Peserta Pemantapan Kader Bela Negara Kesbangpol DKI Angkatan 6, Peroleh Wawasan Kebangsaan "Medsos Sebagai Sarana Penguat Bela Negara Di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Perspektif Sosial Budaya"

Peserta Pemantapan Kader Bela Negara Kesbangpol DKI Angkatan 6, Peroleh Wawasan Kebangsaan "Medsos Sebagai Sarana Penguat Bela Negara Di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Perspektif Sosial Budaya"

Pada sesi kedua Pemantapan Kader Bela Negara Kesbangpol DKI Angkatan 6, pada Selasa 9 April 2019 hadir pembicara Pengamat Bidang Pertahanan yang juga Dosen Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Dr Poppy Setiawati. S.Sos. M.Si, Tema yang diangkat adalah "Medsos Sebagai Sarana Penguat Bela Negara Di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Perspektif Sosial Budaya", dengan moderator dari Universitas Pancasila, Medi Suedi.


Dalam paparannya Dr Poppy Setiawati, S.Sos, MSi, melihat bahwa perkembangan industri dari 1.0 hingga 4.0 memiliki dampak serius dalam perekonomian, karena dalam teknologi tersebut tenaga manusia banyak yang digantikan dengan mesin, sehingga pengangguran semakin bertambah, sementara dibidang bela negara juga dapat melunturkan semangat bela negara.

Saat ini masyarakat telah terjadi ketergantungan dengan teknologi informasi, padahal kebenarannya masih diragukan, untuk itu kita harus bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi tersebut.

Saat ini banyak beredar Berita Hoax, Radikalisme, Pornografi maupun berita bohong lain yang disebar lewat medsos.

Media sosial sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti untuk Pendidikan, Ekonomi, Budaya dan yang lain, yang bermanfaat bagi kehidupan.

Teknologi industri 4.0 yang bertumpu pada internet maupun HP, bisa juga mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk itu kita harus bisa memfilter informasi yang kita terima, melalui pengetahuan, termasuk pengetahuan Bela Negara dengan etika, sopan santun untuk mengontrol informasi.


Pengetahuan lain adalah pemahaman Pancasila, UUD 45, Budaya (jati diri bangsa), norma aturan, UU ITE no.11 serta memahami bahwa manusia adalah makhluk yang berbudaya, dengan kepribadian yang baik, menuju nilai Fundamental Negara yaitu Pancasila.

Patriotisme dan nasionalisme yang kuat, akan mampu mencegah hal-hal negatif pada media sosial, dalam mengatasi ancaman, kita perlu melakukan kegiatan sesuai posisi dan keahlian serta Memanfaatkan peluang dengan keahlian dan keterampilan.

Media sosial sebagai penguat bela negara akan mampu menyerap nilai-nilai keteladanan, kepemimpinan serta mampu menunjukkan identitas sebagai jati diri bangsa. untuk itu sebagai kader bela negara harus bisa menyerap nilai-nilai luhur pada Pancasila, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tegasnya. (Red).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.