Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

TEGUK MINUMAN UNTUK PARA MILLENIALS

TEGUK MINUMAN UNTUK PARA MILLENIALS

Belakangan ini di Jabodetabek khususnya dijakarta makin banyak tempat minuman kekinian yang sedang hits yang menyajikan Minuman enak tapi juga harga Murah.

Beberapa waktu lalu, Saya selalau perhatikan gerai minuman Teguk yang selalu Antri. Nah, kemaren kebetulan aku seharian belum ngopi, rasanya ada yang kurang akhirnya aku search tempat ngopi terdekat. Sebenernya di deket kantor aku ada beberapa tempat ngopi enak, seperti starbucks, excelso dan Max coffe, tapi biasanya harga yang mereka tawarkan agak relative mahal. Akhirnya aku mutusin buat pergi ke Gerai Minuman Teguk
Ini pertama kalinya aku dateng langsung ke gerainya, tapi sebelumnya aku udah pernah nyobain kopi ini dengan order by Ojek Online. Karena penasaran sama tempatnya aku pun langsung kesana. Lokasi kedainya ada di Jalan Raya Batu Ampar Jakarta Timur. Sebenernya lokasinya cukup strategis tapi memang bukan di jalanan besar pada umumnya, Kelihatran sekali banyak warga sekitar yang mengantri untuk membeli minuman Teguk ini.



Hampir mirip dengan minuman pada umumnya, Kelihatan tempat duduk seadanya tanpa ada meja-meja cafĂ© pada umumnya.ini tempatnya juga relative kecil untuk sebuah gerai, minimalis tapi cukup  nyaman untuk menganti. Tapi karena aku kemaren dateng pas jam kerja jadinya tempat ini cukup rame oleh pengunjung yang didominasi oleh warga sekitar yang hilir mudik silih bergantian. Disini hanya ada beberapa meja dan kursi. Interiornya cukup minimalis dengan warna ruangan yang khas hitam putih dan Abu2. Dilengkapi dengan kipas angin sehingga ruangannya lumayan tidak terlalu panas ditambah  ada musiknya. Menurut aku sih cenderung lebih rame daripada minuman-minuman sejenisnya, padahal lokasinya sama-sama berdekatan.

Sebenernya aku pengen cobain menu BOBA nya, tapi karena lagi kosong akhirnya aku beralih ke menu favorit aku yaitu Es Kopi Susu Brown Sugar ets tapi Untuk Penamaan disini ada yang berbeda mereka coba membuat nama yang mendekatkan kepada kaum millennials yaitu Kopi Semanis kamu, sehingga pada ssat pesan pun sang kasir sering senyum, Sungguh marketing yang baik.Harganya juga cukup terjangkau dengan kocek ku yaitu Rp 10.000 aja per cup nya.

Es Kopi Susu Brown Sugar ini atau Kopi Semanis kamu terdiri dari Cold Brew, Susu Fresh Milk dan Gula Aren. Awalnya aku agak sangsi saat pertama kali nyobain, tapi ternyata rasanya enak banget dan aku ketagihan. Kopi dan gula aren kayaknya bisa melebur sempurna dilidah. Rasa pahitnya ada tapi rasa manisnya juga ngga terlalu mendominasi. Pokoknya sempurna banget guys, aku sampe ngga bisa jelasin lagi pake kata-kata. Kalian harus cobain langsung!

Aku merekomendasikan kalian buat cobain langsung kopi Semanis Kamu  ini. Kopinya cocok banget buat kalian para penikmat kopi ataupun kalian yang pemula dalam ngopi. Selamat mencoba ya!

BPDPKS Dukung Industri Sawit Indonesia Lebih Berkelanjutan

BPDPKS Dukung Industri Sawit Indonesia Lebih Berkelanjutan

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberi dukungan untuk industri sawit Indonesia lebih berkelanjutan. Badan Layanan Umum (BLU) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini mempaparkan hal itu dalam konferensi pers akhir tahun 2019 di Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.

Narasumber dalam acara tersebut antara lain Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami, Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko Catur Aryanto Widodo, Direktur Penghimpunan Dana Sunari, Direktur Penyaluran Dana Edi Wibowo, Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana Kabul Wijayanto,  dan Plt Direktur Kemitraan Muhammad Ferian.

Dono Boestami mengatakan, sejak dibentuk pada pertengahaan 2015 hingga saat ini, BPDPKS telah berhasil melakukan dukungan dana pada berbagai program Pemerintah, antara lain untuk penyaluran dana dukungan program biodiesel. Penyaluran dukungan dana biodiesel ini selain dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia kepada impor minyak solar dan minyak mentah, juga merupakan instrumen kebijakan Pemerintah untuk menciptakan stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) di dalam negeri.

“Dengan kemampuan menyerap kelebihan CPO di pasar domestik, program biodiesel telah mendorong keseimbangan pasar menuju tingkat harga yang lebih baik dibandingkan periode sebelum BPDPKS didirikan. Sejak 2015 sampai saat ini, program biodiesel telah mempertahankan tingkat harga CPO rata-rata di atas USD550/ton,” paparnya.

BPDPKS juga aktif dalam dukungan dana guna persiapan program B30 di awal 2020, antara lain melalui dukungan dana untuk keperluan uji coba mesin dan bahan bakar biodiesel termasuk sosialisasi program biodiesel kepada masyarakat.
Program yang tidak kalah penting dalam mempertahankan komoditas utama di Indonesia ini adalah program peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produktivitas kebun swadaya, dan memenuhi permintaan minyak nabati dunia yang diproyeksikan akan terus meningkat.

“Untuk menyukseskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), BPDPKS turut memberikan dukungan dengan menyalurkan bantuan dana sebanyak Rp25 juta per hektare per petani. Sampai dengan bulan November 2019 telah tersalur dana PSR sebesar Rp2,4 Triliun dengan luasan lahan sebesar 98.869 Ha dan melibatkan 43.881 pekebun yang tersebar di 21 Propinsi dan 106 Kabupaten di Indonesia,” paparnya.

