Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

1.125 Wisudawan Unindra Siap Berkontribusi Dalam Pembangunan Indonesia

Pembangunan Indonesia saat ini dan dimasa depan sangat tergantung dari kualitas Sumber Daya Manusianya, untuk itulah Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) sebagai salahsatu lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggungjawab dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berkompetensi global.

SDM Unggul, UNINDRA Mewisuda 1125 Mahasiswa

Sebagai tradisi dalam melepas mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akademik, Universitas Indraprasta (PGRI Unindra), bertempat di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah menggelar Wisuda, acara pelepasan dengan sidang yang terbuka senat Unindra yang dipimpin langsung oleh Rektor Unindra Prof H Sumaryoto.

Dalam sambutannya, Rektor Unindra Prof H. Sumaryoto, menjelaskan, bahwa Wisuda kali ini merupakan Wisuda ke 70 dengan Mewisuda 1.125 Mahasiswa yang terdiri dari 975 mahasiswa program Sarjana dan 150 mahasiswa program Pascasarjana. Sementara orasi ilmiah dalam wisuda tersebut disampaikan oleh Atie Ernawati MT (Dosen Program Studi Teknik Arsitektur yang juga Wakil Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNINDRA).

Dalam sambutannya, Rektor Unindra Prof Sumaryoto menegaskan, bahwa dalam mewujudkan target Unindra menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul di Dalam Pembelajaran pada 2029, kini Unindra terus meningkatkan Sarana dan prasarana akademik dan kualitas dosen.

Dimana Unindra telah mengirim 45 dosen tiap tahun untuk menyelesaikan doktornya (S3) disejumlah Universitas yang telah bekerjasama dengan Unindra.

Dan berbicara tentang sarana dan prasarana, yang merupakan salah satu syarat dalam standar pendidikan tinggi, dimana Unindra yang harus berdiri 6 September 2004 memulai dengan mempunyai 1 gedung yaitu gedung unit 1 berlantai 4 jalan Nangka Tanjung Barat, gedung itu dibangun selama 4 tahun yaitu tahun 2000 sampai dengan 2003 dan bangun dengan susah payah dengan dana Mandiri, tanpa pinjaman perbankkan. Waktu itu mahasiswanya baru mencapai 5 ribuan dan sekarang sudah mencapai 36 ribu lebih, dan Unindra telah memiliki 7 Unit gedung bertingkat di kampung gedong, dan kini tengah mengurus perijinan pembangunan tower 7 lantai unit 8, dimana 2 lantai merupakan tempat Konferensi standar Internasional, mudah-mudahan ijin bisa cepat keluar dan segera kita bangun, tegasnya.

Sementara Plt Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah III Jakarta, Dr Samsuri menegaskan bahwa mesti Unindra jumlah mahasiswa terbanyak di Jakarta, namun dari data di Pangkalan Data Dikti, Unindra sudah tercatat 100%, dan seluruh prodi terakreditasi A dan B, ini menunjukkan bahwa Unindra sudah taat asas, tegasnya.

Bakamla RI Libatkan Kementerian/Lembaga Bahas Blueprint Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia

Bakamla RI Libatkan Kementerian/Lembaga Bahas Blueprint Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia

Rabu, 16 Oktober 2019 (Humas Bakamla RI/Indonesian Coast Guard)
Bakamla RI menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) kedua guna membahas blue print kebijakan pengamanan laut Indonesia yang melibatkan kementerian/lembaga di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat (16/10/19).

Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R, membuka langsung acara Rakernis kedua dalam Penyusunan Blueprint Kebijakan Pengamanan Laut Indonesia.

Kepala Bakamla mengatakan bahwa dalam upaya penegakan hukum di wilayah Indonesia secara efektif ada beberapa tantangan yang kita hadapi. Pertama adalah posisi dan konstelasi geografis Indonesia. Kedua adalah posisi Indonesia yang terletak di dua benua, dua samudera, dan kurang lebih 70.000 kapal yang melintasi setiap tahun di perairan Indonesia kemudian terdapat empat choke point dari sembilan didunia. "Tantangan ketiga adalah tentang kewajiban UNCLOS yaitu terkait dengan ALKI, kita harus menjamin tiga jalur ALKI aman untuk digunakan," terang Laksdya Taufiq.



