Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Gerakan People Power Menguat, IPKI Dorong Pemerintah Wujudkan Pancasila Yang Ideal

Gerakan People Power Menguat, IPKI Dorong Pemerintah Wujudkan Pancasila Yang Ideal

PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2019 baru saja selesai, tahapan demi tahapan penghitungan suara hingga pengumuman hasil Pemilu maupun Pilpres 2019 menjadi momen yang politik yang dinanti seluruh rakyat Indonesia bahkan menjadi sorotan internasional.

Munculnya gerakan ketidakpercayaan terhadap hasil Pilpres 2019 ini telah menjadi satu hal yang patut dirisaukan, dimana terjadi pembelahan sosial sebagai konsekuensi dari pemihakan dan posisi politik yang berlangsung ketika momen pilpres tersebut. Yang paling merisaukan, bukanlah semata-mata pembelahan sosial antara pendukung 01 dan 02 yang semakin menguat, tapi juga bumbu ujaran-ujaran kebencian yang mengeraskan pembelahan itu.

Pembelahan lain yang juga merisaukan terjadi di kalangan gerakan yang mengatasnamakan People Power atau Gerakan Kedaulatan Rakyat dalam bentuk ketidakpercayaan terhadap institusi penyelenggara Pemilu maupun Pilpres, peruncingan sikap yang masih menguat sampai saat ini menyebabkan rasa kekawatiran masyarakat akan dampak yang timbul akibat gerakan tersebut.

Dalam menyikapi kemungkinan merebaknya gerakan People Power atau Gerakan Kedaulatan Rakyat, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) meminta Pemerintah bisa menegakkan Hukum dan memberikan keadilan rakyat.

Ketua Umum IPKI, HM Bambang Sulistomo, S.Ip,M.Si menegaskan bahwa Gerakan people power merupakan gerakan dalam menyikapi dinamika politik, dan hal tersebut pernah dilakukan ditahun 1966 dan 1968.

Saya kira, gerakan Kedaulatan Rakyat, kita harus melihat bahwa gerakan itu terjadi akibat adanya dinamika politik sekarang ini, yang diakibatkan oleh kisruhnya Pilpres, ini sebetulnya alasan yang utama, adanya krisis kepercayaan pada penegak hukum dan keadilan itu, tegas Putra Pahlawan Nasional Bung Tomo ini.

Mereka melihat bahwa keadilan tidak bisa diwujudkan sekarang, jadi hasil Pemilu dan Pilpres bahkan saat Pilkada diukur dari situ, yang kita pertanyakan mana contoh keharmonisan elit politik, mana contoh kesungguhan kita untuk bersama-sama memperbaiki negeri ini, itulah bukti bahwa bangsa ini belum mampu mewujudkan Pancasila yang ideal, jadi kalau mau jujur sebenarnya bangsa ini punya modal yang besar yaitu Pancasila.

Bagi IP-KI ada people power atau tidak, bukan masalah, toh yang menang nanti yang akan jadi penguasa, yang kita tidak inginkan agar jangan ada yang membenturkan antar kekuatan rakyat, dan tegakkan hukum dan keadilan, tegas HM Bambang Sulistomo, S.Ip,M.Si. (Red)

DEMO DAMAI KPU DAN BAWASLU, FORUM UMAT ISLAM BERSATU TOLAK AJAKAN PEOPLE POWER

DEMO DAMAI KPU DAN BAWASLU, FORUM UMAT ISLAM BERSATU TOLAK AJAKAN PEOPLE POWER

FORUM UMAT ISLAM BERSATU yang didalamnya terdiri dari JARNAS (Jaringan Aktivis Nasional), LINGKAR MAHASISWA NUSANTARA dan ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA INDONESIA serta ALIANSl AKTIVIS NUSANTARA menggelar aksi demo damai di depan KPU dan Bawaslu, untuk menolak ajakan Peple Power yang dihembuskan oleh sekelompok yang mengintimidasi Penyelengara Pemilu KPU dan Bawaslu, serta memberikan sebuah propaganda SESAT dalam berdemokrasi, hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) saat jumpa Pers disela demo damai tersebut.

Lebih jauh dijelaskan bahwa 17 April 2019 adalah People Power sesunguhnya, yang melahirkan Konstitusi menentukan arah bangsa Indonesia.

Situasi menjelang 22 Mei 2019 Penetapan Hasil Pemilu, merupakan hal yang di tungu-tungu sebagai dasar pijakan Demokrasi lndonesia. Tentu ini merupakan hal yang biasa setiap 5 tahun sekali  sebuah Proses Demokrasi yang dilalui oleh seluruh elemen Negara, baik di tingkat Elit Politik sampai di arus bawah rakyat dengan penuh kesadaran, bahwa Hasil Proses 17 April 2019 merupakan Pilihan Rakyat yang harus di Hormati.

Sebagai anak Bangsa yang merasa terpangil dengan situasi dan kondisi Provokasi Propaganda yang di sampaikan oleh oknum Politik, menggambarkan situasi yang TIDAK SEBENARNYA yaitu menyerukan Peope Power Rakyat dalam Melawan Pemerintah, merupakan Tindakan MAKAR terhadap Negara.

Sebuah Komitmen anak bangsa dalam menyatukan seluruh Elemen Negara harus di dukung dan diredam demi cita-cita Bernegara dan Berbangsa dalam Bingkai Keutuhan Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI HARGA MATI).