Pencapaian tersebut meningkat drastis pada 2019, yaitu peningkatan penyaluran dana sebesar 622% dibandingkan 2018. Hal itu disebabkan adanya penyempurnaan pada proses bisnis dukungan dana peremajaan, antara lain penyederhanaan proses yang semula terdiri dari 14 persyaratan saat ini disimplifikasi menjadi 8 persyaratan. Selain itu, untuk memberi akses yang lebih luas kepada para petani yang membutuhkan dana peremajaan, sejak pertengahan 2019 telah diluncurkan program Aplikasi Peremajaan Sawit Rakyat On-line (PSR On-line).

Peran BPDPKS dalam mendukung kemajuan industri sawit nasional juga turut diberikan pada sektor penelitian dan pengembangan.  Penelitian dan pengembangan berperan sangat besar dalam memastikan industri sawit Indonesia terus berinovasi dan berkreasi untuk mengimbangi peningkatan permintaan dan tuntutan industri yang berkelanjutan dari pasar dunia. “Pada 2019 telah tersalurkan dana untuk penelitian dan pengembangan sebesar Rp98,4 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan 2018 yang realisasi penyalurannya mencapai Rp48,9 miliar,” jelasnya.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor sawit juga terus dilakukan baik terhadap petani maupun kepada putra dan putri petani sawit. “BDPKS turut mendukung pengembangan SDM sawit dengan memberikan pelatihan maupun penyediaan bea siswa bagi putra putri petani sawit. Untuk tahun 2019, jumlah dana pengembangan SDM yang telah disalurkan mencapai Rp30,8 miliar, meningkat dari realisasi tahun 2018 sebesar Rp16,2 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, untuk penyaluran dana promosi, hingga November 2019, BPDPKS telah menggunakan dana sebesar Rp37,7 miliar yang digunakan antara lain untuk mendukung upaya Pemerintah RI untuk menghadapi diskriminasi Eropa terhadap sawit dan produk turunannya. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2018 yang realisasinya mencapai Rp30,3 miliar.
Rencana ke Depan

Dono menjelaskan, upaya stabilisasi harga melalui program penggunaan biodiesel yang mulai Januari 2020 akan ditingkatkan dari semula campuran 20% biodiesel pada setiap liter bahan bakar solar (B20) menjadi B30. Selain itu, BPDPKS menyediakan dukungan dana bagi pengembangan industri bahan bakar berbasis sawit.

“Dengan program ini, diharapkan Indonesia akan mampu menghasilkan minyak mentah dari sumber daya nabati sawit yang berasal dari dalam negeri dan mengurangi ketergantungan akan impor minyak mentah dari luar negeri,” katanya.

Program peremajaan akan diarahkan untuk meremajakan pohon sawit untuk 500 ribu hektare selama 3 tahun ke depan. Untuk ini, tengah dipersiapkan perbaikan pada prosedur dan tata kerja program peremajaan termasuk alternatif untuk menggunakan pihak surveyor untuk melakukan verifikasi petani dan lahan yang akan didanai dengan dana peremajaan BPDPKS. Upaya ini akan didukung dengan konsolidasi data lahan dan produksi sawit, pendataan petani sawit rakyat, perbaikan tata kelola pasokan dari petani ke pabrik kelapa sawit dan perbaikan infrastruktur logistik serta penyediaan akses yang lebih luas kepada petani swadaya atas informasi yang penting untuk meningkatkan daya tawar petani swadaya dalam penjualan TBS dan hasil sawit lainnya.

Dalam bidang penelitian dan pengembangan, BPDPKS mendorong riset yang tepat guna dan dapat diaplikasikan oleh masyarakat khususnya petani sawit. Riset-riset tersebut akan diarahkan untuk mempercepat proses hilirisasi produk sawit. “Dengan riset-riset seperti ini, maka petani sawit dan industri sawit dapat meningkatkan nilai jual TBS produksi sawit yang selama ini hanya bersumber dari hasil CPO menjadi produk-produk turunan lainnya yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Program ini juga memprioritaskan pengembangan pasar domestik untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar global,” katanya.

Pengembangan SDM petani terus dilanjutkan untuk menciptakan petani dan pelaku industri yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitas industri sawit baik di sektor hulu maupun hilir.
Untuk promosi, BPDPKS berkomitmen menyediakan dukungan dana untuk memperluas pasar ekspor antara lain di negara China, India dan Pakistan. Pada pasar domestik, BPDPKS akan mendukung upaya untuk mengenalkan penggunaan sawit pada bidang kesehatan seperti penggunaan minyak goreng kemasan dan minyak sawit untuk pencegahan stunting.

BPDPKS adalah Badan Layanan Umum (BLU) yang memiliki visi menjadi badan pengelola dana yang terpercaya dalam pengembangan sawit berkelanjutan sebagai komoditas strategis nasional untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Misi BPDPKS menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui penghimpunan, pengembangan , dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna, secara profesional dan akuntabel, untuk kepentingan: Pengembangan Sumber Daya Manusia; Penelitian dan Pengembangan; Promosi; Peremajaan; Sarana dan Prasarana; Pemenuhan Kebutuhan Pangan; Hilirisasi Industri Perkebunan Kelapa Sawit; Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati.

Dengan visi dan misi tersebut, BPDPKS instrumen Pemerintah yang dibentuk mengelola dana sawit untuk Program Pemerintah yang menjadi tugas berbagai Kementerian/Lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab mengenai pengembangan industri sawit.

Karenanya, keberhasilan dukungan pendanaan yang dilakukan BPDPKS tidaklah tertumpu seluruhnya pada BPDPKS, tetapi juga tergantung pada kualitas program yang diajukan Kementerian/Lembaga tersebut.

