap Ketua terpilih mengucapkan selamat dan siap melakukan sinergi sesama rekan dan sebagai ketua PWI. “Selamat untuk Bang Edi Kuswanto atas terpilihnya kembali  sebagai Ketua Koordinatoriat PWI Jakarta Selatan Periode 2021-2024. Semoga Koordinatoria PWI Jakarta Selatan lebih kompak dan lebih sukses lagi dalam pelaksanaan tugas organisasi.

Ada Apa Dengan Ditutupnya UDD PMI Jakut .... ?

 


Ada Apa Dengan Ditutupnya UDD PMI Jakut .... ? 


Setetes Darah Menyelamatkan nyawa Orang Lain  .......


 Setes Darah Untuk Kehidupan  ........


Selogan itu Merupakan Motivasi yang Selalu Ditampilkan oleh PMI Kota Jakarta Utara Dalam Memberikan Fasilitas Pelayanan kepada Para Pendonor Darahnya .


Suasana Aktivitas  kantor Unit Donor Darah yang Biasanya setiap Hari Ramai dengan Operasional  Pelaksanaan Donor Darah Berjalan Rutin kini Nampak Sepi tanpa  adanya aktivitas operasional Serta Lalu Lalang Para Pendonor Darah Dari Hari Kamis ( 25/02/21 ) Hinggah Saat ini .


Warga Masyarakat yang Datang Pada saat itu menyampaikan Kekecewaannya karena niat untuk Ber Donor Darah  Tidak Terlayani .

Hal ini Terjadi karena Unit Donor Darah  ( UDD ) Tanpa Pemberitahuan .


Saya Datang untuk Meluangkan waktu saya untuk Donor Darah dan Sampai Disini ternyata UDD nya tutup kata Michail warga kelapa Gading Lalu pergi meninggalkan UDD PMI Kota Jakut sambil Mengeluh dan Berkata ...Buang Waktu saja seharusnya Diumumkan .


Penutupan Unit Donor Darah PMI Jakarta Utara Ditengah tengah Upaya Pemerintah  mengkampanyekan kemasyarakat untuk menDonorkan Darahnya Disaat  Masa Pandemi  Covid 19 .


Penutupan unit Donor Darah ditengah Upaya Gencarnya PMI kota Jakarta Utara  Mengkampanyekan Donor Darah dimasa Pandemi covid 19. 

Hal ini diungkapan Para Tokoh Masyarakat salah Satunya Suwardi , sekretaris PDM Muhammadiyah jakarta utara .


Jujur saja kita Kecewa ... Dengan kejadian ini ... ! ! ! 

Jangan korbankan masyarakat yang sudah peduli dan membantu dengan PMI melalui mendonorkan Darahnya ,  menjadi masyarakat yang Antipati terhadap kegiatan Kegiatan PMI Tegasnya . ( m-lard )

Jokowi Tidak Keluarkan Perpres Miras


 Jokowi Tidak Keluarkan Perpres Miras


Jakarta - Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus menyebutkan tidak ada Peraturan Presiden (Perpres) tentang Miras. Yang ada Perpres Minuman Beralkohol (Minol) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Perpres itu mengatur investasi Minol untuk empat daerah dan bukan legalisasi miras atau pembebasan perdagangan miras untuk seluruh provinsi.

Minuman beralkohol dikenakan cukai tinggi untuk membatasi konsumsi dan dijual terbatas, diawasi serta diatur oleh negara untuk daerah tertentu, kata Teuku Neta, Senin, (1/3/2021).

Teuku Neta menjelaskan perdagangan minol diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol (Perpres 72/2013). Turunan Perpres tersebut dijelaskan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol (Permendag 20/4/2014).

Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan Secara Daring. Dalam Peraturan BPOM, Pasal 29 menyebutkan bahwa BPOM melarang peredaran minuman beralkohol melalui daring. Perpres yang diteken oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Februari 2021 merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, ungkapnya.

