Tingkatkan Prestasi dan Karakter Anak Didik, FKKS Jakarta Timur Gelar Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah

Tingkatkan Prestasi dan Karakter Anak Didik, FKKS Jakarta Timur Gelar Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah

Bertempat di aula Kantor Walikota Jakarta Timur, Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar seminar sinkronisasi komite dan sekolah yang akan digelar serentak Jakarta Timur dan pada Rabu 11 Desember 2019 diikuti oleh Pengurus Komite Sekolah dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Cakung, dengan pembicara Kasudin Pendidikan Jakarta Timur 1, dan Kesbangpol Jakarta Timur, Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota, Kota Administrasi Jakarta Timur, Uus Kuswanto.


Disela acara tersebut ketua FKKS Jakarta Timur Drs H Masdi Supriatik menjelaskan, bahwa Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah ini merupakan upaya dalam meningkatkan prestasi dan membina karakter peserta didik di sekolah.

Bagaimana agar pengelola pendidikan di sekolah bisa bekerja sama dengan orang tua murid dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan untuk menghasilkan lulusan yang yang berbudi pekerti baik memiliki kemampuan Iptek dan Imtaq.


Seluruh pengurus komite sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga SMA/K maupun peserta dari Kepala Sekolah, berjumlah 4.000 orang lebih, namun akan kita gelar bertahap diawali 11 Desember 2019 hingga Januari 2020. Kalau hari ini kita hadirkan pengurus Komite dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Cakung maka pada tanggal 16 Desember nanti, kita hadirkan pengurus komite dan kepala sekolah se-Kecamatan Ciracas, kemudian Kecamatan Duren Sawit, kecamatan Kramatjati, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Makasar dan Kecamatan Pasar Rebo. sehingga kedepan sinkronisasi antara Komite dengan Sekolah bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, papar Masdi Supriatik.


Dalam sambutannya Wakil Walikota, Kota Administrasi Kakarta Timur, Uus Kuswanto, mengatakan, kegiatan ini dalam rangka untuk melaksanakan seminar sinkronisasi antara komite dengan sekolah. Di mana pada gelombang pertama dapat dilaksanakan hari ini dan gelombang berikutnya sampai gelombang ke-10 akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

“Bahwa dengan adanya sinkronisasi antara komite dengan sekolah Insya Allah ke depan ini akan menjadi salah satu media untuk saling memperkenalkan antara komite sekolah, dari sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Walaupun mungkin dalam pelaksanaannya masing-masing dilaksanakan seminar perkecamatan,” papar Uus.


Uus, menegaskan, dari satu Kecamatan dengan kecamatan lain setiap para komite sekolah yang satu dengan yang lain harus saling berkomunikasi dan saling bertukar informasi sehingga dengan mereka bisa saling mengenal kalau ada sesuatu hal yang positif bisa disampaikan, ada hal yang kurang tepat bisa disampaikan sehingga seluruh komite yang ada di Jakarta Timur ini bisa connect bisa menyampaikan ide-ide dan gagasannya dengan pihak sekolah.

“Saya katakan bahwa tolong antara sekolah dengan komite ini benar-benar bisa mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman dan lingkungan sekolah yang berkualitas sehingga anak-anak didik  terutama anak-anak kita berharap mengikuti pendidikan di sekolah dengan suasana yang nyaman tenang,” ujarnya.

Uus, berharap mereka dapat menimba ilmu dengan sebaik-baiknya sehingga kualitas pendidikan dari anak-anak di kelas semakin lama semakin baik.



Sementara itu, Ketua panitia Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah, Edy Dwiyanto, mengatakan, dilaksanakannya seminar ini tentunya ada beberapa hal yang belum harmonis dan sinkron dalam menjalankan program yang ada di sekolah.

“Kita ingin bagus sekolah ini dengan menampilkan exkul yang baik, serta menampilkan kegiatan yang mendidik kreatifitas,” ujar Edy.


Kegiatan seminar ini baru dilakukan di kepada komite dan sekolah yang ada di Kecamatan Cakung, kedepannya akan ada 9 Kecamatan lagi yang akan diadakan seminar serupa jika pihak Komite dan sekolah tersebut sudah siap.

Dwi, berharap dengan adanya kegiatan ini akan terjadi harmonisasi atau terjadi Sinergi antara komite dengan sekolah terutama dengan kepala sekolah.

