Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Siapkan Generasi Penerus Reformasi, IP-KI dan UNITi Gelar Diskusi Kebangsaan

Siapkan Generasi Penerus Reformasi, IP-KI dan UNITi Gelar Diskusi Kebangsaan

Menjelang 21 tahun pasca Reformasi tahun 1998, Indonesia telah melalui serangkaian perubahan besar, yang berdampak pada tatanan pemerintahan serta semangat ber-demokrasi bagi setiap warga negaranya.

Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (lP-KI), kembali menjadi pelopor untuk menggelorakan nasionalisme kebangsaan. lP-KI bersama UNITi Indonesia, kembali menyelenggarakan diskusi kebangsaan untuk menyambut momen penting dalam pesta demokrasi kita dalam waktu dekat. Namun, hal ini bukanlah langkah strategis bagi lP-Kl maupun UNITi untuk berbagi mimbar kepada poses kepentingan yang sedang membutuhkan atensi terobosan.

Diskusi kali ini mengangkat judul “Meneruskan Reformasi dan Menjaga Cita-Cita Proklamasi". Poin-poin tuntutan Reformasi yang sejatinya memiliki agenda memberi pembatasan waktu kekuasaan seorang Presiden Negara, Penghapusan Dwi Fungsi Abri, Penegakan Supremasi Hukum, Amanademen UUD 1945, Pelaksanaan Otonomi Daerah dan upaya melakukan pembersihan praktek KKN pada masa itu, perlu dilakukan “Refleksi dan Evaluasi”, guna menjadi sumbangsaran kepada pemerintahan mendatang yang akan ditentukan dalam bingkai Demokrasi kita, dimana proses pemilihan langsung ini juga merupakan hasil dari proses Reformasi tersebut.


Upaya ini bukanlah perkara mudah, sebagai Organisasi Kebangsaan tertua , IP-Kl mencoba mengingatkan fakta kepada semua pihak yang memiliki kemampuan dan tanggung jawab atas konstitusi, bahwa agenda Reformasi berjalan cepat namun juga menjauh dari cita-cita Negara kita yang tercantum dalam Proklamasi dan pembukaan UUD 1945. Upaya penegakan hukum yang tumpul ke atas tajam ke bawah, prestasi KPK yang meningkat dalam pelaksanaan OTT, Otonomi Daerah melanggengkan ““Raja-Raja” lokal sehingga meniadakan esensi kearifan lokal yang seharusnya menjadi barometer implementasi nilai-nilai luhur dan mampu mereduksi upaya sebaran pemahaman radikal yang dapat memecah belah bangsa.

Diskusi kali ini turut menghadirkan narasumber yang berkompeten dan mampu memberikan pencerahan bersama untuk menyambut niatan luhur kami.


Pembukaan diskusi oleh Bapak Baskara Sukarya sebagai Ketua Umum UNlTi INDONESIA, dan Keynote Speech Diskusi ini, adalah mantan menteri pasca Reformasi dan merupakan salah satu Wakil Ketua Dewan Pembina DPP lP-Kl Bapak Prof. Dr. Bomer Pasaribu, S.H, M.Si. Proses perdiskusian berjalan melalui sumbangsih kesaksian sejarah, pemikiran dan pengalaman dari para pembicara yang kami yakini kapabilitas serta jam terbangnya, sudah teruji-sahi, seperti ; Ibu Sri mewakili Kepala Bapenas, pembicara ke-2 Prof. Dr. Anhar Gonggong sebagai seorang sejarawan, pembicara ke 3 Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc selaku Rektor Universitas Al-Azhar lndonesia dan terakhir sebagai pembicara ke 4 adalah Bapak Bambang Sulistomo selaku Ketua Umum DPP lP-Kl, dibawakan oleh moderator perwakilan generasi milenial yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal DPP IP-KI, saudara Troy.