Teuku Neta mengingatkan syarat investasi minuman beralkohol hanya untuk penanaman modal baru di empat provinsi yakni Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. Untuk penanaman modal baru pembuatan minuman beralkohol di luar empat provinsi tersebut dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

Teuku Neta mengutip Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan minuman keras sudah ada di Papua sejak prasejarah. Mengutip Peter Bellwood dari Australian National University dalam buku Man Conquest of the Pacific: The Prehistory of South East Asia and Oceania (1978), ada orang berbahasa Austronesia dari Asia yang datang ke pesisir Papua sekitar 3000 tahun yang lalu. Merekalah yang mengenalkan minuman beralkohol dan memberikan pengetahuan membuat minuman beralkohol hasil sadapan pohon aren,pohon nipah, atau pohon kelapa

Jadi investasi minuman beralkohol hanya diberikan izin kepada empat daerah yang sudah ada minuman beralkohol sebagai kearifan lokal. Dan itu jadi minuman yang sudah menjadi tradisi di empat daerah tersebut, pungkas Teuku Neta.

Raih Doktor PAI UID, Muhammadiah Inginkan Reformasi Pendidikan Pondok Pesantren di Provinsi NTB

 


Raih Doktor PAI UID, Muhammadiah Inginkan Reformasi Pendidikan Pondok Pesantren di Provinsi NTB


Pondok Pesantren sebagai salahsatu lembaga Pendidikan yang menggabungkan pendidikan nasional dengan pendidikan Islam, telah tumbuh dan berkembang di Indonesia yang juga telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, saat ini dituntut untuk mampu melahirkan generasi Islami yang mampu bersaing ditengah kemajuang global, untuk itulah Dr Muhammadiah melakukan penelitian di beberapa Pondok Pesantren di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Jakarta.


Dalam desertasinya dengan tema “Reformasi Pendidikan Pondok Pesantren di Provinsi Nusa Tenggara Barat”, Muhammadiah mampu mempertahankan desertasi tersebut, pada Sabtu (27 November 2021) hingga meraih gelar Doktor PAI UID, dimana Dr Muhammadiah melihat bahwa proses pendidikan di beberapa Pondok Pesantren di NTB khususnya di Lombok, saat ini masih menggunakan metode tradisional.



Pengelolaan Pondok Pesantren yang di kelola oleh Yayasan Pendidikan, masih menggunakan manajemen mono, dimana semua di tentukan oleh seseorang yang memimpin Ponpes tersebut, untuk itulah desertasi ini dilakukan agar pengelolaan Ponpes bisa dilakukan dengan manajemen Modern, sehingga tidak ditinggalkan santrinya, serta bisa menjadi pondok pesantren yang modern yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di era global saat ini.


Dr Muhammadiah berharap Ponpes bisa mengikuti manajemen modern, yang pertama adalah Manajemen Kepemimpinannya, dimana saat ini masih menggunakan manajemen individual, artinya pondok itu punya saya, sehingga orang lain tidak punya kesempatan untuk berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan, 

Kedua tentang manajemen tata kelola, disini terkadang sering tumpang tindih, Pimpinan menggunakan manajemen yang terbangun sejak lama, tanpa mau mengikuti perkembangan dan aturan saat ini, dimana Pemerintah telah menetapkan Undang Undang tentang Yayasan, sehingga harus ada Dewan Pengawas maupun Dewan Pembina serta Pengurus Yayasan dan aturan lainnya, sehingga teta kelola harus lebih baik, ketiga tentang reformasi profesionalisme Guru dan tenaga pendidikan, artinya sudah saatnya guru di Pondok Pesantren dalam seleksi penerimaan harus mengutamakan calon guru yang sudah tersertifikasi dan sesuai bidang studi yang dibutuhkan, sebagaimana aturan pada UU Guru dan Dosen.


Yang kekempat adalah Reformasi kurikulum, ini sangat penting supaya bagaimana kurikulum yang di reformasi ini bisa sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga anak ini kita ini sekolah di manapun, kejadian di manapun sudah bisa diterima. kalau yang yang dulu itu masih sifatnya kurikulum mono, masih satu kurikulum, sehingga jangkauannya masih bersifat kedaerahan.


