Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Wakil Ketua BPK Terima Penghargaan PMI karena 50 Kali Donor Darah

Wakil Ketua BPK Terima Penghargaan PMI karena 50 Kali Donor Darah

JAKARTA, Humas BPK - Wakil Ketua BPK RI, Bahrullah Akbar baru saja memperoleh penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta sebagai apresiasi karena ia telah mendonorkan darah 50 kali.

Baharullah termasuk satu di antara 400 pendonor darah yang menerima penghargaan di Gedung Lemhanas, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9/2019).

Meski berpengalaman mendonorkan darahnya puluhan kali, ternyata saat pertama ia melakukan bukan didorong inisiatif pribadi. "Dulu itu kalau mau membuat SIM syaratnya harus donor darah. Saya waktu lulus SMA tahun 1978, hendak bikin SIM di Polda, ya  terpaksa harus donor darah," tutur Akbar ditemui usai penyerahan penghargaan.

Akbar mengaku tidak menyesal dan justru kian rutin menyumbangkan darah setelah merasakan banyak manfaatnya. Ia bahkan bersyukur pernah "dipaksa" menjadi pendonor darah.

"Sampai sekarang pada usia saya 60 tahun sudah 50 kali donor. Saya ucapkan terimakasih penghargaannya dari PMI," katanya.

Selain membantu orang yang membutuhkan darah, menurut Akbar pendonor menjadi lebih sehat terutama usai memberikan darahnya. "Habis donor itu jauh lebih sehat, lebih segar. Lihat saja tadi yang menerima penghargaan 50 kali mendonor, banyak usianya di atas 60 tahun. Mereka segar-segar semua," katanya.

Dari 400 pendonor penerima penghargaan, menurut Pengurus PMI DKI Jakarta, Irwan D Makdoerah, sebanyak 379 orang pendonor pria dan 21 orang pendonor wanita. Usia tertua atas nama Paul Gunawan berumur 68 tahun dan bergolongan darah O. Sedangkan usia termuda 28 tahun dipegang M. Yusuf juga bergolongan darah O.

Irwan menyatakan PMI berterimakasih kepada sukarelawan yang telah mendonorkan darahnya 50 kali sebab tidak sederhana untuk mencapai angka tersebut, butuh proses panjang disertai tekad kuat membantu sesama.

PMI Provinsi DKI Jakarta, menurut Iwan, akan terus berusaha memaksimalkan perekrutan pendonor darah. "Pada tahun 2019 PMI menargetkan perolehan sebanyak 350.000 kantong darah," jelas lrwan. Kebutuhan darah di DKI Jakarta mencapai 800 - 1.000 kantong per hari.

Minta Usut Tuntas Skandal Korupsi PLTU RIAU-1, Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi Demo ke KPK

Minta Usut Tuntas Skandal Korupsi PLTU RIAU-1, Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi Demo ke KPK

Kasus korupsi sudah sangat marak di Negeri ini. Belakangan ini kasus KKN di PLTU RIAU-1 menjadi topik perhatian KOMPAK (Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi) karena banyak problematika yang telah terjadi dalam proyek PLTU RIAU-1 dalam hal ini yang melibatkan pejabat Negara termasuk dalam hal ini ada indikasi Dugaan keterlibatan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar, hal tersebut diungkapkan Korlap demo, Yonpi Alfarizi didepan KPK Rabu 17 September 2019.

Menurut Yonpi Alfarizi, bahwa dalam kesaksian Eni pernah menghadiri pertemuan dirumah ketua Umum Partai golkar Airlangga Hartarto. Tetamunya adalah Kotjo, Idrus Marham, dan Ketua Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng.

Bahwa di kediaman pribadi Airlangga Hartarto lah yang menjadi awal titik kumpul untuk merencanakan sebuah kejahatan tersebut.

Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Eni mengaku sebagian dari Rp2 miliar yang dirinya terima dari Kotjo digunakan untuk keperluan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada Desember 2017.

Pertemuan dilaksanakan setelah Airlangga menjabat Ketua Umum Partai Golkar yang baru. Setelah Pak Airlangga Hartarto menjadi Ketum Golkar, diadakan pertemuan di rumah pribadi Pak AH (Airlangga Hartarto). Hadir dalam pertemuan itu Pak AH, Mekeng, Idrus, Bu Eni dan Pak Kotjo. Pertemuan itu digelar di rumah pribadi Airlangga pada Januari 2018 lalu.

Pertemuan itu tidak lain membicarakan tindak lanjut kepentingan Kotjo menggarap proyek PLTU Riau 1. Pastinya kepentingan Kotjo yang dibahas di situ (pertemuan Airlangga Hartarto) karena belum tuntas kontraknya, mengingat Pak SN sudah tidak lagi Ketum Golkar.