Pro-Kontra tentang Reformasi yang memberikan dampak ter-amandemen nya UUD 1945, juga menjadi sudut pandang tajam yang dibahas dalam kesempatan ini. Momentum mempersiapkan estafet generasi penerus bangsa untuk bisa memiliki kesadaran, kemauan dan penambahan cakrawala berpikir dalam kesiapan mengisi tantangan zaman kedepan. Tanpa kehilangan arah dan tetap mampu menyerap butirbutir Pancasila sebagai roh jiwa raga dalam proses meng-aktualisasikan-nya, sesuai yang tertuang dalam isi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.



Sementara Ketua Umum IPKI, Dr Bambang Sulistomo juga menambahkan pihaknya bersyukur IP-KI masih militan mempertahankan Idiologi Pancasila, kita ini berkumpul untuk satu tanah air, satu bangsa dan berbahasa Indonesia. Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, untuk itu jangan lagi berbicara perbedaan, namun harus bersatu untuk kemajuan bangsa dan negara, agar anak cucu kita bisa hidup lebih baik di negara yang kita tercinta ini.

Ukuran negara kebangsaan berdasarkan Pancasila, harus ada keadilan sosial, agar NKRI "Utuh", untuk itu mari perjuangkan negara Pancasila, dengan menegakkan kebenaran melalui menegakkan hukum dan keadilan, pinta Putra Bung Tomo ini.

Prof Anhar Gonggong dalam paparannya menegaskan bahwa dalam reformasi memang terjadi perubahan besar, dan perubahan besar itu terjadi oleh karena kita mengharapkan sesuatu yang akan kita buat lebih baik. istilah apapun yang terjadi, perubahan dan perubahan itu terjadi oleh karena kita mau menciptakan sesuatu, yang pertanyaannya, apakah sesuatu yang lebih baik itu sudah terwujud sekarang, setelah 22 tahun berjalan, ungkapnya.

Untuk membangun kejayaan bangsa saat ini dan kedepan menurut budayawan ini, Pertama kali yang harus kita rubah adalah "mental" dan perubahan mental itu ada di pendidikan. Pertanyaannya merubah mental atau tidak, Apakah sistem pendidikan kita sekarang ini mampu merubah mental anak-anak didik, untuk tidak melihat dirinya, tetapi sekaligus melihat orang lain. karena ilmu yang dia peroleh itu nanti tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk kepentingan orang lain. dan itu terjadi pada Soekarno Hatta dan pergerakan, paparnya.

Ketua Umum UNITi, Baskara Sukarya Ketua Umum UNITi menegaskan, bahwa Reformasi telah membawa banyak catatan prestasi, akan tetapi kita juga jangan lengah dan janganlah kita berbangga diri, karena kita lihat masih banyak agenda reformasi yang belum mencapai tujuannya, bahkan di sana sini kita melihat bahwa reformasi ini cenderung melenceng daripada cita-cita semula.

Kita melihat bahwa penegakan hukum dan pemberantasan KKN dalam beberapa kasus tertentu masih berjalan ditempat dan ada kecenderungan tumpul keatas dan tajam kebawah,tegasnya.

Baskara juga melihat pelaksanaan Otonomi Daerah yang tadinya dicita-citakan untuk memakmurkan dan membesarkan masyarakat di daerah masing-masing, sekarang ini malah melenceng menjadi tumbuh suburnya daripada raja-raja kecil, yang tentunya mereka juga mempunyai kepentingan ekonomi kepentingan kelompok tersendiri. dan ini kita juga lihat dengan sekarang begitu banyaknya kepala kepala daerah Apakah Gubernur, Walikota, bupati yang tertangkap tangan tertangkap oleh KPK, juga tertangkap oleh Polisi maupun kejaksaan.