Yang terakhir adalah perlunya reformasi standar pendidikan nasional, agar bisa mengikuti aturan yang ada pada pemerintah, sehingga Pendok Pesantren tersebut bisa maju serta bisa memperoleh akreditasi A atau B dari Badan Akreditasi Nasional, tegasnya.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan disela Sidang Senat UID tersebut menegaskan, bahwa Dr Muhammadiah merupakan Promosi doktor ke 14 dari Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, dengan penelitian dan masukan suatu model penyelenggaraan Pondok Pesantren Modern dengan mengikuti aturan pemerintah saat ini, semoga dengan penelitian ini mampu berkontribusi dalam penataan Pondok Pesantren di Indonesia, khususnya di NTB. (Red).

Wagub Acungkan Jempol : Kolaburasi aksi Donor Mpok Sylvi Dengan PMI Kota Jaksel


Wagub Acungkan Jempol  : Kolaburasi aksi Donor Mpok Sylvi Dengan PMI Kota Jaksel 


Sebanyak 152 kantong darah terkumpul dalam kegiatan donor darah Mpok Silvi dan IKAL KOMPROV DKI Jakarta di PMI Kota Jakarta Selatan, Kamis 25  Februari 2021.


Turut menyumbangkan darah di acara yang dikunjungi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ini Plt. Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji dan Sekretaris Kota Jakarta Selatan Munjirin.


Sementara Peserta donor ini mencapain183 orang, dari unsur SKPD Jakarta Selatan,  seperti: karyawan Satpol PP, lingkungan Hidup. Tata Air, pertamanan kota, kelurahan, dan kecamatan serta masyarakat umum.


Disela kegiatan sosial tersebut, Wakil Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan yang memang sangat diperlukan masyarakat dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini.(Red)

Gusti Kanjeng Ratu Pakoeboewono XIII Kukuhkan Pengurus Paguyuban Kusumo Hondrowino Korwil DKI Jakarta




Gusti Kanjeng Ratu Pakoeboewono XIII Kukuhkan Pengurus Paguyuban Kusumo Hondrowino Korwil DKI Jakarta


Dalam upaya turutserta Nguri-uri Budaya Jawa, Khususnya Budaya Kraton Surakarta Hadiningrat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, pada Kamis, 25 Februari 2021, bertempat di Anjungan Jawa Tengah TMII, Engkang Sinuwun Gusti Kanjeng Ratu Pakoeboewono XIII secara resmi mengukuhkan Pengurus Paguyuban Kusumo Hondrowino (KH) Korwil DKI Jakarta, hadir dalam prosesi tradisi Kraton Surakarta Hadiningrat tersebut, GKR Pakoeboewono XIII, KPHA Hari Sosronegoro, KPA Widodo Notonegoro, KPHA Sulistiono Sosronegoro, KRAT Saryonodipuro serta KPA Widodo Notohadiningrat. 



Kepengurusan Kusumo Hondrowino Korwil DKI Jakarta, dengan Ketua KRAT. P. Mulyatno Prawironegoro, SM, MH serta Pengawas KH, Kanjeng Raden Tumenggung Drs. H Leles Sudarmanto, MM, MBA. Pengukuhan ditandai dengan Penyerahan Lambang Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari Gusti Kanjeng Ratu Pakoeboewono XIII ke Ketua KH DKI, KRAT. P. Mulyatno Prawironegoro, SM, MH.


Dalam sambutannya GKR Pakoeboewono XIII mengaku bersyukur bahwa Paguyuban Kusumo Hondrowino telah merambah ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan Kusumo Hondrowino membuka kesempatan kepada siapapun untuk menjadi Abdi Dalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dan pada seluruh Pengurus KH Korwil DKI Jakarta hendaknya bisa mengemban tugas dalam melestarian dan mengembangkan budaya Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat serta melaksanakan Visi, Misi dalam Paguyuban Kusumo Hondrowino.


Ketua Paguyuban Kusumo Hondrowino Korwil DKI Jakarta KRAT. P. Mulyatno Prawironegoro, SM, MH dalam kesempatan tersebut menegaskan, bahwa seluruh pengurus dan anggota KH DKI Jakarta akan setia  dan siap berbakti kepada Kanjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono XIII, yang memimpin Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Serta akan mengikuti aturan-aturan yang ada di lingkungan Kraton Surakarta Hadiningrat.