Permasalahan ini harus segera dituntaskan sampai keakar-akarnya jangan sampai tebang pilih, Kami yang tergabung dalam KOMPAK (Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi)

1. Usut tuntas skandal korupsi PLTU RIAU-1 !
2. Tangkap para mafia PLTU RIAU-1 !
3. Bebaskan Indonesai dari Korupsi!

IP-KI Dukung KPK Sebagai Lembaga Independen Untuk Menjaga Keutuhan NKRI

IP-KI Dukung KPK Sebagai Lembaga Independen Untuk Menjaga Keutuhan NKRI

Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) sebagai Ormas Kebangsaan yang lahir ditahun 1954, bertempat di Sekretarian IP-KI Gedung Joang 45, Menteng Raya Jakarta Pusat, telah mengeluarkan pernyataan, yang secara tegas menolak segala upaya atau rekayasa oleh siapapun, baik secara terbuka, melalui upaya konstitusioal maupun melalui berbagai upaya rahasia atau terselubung lainnya, untuk melemahkan peran dan kekuatan KPK.

Menurut Ketua Umum IP-KI, H.M Bambang Sulistomo SIP, M.Si bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk berdasarkan Undang-Undang 30 tahun 2002 yang pada akhirnya merupakan bagian dan sejarah kehendak para pendiri bangsa dan negeri ini, dalam upaya untuk mewujudkan masyarakat adil dapat tercapai.

Kehendak Luhur tersebut didukung oleh masyarakat luas, sebab keinginan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur tersebut dapat tercapai dan NKRI dapat dijaga dan dipertahankan, jika bangsa ini mampu mewujudkan kepastian hukum Yang Adil, di mana hukum di abadikan sebagai besarnya pada kepentingan umum bangsa dan negara, penegakan hukum akan terwujud jika masyarakat mempunyai kedaulatan dalam peran sertanya, dalam menjaga dan mengawasi keseluruhan nilai, norma dan aturan dalam masyarakat, untuk mewujudkan hukum yang mampu secara adil untuk melindungi segenap rakyat Indonesia.

Maka para penegak hukum seharusnya mampu menjaga harkat martabat dan kehormatannya demi menjaga kepercayaan masyarakat, kebutuhan lahirnya KPK sebagai lembaga penegak hukum harus kita akui, hal tersebut sebagai bagian dari upaya Luhur untuk menegakkan hukum secara adil dan sejujurnya adalah sebagai dampak akibat adanya kecenderungan lunturnya kepercayaan pada harkat martabat dan kehormatan, pada kemampuan lembaga penegak hukum, tegas H.M Bambang Sulistomo SIP, M.Si.

Putra Pahlawan Nasional, Bung Tomo ini melihat, bahwa tindak pidana korupsi merupakan sebagai kejahatan luar biasa, yang berdampak luas pada semua praktek hukum pada proses pemiskinan masyarakat, pada proses ketimpangan sosial ekonomi, pada proses krisis kepercayaan masyarakat, sehingga KPK mendapat harapan besar dari masyarakat agar mampu menegakkan kepastian hukum dan keadilan, paparnya.

Untuk itu DPP IP-KI akan mendukung semua fihak didalam masyarakat umum, maupun semua unsur didalam lembaga Eksekutif, Lembaga Kepresidenan, Lembaga Kemiliteran, Lembaga Kepolisian RI, Lembaga Legislatif dan Yudikatif, yang secara tegas menolak upaya pelemahan KPK, melalui revisi UU 30/2002 KPK.

IP-KI selama ini telah memperjuangkan upaya penegakkan hukum yang adil, sebagai upaya strategis yang mendasar, dan sekaligus mengharapkan agar KPK mampu dan berani menerapkan sistem pembuktian terbalik dan azas praduga bersalah dalam pengusutan tindak pidana korupsi, Oleh sebab itu segala upaya pelemahan pada KPK akan berdampak pada pelemahan dan keutuhan NKRI, tegas H.M Bambang Sulistomo SIP, M.Si. yang juga didampingi Sekjen IP-KI, M Guntur Aritonang, Dewan Pakar Drs HB Gading Nababan, Sandjaja Darmawan, Dewan Pertimbangan, Sudarmin HG serta pengurus DPP lainnya. "Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantangi"(Red)

UNINDRA Tingkatkan Mutu Pendidikan

UNINDRA Tingkatkan Mutu Pendidikan

Jakarta - Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) terus berusaha meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan , berupa penambahan Gedung Kampus perkuliahan , hingga peningkatan Kualitas para Dosen untuk program Doktor (S 3) untuk mengajar di kampus UNINDRA sehingga kedepan UNINDRA menjadi " Excellent Teaching University atau Universitas yang Unggul dalam Pembelajaran demikian dikatakan Rektor UNINDRA Prof. Dr. H . Sumaryoto dihadapan para Wisudawan di Sasono Utomo , TMII ( Jakarta 4 September 2019).


Wisuda ke 68 kali ini dengan Orasi ilmiah berjudul " Peran Alumni Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dengan Koridor Nilai Nilai Profetik " . Yang Intinya yaitu Seorang Alumni UNINDRA harus Amanah , Cerdas , kreatif dan Inovatif.