Persidangan Kasus Gugatan Pelanggaran/Penggunaan Hak Cipta Logo KSBSI Kembali Digelar

Persidangan Kasus Gugatan Pelanggaran/Penggunaan Hak Cipta Logo KSBSI Kembali Digelar

Bertempat di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Persidangan Kasus Gugatan Pelanggaran/Penggunaan dan Ganti Rugi Hak Cipta Logo KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) Perkara No. 47/Pdt.Sus-HakCipta/2019/PN.Niaga Jkt.Pst pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Dengan PENGGUGAT: Tn. Prof. Dr. Muchtar Pakpahan Pendiri/ Ketua Umum (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) serta PARA TERGUGAT 1. DEN KSBSI Dewan Eksekutif Nasional - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), 2. Tn. Mudhofir, SH. 3. Ny. Elly Rositas Silaban, menghadirkan Saksi Ahli Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb. Akademisi/Dosen Bidang Kekayaan Intelektual yang juga Wakil Ketua (Asosiasi Konsultan HKI Indonesia (AKHKI)) serta Sekretaris Jenderal (Badan Arbitrase - Mediasi Hak Kekayaan Intelektual (BAMHKI).

Pada wartawan Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb. Menegaskan, bahwa Kami sebagai Saksi Ahli Hak Kekayaan Intelektual (HKI) khususnya perkara Pelanggaran/Penggunaan dan Ganti Rugi Hak Cipta Logo KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) Perkara No. 47/Pdt.Sus-HakCipta/2019/PN.Niaga Jkt.Pst pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, selasa tanggal 26 November 2019, bersama ini memberikan penjelasan dan klarifikasi terhadap Suatu Perkara HKI (Hak Cipta) untuk Gugatan Kepemilikan atas Logo KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia).

Dimana dalam persidangan telah hadir, Para Pihak Penggugat diwakili oleh Kuasa Penggugat (LBH Serikat Buruh Sejahtera Indonesia/ SBSI) dan Tergugat 1 dan Tergugat 2, dan Tergugat 3 juga dihadiri oleh Kuasa Tergugat (Tim Advokasi dari LBH Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia/ KSBSI), maka bersama ini menyampaikan bahwa sebagai Saksi Ahli pada sidang pada Selasa, tanggal 26 November 2019 dimuka Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, dengan uraian bahwa, kami sampaikan sekaligus mengklarifikasi sehubungan dengan informasi yang beredar di khalayak ramai perihal permasalahan yang muncul terkait penggunaan Logo KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) yang selama ini dipublikasikan dimasyarakat oleh Dewan Eksekutif Nasional (DEN) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) (Tergugat 1) yang secara tanpa hak telah menggunakan Logo yang memiliki kesamaan pada pokoknya dengan Logo SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) milik Pihak lain. (Penggugat) yang belakangan diketahui dengan etikad tidak baik diguakan/ dipublikasikan oleh Tn. Mudhofir, SH. (Tergugat 2) bersama-sama dengan Ny. Elly Rositas Silaban (Tergugat 3).

Bahwa, dasar gugatan yang diajukan Penggugat ini karena alasan hukum berdasarkan putusan Pengadilan Niaga No. 01/Pdt. Sus/HakCipta/2013/PN.Niaga.Jkt. Pst juncto Putusan Kasasi Mahkamah Agug RI No. 444 K/Pdt.Sus.HKI/2013 juncto Putusan Peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung RI No. 24/PK/Pdt.Sus/2015, oleh karena itu Penggugat dapat

mendalilkan sebagai Pemegang Hak Cipta atas nama SBSI yang merupakan singkatan dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan Logo SBSI.

selanjutnya sebagai Ahli kami mengamati, membanding dari masing-masing ciri/ karakter logo dengan pendapat/ kesimpulan singkat, sebagai berikut :

Logo PENGGUGAT
"Logo SBSI"
Logo PARA TERGUGAT
"Logo KSBSI"

Uraian:
Gambar lingkaran berbentuk rantai dan roda mesin, berwarna hitam
Gambar timbangan sebagai latar Gambar padi dan kapas, berwarna biru
Gamar Pita warna merah, dengan tulisan
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia berwarna putih, terletak dibawah logo


Kesimpulan:
(tidak identik, tidak memiliki kemiripan (similaritas)

Uraian:
Gambar berwarna hitam, merah, biru setengah
melingkar seperti huruf C didalam nya terdapat
tulisan huruf besar KSBSI berwarna biru.
Dibawah Tulisan KSBSI terdapat tulisan
Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia
berwarna merah
terletak dibawah tulisan/singkatan KSBSI

Kesimpulan:
(tidak identik, tidak memiliki kemiripan (similaritas)

Dalam persidangan diperdebatkan tentang pemberlakukan Hak Eksklusif terhadap suatu ciptaan sebagaimana Pasal 1 butir 1 UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sehingga menjadi tolak ukur untuk menilai apakah suatu ciptaan memenuhi kriteria untuk memperoleh perlindungan hak cipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata, hal mana sesuai Ketentuan Pasal 2 Persetujuan TRIPs (Trade Related aspect Intellectual Property rights Agreement) Konsepsi yang mendasar hak cipta adalah bahwa hak cipta tidak melindungi ide-ide, informasi atau fakta-fakta, tetapi lebih melindungi bentuk dari pengungkapan ide-ide, informasi atau fakta-fakta tersebut. Hal mana juga diatur ditentukan oleh negara-negara anggota WIPO (World IP Organization). Dan ditentukan juga berdasarkan ketentuan pasal 40 ayat (3) UU No. 28 Tahun 2014, ditentukan "Pelindungan Hak Cipta termasuk untuk pelindungan terhadap Ciptaan yang tidak atau belum dilakukan Pengumuman tetapi sudah diwujudkan dalam bentuk nyata yang memungkinkan Penggandaan Ciptaan tersebut".

Terkait dengan suatu ide/ pemikiran berdasarkan pengetahuan dari berbagai macam sumber yang dimiliki Pencipta dan telah diwujudkan (expression of ideas) secara tertulis, itu juga merupakan Ciptaan, suatu Logo yang sudah dianggap selesai serta telah diwujudkan dalam suatu hal yang nyata dan khas juga dilindungi sebagai Ciptaan dalam sistem Hukum Hak Cipta, karena untuk mewujudkan (real expression) suatu ide-ide/ gagasan dalam bentuk wujud Ciptaan diperlukan inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian sebagaimana ditentukan Pasal 1 butir 3 UU No. 28 Tahun 2014 (UU Hak Cipta).