Pengurus KH DKI Jakarta setiap saat, siap menerima dan menjalankan semua tugas yang diberikan oleh Kanjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono XIII, serta menjunjung tinggi kehormatan Kraton Surakarta Hadiningrat, senantiasa bekerja dengan jujur, Sukarela secara lahir dan batin, untuk kepentingan Keraton Surakarta Hadiningrat, ungkapnya.


Ditempat yang sama, Ketua Paguyuban Jawa Tengah  KRT Drs. H Leles Sudarmanto, MM, MBA yang hadir bersama beberapa pengurus PJT, dalam kesempatan tersebut juga juga mengampaikan paparan dihadapan Gusti Kanjeng Ratu Pakoeboewono XIII, dimana PJT sebagai wadah masyarakat perantauan asal Jawa Tengah, termasuk Kota Surakarta, saat ini telah banyak berbuat dalam pelestarian dan pengembangan Seni Budaya dan tradisi masyarakat Jawa Tengah, termasuk Surakarta, dan PJT siap bersama-sama menjunjung tinggi Budaya Tradisi Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dibawah kepemimpinan Kanjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono XIII. (Red).






SWP Ajak Pengurus dan Anggota Batu Warga dan masyarakat Korban Banjir


SWP Ajak Pengurus dan Anggota Batu Warga dan masyarakat Korban Banjir


Disela penyerahan bantuan pada korban bencana banjir, Ormas Silaturahim Warga Perantauan. (SWP) Menurut Ketua Umum Sumarno/Gareng mengajak semua pengurus dan anggota ingin membatu Warga dan masyarakat dari awal banjir sampai dengan melakukan berbagai kegiatan pembagian Nasi bungkus membatu memberikan paska banjir.


Ketua SWP Sumarno /Gareng mengatakan, SWP sangat peduli dengan masyarakat, engga harus Nunggu punya banyak, kapan SWP ini bisa berbuat banyak.



Dan dari berdirinya  SWP hampir satu tahun sudah berdiri dan setiap Jumat. Melakukan kegiatan bakti sosial pembagian nasi dan penyemprotan desinfektan. Membantu korban kebakaran dan banjir.


"Kami sebagai ketua, Mengucapkan terima kasih pada semua anggota, semoga anggota SWP di berikan kesehatan Aamin". 



Penasehat SWP Bapak H. Maman mengatakan selama ini saya ikut berbagai Ormas tidak sedasyat SWP yg sangat peduli dengan  berbentuk sosial diutamakan. Saya salud  dan kagum sama Pak Sumarno sebagai Ketua ,Yang kita sama sama kita tunjuk dan saat ini saya kira dianggap mampu untuk komunikasi seluruh anggotanya karena berbagai kegiatan perlunya komunikasi agar bisa menciptakan Gotong Royong.         


Menurut Sumarno mengatakan SWP didirikan 1 juni 2020 di kelurahan karet tengsin Rt. 04/07 Kecamatan Tanah abang Jakarta Pusat, Secara bersama sama. Besar harapannya kami sebagai Ketua SWP bisa meningkatkan program Sosialnya bisa mempunyai Ambilvalance karena sebagian besar  85 % anggotanya dari berbagai daerah atau provinsi. Syukur Alhamdullilah  mengharapkan SWP ini bisa menjadi contoh tauladan bagi masyarakat , Tambahan dari ketua umum semua pengurus dan Anggota. SWP Bisa menjadi Relawan Covid. Terus mau mengingatkan untuk Terus  melakukan 5.M, agar covid, Ini segera berahir.


Dan aktivitas seperti sedia kala. Visi dan misinya SWP ini adalah kemanusiaan dan pengembangan Budaya,  Lokal, harapannya Agar tidak punah di kemudian hari. Aamin Tambah Sumarno/Gareng kepada wartawan.