Selain daripada itu, penghapusan Dwifungsi ABRI juga sebagai simbol tegaknya supremasi kekuatan sipil, malah kita lihat membuat tumbuh suburnya kelompok-kelompok radikal dan juga mengacu kepada ideologi asing, khususnya sekarang kita lihat dengan kemajuan dari pada sosial media dan juga era digital dimana begitu derasnya informasi ini masuk dan tentunya kalau tidak disikapi dengan bijak, khususnya bagi golongan tertentu, untuk itu hal tersebut, harus disikapi dengan serius, para Generasi Millennial harus pula kita membekali mereka dengan ideologi Pancasila, yang sudah diwariskan kepada bangga ini, untuk menjadi orang Indonesia dan cinta kepada NKRI.

Selain daripada itu amandemen undang-undang Dasar 45 yang tujuan saat itu adalah untuk mengubah pasal yang berkaitan dengan masa jabatan presiden yang satu menjadi masa jabatan dua kali, tetapi kita juga sudah kebablasan, sehingga amandemen tersebut membuat batang tubuh undang-undang Dasar 45 sudah banyak yang keluar dari pembukaan undang-undang Dasar 45 itu sendiri, dampaknya 21 tahun reformasi berjalan memang kita lihat, ada hal-hal yang baik tetapi kita juga lihat masih kondisi kebangsaan semakin memburuk. untuk itu diperlukan adanya kebijakan dan langkah-langkah strategis bangsa ini untuk kembali menetapkan tujuan dan arah kompas bangsa ini, menuju cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, sebagaimana diamanatkan oleh bapak-bapak pendiri bangsa kita, semoga kami harapkan dengan diskusi kebangsaan pada hari ini, kita dapat memberikan masukan-masukan yang berarti khususnya dari para narasumber,

Dan juga kita semua dapat meneruskan Reformasi, agar tetap berjalan di relnya sesuai dengan cita-cita Proklamasi dan sesuai dengan harapan dan Pondasi yang diletakkan oleh bapak bapak pendiri bangsa, tegas Baskara Sukarya.(red)

Insano Berikan Penghargaan Gerakan Aksi Nasional Sejuta Tokoh Masyarakat


Insano Berikan Penghargaan Gerakan Aksi Nasional Sejuta Tokoh Masyarakat

Bertempat di gedung Direktorat IV Narkoba, Bareskrim Polri, jl MT Haryono, Cawang Jakarta, pada minggu 17 Maret 2019 Organisasi Kemasyarakatan Indonesia Anti Narkoba (INSANO) memberikan "Penganugerahan" bagi para Tokoh Masyarakat, dalam upaya Gerakan Mencetak Kader Penggerak Anti Narkoba dari para tokoh, dalam mendukung Inpres nomor.6 tahun 2018, tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

Hadir dalam acara penganugerahan Menteri Perhubungan yang diwakili staf khusus menhub, Mayjen TNI (Purn) Buyung Lalana, Menteri Dalam Negeri yang diwakili Direktur Ormas Kesbangpol Bapak Lutfi, Menteri Kesehatan yang diwakilkan Oleh Direktur Nafsa, bapak Fidiansyah, Menkumham yang diwakili Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen Lembaga Pemasyarakatan, Lilik Sujandi, Gubernur DKI Jakarta yang diwakili Wakil Walikota Jakarta Timur, Tulus Susanto, Panglima TNI yang diwakili Aster Kasdam, Kolonel Infanteri Jacky, dan Kepala BNN yang diwakili Yanuarfi.


Ketua Umum INSANO, Sismanu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Penganugerahan bagi para tokoh ini merupakan rangkaian dalam menyambut ke 3 tahun INSANO, sehingga kedepan akan semakin banyak Tokoh Masyarakat yang mau bersama-sama dalam upaya berperan aktif di bidang P4GN, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu tentang Peranserta Masyarakat, serta Inpres nomor.6 tahun 2018, tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.


Gerakan Aksi Nasional Sejuta tokoh masyarakat yang dibuat oleh Insano ini  sebagai upaya untuk menjaga masa depan bangsa, karena selama ini peran serta masyarakat dalam P4GN masih sangat kurang, sementara peredaran gelap narkoba sudah merambah hingga ke masyarakat bawah hingga pelosok desa.