“Yang kita cita-citakan ini untuk kemajuan sekolah, untuk memajukan pendidikan kita di wilayah Jakarta Timur, seperti yang disarankan oleh wakil walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Uus Kuswanto yang mengatakan bahwa kita harus saling bersinergi atau saling mengikat satu sama lain, jangan sampai kegiatan yang di sekolah itu terganggu sehingga kualitas pendidikan akan tidak baik,” tukas Dwi.



Kasudin Pendidikan Jaktim 1, yang diwakili Ibu Agustin berpesan agar hubungan antara Pengurus Komite Sekolah dengan Kepala Sekolah maupun para Guru dapat terjalin dengan baik, namun demikian hendaknya Komite Sekolah tidak melampaui Kewenangan Kepala Sekolah, pintanya.

paparan Kasudin Pendidikan 1 Ade Yulia Narum yang diberikan pada seluruh peserta Seminar dengan tema "Peranan Komite Sekolah di Satuan Pendidikan dan Lingkungan Satuan Pendidikan Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 75 tahun 2016".



Di situ dijelaskan, bahwa Komite Sekolah adalah lembaga Mandiri yang beranggotakan orang tua atau wali peserta didik,
Komunitas Sekolah serta Tokoh Masyarakat yang Peduli Pendidikan, dimana dalam pasal 2 dijelaskan Peran Komite berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan serta menjalankan fungsinya secara gotong royong, d
Demokratis, Mandiri, Profesional dan Akuntabel.

Sementara peran Komite Sekolah sebagaimana diatur dalam pasal 3 adalah memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan, terkait kebijakan dan program sekolah, rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah, rencana kerja dan anggaran sekolah, kriteria kinerja sekolah, fasilitas pendidikan di sekolah dan kerjasama sekolah dengan pihak lain. bahkan komite sekolah juga diperkenankan untuk menggalang dana dan sumberdaya pendidikan lainnya dari masyarakat, baik perorangan, organisasi, dunia usaha, dunia industri maupun pemangku kepentingan lainnya.


Komite Sekolah juga berperan untuk mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan Menindaklanjuti keluhan saran kritik dan aspirasi dari peserta didik/Orang tua wali murid dan masyarakat.

Komite Sekolah sebagai Lembaga Mandiri bisa dibentuk dengan kepengurusan orang tua murid atau wali murid maksimal 50%, Pakar Pendidikan 30% dan Tokoh Masyarakat maksimal 30%, sementara sebagaimana pasal 10 dijelaskan bahwa penggalangan dana komite sekolah, bisa dilakukan dari sumber daya pendidikan, sebagaimana dimaksud pada ayat 1, berbentuk bantuan dan atau sumbangan, bukan pungutan, sebagaimana ayat 2, penggalangan dana sumber daya pendidikan lainnya, sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berbentuk bantuan dan atau sumbangan bukan pungutan.

Sementara penggunaan dana yang dihimpun komite sekolah bisa digunakan untuk menutupi kekurangan biaya satuan pendidikan, sebagaimana ayat 5 serta pembiayaan program kegiatan terkait peningkatan mutu sekolah yang tidak dianggarkan, juga pengembangan sarana prasarana dan pembiayaan kegiatan operasional komite sekolah, yang dilakukan secara wajar dan harus dipertanggungjawabkan secara transparan, tegas Kasudin yang disampaikan secara tertulis.

Sementara Kepala Kesbangpol Jaktim yang diwakili, Dr H Supardiyo, M.Pd dalam paparannya dengan judul "Pentingnya Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Pelajar", menegaskan bahwa komite sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam mensukseskan pembinaan ideologi Pancasila di sekolah dalam mewujudkan sikap dan perilaku siswa dalam pengamalan Ideologi Pancasila.

Komite Sekolah perlu membangun kerjasama antara komite sekolah dengan pihak sekolah, dalam membumikan Ideologi Pancasila, Bagaimana bersama dengan pihak sekolah dalam menyusun metodologi pembelajaran dalam rangka pembinaan ideologi Pancasila tegasnya.

Seminar dilanjutkan sesi Dialog dengan dipandu oleh Pembina Forum Komunikasi Komite Sekolah Jaktim Mahu Jafar, SE dan Ir. A Agung Karang hingga acara selesai. (Pry)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.