Srikandi Sehaty Indonesia Siap Berbakti Untuk Negri

 


Srikandi Sehaty Indonesia Siap Berbakti Untuk Negri


Srikandi Sehaty Sejahtera sebagai salahsatu bagian dari Ormas Sahabat Selalu Dihati (Sehaty), kini Srikandi Sehaty terus melakukan penataan internal, baik dalam struktural maupun Program.



Hermawan, dari DPP Sehaty DKI Jakarta berharap Srikandi Sehaty Sejahtera bisa berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di tengah masyarakat.


Pengurus Srikandi Sehaty Sejahtera harus bekerja dengan iklas, kreatif dan bisa bekerjasama dengan seluruh unsur yang ada di SEHATY, serta membangun jaringan baik Pemerintah, Dunia Usaha, maupun Media massa, sinergi yang baik sangat dibutuhkan dalam membesarkan organisasi, pintanya.



Hal yang sama juga diungkapkan Wakil DPN Sehaty yang juga Pembina Srikandi Sehaty Sejahtera, Hj Ernawati Ratma, SE,MM, bahwa Srikandi Sehaty telah memiliki program, khususnya pelatihan-pelatihan Usaha Kecil dan Menengah, untuk membangun kewirausahaan kaum wanita Sehaty, tegasnya.



Kita bergabung di Srikandi Sehaty Sejahtera ini merupakan pekerjaan mulia, dan berbagai program yang sudah kita susun semoga membawa manfaat bagi masyarakat banyak, imbuhnya.(red)

SMPN 210 Jakarta dan Komite Sekolah Gelar Jumat Berkah, Membagikan Nasi Box Kepada Warga Terdampak Covid 19

 


SMPN 210 Jakarta dan Komite Sekolah Gelar Jumat Berkah, Membagikan Nasi Box Kepada Warga Terdampak Covid 19

 

“Jumat Berkah”, merupakan wujud bakti sosial dan sebagai kepedulian sesama dengan berbagi berkah, dan selama ini diwujudkan dengan kegiatan membagikan nasi kotak dan juga sejumlah kebutuhan pokok lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan, dan program tersebut juga dilakukan oleh Orang Tua Peserta Didik yang tergabung dalam Komite Sekolah SMP Negeri 210 Ciracas, Jakarta Timur. Dimana pada Jumat 19 Februari 2021, Komite Sekolah SMPN 210 Ciracas menggelar kegiatan sosial, Jumat Berkah dengan membagikan Nasi Bungkus.

 


Hadir dalam kegiatan sosial tersebut, sebagai undangan Askesra Jaktim, H Alawi, Kasudin Pendidikan Jaktim, Gunas Mahdianto, Camat Ciracas, Mamad, Lurah Ciracas, Rikia Marwan Solehudin, M.Si. Ketua RW Sugimin SE serta pengurus FKKS Jaktim yang dipimpin oleh Ketua FKKS Jaktim, Yusmar Edi. Ketua komite SMP N 210 Purnawati Yudha kartika.

 


Usai membagikan Nasi Kotak, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Timur, H Alawi pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya mengapresiasi pada Komite Sekolah SMPN 210 sebagai perwakilah orang tua peserta didik dan Kepala Sekolah beserta Guru dan siswa, untuk bersama-sama Pemerintah Daerah menggelar kegiatan sosial berbagi nasi bungkus pada warga Ciracas yang membutuhkan bantuan.

 


“Secara Pribadi maupun atas nama Pemerintah Kota Jakarta Timur, kami bangga pada sekolah-sekolah bersama orang tua peserta didik (Komite Sekolah) yang menggelar Jumat Bekah di beberapa lokasi, dan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain, khususnya di Jakarta Timur, karena hal ini sebagai kegaitan positif yang diharapkan bisa digelar secara rutin, dan sekolah lain bisa mencontoh SMPN 210 ini”, pinta H Alawi.

 

Kepa


Kepala Sekolah SMPN 210 Alfan, M.Pd juga mengaku bersyukur dengan dilakukannya Jumat Berkah hari ini, “kami keluarga besar SMPN 210 masih menyempatkan untuk saling berbagi, mudah-mudahan hal yang kecil ini bisa membantuk warga masyarakat yang terdampak Pandemi Covid 19 ini, mudah-mudahan bisa dilakukan secara rutin ditiap Jumat, dan ini diharapkan bisa menjadi ide yang bagus bagi sekolah-sekolah lain”.

