Laba Bersih Pakuwon Jati di Kuartal 1-2020 Menjadi Rp.66,76 Miliar

Laba Bersih Pakuwon Jati di Kuartal 1-2020 Menjadi Rp.66,76 Miliar


Jakarta - PT. Pakuwon Jati Tbk (PWON) Pemilik Mall Kota Kasablanka dan Gandaria City,  membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I-2020.

Laba bersih perusahaan turun 90,73% secara year on year (YoY) menjadi Rp.66,76 miliar di akhir Maret lalu dari senilai Rp.720,95 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan Jumat (26/6/2020), nilai laba per saham juga turut jatuh menjadi Rp1,39 dari sebelumnya Rp14,97.

Rugi kurs, pos yang mengalami penurunan yang sangat signifikan. Perusahaan membukukan kerugian kurs mata uang asing mencapai Rp.557,62 miliar dari periode yang sama tahun 2019 yang justru untung Rp.63,02 miliar.

Diperiode ini perusahaan mengalami penyusutan pendapatan bersih sebesar 3,53% dari senilai Rp.1,71 triliun menjadi sebesar Rp.1,65 triliun.

Penurunan pendapatan terjadi karena turunnya penjualan kondominium dan kantor, meski demikian terjadi peningkatan penjualan tanah dan bangunan. Sementara pendapatan sewa ruangan naik menjadi Rp.416,88 miliar dari sebelumnya Rp.399,64 miliar.

Beban perusahaan mengalami peningkatan hingga akhir 3 bulan pertama tahun ini. Beban penjualan naik menjadi Rp.52,68 miliar dari Rp. 51,01 miliar, diikuti naiknya beban umum dan administrasi menjadi Rp.76,75 miliar dari Rp.72,23 miliar. Beban keuangan juga ikut naik menjadi Rp.69,35 miliar dari Rp.60,55 miliar.

Kerugian dari entitas asosiasi  meningkat menjadi Rp.2,38 miliar dari sebelumnya senilai Rp.1,01 miliar. Kerugian dari instrumen keuangan derivatif juga terpaksa diderita di periode ini sebesar Rp.53,86 miliar yang sebelumnya untuk Rp.16,10 miliar.

Liabilitas perusahaan mengalami kenaikan dalam 3 bulan menjadi Rp.9,80 triliun dari posisi akhir 2019 senilai Rp.7,99 triliun. Kenaikan terjadi di pos liabilitas jangka pendek yang senilai Rp.4,23 triliun, naik dari Rp.3,37 triliun di akhir Desember tahun lalu dan liabilitas jangka panjang senilai Rp5,56 triliun yang naik dari Rp.4,62 triliun.

Sementara itu, tercatat ekuitas perusahaan senilai Rp.16,76 triliun pada 31 Maret 2020, menyusut dari Rp.18,09 triliun di akhir Desember 2019.

Para pengelola mall terpukul sejak terjadinya pandemi Covid-19 dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sejak Maret.

Mereka dipaksa menutup usahanya, kalaupun diperbolehkan buka,  tenant yang diizinkan beroperasi hanyalah tenant yang bergerak di industri tertentu seperti pasar swalayan, farmasi, dan restoran  dengan catatan tidak boleh makan di tempat.

Pembukaan mall baru mulai dilakukan awal pekan lalu 15 Juni 2020 di DKI Jakarta dengan catatan sejumlah batasan-batasan yang harus dipenuhi oleh para pengelola dan pengunjung mal.

Minarto Basuki, Corporate Secretary PWON mengatakan, segmen usaha pusat perbelanjaan di Jakarta memang mengalami pembatasan operasional. Jam operasional dan sebagian besar tenant tidak bisa membuka usaha dengan diberlakukannya PSBB di Jakarta mulai awal April 2020.

"Pengurangan jam operasional pusat perbelanjaan di Surabaya mulai akhir Maret 2020 dan pembatasan/penutupan operasional tenant-tenant tertentu sesuai PSBB untuk Surabaya yang berlaku mulai akhir April 2020," ucapnya dalam keterbukaan informasi di BEI.

"Ya, berdampak pada pembatasan operasional saja, antara 1 hingga 3 bulan," ujar Minarto ketika ditanya BEI soal dampak.

Adapun pengendalian arus kas antara lain dengan mengurangi beban operasional dan menunda/mengurangi belanja modal (capex), meningkatkan upaya pemasaran dengan memanfaatkan database terintegrasi yang dimiliki perseroan (sales video call, dan lainnya), dan meningkatkan upaya pemasaran dan promosi melalui media digital (media sosial dan website).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.