Dalam Mengenal berbagai masalah harus fokus , mengenal berbagai situasi yang terjadi , serta dapat membuat kesimpulan dengan alasan yang mendukung , serta perlu masukan dari Lingkungan. Perlu pertimbangan dan klarifikasi mana yang baik dan buruk . Maka seyogyanya, dalam proses berfikir ini ada pertimbangan nilai nilai Profetik , pendekatan kepada Tuhan ungkap Dr. Sri Hapsari , M.Pd Selaku Pemberi Orasi Ilmiah dihadapan para Wisudawan dan Wisudawati.

Wisuda ke 68 UNINDRA di Sasono Utomo , Taman Mini Indonesia Indah kali ini berjumlah 1172 mahasiswa,
Dengan Rincian Untuk program Sarjana (S1) berjumlah 1022 Mahasiswa dan Strata Dua atau Magister berjumlah 150 Mahasiswa . ( B A Y U )

DPP IP-KI KELUARKAN PERNYATAAN SIKAP, PAPUA KELUARGA BESAR NKRI

DPP IP-KI KELUARKAN PERNYATAAN SIKAP, PAPUA KELUARGA BESAR NKRI

Sejak Irian Barat dikukuhkan sebagai wilayah NKRI, ada sebagian warga Papua yang memang tidak ingin bergabung bersama negara kita. Untuk itu berbagai program pembangunan dijalankan, dalam rangka mencegah kesenjangan sosial ekonomi pendidikan, antara wilayah Papua dengan daerah daerah lainnya, hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (DPP IP-KI) Bambang Sulistomo, Si.P, M.Si.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa Pemerintahan daerah mulai dari tingkat Propinsi sampai tingkat Kabupaten/Kota, dan juga DPRD tingkat satu dan DPRD tingkat dua, dipilih secara langsung oleh masyarakat Papua. Hal itu merupakan hak, kewajiban dan kedaulatan sepenuhnya pimpinan daerah untuk merencanakan, menjalankan dan mengawasi seluruh upaya pembangunan di seluruh wilayah Papua.


Sejak dilaksanakannya program pembangunan dalam kerangka Otonomi Khusus, pemerintah pusat memberikan dana-dana dan anggaran yang tidak sedikit. Tetapi kita masih bisa mendengar keluhan tentang kemiskinan, lapangan pekerjaan dsb. Sehingga berkembang pertanyaan masyarakat luas, apakah anggaran Otonomi khusus dan pembangunan tersebut tidak dinikmati sepenuhnya oleh sebagian masyarakat Papua ?

Terjadinya keresahan dan gejolak masyarakat Papua saat ini, dipicu oleh adanya informasi bahwa terjadi ketegangan antara penghuni asrama Papua di kota Surabaya dan kota Malang, akibat peristiwa berkaitan dengan bendera nasional kita, sehingga mengakibatkan beredarnya kata dan kalimat bernada rasis yang ditujukan pada para mahasiswa tersebut. Dimana kesemua informasi tersebut terkirim ke Papua.

Reaksi dari sebagian masyarakat Papua pada peristiwa bendera di Surabaya dan Malang, kembali pada ingatan lama, yaitu saat sebagian masyarakat Papua menolak bergabung dalam NKRI. Tapi mereka mengibarkan bendera Papua merdeka disebagian wilayah dan kota kota di Papua dan juga di Jakarta.

"Kami yang bergabung dalam organisasi kemasyarakatan dan kebangsaan Ikatan Pendudukung Kemerdekaan Indonesia, meminta kepada pemerintah agar segera melakukan penyelidikan secara utuh dan lengkap penyebab terjadinya peristiwa benturan yang bernuansa rasis di asrama Papua, serta penegakkan hukum yang tegas bagi yang bersalah.

Kami meminta agar siapapun yang melakukan tindakan anarkis dan upaya untuk mengajak dan memisahkan diri dari NKRI dimana saja, segera diselidiki dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku". "Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang", tegas Bambang Sulistomo, Si.P, M.Si. (Red).

IP-KI Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penurunan Bendera Merah Putih di Papua

IP-KI Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penurunan Bendera Merah Putih di Papua

Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) sebagai salahsatu organisasi kemasyarakatan di Indonesia yang juga memiliki kepengurusan daerah hingga di Papua dan Papua Barat merasa prihatin dengan peristiwa demo anarkis di Papua beberapa waktu lalu, dan meminta Pemerintah menindak tegas pelaku kerusuhan maupun penyebar berita bohong atau hoax.

Menurut Ketua Umum IP-KI, H.M Bambang Sulistomo SIP, M.Si bahwa gerakan-gerakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban di Papua maupun Papua Barat sudah ada sejak lama, dan digerakkan oleh gerakan OPM, maupun negara luar yang ingin memecahbelah Indonesia, jadi kelompok OPM tersebut akan menggunakan setiap masalah yang timbul, untuk menjadi pemicu/pemantik kerusuhan di Papua.