 


Sebagai Kepala Sekolah SMPN 210 Kami juga berharap Komite Sekolah dapat mensuport sekolah, melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan umum dalam kondisi pandemi saat ini, bahkan dukungan komite sekolah bagi peningkatan kualitas pendidikan juga sangat kami butuhkan kedepan, untuk kegiatan lain, harapnya.

 


Ditempat yang sama, Ketua FKKS Kecamatan Ciracas, Lies Nur Fajar S.Pd.I juga menambahkan, bahwa Kegiatan Jumat Berkah ini Komite Sekolah SMPN 210 dan para Guru SMPN 210 Kecamatan Ciracas telah menyiapkan 150 Nasi Box yang kita bagikan ke masyarakat yang membutuhkan, apalagi kondisi sekarang ini banyak warga masyarakat dan orang tua peserta didik yang terdampak Pandemi Covid 19, ini telah menggugah Komite Sekolah untuk berpartisipasi meringankan beban mereka.


Dengan menggelar kegiatan sosial ini, kami berswadaya mengumpulkan bahan makanan dari orang tua siswa serta Guru dan Kepala Sekolah, dan di SMPN 210 ini kita bisa memasak bersama orang tua siswa serta peserta didik, dan kita kemas untuk kita bagikan pada masyarakat, kami juga berterimakasih pada Kepala sekolah maupun jajaran Pemkot Jaktim yang mendukung kegiatan sosial ini, semoga peran Komite Sekolah serta Forum Komunikasi Komite Sekolah Jaktim maupun FKKS Kecamatan Ciracas kedepan akan lebih baik lagi, bekerjasama dengan sekolah-sekolah di Ciracas ini, ungkapnya.


Ketua Komite SMP N 210 Purnawati Yudha kartika juga bersyukur bisa berpartisipasi berbagi Nasi Box ke warga masyarakat yang membutuhkan, Jumat Berkah ini memang yang pertama digelar di SMPN 210, namun akan kita jadikan kegiatan rutin dengan dukungan semua orang tua siswa disini, ungkapnya.



Distribusi juga dikakukan oleh Kasatlak, Didik serta Kasatlak Kec Ciracas Hj Rusdah juga penasehat FKKS Kecamatan Ciracas kepada petugas PPSU.



Distribusi nasi juga dibagikan ke warga sekitar SMPN 257 terdampak Banjir.



Distribusi ke warga sekitar SDN 03 Rambutan oleh Hj Rusdah.






JUM'AT BERKAH FKKS DUREN SAWIT BERKOLABORASI DENGAN FKKS JATINEGARA DAN FWJ KORWIL JAKARTA TIMUR

 


JUM'AT BERKAH FKKS DUREN SAWIT BERKOLABORASI DENGAN FKKS JATINEGARA DAN FWJ KORWIL JAKARTA TIMUR


Sekitar 350 nasi box sudah di siapkan oleh FKKS kec. Duren sawit dan FKKS kec. Jatinegara jakarta timur,yang akan di bagikan di wilayah Jln. Raya kapin .



Sasaran yg akan di bagikan Anak - anak yatim dari yayasan yatim piatu dhu'afa fastabiqul khoirot, ojek online, pemulung, tuna netra ( di wakilkan ) dan pekerja material yg kebetulan lewat.



Inshya Alloh kegiatan  jum'at berkah ini di selenggarakan sebulan dua kali , yang di pimpin langsung oleh ketua FKKS kec. Duren sawit Bpk. Kombes pol( purn ) Ir. Agung karang.



Kegiatan jum'at berkah ini alhadulilah ikut di dukung oleh Ketua FWJ ( forum wartawan jakarta ) korwil jakarta timur  Bpk. Bagas Ariebowo dan Pemuda pondok kelapa yg di wakilkan Mba Noni.