Bahwa, adanya Gugatan suatu perkara tentang kepemilikan Ciptaan Logo, namun dalam perkara merupakan lanjutan Putusan Mahkamah Agung Nomor 378 K/Pdt.Sus-HKI/2015, maka sengketa yang digugat Penggugat sekarang adalah sama dengan sengketa yang termaktub dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 378 K/Pdt.Sus-HKI/2015, sedangkan

Putusan Mahkamah Agung Nomor 378 K/Pdt.Sus-HKI/2015 yang didalilkan Penggugat tersebut sampai dengan sekarang ini masih dalam proses upaya hukum Peninjauan Kembali Ke-2 di Mahkamah Agung, karenanya gugatan yang diajukan Penggugat sekarang (perkara aquo) masih tergantung (aanhangig) atau masih berlangsung.

Bahwa, berdasarkan fakta-fakta hukum diatas, menurut ketentuan Pasal 65 UU No. 28 Tahun

2014 tentang Hak Cipta yang dikutip sebagai berikut : Pasal 65 Pencatatan Ciptaan tidak dapat dilakukan terhadap seni /ukis yang berupa logo atau tanda pembeda yang digunakan sebagai merek dalam perdagangan barang/jasa atau digunakan sebagai lambang organisasi, badan usaha, atau badan hukum.

Dari ketentuan pasal tersebut diatas, jelas logo bukan termasuk ciptaan yang harus dilindungi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 UU No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

Berdasarkan Penjelasan Pasal 4 UU Hak Cipta, hak eksklusif adalah hak yang hanya diperuntukkan bagi Pencipta, sehingga tidak ada pihak lain yang dapat memanfaatkan hak tersebut tanpa izin Pencipta. Pemegang Hak Cipta yang bukan Pencipta hanya memiliki sebagian dari hak eksklusif berupa hak ekonomi, terkait persangkaan pelanggaran Hak cipta, di dalam Hak cipta terdapat 2 (dua) Hak yang mendukungnya, yakni: hak ekonomi (economic rights) dan hak moral (moral rights). Pada umumnya, dalam perkara Pelanggaran Hak Cipta adalah terjadinya pelanggaran Hak Ekonomi dan/ atau hak Moral dari Pencipta, sehingga bentuk ganti rugi yang diminta oleh Pencipta/ Pemegang Hak (copyrights holders) terhadap adanya pelanggaran Hak Cipta adalah tuntutan ganti kerugian atas hak ekonomi berupa ganti

rugi materiil, sedangkan untuk pelanggaran Hak cipta berupa hak moral berupa ganti rugi secara immateriil.

Bahwa, Penggugat sebagai pemilik hak eksklusif telah menderita kerugian materiil maupun immaterial atas tindakan mengumumkan dan menggunakan Ciptaan, namun gugatan Penggugat menggabungkan objek sengketa antara gugatan Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365 KUHPerdata dengan gugatan Hak Cipta sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang menurut hukum acara tidak dapat digabungkan. Selain itu dalil gugatan mendasarkan gugatan pada gugatan perbuatan melawan hukum (PMH), sedangkan dalil yang lainnya gugatan mendasarkan pada gugatan hak cipta (royalti).

Bahwa, mengenai penggabungan objek sengketa dengan cara mencampuradukan gugatan dengan dasar hukum perihal perbuatan melawan hukum (PMH) dan Hak Cipta (Hak Royalti), sehingga mengakibatkan gugatan menjadi kabur, tidak jelas, karena objek sengketa yang digabungkan padahal fakta hukumnya dketahui saling berlainan dan berdiri sendiri.

Bahwa, disamping itu dalam dalil gugatan mengkualifikasikan perbuatan pencemaran atas hasil karya dan nama baik secara berulang-ulang mengajukan gugatan terkait logo, oleh karenanya ketidakjelasan mengenai gugatan tersebut, seharusnya gugatan dinyatakan tidak dapat diterima (niet onvankelijke verklaard) berdasarkan putusan Pengadilan, namun sebagaimana amanat ketentuan Pasal 95 UU Hak Cipta, penyelesaian kasus ini seharusnya dapat mempertimbangkan penyelesaian sengketa alternatif (mediasi/ konsiliasi) sehingga terjadi kesepakatan/ perdamaian, paparnya. (Red)

Darah Kebangsaan Ngalir dari Ponpes Uniq Malang Hingga Taman Sekartaji Kediri

Darah Kebangsaan Ngalir dari Ponpes Uniq Malang Hingga Taman Sekartaji Kediri


Kediri, 18 Desember 2019.---   Sesuai dengan nama dari Pondok Pesantren (Ponpes) yang dipimpinnya yang  bernama Ponpes Uniq,
tak sedikit pula kalangan yang terkagum dengan munculnya sosok   Pengasuh Ponpes Uniq  KH. M. Abdul Ghufron Al Banteni. Pasalnya, penguasa banyak bahasa  (termasuk diantaranya bahasa Ajam (non Arab), bahasa Suryani, bahasa Ibrani, bahasa qolbu/hati, bahasa semut, bahasa seluruh burung, dan bahasa binatang buas) ini memiliki keunikan dalam melakukan syiar agama  maupun dalam menyalurkan niatnya untuk turut membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia kususnya bagi kawula muda Indonesia.