Kami juga mengutuk oknum dan segelintir orang yang mengiring Opini bahwa Indonesia Negara yang tidak Demokrasi, kami juga akan Melawan Propaganda yang menjurus ketidak stabilan Negara dalam Berdemokrasi.

Untuk itu Kami serukan kepada Elemen anak bangsa: 1. Tolak People Power karena People Power merupakan Gerakan lnskonstitusional MAKAR terhadap Negara, kedua, Tangkap oknum-oknum yang memperkeruh keadaan menjelang 22 Mei 2019.

Ketiga, Kami Bersama TNI POLRI Mengawal Demokrasi Politik Negara Indonesia. Keempat, Menghimbauan agar seluruh Rakyat Indonesia tetap Tenang dan tidak terpancing oleh Provokator menjelang 22 Mei 2019. Kelima, KPU dan BAWASLU Rl agar bekerja sesuai Profesional dan Bertangung Jawab, pintanya.

Negara ini berdiri dengan perjuangan yang telah diukir dengan catatan sejarah, Negara dengan Kedaulatan Rakyat Harus di Hormati.

PEMILU sudah usai sudah saatnya kita bergandeng tangan demi cita-cita Bernegara dan Berbangsa, untuk itu Forum Umat Islam Bersatu akan mengawal demokrasi hingga saat Penetapan oleh KPU, 22 Mei 2019 mendatang, hingga pasca penetapan tersebut, tegas Rahmad Imran.

Bangun Kebersamaan dan Lestarikan Budaya, Paguyuban Warga Klaten Peringati HUT Pertama

Bangun Kebersamaan dan Lestarikan Budaya, Paguyuban Warga Klaten Peringati HUT Pertama

Musik Campur Sari Babat Alas mengiringi kegiatan Peringatan Satu Tahun Paguyuban Warga Klaten (PWK) di Rusun Pejompongan Jakarta Timur, acara yang juga sebagai ajang Silaturahmi menyambut Puasa tersebut juga dihadiri Pengurus Paguyuban Jawa Tengah (PJT) serta beberapa Pengurus Paguyuban Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Menurut Ketua Paguyuban Warga Klaten (PWK), Sumar Gareng, bahwa PWK yang terbentuk satu tahun lalu ini berawal dari paguyuban - paguyuban yang berasal dari kelompok maupun komunitas warga Klaten sejak tahun 2010, kemudian menjadi keputusan dalam Mubes warga asal Klaten di Jakarta Menjadi Paguyuban Warga Klaten, dengan demikian kami mengajak semua warga untuk bergabung di PWK, ungkap Sumar Gareng Ketua PWK.



Lebih jauh dijelaskan sebagaimana visi Paguyuban Warga Klaten, yaitu Sebagai wadah Silaturohim,Sosial dan komunikasi sesama warga asal Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang merantau dan bertempat tinggal jauh dari tempat asalnya di perantauan, agar tetap terjalin silaturahim dan komunikasi serta keakraban, sehingga tetap terbina dan terbangun persaudaraan antara sesama warga klaten.

Sementara misi dibentuknya Paguyuban Warga Klaten, menjadi wadah sosial Kemasyarakatan dalam Ruang lingkup asal Kabupaten Klaten yang ada di Perantauan, Guna mendorong terciptanya suasana kebersamaan antara anggota dengan latar belakang Status sosial dan karakter yg berbeda beda sehingga dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap daerah asal yaitu Klaten.



PWK menjadi wadah yang dapat memberikan pencerahan kepada setiap anggota yang ada di perantuan untuk dapat mendukung dan ikut berkontribusi dalam pembangunan untuk kemajuan daerah asal yaitu klaten.

Paguyuban warga Klaten sebagai ajang untuk bertukar informasi umum, agama, budaya dan kesenian yang ada di masyarakat asal Klaten dan Indonesia umunya secara langsung melalui situs jejaring sosial facebook twitter dll.


Degan adanya kegiatan ini untuk mendorong dan memberikan semangat untuk bergotong Royong membangun kepercayaan diantara kita, besar harapan kami bapak ibu semua pejabat yang berasal dari kab Klaten terus bisa memberikan kontribusi apapun demi kemajuan Paguyuban warga Klaten, tegas Sumar Gareng.

Sebagaimana program pemerintah Kabupaten Klaten, kita juga mendorong dalam upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga Klaten di perantauan, tambahnya.


Panitia HUT 1 tahun PJT, Teguh Wicaksono menegaskan pihaknya bersyukur PWK sudah disahkan oleh Bupati Klaten 1 tahun lalu, sehingga hari ini kita bisa bersama-sama memperingati HUT PJT yang pertama ini, dan Kami panitia mengucapkan terima kasih pada warga Karet Tengsin, yang telah memfasilitasi tempat bagi kita semua yang ada disini.

Drs Tri Budiarta,MM mewakili pembina PWK juga menegaskan bahwa PWK sudah disahkan oleh Bupati Klaten, sehingga diharapkan dapat menjadi wadah seluruh komunitas dan paguyuban warga asal Klaten, PWK juga akan terus bersinergi antara warga perantauan yang ada di Jakarta dengan warga Klaten, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, sosial sehingga kita bisa saling membantu, dengan harapan dengan adanya PWK ini kita semakin guyub, rukun bergotong-royong untuk meningkatkan silaturahim di antara sesama, ungkapnya.
Diberdayakan oleh Blogger.