Menurut masyarakat yang menerima bantuan nasi box di jum'at berkah ini, sangat berarti dan bermanfa'at untuk kami. Dari itu kami ikut mendo'akan FKKS kec. Duren Sawit dan FKKS kec. Jatinegara serta FWJ korwil jakarta timur selalu di tambah rezekinya. Papar" Ibu Dewi.



Untuk kedepannya FKKS kec. Duren sawit dan FKKS kec. Jatinegara jakarta timur, akan lebih banyak lagi jumlah nasi box yang akan di bagikan di jum'at berkah yg di kordinir oleh Ibu Merry dan Ibu Fenny. Papar" Ibu Linda.

Ketum FWJ Pimpin Rapim Wilayah Agendakan Proker dan Deklarasi


Ketum FWJ Pimpin Rapim Wilayah Agendakan Proker dan Deklarasi


JAKARTA | Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Mustofa Hadi Karya pimpin langsung Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar di Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021) sore.


Rapim yang mengulas agenda kerja menuju deklarasi para korwil FWJ menjadi titik fokus sebagai wujud pengesahan secara legal standing dan pengakuan yang akan ditetapkan dengan turunnya SK Penetapan dalam masa bhakti 3 tahun (1 periode). Hal itu dikatakan Opan (nama panggilan ketum FWJ.red) disela-sela rapim.


"Sejak diterimanya SK Mandat para Korwil FWJ Desember 2020 lalu di puncak Bogor, hingga sekarang sudah berjalan 2 bulan. Coba difokuskan untuk deklarasi setiap wilayah sebagai bentuk pengakuan adanya FWJ di wilayah kalian. "Kata Opan.


Ia juga menyebut, para punggawa FWJ di wilayah adalah orang-orang terpilih yang mampu merangkul dan memperluas jangkauan jaringan hingga membentuk forum yang disegani. "Kalian adalah orang-orang terpilih, gunakan kemampuan jurnalis kalian dalam menjaga marwah FWJ, karena kalian adalah organisator yang mumpuni. "Pintanya.


Sebagai langkah kedepan, Opan membeberkan bahwa FWJ berangkat dari kebudayaan, dengan melestarikan budaya dan terus menjaga kearifan lokal, maka FWJ diyakini mampu memberikan contoh baik diberbagai unsur masyarakat maupun pemerintah. 


Ingat kita berangkat dari kebudayaan, kami mengambil itu karena Nusantara kuat dan bersatu dengan unsur budaya. Dengan pedoman itulah FWJ bangkit sebagai pemersatu insan pers. "Ulas Opan.


Membangun kepribadian dan prinsip dalam organisasi, Ia merinci selain kebudayaan, penting bagi Forum Wartawan Jakarta (FWJ) mengkonstruksikan kemandirian melalui koperasi yang akan dibangun FWJ Korwil Bekasi Kota "Saya yakin, koperasi yang dibangun kawan-kawan Korwil Bekasi Kota mampu berikan solusi kesejahteraan bagi keluarga besar FWJ. "Jelas Opan.


Opan berharap sinergitas dari semua unsur baik pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan para pengusaha akan membawa kenyamanan dalam menata komunikasi 2 arah yang baik. Terlebih munculnya gagasan dalam membangun humanitas dan kerjasama dengan BPJS.


"Kita apresiasi semua kawan-kawan FWJ wilayah yang telah berjuang membangun komunikasi baik kepada para stakeholdernya, terlebih FWJ akan melakukan ikatan baik dengan BPJS untuk semua wartawan yang terdaftar sebagai anggota FWJ. "Ungkapnya.


Rapat Pimpinan (Rapim) FWJ tingkat wilayah ini dihadiri sedikitnya 40 para pimpinan wilayah, yakni Pengurus FWJ Korwil Jakarta Pusat, Pengurus FWJ Korwil Jakarta Timur, Pengurus FWJ Korwil Jakarta Selatan, Pengurus FWJ Korwil Jakarta Utara, Pengurus FWJ Jakarta Barat, Pengurus FWJ Bekasi Kota, Pengurus FWJ Bekasi Kabupaten, serta Ketua Umum FWJ, Bendahara Umum DPP FWJ, dan Divisi Bidang UMKM DPP FWJ.

Diberdayakan oleh Blogger.