Gerakan OPM itu memang ada, untuk itu bangsa ini harus mengukur apakah peristiwa di Surabaya dan Malang ini bisa diselesaikan, kita harus telusuri secara benar, apakah ucapan-ucapan yang di lontarkan mengandung rasis atau tidak, demikian juga orang yang mengibarkan bendera lain di Papua, apakah mereka Warga Negara Indonesia atau warga negara lain ?, jika mereka WNI maka jelas-jelas dilarang.

Jika ada yang mencoba memisahkan diri dari NKRI, itu namanya “Sparatis”, dan gerakan sparatis juga melanggar Undang-Undang, kita tidak ingin ada gerakan sparatis yang ingin memisahkan diri dari Wilayah NKRI, apalagi ada gerakan yang menurunkan bendera Merah Putih di Kantor Gubernur, ini berarti ingin menggulingkan pemerintahan yang sah,dan itu berarti gerakan “Makar” yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, untuk itu IP-KI meminta Pemerintah untuk menindaktegas dalam menegakkan hukum di Papua dan Papua Barat, tidak boleh ada keragu-raguan dalam bertindak, tegas Putra Pahlawan Nasional Bung Tomo ini.

Jika ada usulah-usulan penindakan hukum di Papua itu silahkan saja, namun menurut IP-KI, upaya Diplomasi itu lebih penting, Pemerintah Indonesia harus menjelaskan kepada negara-negara Pasifik, Diplomasi Budaya juga bisa dilakukan ke negara-negara Pasific, misalkan mengirim Tim Duta Seni untuk memperkenalkan Ke-Bhineka Tungal Ika-an Indonesia, juga Diplomasi kerjasama Ekonomi, Indonesia bisa mengajak negara-negara Pasific untuk berinvestasi ke Indonesia atau sebaliknya, atau Pertukaran Mahasiswa antar Perguruan Tinggi, hal-hal diplomasi seperti itu harus dilakukan secara berkesinambungan, diplomasi ke negara Pasific sangat kurang dan IP-KI siap memfasilitasi hal tersebut, tegasnya.

Kalau kita lihat lebih dalam terhadap Papua dan Papua Barat, sebenarnya Pemerintah sudah memberikan bantuan khusus buat Papua dan Papua Barat, hingga 28 trilyun tiap tahun serta bantuan pembangunan hingga 90 trilyun pertahun, belum lagi pembangun yang diberikan oleh Kementerian maupun pembangunan Fisik seperti infrastuktur jalan, pelabuhan, bandara serta fasilitas umum lain di Papua dan Papua Barat, belum lagi pemberian Beasiswa bagi Pemuda Papua dan Papua Barat untuk Kuliah di dalam maupun di luar negeri.

Yang kita pertanyakan bantuan khusus yang hampir 120 trilyun pertahun pada 3juta penduduk Papua dan Papua Barat tersebut, penggunaannya untuk apa, sudahkah sesuai program pembangunan, karena dari laporan pengurus dan anggota IP-KI di Papua dan Papua Barat, masyarakat tidak merasakan hasilnya, masyarakat belum menikmati, salah urusnya dimana ?, kita ingin pertanyakan penggunaan dana khusus tersebut, jangan-jangan salah sasaran dalam penggunaannya, ini juga harus dibedah lagi dimana salah kelolanya, ini juga harus dijelaskan ke warga Papua dan Papua Barat, ungkap HM Bambang Sulistomo. 

Rakyat Papua tidak merasakan dana Otsus yang begitu besar, tanpa kondisi di dalam, permasalah Papua tidak akan selesai, dan langkah lain untuk hal tersebut, Pemerintah atau Presiden Jokowi yang meraih suara 96% di Papua dan Papua Barat harus bisa merangkul seluruh Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, pimpinan Pemerintah Daerah, Pemuda serta Mahasiswa untuk melakukan prosesi adat “Bakar Batu” dan menjelaskan permasalahan maupun program pembangunan Papua dan Papua Barat, Jokowi secara pribadi memiliki modal besar dan peran penting bagi pembenahan Papua, dan Figur Jokowi sosok yang dekat dengan warga Papua dan Papua Barat, untuk itu IP-KI berharap Presiden Jokowi yang akan hadir berdialog menyelesaikan permasalahan Papua dan Papua Barat, bersama seluruh komponen di Papua dan Papua Barat, dan IP-KI bersama Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat juga siap mendukung upaya tersebut, tegas H.M Bambang Sulistomo, S.IP, M.Si. (Red)

UNINDRA Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

UNINDRA  Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

Jakarta - Universitas Indraprasta PGRI ( UNINDRA) terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dengan sarana prasarana pendidikan, hingga kualitas SDM atau Sumber Daya Manusia para dosen pengajar yang pada Akhir nya UNINDRA dapat menjadi " Excellent Teaching University " atau Universitas yang Unggul Dalam Pembelajaran demikian dikatakan Rektor UNINDRA Prof. Dr. H. Sumaryoto dalam Sambutan Progam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru ( PPKKMB) di Balai Komando , Jakarta (28 Agust 2019).

