KSPI dan ASPEK Menyikapi PHK Karyawan Indosat

KSPI dan ASPEK Menyikapi PHK Karyawan Indosat

ANALISNEWS, JAKARTA
3 September 2020
Rr.Dwi Handayani, mantan karyawan Indosat dalam jumpa pers di Jakarta menyampaikan penghargaan setinggi tingginya kepada KSPI dan ASPEK atas dukungan kepada serikat pekerja selama ini dan selalu peduli kepada serikat pekerja khususnya di Indosat.

Kami sangat support kepada PT.Indosat yang selama ini mengadakan PHK tetapi dengan cara sukarela dan sesuai kebutuhan ,sehingga walaupun di PHK tetapi dapat benefit yang sangat menguntungkan.
Tetapi semenjak saham Indosat dibeli oleh Qatar (60%) ,sejak Februari 2020 sudah 677 orang pekerja telah di PHK.
Sampai saat ini 52 orang pekerja melawan dan tidak menerima atas PHK ini karena tidak sesuai kesepakatan.
Yang mengherankan dengan PHK yang dijalankan, perusahaan masih adakan rekruitmen dengan menerima pekerja baru.

Anehnya sekarang muncul tenaga kerja asing dari India, Pakistan dan Banglades untuk menggantikan tenaga kerja lokal dengan gaji yang lebih besar.
Untuk itu kami melawan atas situasi dan kondisi perusahaan yang tidak berpihak kepada pekerja lokal.

Pemerintah harus hadir dalam hal ini untuk menyelamatkan situasi ini apakah kita rela perusahaan sebesar ini dengan teknologi yang canggih akan sepenuhnya dikuasai asing ,pengusaha dan pekerja asing harus tunduk dan taat kepada peraturan dan Undang-undang yang berlaku di negara dimana dia berusaha dan bekerja ujar Dwi Handayani.

Saya minta Presiden Jokowi turun tangan langsung untuk menangani masalah ini karena Indosat berada tidak jauh dari Istana pungkas ibu Mira Sumirat Presiden Aspek Indonesia. (har)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.