Menutut Sismanu, masyarakat masih menganggap bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung Polisi serta BNN, padahal Sesungguhnya masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya penanggulangan bahaya narkoba, untuk itu hari ini Insano merekrut para tokoh masyarakat sebagai kader anti narkoba di seluruh Indonesia, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, khususnya bab 13 tentang peran serta masyarakat, agar masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab dalam P4GN tersebut, tegasnya.

Kegiatan hari ini bukan sekedar seremonial, selesai acara tidak ada tindak lanjut, akan tetapi kegiatan ini justru awal dimulainya setelah acara selesai, bagaimana seluruh penerima penghargaan yaitu para tokoh masyarakat, akan lebih aktif lagi dalam P4GN, tegas Sismanu.

Perangi Hoax, DPP EMJI Pusat dan EMJI Banten Gelar Baksos

Perangi Hoax, DPP EMJI Pusat dan EMJI Banten Gelar Baksos

Bertempat di Kp. Serdang Rt 006 Rw 002 kel. Cipete, kec. Curug kota Serang, Banten DPP EMJI Pusat dan EMJI Banten Gelar Cek Kesehatan dan Tausiyah dan acara Tausiyah diisi oleh Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid. Kegiatan cek kesehatan gratis, digelar pada hari minggu , 10 Maret 2019, jam 14.00 - 16.30 di dihadiri oleh 250 peserta, dan di hadiri oleh DPP EMJI Pusat yaitu ketum EMJI Peby Magdalena serta Sekjen EMJI Utami Untoro juga dihadiri tamu kehormatan EMJI habib Reza Fauzan Al hamid.

Dalam tausyiahnya Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid mengungkapkan bahwa keberhasilan bisa diraih bila ada restu dari orang tua, dan  ada Tokoh Nasional yang sangat dekat dengan orang tua, dalam setiap akan mengambil keputusan selalu memohon ijin orang tuanya, meminta Ridho Iklas orang tua, mencium kaki ibunya, setiap detik meminta restu ibunya, yaitu Joko Widodo atau Jokowi, sehingga kita bersyukur pak Jokowi dalam menyelesaikan permasalahannya terselesaikan dengan sempurna, karena ibunya iklas, sehingga diberikan jalan yg terbaik, papar Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid.


Dan usai memberikan Tausyiah Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid memberikan sorbannya kepada penduduk yang sepuh di kampung tersebut.


Sementara ditempat yang sama, Ketua EMJI Banten Eni Indri Hapsari mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka sejalan dengan program pemerintah, Emak Militan Jokowi (Emji) mengakui, sebelumnya telah mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di kawasan Cengkareng, Jakbar, dan hari ini di Banten.

Pemeriksaan kesehatan cuma-cuma yang diadakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial di beberapa wilayah di Jakarta dan Banten yang bekerja sama dengan Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut juga bagian strategi pemenangan pasangan nomor urut 01 dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilangsungkan pada 17 April 2019 mendatang.


“Kami mengadakan cek kesehatan gratis ini untuk melanjutkan dan memastikan program pemerintah berjalan dengan baik. Selain itu kita juga melakukan sosialisasi dan mengkampanyekan serta mendorong agar Jokowi-Maruf Amin terpilih dua periode,” tutur Eni disela kegiatan.

Lebih lanjut ia mengatakan, program yang dijalankan EMJI, selama ini mendapat respon yang baik dari masyarakat. Bahkan menurutnya, kegiatan cek kesehatan gratis ini merupakan masukan dari masyarakat, paparnya. (Nrl)

Presiden Jokowi Hadiri SILATURAHMI AKBAR "BLANGKON - SELENDANG NUSANTARA" untuk Presiden JOKOWI

Presiden Jokowi Hadiri SILATURAHMI AKBAR "BLANGKON - SELENDANG NUSANTARA"
untuk Presiden  JOKOWI

Ribuan warga Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten juga daerah lainnya yang mengenakan pakaian tradisional serta menggunakan tutup kepala "Blangkon", memenuhi areal Plaza Barat Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta dalam agenda Silaturahmi Akbar Blangkon - Selendang Nusantara untuk Presiden Jokowi.