PPKKMB kali ini dengan orasi ilmiah " Menjadi Guru di Era Revolusi Industri 4.0 " oleh Dr. H. Kasyadi Suparlan , M.M . Dimana ciri dominan Revolusi Industri 4.0. adalah Teknologi Internet, digitalisasi , otomatisasi teknologi.



Sedangkan kompetensi yang dianggap sebagai modal untuk bersaing dalam Revolusi Industri 4.0. yaitu kemampuan berfikir kritis , memiliki kreatifitas dan inovatif , ketrampilan komunikasi yang baik , kemampuan kerja sama serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Akan Mengurangi peluang kerja bila kita berfikir mesin sudah menggantikan manusia, dan akan memberi peluang kerja bila kita sadar bahwa hasil teknologi tersebut adalah karya manusia . Manusia yang mengatur , mesin hanya sesuai dengan instruksi dan data yang diberikan , dan tidak semua pekerjaan dapat dikerjakan oleh Mesin ( B A Y U ).

STAN PAMERAN SATGAS MARITIM TNI 28K UNIFIL DIBANJIRI RATUSAN PENGUNJUNG DI ACARA LEBANESE ARMED FORCE OPEN BASE DAY di TYRE, LEBANON

STAN PAMERAN SATGAS MARITIM TNI 28K UNIFIL DIBANJIRI RATUSAN PENGUNJUNG DI ACARA LEBANESE ARMED FORCE OPEN BASE DAY di TYRE, LEBANON

Stan Pameran Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-K/UNIFIL KRI Sultan Hasanuddin-366 dibanjiri ratusan pengunjung dalam acara Lebanese Armed Force (LAF) Open Base Day di Tyre, Lebanon.

kegiatan LAF Open Base Day yang digelar oleh Lebanese Armed Force (LAF) /Tentara Lebanon diselenggarakan dalam rangka memeringati perayaan ulang tahunnya yang ke-74.

Sejak pagi hari terlihat ratusan pengunjung masyarakat Lebanon dari berbagai kalangan usia yang sangat antusias hadir pada kegiatan Open Base Day tersebut.

Stan milik Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-K/UNIFIL KRI Sultan Hasanuddin-366 yang tergabung dalam Stan Maritime Task Force Unifil berhasil menarik perhatian pengunjung yang datang.

Selain masyarakat sipil, beberapa pejabat negara dan militer juga hadir untuk meninjau stan Maritime Task Force khususnya stan pameran Satgas Maritim TNI.

Keikutsertaan MTF dalam LAF Open Base Day pada tahun ini merupakan yang pertama kalinya. Kegiatan dipimpin langsung oleh DMTFC Chief Of Staff Kolonel Laut (P) I. G. Putu Alit Jaya, S.T., M.Si., selaku koordinator lapangan stan pameran MTF.
Selain Indonesia, pameran juga diikuti dari unsur MTF yang lain seperti Brazil, Bangladesh, Turki, Yunani dan Jerman.

DMTFC Chief Of Staff menyampaikan bahwa kegiatan yang dibuka untuk masyarakat umum ini diikuti oleh seluruh kontingen UNIFIL yang didalamnya termasuk Maritime Task Force UNIFIL.

"Berbagai peralatan kapal dan heli ditampilkan dalam stan pameran seperti miniatur kapal, miniatur heli, peluit, pelampung, helm pilot, pedang kehormatan, dan alat alat bantu bernavigasi seperti alat ploting, jangka, dan teropong," tambahnya.

Adapun pejabat yang meninjau stan pameran diantaranya adalah Menteri Pertahanan Lebanon Elias Bou Saab, Komandan Sektor (Dansektor) Timur UNIFIL, Brigadir Jenderal Antonio Romero Losada, dan Lebanese Armed Forces (LAF) Deputy Chief of Staff Brigadier General Mohammed Janbay

Turut hadir mendampingi DMTFC Chief Of Staff dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Senjata dan Elektronika Mayor (E) Prasetyo Agung Budianto, Co Pilot 1 Kapten Laut (P) Angga Prasetya, dan Padivkom Letda Laut (P) I Gusti Bagus Nyoman Andhika sebagai perwakilan KRI Sultan Hasanuddin-366.

Soal Laporan Belanja Perpajakan, Ini Saran BPK untuk Pemerintah

Soal Laporan Belanja Perpajakan, Ini Saran BPK untuk Pemerintah

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan apresiasi atas usaha Kemenkeu membuat Laporan Belanja Perpajakan atau Tax Expenditure Report. Menurut BPK, tindak lanjut atas laporan tersebut sangat diperlukan.

Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar mengatakan Laporan Belanja Perpajakan merupakan bagian penting dalam mengukur kinerja pemerintah dari sisi belanja dalam bentuk kebijakan. Apalagi, dari sisi nilai, belanja perpajakan juga terhitung besar dengan laporan terkini mencapai Rp221 triliun.

"Kita apresiasi betul laporan tersebut", katanya dalam seminar nasional bertajuk "Mengawal Akuntabilitas Keuangan Negara" di Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR, Rabu (21/8/2019).

Lebih lanjut, Bahrullah menambahkan perlunya peningkatan dari penggunaan Laporan Belanja Perpajakan. Dia meminta agar laporan ini menjadi dasar yang wajib masuk dalam menyusun nota keuangan. Pasalnya, selama ini Laporan Belanja Perpajakan masih menjadi bagian yang terpisah dari Nota Keuangan dan RAPBN.

Masuknya laporan belanja perpajakan dalam menyusun anggaran diharapkan menjadi basis kuat dalam menyusun target dalam APBN, khususnya penerimaan perpajakan. Dengan demikian, dapat memudahkan pemerintah dalam melaksanakan anggaran.

"BPK mengharapkan kedepan Laporan Belanja Perpajakan ini menjadi bagian dari mekanisme dalam menyusun nota keuangan dan menetapkan asumsi dalam APBN," imbuhnya.

Sebagai informasi, estimasi belanja perpajakan pada 2018 dalam nota keuangan tercatat senilai Rp221,1 triliun atau sekitar 1,5% terhadap produk domestik bruto (PDB). Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 12,3% dari estimasi 2017 senilai Rp196,8 triliun atau sekitar 1,5% terhadap PDB.

Pada Laporan Belanja Perpajakan terbaru, pemerintah melakukan penyempurnaan penyusunan laporan dalam beberapa aspek. Penyempurnaan itu berupa perluasan cakupan jenis pajak, penambahan jumlah peraturan yang dapat diestimasi, serta perbaikan data maupun metodologi perhitungan.

Adapun penjelasan mengenai konsep dan prinsip, serta komparasi tax expenditure bisa dibaca juga dalam Working Paper DDTC bertajuk "Tax Expenditure Atas Pajak Penghasilan: Rekomendasi Bagi Indonesia" yang telah diterbitkan pada 2014. (Redaksi)

Sebagai Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, BPK dan DPR Menerima Laporan Hasil Peer Review Tahun 2019

Sebagai Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, BPK dan DPR Menerima Laporan Hasil Peer Review Tahun 2019

19 Agustus 2019
Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK), Bahrullah Akbar dengan didampingi oleh Anggota III BPK, Achsanul Qosasi menerima Laporan Hasil Peer Review dari Tim Peer Review BPK Tahun 2019, yang diwakili oleh Vice President NIK Polandia, Wojciech Kutyla, dan selanjutnya laporan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BPK kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang diwakili oleh Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin (19/8).


Peer review ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat Pasal 33 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa untuk menjamin mutu pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara oleh BPK sesuai dengan standar, sistem pengendalian mutu BPK ditelaah oleh badan pemeriksa keuangan negara lain yang menjadi anggota organisasi pemeriksa keuangan sedunia.


Dalam sambutannya Wakil Ketua BPK mengatakan peer review atau telaah sejawat adalah salah satu mekanisme BPK sedunia untuk menjamin pemeriksaan terhadap pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan BPK telah sesuai dengan stanndar pengendalian mutu. Peer review dilakukan oleh BPK negara lain yang menjadi anggota Organisasi Pemeriksa Keuangan Sedunia (INTOSAI).

"Oeer review dilakukan untuk menjawab pertanyaan, siapakah yang mengaudit BPK? dan sebagai cerminan transparansi dan akuntabilitas BPK sebagai lembaga pemeriksa eksternal pemerintah", ungkap Wakil Ketua BPK.

Sejak tahun 2004 BPK telah melakuakan peer review sebanyak 4 kali, yaitu pada tahun 2004 oleh BPK Selandia Baru, pada tahun 2009 oleh ARK Belanda, tahun 2014 oleh NIK Polandia, dan pada tahun 2019 dilakukan oleh Tim Peer Review gabungan antara NIK Polandia, BPK Norwegia dan BPK Estonia.