Hari demi hari dilalui bersama ratusan santri yang tersebar di beberapa daerah karena memang Abah Ghufron, begitu panggilan akrabnya, tak hanya mengurus satu ponpes saja, tetapi ia telah  memiliki ponpes yang cukup banyak dan  tersebar di beberapa daerah, antara lain di Malang, Surabaya, Lamongan, Demak, Semarang, Indramayu, Jakarta, Bogor, Banten, Lembang, Bandung,  Lampung, dan Lomando  Kalimantan Tengah, yang seluruh santrinya tak ada satupun yang diwajibkan membayar. Seluruhnya ia gratiskan. Kini, dirinya telah menggodok sejumlah santrinya untuk segera mempersiapkan diri dalam rangka membuka Ponpes  baru di Kediri, Jawa Timur.


Dalam kesehariannya, para santri tak hanya didulang ilmu keagamaan saja, namun juga selalu disuntikkan nilai-nilai kebangsaan.

Meski tetap mengenakan sarung sebagaimana khas ponpes, para  santri tetap dituntut untuk melakukan upacara bendera.

Lebih unik lagi, Kiyai yang pernah dikubur hidup-hidup selama 40 hari ini ternyata telah berhasil banyak menciptakan lagu-lagu kebangsaan Indonesia. "Iya, saya memang sangat cinta NKRI, sehingga para santri saya juga harus lebih mencintai NKRI di manapun berada dan  sepanjang masa", kata Abah Ghufron di sela-sela  obrolannya.

Adalah Aini Record, salah satu event organizer di Jawa Timur yang cepat tanggap dengan informasi yang diterimanya, sehingga beberapa album telah digarapnya dengan apik. Bahkan Aini Record telah mempersiapkan acara launching sejumlah lagu-lagu kebangsaan itu yang dikemas dalam satu  acara yang akan berlangsung di Taman Tiryoyoso, Kediri, Sabtu, 21 Desember  mendatang yang rencana  akan dihadiri Bupati, Wali Kota, serta para pejabat lainnya di jajaran Pemerintah Daerah  Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pada acara tersebut Abah Ghufron akan didaulat untuk melantunkan tiga dari belasan judul lagu ciptaannya, yakni lagu Bung Tomo, Penggerak Nusantara, dan Indonesiaku.

Atas Dukungan Penyiapan SDM Pariwisata, STP Trisakti Berikan Apresiasi Guru SMA/K

Atas Dukungan Penyiapan SDM Pariwisata, STP Trisakti Berikan Apresiasi Guru SMA/K

Dalam rangkaian Peringatan 50 Tahun Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) dan penutupan tahun 2019, pada Rabu 11 Desember 2019, STP Trisakti memberikan penghargaan serta bentuk Apresiasi Guru, dan memberikan wawasan Table Manner dilanjutkan Talkshow dengan tema “Trand Industri dan Kebutuhan SDM di bidang Pariwisata” serta dilanjutkan dengan lunch di Auditorium STP Trisakti.


Wakil Ketua III STP Trisakti, Ismet Emier Osman mengaku bersyukur atas peran dan dukungan para Guru SMA/K, peminatan siswa-siswi akan program studi Pariwisata dan Perhotelan semakin tinggi, sehingga kontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia bidang Pariwisata dalam mendukung program Kepariwisataan Indonesia semakin baik, untuk itu dalam rangkaian HUT STP Trisakti ke 50 tahun ini, STP Trisakti ingin berbagi dengan para Guru SMA/K.

Dan kami ingin memberikan apresiasi kepada para guru-guru SMA/K yang telah berkontribusi dan bermitra dengan STP Trisakti, khususnya dalam hal penerimaan mahasiswa baru di STP Trisakti, Jadi selain pemberian Apresiasi itu, kami juga ingin sekali lagi bersama-sama dengan pihak industri lebih memperkenalkan dunia pariwisata, dalam hal ini hospitality kepada para guru-guru SMA dan SMK, agar mereka juga bisa nanti menyampaikan yang lebih lanjut kepada para siswanya, sehingga Animo data peminat ataupun pemerhati pariwisata di Indonesia, tentunya akan lebih bertambah dan lebih besar lagi. dan itu juga sasaran berikutnya mereka melanjutkan studinya dari SMA/K ke STP Trisakti, ungkapnya.


Hal yang sama juga diungkapkan Tri Djoko Sulistiyo, Panitia acara Apresiasi dan Table Manner, bahwa hari ini kita ingin menjelaskan akan program studi di STP Trisakti, dengan menghadirkan pembicara yaitu membahas Industri Hotel dan Industri Perjalanan Wisata, kedua pembicara akan membahas trand saat ini di industri hotel dan di industri perjalanan wisata, sehingga nantinya para Guru bisa berbagi kepada muridnya.

Kebanyakan Guru bimbingan konseling yang selama ini memberikan konsultasi siswa maupun orang tua murid, dan wawasan tersebut bisa disampaikan ke siswa maupun orang tua untuk program studi lanjut apa yang tepat, memiliki peluang kerja yang baik dan prospek kedepan, untuk itulah kami ingin perkenalkan informasi tentang tren Industri Pariwisata serta industri Perhotelan.


Disamping itu kita juga ajak mengikuti pelatihan table manner yang mungkin ini salah satu knowledge atau skill atau pengetahuan di bidang perhotelan, dan ini cukup penting untuk diketahui oleh masyarakat yaitu salah satunya guru, karena table manner ini wawasan yang bermanfaat buat siapa saja.

Kemudian kebetulan STP Trisakti bekerjasama dengan kampus Guilin tourism University, dimana pada Maret 2020, ada sekitar 30 orang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan (Dinas Pendidikan) dan beberapa Kepala Sekolah akan edutrip ke Guilin, mudah-mudahan program ke Guilin bisa continue tiap tahun, itu nanti disponsori oleh Guilin tourism University bersama STP Trisakti, hari ini kita mau bikin grend prize buat 2 orang guru, agar bisa ikut ke Guilin, untuk itu melalui Seminar ini akan menambah wawasan ilmu Pariwisata kepada Bapak/Ibu Guru, ungkap Tri Joko.


