Badan POM Tingkatkan Kapasitas Pengujian Laboratorium untuk Dukung Pengujian Covid-19

Badan POM Tingkatkan Kapasitas Pengujian Laboratorium untuk Dukung Pengujian Covid-19


Jakarta - Sebagai bagian dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan POM telah menyetujui untuk melakukan berbagai langkah terhadap Badan Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Upaya preventif menjadi langkah yang sangat penting dilakukan, mengingat saat ini belum ditemukan terapi yang dapat dilakukan Covid-19. Salah satunya melalui pengujian laboratorium terhadap spesimen Covid-19 menggunakan  Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan menggunakan metode amplifikasi virus DNA SARS CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengatakan, Ketepatan dan kecepatan hasil uji yang valid sangat dibutuhkan. Semakin cepat hasil uji spesimen Covid-19 tersebut semakin cepat hasil yang dapat dilakukan.

Berdasarkan panduan Laboratorium Biosafety Bimbingan Terkait Novel Coronavirus (2019-nCoV) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kegiatan pemeriksaan Covid-19 yang tidak mendukung propagasi (misalnya sekuensing DNA) dapat dilakukan di laboratorium Biosafety Level-2 (BSL-2), yaitu standar untuk laboratorium yang melakukan penelitian terkait dengan penyebab penyakit pada manusia dengan tingkat bahaya sedang (sedang). BSL-2 mensyaratkan protokol pengujian yang dapat mencegah kontaminasi virus di lingkungan sekitar, serta memberikan perlindungan maksimum bagi petugas laboratorium.

Terkait hal tersebut, Badan POM memiliki laboratorium Pengembangan Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) yang telah meningkatkan kapasitasnya sesuai standar BSL-2. Saat ini, PPPOMN memiliki laboratorium Biologi Molekuler, yang selain digunakan untuk pengujian sampel terkait kasus / khusus dan dalam rangka rujukan nasional, juga telah digunakan untuk pengujian spesimen Covid-19 dengan kapasitas 300 sampel per hari.

Di Kantor BPOM Jakarta, Hari ini Rabu (20/05), Kepala Badan POM meresmikan Laboratorium Biohazard yang telah dilengkapi dengan fasilitas untuk melakukan pengujian Covid-19.

“Tidak hanya untuk menguji Covid-19, laboratorium tersebut juga dapat digunakan untuk menguji produk lain, seperti obat dan produk biologi yang dapat digunakan untuk karsinogenik/ mutagenik/ teratogenik, yang memerlukan fasilitas khusus. Sebutkan pengujian dalam kerangka bioterorisme,” ungkap Kepala Badan POM.

Lebih lanjut Penny K. Lukito mengirimkan lima laboratorium Badan POM, yaitu PPPOMN dan laboratorium di 4 Balai Besar / Balai POM (Gorontalo, Makassar, Jayapura, Ambon), siap operasional mendukung percepatan pengujian spesimen Covid-19. Kapasitas pengujian spesimen Covid-19 sebanyak 300 sampel / hari oleh PPPOMN, 200 sampel / hari oleh Balai POM di Gorontalo, 150 sampel / hari oleh Balai Besar POM di Makassar, 90 sampel / hari oleh Balai Besar POM di Jayapura, dan 180 sampel / hari oleh Balai POM di Ambon.

Hingga 19 Mei 2020, PPPOMN telah melakukan pengujian terhadap 1.065 sampel Covid-19. Selain PPPOMN, Badan POM juga memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 33 provinsi yang dilengkapi dengan fasilitas laboratorium terakreditasi. Beberapa di antaranya telah memiliki peralatan PCR (RT-PCR) Real Time , sehingga dapat meningkatkan kapasitasnya untuk melakukan pengujian Covid-19. UPT Badan POM yang telah melakukan pengujian spesimen dan hasil ektraksi spesimen Covid-19, yaitu Balai POM di Gorontalo (777 sampel), Balai Besar POM di Jayapura (41 sampel), Balai POM di Ambon (153 sampel), dan Balai Besar POM di Makasar yang mulai melakukan pengujian pada 18 Mei 2020 (19 sampel).

Badan POM melalui 16 Balai Besar / Balai POM di daerah juga berkontribusi terhadap upaya penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Daerah setempat dengan meminjamkan PCR atau alat pendukungnya. Ke-16 daerah tersebut adalah Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tenggara serta Lampung, Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat. Selain itu, Balai Besar POM di Banda Aceh siap bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam upaya percepatan pengujian spesimen Covid-19.

“Kami terus menjalin kerja sama dan bekerja sama dengan WHO dalam mendukung percepatan pengujian Covid-19 dan melakukan peningkatan kapasitas pengujian untuk petugas laboratorium. Harapannya, fasilitas laboratorium ini dapat berkontribusi meningkatkan jumlah deteksi per hari pasien Covid-19 di Indonesia, yang pada akhirnya dapat memutus mata rantai penyebaran penyakit,” ujar Kepala Badan POM.(Guffe).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.