Proses Peer Review Tahun 2019 ini telah dimulai dengan preliminary visit pada 28 Januari - 1 Februari 2019, dilanjutkan dengan Field Work I di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat pada 25 - 29 Maret 2019, Field Work II di BPK Perwakilan Provinsi Bali dan Kantor Pusat BPK pada 20 - 24 Mei 2019. Proses penyusunan laporan Peer Review di Warsawa Polandia pada bulan Juli - Agustus 2019. Sesuai dengan nota kesepahaman antara BPK dengan Tim Peer Review Tahun 2019 bahwa laporan Peer Review Tahun 2019 diserahkan kepada Pimpinan BPK dan sekaligus diserahkan kepada DPR sebagai pemangku kepentingan utama BPK dalam rangka lebih meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Jenderal, Bahtiar Arif, Inspektur Utama, Ida Sundari, Kepala Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pemeriksaan Keuangan Negara, Slamet Kurniawan, Pimpinan Komisi XI DPR dan Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR.(Redaksi)

Wakil Ketua BPK Menerima Kunjungan Tim Peer Review di Museum BPK di Magelang

Wakil Ketua BPK Menerima Kunjungan Tim Peer Review di Museum BPK di Magelang

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menerima kunjungan NIK Polandia (Supreme Audit Office Polandia) di Museum BPK di Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu, 18 Agustus 2019. Pada kunjungannya tersebut, delegasi NIK Polandia diterima dan didampingi oleh Bahrullah Akbar, Wakil Ketua BPK untuk berkeliling di Museum BPK.

Pada kunjungan kali ini, Wakil Ketua BPK dan delegasi NIK Polandia yang terdiri dari Wojciech Kutyla, Vice President NIK Polandia, Piotr Prokopczyk, Ketua Tim Peer Review, serta dua delegasi lainnya, yaitu Grzegorz Haber dan Kamila Zyndul berkesempatan menyaksikan secara langsung sejarah awal mula berdirinya BPK, termasuk hasil kerja dan prestasi yang telah diraih BPK sampai saat ini. Wakil Ketua BPK dan delegasi NIK Polandia juga berkesempatan mencoba perangkat interaktif yang ada di Museum seperti games dan interactive floor. Di akhir kunjungan di Museum, Wakil Ketua dan para delegasi menyantap makan siang bersama di area Museum BPK.



Adapun kunjungan ini merupakan rangkaian dari kunjungan NIK Polandia dalam rangka penyerahan Laporan Peer Review BPK Tahun 2019. Kunjungan Tim Peer Review BPK ini dilaksanakan sejak tanggal 16 Agustus 2019. Selain mengunjungi Museum BPK, delegasi yang didampingi oleh tim dari BPK juga berkesempatan mengunjungi kota Yogyakarta. Jajaran pejabat pendamping dari BPK terdiri dari Ida Sundari, Inspektur Utama, B. Dwita Pradana, Staf Ahli Bidang Manajemen Risiko, Syamsudin, Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Daerah, Maulana Ginting, Inspektur Pemeriksaan Internal dan Mutu Kelembagaan, serta para pejabat di lingkungan Inspektorat Utama BPK dan BPK Perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelumnya, delegasi NIK Polandia sebagai koordinator Tim Peer Review BPK, juga menghadiri upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Kantor BPK Pusat dan Istana Presiden di Jakarta, Sabtu (17/8).

Peer Review atau telaah sejawat adalah salah satu mekanisme untuk menjamin mutu pemeriksaan BPK atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, sehingga dapat bersesuaian dengan standar dan sistem pengendalian mutu. Peer Review dilakukan oleh badan pemeriksa keuangan negara lain yang menjadi anggota organisasi pemeriksa keuangan sedunia. Peer Review dilakukan untuk menjawab pertanyaan “siapakah yang memeriksa BPK ?” dan sebagai cerminan transparansi dan akuntabilitas BPK sebagai lembaga pemeriksa eksternal pemerintah.

Sejak tahun 2004, BPK telah di-peer review sebanyak empat kali. Tahun 2004 oleh the Controller and Auditor-General New Zealand, tahun 2009 oleh ARK Belanda, tahun 2014 oleh NIK Polandia, dan tahun 2019 oleh Tim Peer Review gabungan yang terdiri dari NIK Polandia, Office of the Auditor General Norwegia dan National Audit Office Estonia, dengan NIK Polandia sebagai Ketua Tim Peer Review.

Proses Peer Review 2019 ini telah dimulai sejak Preliminary Visit pada 28 Januari 2019. Sebagaimana Nota Kesepahaman antara BPK dan Tim Peer Review, Laporan Peer Review BPK Tahun 2019 akan disampaikan kepada Ketua BPK dan Ketua DPR RI selaku pemangku kepentingan utama BPK. (Redaksi).

PRAJURIT SATGAS MARITIM TNI (MTF) KONTINGEN GARUDA XXVIII-K UNIFIL MELAKSANAKAN UPACARA HARI KEMERDEKAAN RI KE 74 DI TURKI

PRAJURIT SATGAS MARITIM TNI (MTF) KONTINGEN GARUDA XXVIII-K UNIFIL MELAKSANAKAN UPACARA HARI KEMERDEKAAN RI KE 74 DI TURKI

Prajurit Satgas Maritim TNI XXVIII-K (Maritime Task Force) Unifil KRI Sultan Hasanuddin-366 mengikuti upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Turki di Wisma Duta KBRI Ankara, Turki, 17/8.