Rusminingsih, Guru SMAN 78 Jakarta, disela acara tersebut bengaku bangga dengan STP Trisakti yang sudah cukup lama sebagai Perguruan Tinggi Pariwisata yang telah mencetak SDM Pariwisata, apalagi Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa,serta dengan keindahan alamnya yang tidak kalah dengan negara lain, hanya masalahnya masih banyak yang belum tertangani dengan baik, sehingga dibutuhkan orang-orang yang memiliki kompetensi khusus dibidang Pariwisata.

Banyak obyek wisata yang kecil dalam arti tidak terkenal, tetapi memukau sekali bagi saya, belum terjamah atau terkelola dengan baik, kalau spot wisata seperti itu jika di eksplore dan diviralkan maka akan menjadi daya tarik wisatawan luar negeri maupun wisatawan domestik, untuk itu kami mendukung STP Trisakti agar lebih banyak lagi mencetak tenaga ahli bidang Pariwisata, sehingga Spot Wisata di daerah-daerah bisa terkelola dengan baik, sehingga akan meningkatkan Kepariwisataan Nusantara, serta meningkatkan Ekonomi masyarakat, dan peningkatan pendapatan negara.

Pada anak didik, kami juga menekankan, bahwa Pariwisata itu harus di kelola dengan baik, harus ada yang ngurusin, kekayaan alam ini kalau di kelola dengan baik, maka bisa jadi sumber pendapatan negara kita, untuk itu siswa-siswi sangat tepat jika mengambil pendidikan lanjut, di Sekolah Tinggi Pariwisata, seperti STP Trisakti ini, dengan sarana dan prasarana pendukung yang sangat lengkap, bahkan Pemerintah juga telah memberikan regulasi-regulasi bidang Kepariwisataan, tinggal minat anak itu digulirkan terus, bahwa sumber daya alam dan keindahannya harus di jaga dan dikelola dengan baik, papar Rusminingsih.


Hal yang sama juga diungkapkan Guru SMAN 32 Jakarta Selatan, Meyrita, bahwa Pemerintah Indonesia yang saat ini sedang giat-giatnya membangun, maka Pembangunan Pariwisata juga sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan pendapatan negara, maupun pendapatan asli daerah, apalagi berwisata bagi masyarakat Indonesia maupun luar negeri lagi bumming saat ini, kita bersyukur anak-anak generasi millennial yang gemar berfoto dengan fiuw yang indah-indah, telah mendorong peminatan anak didik dibidang pendidikan Pariwisata, kami bersyukur alumni SMAN 32 Jakarta sendiri juga banyak yang melanjutkan di STP Trisakti, bahkan hari ini kami juga telah bertemu alumni, dan saya mendorong untuk mau berbagi dengan adik-adiknya di SMAN 32 Jakarta, sehingga akan lebih banyak lagi yang turut berpartisipasi dalam sektor Pariwisata Jakarta maupun Nusantara, tegasnya.


Sementara para pembicara Seminar, Kevin Kowara, Alumni STP Trisakti yang kini sukses Berwirausaha di Perhotelan bidang food and beverage menjelaskan, bahwa dirinya saat duduk di bangku SMA, ada ketertarikan di STP Trisakti, karena program pembelajarannya sangat menarik, dimana disamping kuliah di kampus STP Trisakti juga bisa kuliah dengan program double degree ke Guilin tourism University, Tiongkok, dan STP Trisakti juga memiliki mitra Perguruan Tinggi di beberapa negara, dan proses pembelajaran lebih secara internasional, dan saya adalah salahsatu mahasiswa untuk kelas internasional di STP Trisakti ini.

Melalui program double degree ini juga telah menambah banyak pegalaman kerja, dan hubungan internasional, jadi pengalaman kita bukan saja di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri, yang nantinya bisa kita terapkan kembali ke Indonesia, budaya kerja akan semakin kompetitif, kalau hanya untuk mencari kerja pasti lebih mudah, dan saya sebenarnya waktu kerja sudah mencapai level Manager, namun kami saat ini memilih untuk berwirausaha mengembangkan ilmu yang telah kami dapat di STP Trisakti, dibidang Perhotelan, paparnya.


Hengky Tambayong Alumni STP Trisakti yang saat ini menjabat sebagai General Manager Harris Vertu Hotel sebagai pembicara pertama menjelaskan, bahwa selaku praktisi pariwisata ingin menginformasikan kepada guru-guru SMK, bahwa permintaan atau demand untuk para pelaku pariwisata, khususnya anak-anak yang nantinya untuk bekerja di industri pariwisata yang sangat besar, kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh industri pariwisata terhadap mereka yang ingin berkarir di industry Pariwisata, khususnya dunia Hotel.

Potensi-potensi yang bisa didapatkan, termasuk benefit-benefit pada saat mereka menentukan masa depan mereka, ada di dunia pariwisata, serta segala macam bentuk alternative, kalau ada yang bertanya Kenapa industri pariwisata ?, karena ini masih menjanjikan saat ini dan di masa yang akan datang.

Bagi adik-adik yang ingin bekerja di Perhotelan, maka Pengetahuan tentang Hotel itu sangat penting, jadi yang dibutuhkan bekerja di hotel, yang mereka yang memiliki pengetahuan tentang Hotel,Kami selaku praktisi pariwisata yang kita akan lihat pertama kali adalah soft skillnya, jadi kemampuan yang ada dalam diri kemampuan-kemampuan, bagaimana dia paham untuk melayani orang, kemampuan buat bekerja, harus dengan tulus tanpa ada rasa terpaksa, kemampuan untuk bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul pada saat tamu kita menghadapi satu problem, jadi ini adalah hal-hal yang sekiranya bisa dijadikan basic sebelum masuk ke dalam ilmu pariwisata, tegasnya.