Dikatakannya pula, tugas yang diamanatkan Presiden pada dasarnya Bakamla melaksanakan Patroli keamanan dan keselamatan laut di seluruh perairan Indonesia dan Yuridiksi Indonesia. Jadi tidak hanya di wilayah kedaulatan tapi diseluruh Yuridiksi sehingga Bakamla adalah institusi operasional. Didalam tugas dan fungsi berikutnya adalah menyusun kebijakan nasional tentang keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan wilayah perairan yuridiksi Indonesia," Jelas Laksdya Taufiq.

Didalam rapat kabinet ditegaskan bahwa Bakamla melaksanakan fungsi Coast Guard di Indonesia. Kalau berbicara Coast Guard maka secara universal mempunyai tiga fungsi yaitu Maritime Security, Maritime Safety dan Defense inward time dibawah Navy. Oleh karena itu Coast Guard merupakan suatu keniscayaan dengan tatanan dunia sekarang ini sehingga penegakan hukum disinergikan oleh Bakamla. Tetapi kita tahu bahwa UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan tidak menegasikan undang-undang yang lain sehingga undang-undang lain masih berlaku. Hal tersebut bukan menjadi masalah, yang penting adalah bagaimana kita melaksanakan dilapangan bisa bersinergi tanpa harus berkutat atau berdiskusi tentang undang-undang itu karena hal tersebut bukan tataran kita, tataran kita adalah operasional.

Ditegaskan pula, pelaksanaan operasional dilapangan gunakanlah asas OMSP yaitu Unity of Effort (kesatuan usaha) dan legitimacy (dasar hukum kewenangan). Inilah sebetulnya yang menjadikan dasar bagaimana kita bisa bersinergi.

Acara Rakernis ini menghadirkan sembilan narasumber dari kementerian/lembaga negara, yakni Kolonel Laut (P) Sawa, S.E., M.M., (Paban II Operasi Sopsal TNI AL), Dewo Broto (Direktur Pertahanan Keamanan, BPPN), Narendra Jatma, S.H., LLM (Plh. Direktur Keamanan Negara Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya, Kejaksaan Agung), Untung Purwoko, S.E., (Kasubdit Patroli Laut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai), Mukti W (Direktur 74, BIN), Drs. Ersiwo Zaimaru, S.H.,M.H., (Direktur Hukum, BNN), A Harry Lesmana (Kasi TPI Laut, Direktorat Jenderal Imigrasi), Drs. Ahmed Wijaya, (Asdep 3/V Kamtibnas, Kemenkopolhukam), Kombes Bambang Irianto (Korps Kepolisian Perairan dan Udara, Baharkam Polri).

Bertindak sebagai moderator pada acara yang diikuti puluhan peserta yaitu Kasubdit kerjasama Dalam Negeri Kolonel Bakamla Elli Susiyanti,S.H.,M.H,.M.M. Peserta Rakernis terdiri dari TNI AL, Polair, Bea Cukai, Basarnas, KKP, Hubla, Kejaksaan, Hubla, PSDKP dan Kemenkopolhukam.

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono.

Wisuda Unindra ke 70, Diikuti Sebanyak 1.125 Wisudawan

Wisuda Unindra ke 70, Diikuti Sebanyak 1.125 Wisudawan

Jakarta - Universitas Indraprasta PGRI ( UNINDRA ) berusaha meningkatkan sarana dan prasarana gedung untuk meningkatkan kualitas pendidikan, berupa penambahan unit gedung untuk konperensi serta gedung untuk Diklat demikian dikatakan Prof. Dr. H. Sumaryoto Selaku Rektor UNINDRA dihadapan para Wisudawan di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta ( 16 Okt 2019).

UNINDRA saat ini telah mempunyai 7 unit gedung , yang akan dibangun kedepan yaitu unit ke delapan untuk konperensi ( tujuh lantai) serta UNINDRA akan membangun Gedung untuk Diklat (pendidikan dan Latihan) yang pada Akhirnya kedepan UNINDRA akan menjadi "Excellent Teaching University" atau Universitas yang Unggul dalam pembelajaran . Serta meningkatkan kualitas SDM para dosen.