Tepat pukul 15.15 WIB Presiden Jokowi bersama rombongan tiba ditempat acara Silaturahmi Akbar Blangkon - Selendang Nusantara tersebut, dan setelah disematkan Blangkon, Jokowi menghampiri dan bersalaman bahkan berselvie dengan masyarakat pecinta Blangkon Nusantara.


Tak ketinggalan para seniman tradisional baik Reog Ponorogo, Kuda Lumping, Jatilan maupun kesenian tradisional lainnya, memperoleh apresiasi dari Presiden Jokowi dengan berfoto bersama dan bersalaman.

Ketua Umum KASMARAN JOKOWI, yang juga ketua silaturahmi Akbar blangkon selendang Nusantara untuk Jokowi, Leles Sudarmanto,MM menegaskan bahwa blangkon juga ada di beberapa daerah di Indonesia, sehingga Blangkon merupakan alat pemersatu, untuk itulah kehadiran Presiden Jokowi hari ini juga diharapkan akan makin mempererat persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.


Kita berharap bapak Jokowi dapat mencanangkan Blangkon sebagai warisan budaya Indonesia agar tidak diakui oleh negara lain.

Disamping itu kita juga merasakan apa yang sudah dikerjakan Presiden Jokowi di mana perjalanan Jakarta Solo yang sebelumnya 14 jam saat ini bisa kami tempuh hanya dalam waktu 6 jam dengan mobil juga dana desa yang sudah nyata-nyata membangun daerah pedesaan baik bidang infrastruktur jalan desa saluran air perairan juga membangun generasi mudanya melalui dana desa tersebut banyak juga karya-karya besar presiden Jokowi selama memimpin Republik Indonesia ini untuk itu kami sebagai warga masyarakat sangat mengapresiasi kerja Presiden Jokowi tersebut, tegas H Leles Sudarmanto yang juga Ketua Umum Masyarakat Perantauan ini.


Ditempat yang sama,   Endang Sulastri, MM, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, KASMARAN JOKOWI juga menegaskan, bahwa hari ini juga hadir kaum perempuan yang mengenakan Selendang dari seluruh Nusantara, ini membuktikan bahwa selendang adalah ciri khas Busana masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang harus kita lestarikan dan budayakan dalam kehidupan kita sehari-hari.


Hari ini kita juga bersyukur Presiden Jokowi mau menghadiri acara komunitas  Blangkon dan Selendang Nusantara, hal tersebut membuktikan bahwa Presiden Jokowi sangat peduli terhadap pelestarian kesenian maupun kebudayaan Karya putra-putri bangsa Indonesia, maupun warisan budaya leluhur kita. Untuk itulah melalui momen ini Kasmaran Jokowi dan Konunitas Blangkon - Selendang Nusantara juga memberikan dukungan penuh, agar Bapak Jokowi bisa kembali memimpin sebagai Presiden RI yang ke 2 kali, pada periode 2019 - 2024, tegas Caleg DPR RI Partai Golkar daerah pemilihan Jawa Tengah 4 no.5, Endang Sulastri, MM, yang meliputi Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen, Endang Sulastri, MM

Dalam perbincangan disela Silaturahmi Blangkon - Selendang Nusantara tersebut, Presiden Jokowi berpesan agar Endang Sulastri MM bisa mewakili warga Jawa Tengah untuk mewakili di DPRRI, sehingga warga Jawa Tengah bisa semakin sejahtera untuk itu Ibu Endang Sulastri harus menang dalam meraih suara terbantak di Jateng IV, pintanya.
Diberdayakan oleh Blogger.