Pembicara kedua seminar Pariwisata, Ferry Aliadi (Direktur i-Travel) yang juga alumni STP Trisakti juga menegaskan, bahwa peluang bekerja maupun berwirausaha dibidang Pariwisata di Indonesia sangat luas, karena nadinya/Nyawa itu di sektor Jasa, dan saat ini bisnis travel agent memang sedang bergejolak dan menjanjikan, baik secara online maupun ofline, untuk itu yang jadi tantangan adalah Sumber Daya Manusianya, disinilah peran Perguruan Tinggi seperti Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti ini, untuk menyiapkan SDM yang mampu menjawab tantangan di era digital, membuat pelayanan pariwisata yang lebih mudah maupun memberikan informasi pariwisata yang lebih cepat dan tepat, sehingga digitalisasi bukan suatu hambatan, tetapi harus jadi tantangan dan peluang, karena dibidang Jasa Wisata kuncinya adalah melayani, dan peluang usaha pariwisata dibidang travel tidak harus berbentuk badan usaha, namun dengan kreativitas maka bisa dilakukan secara independen, obyek atau potensipun tidak harus jauh dan indah, namun bisa dengan kreativitas seperti wisata Religi, Wisata Kuliner, Wisata Kota Tua, Wisata Kawasan Belanda Depok, Wisata Kampung Condet dan yang lain, yang tidak harus dengan investasi besar, namun yang dibutuhkan adalah knowledge dan creativity, tegas Fery.

Tingkatkan Prestasi dan Karakter Anak Didik, FKKS Jakarta Timur Gelar Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah

Tingkatkan Prestasi dan Karakter Anak Didik, FKKS Jakarta Timur Gelar Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah

Bertempat di aula Kantor Walikota Jakarta Timur, Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar seminar sinkronisasi komite dan sekolah yang akan digelar serentak Jakarta Timur dan pada Rabu 11 Desember 2019 diikuti oleh Pengurus Komite Sekolah dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Cakung, dengan pembicara Kasudin Pendidikan Jakarta Timur 1, dan Kesbangpol Jakarta Timur, Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota, Kota Administrasi Jakarta Timur, Uus Kuswanto.


Disela acara tersebut ketua FKKS Jakarta Timur Drs H Masdi Supriatik menjelaskan, bahwa Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah ini merupakan upaya dalam meningkatkan prestasi dan membina karakter peserta didik di sekolah.

Bagaimana agar pengelola pendidikan di sekolah bisa bekerja sama dengan orang tua murid dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan untuk menghasilkan lulusan yang yang berbudi pekerti baik memiliki kemampuan Iptek dan Imtaq.


Seluruh pengurus komite sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga SMA/K maupun peserta dari Kepala Sekolah, berjumlah 4.000 orang lebih, namun akan kita gelar bertahap diawali 11 Desember 2019 hingga Januari 2020. Kalau hari ini kita hadirkan pengurus Komite dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Cakung maka pada tanggal 16 Desember nanti, kita hadirkan pengurus komite dan kepala sekolah se-Kecamatan Ciracas, kemudian Kecamatan Duren Sawit, kecamatan Kramatjati, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Makasar dan Kecamatan Pasar Rebo. sehingga kedepan sinkronisasi antara Komite dengan Sekolah bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, papar Masdi Supriatik.


Dalam sambutannya Wakil Walikota, Kota Administrasi Kakarta Timur, Uus Kuswanto, mengatakan, kegiatan ini dalam rangka untuk melaksanakan seminar sinkronisasi antara komite dengan sekolah. Di mana pada gelombang pertama dapat dilaksanakan hari ini dan gelombang berikutnya sampai gelombang ke-10 akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

“Bahwa dengan adanya sinkronisasi antara komite dengan sekolah Insya Allah ke depan ini akan menjadi salah satu media untuk saling memperkenalkan antara komite sekolah, dari sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Walaupun mungkin dalam pelaksanaannya masing-masing dilaksanakan seminar perkecamatan,” papar Uus.


Uus, menegaskan, dari satu Kecamatan dengan kecamatan lain setiap para komite sekolah yang satu dengan yang lain harus saling berkomunikasi dan saling bertukar informasi sehingga dengan mereka bisa saling mengenal kalau ada sesuatu hal yang positif bisa disampaikan, ada hal yang kurang tepat bisa disampaikan sehingga seluruh komite yang ada di Jakarta Timur ini bisa connect bisa menyampaikan ide-ide dan gagasannya dengan pihak sekolah.

“Saya katakan bahwa tolong antara sekolah dengan komite ini benar-benar bisa mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman dan lingkungan sekolah yang berkualitas sehingga anak-anak didik  terutama anak-anak kita berharap mengikuti pendidikan di sekolah dengan suasana yang nyaman tenang,” ujarnya.

Uus, berharap mereka dapat menimba ilmu dengan sebaik-baiknya sehingga kualitas pendidikan dari anak-anak di kelas semakin lama semakin baik.



Sementara itu, Ketua panitia Seminar Sinkronisasi Komite dan Sekolah, Edy Dwiyanto, mengatakan, dilaksanakannya seminar ini tentunya ada beberapa hal yang belum harmonis dan sinkron dalam menjalankan program yang ada di sekolah.

“Kita ingin bagus sekolah ini dengan menampilkan exkul yang baik, serta menampilkan kegiatan yang mendidik kreatifitas,” ujar Edy.


Kegiatan seminar ini baru dilakukan di kepada komite dan sekolah yang ada di Kecamatan Cakung, kedepannya akan ada 9 Kecamatan lagi yang akan diadakan seminar serupa jika pihak Komite dan sekolah tersebut sudah siap.

Dwi, berharap dengan adanya kegiatan ini akan terjadi harmonisasi atau terjadi Sinergi antara komite dengan sekolah terutama dengan kepala sekolah.

“Yang kita cita-citakan ini untuk kemajuan sekolah, untuk memajukan pendidikan kita di wilayah Jakarta Timur, seperti yang disarankan oleh wakil walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Uus Kuswanto yang mengatakan bahwa kita harus saling bersinergi atau saling mengikat satu sama lain, jangan sampai kegiatan yang di sekolah itu terganggu sehingga kualitas pendidikan akan tidak baik,” tukas Dwi.