Wisuda ke 70 kali ini diikuti oleh sebanyak 1.125 mahasiswa, dengan orasi ilmiah oleh Atie Ernawati , MT beliau Dosen Teknik Arsitektur selaku wakil Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNINDRA.

UNINDRA mencerdaskan kehidupan bangsa , membantu pemerintah bidang pendidikan , yaitu dengan biaya kuliah terjangkau dengan motto " Peduli , Mandiri , Kreatif dan Adaptif " serta melaksanakan " Tri Dharma Perguruan Tinggi" yaitu pendidikan dan pengajaran , penelitian pengembangan serta Pengabdian kepada masyarakat . Yang Penting dilaksanakan untuk orang banyak.(Bayu)

Bazar Buku Big Bad Wolf Ajak Masyarakat Jawa Timur untuk Makin Gemar Membaca

Bazar Buku Big Bad Wolf Ajak Masyarakat Jawa Timur untuk Makin Gemar Membaca

Membawa semangat Nawa Bhakti Satya, bazar buku terbesar di dunia hadir di Surabaya selama 24 Jam non-stop pada 4-14 Oktober 2019. Diskon 60% hingga 80% disediakan untuk masyarakat, sebagai salah satu usaha mencerdaskan bangsa melalui akses terhadap buku-buku internasional yang berkualitas dengan harga terjangkau.


Surabaya, 3 Oktober 2019, Untuk memperingati HUT ke-74 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Jaya Ritel Indonesia bekerjasama dengan Pemprov Jatim mempersembahkan Big Bad Wolf, bazar buku terbesar di dunia untuk masyarakat di ujung timur Pulau Jawa ini. Bazar Buku Big Bad Wolf hadir kembali di Surabaya pada 4-14 Oktober 2019 di JX International Convention Exhibition, selama 24 jam non-stop dan gratis biaya masuk gedung. Ini adalah kali keempat Bazar Buku Big Bad Wolf hadir di Kota Surabaya.


Kesadaran mengenai pentingnya memperkenalkan budaya membaca sejak dini, serta memberikan akses buku-buku yang baik, bermutu, dan bervariasi, menjadi semangat Bazar Buku Big Bad Wolf untuk terus menyelenggarakan bazar ini. Lebih lanjut Uli Silalahi, yang dikenal sebagai Ibu Buku mengatakan bahwa, "perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, membutuhkan kemampuan kita untuk memilih dan memilah informasi. Arti literasi bukan hanya kemampuan membaca atau menulis saja, melainkan kemampuan menyerap informasi dan dapat berguna bagi kehidupan. Dengan hadirnya.



Bazar Buku Big Bad Wolf, kami mengajak masyarakat Jawa Timur untuk lebih gemar membaca buku. Dengan banyak membaca, kita bisa makin kritis dalam menyikapi kejadian dan tidak mudah termakan hoax. Sebab, buku merupakan sumber informasi kredibel yang dapat dipertanggung jawabkan segala isi bacaan di dalamnya".

Meski generasi milenial dianggap semakin kurang berminat terhadap buku, pihak penyelenggara tetap yakin kaum milienial akan tertarik membaca buku apabila datang ke Bazar Buku Big Bad Wolf.  “Minat baca yang tinggi pun tidak akan berarti tanpa adanya bahan bacaan yang menarik. Melalui Big Bad Wolf kami menghadirkan beragam buku yang menarik, unik, dan jarang ditemukan di tempat lain,” kata Uli.  Jutaan buku dihadirkan di Bazar Buku Big Bad Wolf Surabaya 2019, mulai buku anak-anak, seni, budaya, bisnis, arsitektur, memasak, fashion, hingga deretan novel karya penulis terbaik di dunia. Termasuk juga buku-buku Premium yang eksklusif dengan harga jutaan di diskon menjadi ratusan ribu rupiah. (Red)
Diberdayakan oleh Blogger.