INSANO DORONG KETUA RT & RW JADI KADER ANTI NARKOBA


Sismanu : Ketua Umum Indonesia Anti Narkoba - INSANO

JADIKAN KETUA RT & RW KADER ANTI NARKOBA

Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika khususnya BAB XIII Peran Serta Masyarakat adalah bagian terpenting bagi organisasi yang bergerak dibidang P4GN karena sesungguhnya bab tersebut menjadi rujukan bagi penggiat P4GN dalam melaksanakan kegiatan.

Indonesia Anti Narkoba atau INSANO adalah organisasi yang bergerak dibidang Anti Narkoba, merasa punya tanggungjawab untuk ikut ambil bagian mensosialisasikan bagian penting dari undang undang tersebut untuk diketahui masyarakat.

Organisasi manapun yang bergerak dibidang P4GN seharusnya turut mensosialisasikan, karena didalamnya terdapat Hak dan Tanggungjawab masyarakat berbela negara yg dilindungi dan diatur oleh Undang-undang.

Jika selama ini masyarakat tidak mengetahui adanya amanat yang diatur oleh Undang-undang tentang Hak dan Kewajiban berbela negara, bisa jadi karena selama ini pemerintah atau penggiat P4GN lainnya lebih banyak mensosialisasikan larangan penggunaan narkoba ketimbang mengajak masyarakat untuk ikut berbela Negara. Maka wajar jika masyarakat  berperilaku masa bodoh terhadap bahaya narkoba yg ada di sekitarnya krn tidak pernah mengetahui adanya Hak dan Tanggungjawab sebagaimana dimaksud.

Demikian ujar Sismanu Ketua Umum INSANO yang didampingi Ketua DPD INSANO Jawa Timur Didik Eko Yudiono dan Sekretaris Iwan Tjatur Untung Kurniawan usai memberikan Pembekalan kepada Pengurus DPD INSANO Jawa Timur Periode 2019 - 2024 di Sidoarjo Rabu, 10 Juli 2019.

Sosialisasi/Penyuluhan yang selama ini diberikan baik dari Pemerintah maupun Organisasi Penggiat P4GN, lebih banyak kedampak bahaya narkoba dan akibat yang ditimbulkan, baik dari sisi fisik, mental, Hukum atau Pidana.

Masyarakat jarang mendapatkan informasi adanya Hak dan kewajiban ikut berbela negara krn dalam pasal pasal yg ada pada bab tersebut dianggap kurang menarik untuk di bahas sehingga banyak narasumber membuka halaman hanya utk dilewati.

Bagaimana narkoba bisa dijadikan musuh bersama jika masyarakat tidak pernah mengetahui adanya payung hukum sebagai jaminan keselamatan bagi para relawan dalam melaksanakan kewajibannya.

Dalam kondisi Negara seperti sekarang ini tidak ada pilihan lain, kecuali harus menumbuhkembangkan semangat dan peduli terhadap keutuhan generasi anak bangsa dari lingkungan terkecil.

Ketika ditanya tentang Bela Negara sebagaimana meteri yang dibawakan Pembina INSANO Marsda (P) Lukas Pamardi pada sesi sebelumnya, Sismanu mengatakan "Sudah saatnya Pemerintah merekrut para Tokoh untuk menjadi kader anti narkoba.

Dari mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh pendidikan, pelaku bisnis, Birokrat, TNI dan Polri.

Libatkan Tokoh masyarakat (Tomas) dari Ketua RT, Ketua RW, Ketua PKK, Ketua Karang Taruna dan Tokoh Agama.

Tokoh Pelajar/Mahasiswa, Ketua OSIS SMP/SMA dan Senat Mahasiswa. Tokoh Pendidikan dari mulai para Guru PAUD, Kepala Sekolah SD, SMP sampai SMA dan para Pemimpin Perguruan Tinggi.

Pelaku Bisnis, Para Pimpinan Perusahan dari mulai Industri, Jas dan lain-lain.

Untuk menjadikan para Tokoh dimaksud tetap dihormati dan disegani dalam melaksanakan tugasnya serta yg bersangkutan tetap bangga menjadi kader anti narkoba harus diciptakan.

Gerakan Sejuta Tokoh Masyarakat. adalah Gerakan mencetak kader anti narkoba yang direkrut dari para tokoh seperti yg dimaksud tersebut diatas adalah konsep Orisinil Insano untuk maksud tersebut diatas.

Program tersebut sudah di deklarasikan dalam rangka mendukung Inpres No. 6 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN pada pertengahan bulan Maret yang lalu di Gedung Bareskrim Mabes Polri Jakarta.

Sy berharap program orisinil Insano dapat diakomodir pemerintah untuk dijadikan salah satu program andalan masa depan dengan konsep lingkungan bersih narkoba.

Lebih lanjut ketika ditanyakan tentang konsepnya yg melibatkan para tokoh. Sismanu menjelaskan dengan rinci.
"Pemberdayaan masyarakat terbaik adalah yg dilakukan para tokoh khususnya para Ketua Rt dan Rw. Meskipun Rt dan Rw tidak masuk dalam struktur Pemerintah, tp masuk dalam sistem pemerintahan sehingga sangat mudah bagi ketua Rt dan Rw mengatur warganya.

Selain itu sebagai bahan pertimbangan bahwa dari mulai Pengguna, Pengedar sampai bandar narkobs berdomisili dilingkungan RT/RW. Maka melibatkan para ketua RT/RW adalah strategi terbaik.

Libatkan ketua Rt dan Rw secara permanen karena sudah terbukti selama ini sebagai ujung tombak Pembangunan, keamanan dan ketertiban lingkungan, kegiatan2 sosial dan yg lebih menonjol dapat menciptakan kegotong royongan.
Demikian ujar sismanu yg juga sebagai ketua Umum Ikatan Ketua Rt/Rw dan Tomas Indonesia sejak 2007.

Dalam kunjungan kerja di Jawa Timur Sismanu bersama rombongan pengurus Harian lainnya diantaranya Sekjen Insano Ruliadi, Ketua Bidang Pencegahan HM. Hariri yg kesehariannya menjabat sebagai Direktur Operasi Lion Group serta Pembina Insano Marsda (P) Lukas Pamardi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.