Kasudin Pendidikan Jaktim 1, yang diwakili Ibu Agustin berpesan agar hubungan antara Pengurus Komite Sekolah dengan Kepala Sekolah maupun para Guru dapat terjalin dengan baik, namun demikian hendaknya Komite Sekolah tidak melampaui Kewenangan Kepala Sekolah, pintanya.

paparan Kasudin Pendidikan 1 Ade Yulia Narum yang diberikan pada seluruh peserta Seminar dengan tema "Peranan Komite Sekolah di Satuan Pendidikan dan Lingkungan Satuan Pendidikan Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 75 tahun 2016".



Di situ dijelaskan, bahwa Komite Sekolah adalah lembaga Mandiri yang beranggotakan orang tua atau wali peserta didik,
Komunitas Sekolah serta Tokoh Masyarakat yang Peduli Pendidikan, dimana dalam pasal 2 dijelaskan Peran Komite berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan serta menjalankan fungsinya secara gotong royong, d
Demokratis, Mandiri, Profesional dan Akuntabel.

Sementara peran Komite Sekolah sebagaimana diatur dalam pasal 3 adalah memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan, terkait kebijakan dan program sekolah, rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah, rencana kerja dan anggaran sekolah, kriteria kinerja sekolah, fasilitas pendidikan di sekolah dan kerjasama sekolah dengan pihak lain. bahkan komite sekolah juga diperkenankan untuk menggalang dana dan sumberdaya pendidikan lainnya dari masyarakat, baik perorangan, organisasi, dunia usaha, dunia industri maupun pemangku kepentingan lainnya.


Komite Sekolah juga berperan untuk mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan Menindaklanjuti keluhan saran kritik dan aspirasi dari peserta didik/Orang tua wali murid dan masyarakat.

Komite Sekolah sebagai Lembaga Mandiri bisa dibentuk dengan kepengurusan orang tua murid atau wali murid maksimal 50%, Pakar Pendidikan 30% dan Tokoh Masyarakat maksimal 30%, sementara sebagaimana pasal 10 dijelaskan bahwa penggalangan dana komite sekolah, bisa dilakukan dari sumber daya pendidikan, sebagaimana dimaksud pada ayat 1, berbentuk bantuan dan atau sumbangan, bukan pungutan, sebagaimana ayat 2, penggalangan dana sumber daya pendidikan lainnya, sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berbentuk bantuan dan atau sumbangan bukan pungutan.

Sementara penggunaan dana yang dihimpun komite sekolah bisa digunakan untuk menutupi kekurangan biaya satuan pendidikan, sebagaimana ayat 5 serta pembiayaan program kegiatan terkait peningkatan mutu sekolah yang tidak dianggarkan, juga pengembangan sarana prasarana dan pembiayaan kegiatan operasional komite sekolah, yang dilakukan secara wajar dan harus dipertanggungjawabkan secara transparan, tegas Kasudin yang disampaikan secara tertulis.

Sementara Kepala Kesbangpol Jaktim yang diwakili, Dr H Supardiyo, M.Pd dalam paparannya dengan judul "Pentingnya Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Pelajar", menegaskan bahwa komite sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam mensukseskan pembinaan ideologi Pancasila di sekolah dalam mewujudkan sikap dan perilaku siswa dalam pengamalan Ideologi Pancasila.

Komite Sekolah perlu membangun kerjasama antara komite sekolah dengan pihak sekolah, dalam membumikan Ideologi Pancasila, Bagaimana bersama dengan pihak sekolah dalam menyusun metodologi pembelajaran dalam rangka pembinaan ideologi Pancasila tegasnya.

Seminar dilanjutkan sesi Dialog dengan dipandu oleh Pembina Forum Komunikasi Komite Sekolah Jaktim Mahu Jafar, SE dan Ir. A Agung Karang hingga acara selesai. (Pry)

TW Ungkap Alasan Terlibat di Hotel Kuta Paradiso

TW Ungkap Alasan Terlibat di Hotel Kuta Paradiso

Denpasar - Pengusaha nasional Tomy Winata ( TW) mengungkapkan alasan  hadir di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (3/12/2019) karena menyangkut nama Indonesia di mata investor internasional. TW menjelaskan dirinya dan lain-lain memberi pinjaman uang tunai ratusan juta dolar Amerika Serikat kepada  PT. Geria Wijaya Prestige (GWP) Hotel Kuta Paradiso di Denpasar, Bali, namun kelak pemilik hotel itu melakukan penipuan serta menggadaikan saham. Menurut TW sangat aneh kasus ini yakni pada awalnya tujuh bank  memberikan kredit kepada Harijanto Karijadi untuk membangun Hotel Kuta Paradiso pada tahun 1995 tetapi kelak yang memberi pinjaman dikriminalisasikan.

"Alasan kami menagih hak tagih bahwa  di  Indonesia itu ada kepastian hukum terhadap investor. Mereka butuh  kepastian hukum agar nyaman dalam berusaha. Ini untuk investor dalam negeri dan investor luar negeri. Dengan ada kepastian hukum, investor akan banyak masuk ke Indonesia," kata TW sebagai saksi korban di PN Denpasar, Selasa (3/12/2019.

Atas alasan kepastian hukum serta agar masalah tagihan piutang Bank China Construction Bank Indonesia (CCB) bisa cepat selesai, TW membeli piutang agar masalah ini tidak melebar dan menjadi isu internasional. Sebab bank dari Cina itu termasuk bank nomor 5 terbesar di dunia dan nomor 1 di Cina.

"Karena ini menyangkut nasionalisme Indonesia, saya hadir ke sini untuk mendapat keadilan, keamanan, dan kepastian hukum. Di sini ada bukti persidangan sebagai pihak yang menang," ungkap TW berbusana kemeja biru.

Persidangan ini dimulai pukul 1 siang selama sekitar 2 jam. TW cekatan menjawab pertanyaan hakim, jaksa, dan pengacara  Harijanto Karijadi. Pada akhir persidangan, TW menyalami  Harijanto Karijadi yang merupakan temannya. Persidangan ini berlangsung aman yang dihadiri oleh ratusan pendukung Harijanto.
Diberdayakan oleh Blogger.