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Duta Besar RI untuk Turki DR. Lalu Muhamad Iqbal dan bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Palaksa Satgas Maritim TNI Mayor Laut (P) Totok Susilo.


Sebanyak 2 peleton pasukan upacara prajurit satgas mengikuti jalannya upacara. Selain peleton prajurit Satgas, kegiatan upacara juga diikuti peleton dari Home Staff dan Local Staff KBRI Ankara, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Ankara, dan
Masyarakat Indonesia (Masindo) di Turki.

Selesai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang dimeriahkan dengan penampilan tim band dan tim kesenian dari KRI Sultan Hasanuddin-366. Tim kesenian dan band satgas berhasil memukau dan menghibur warga Indonesia yang berada di Turki.



Adapun kesenian yang ditampilkan adalah kolaborasi tari Saman, rampak gendang dan angklung serta beberapa lagu yaitu Maju Tak Gentar, Rayuan Pulau Kelapa, Hari Merdeka, Bendera, Gebyar-Gebyar, Mengejar Matahari, Laskar Pelangi, Gemu Famire, dan Rumah Kita.

Menurut Komandan Satgas Maritim TNI Letkol Laut (P) Cecep Hidayat, S.E.,M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai misi diplomasi sekaligus media untuk bersilaturahmi dengan para warga negara Indonesia yang berdomisili di Turki.

Puncak acara kegiatan ditandai dengan pemotongan kue sebagai wujud rasa syukur hari kemerdekaan dan pertukaran cinderamata antara Dubes RI dengan Komandan Satgas Maritim TNI.

Kegiatan juga diramaikan dengan bazar yang digelar oleh warga negara Indonesia yang berdomisili di Turki seperti berbagai masakan-masakan khas Indonesia dari berbagai penjuru nusantara dan juga berbagai pernak pernik cinderamata yang berasal dari Indonesia.

Pernyataan Sikap Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) Kabupaten Simeulue Bersama Himpunan Masyarakat Simeulue (HIMAS) Jakarta


Pernyataan Sikap Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) Kabupaten Simeulue Bersama Himpunan Masyarakat Simeulue (HIMAS) Jakarta

Aceh yang kita kenal dengan Serambi Mekah dengan Syariat Islam yang mengatur tata kehidupan masyarakat Aceh ber nuansa Sangat Islami bukanlan isapan Jempol semata. Penerapan hukum Syariat [slam yang selama ini telah diterapkan dalam kehidupan Rakyat Aceh, membuat Rakyat Aceh betul-betul menjalankan Tata kehidupan ber nuansa Islami dan ber Aklakulkarimah.



Sering kita menyaksikan penerapan Hukum cambuk dilaksanakan dihadapan Masyarakat secara terbuka dan Adil tidak memandang apakah itu Rakyat kecil atau pejabat yang terkena sangsi hukum tersebut dilakukan sama kepada siapapun yang ber agama Islam tentunya.

Kali ini kami masyarakat Simeulue merasa dikagetkan dengan beredarnya Vidio perbuatan yang mengarah pada Asusila, A moral yang diduga dilakukan Oleh Oknum Bupati Simeulue Bapak H. ERLI HASIM, SH SAg. IKom. Lebih Kami sangat Terkejut tatkala Beliau pun Membenarkan dan mengakui bahwa Vidio tersebut, dengan mengatakan bahwa itu ISTRI Nya..Sementara masyarakat dengan kasap mata tau dan yakin betul bahwa Wanita yang ada di dalam Vidio tersebut bukanlah Istri Nya.

Beberapa tokoh masyarakat mencoba mencari tau secara lebih dalam dan bertanya kepada pihak yg terkait, hasil nya jelas dan pasti bahwa Wanita yg berada di dalam Vidio bersama Oknum Bupati Simeulue tersebut bukanlah Istri yang SYAH yang selama ini mendampingi Sang Bupati.

Kami (GEMPAR) bagian kecil dari masyarakat Simeulue yang terpanggil dan merasa malu sena terhina dengan perlakuan Pimpinan kami yang selama ini kami kenal Agamis..seorang berlatar belakan pendidikan Agama, Sering dipanggil Khutbah, jadi Imam dalam Setiap solat berjamaah dan mantan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Simeulue, Serta Ketua Partai Bulan Bintang Aceh dan berbagai organisasi islam lainnya sudah beliau jabat. Lengkap Sekali symbol-simbol Agamis yg disandang Beliau.

Dengan susah payah, dengan segala keterbatasan dan kekurangan kami, kami tinggalkan kampung halaman Kami mendatang Ibu Kota tercinta ini untuk membuka Mata dan hati Nurani Para Pemimpin Bangsa lni bahwa kampung kami Pulau kecil paling Barat Nusantara dengan penduduk nya sebagian besar taraf kehidupannya miskin, dengan Tekad yg kuat kami Teriakkan bahwa :

Aceh dengan Syariat Islam nya tentu dan Pasti Tidak akan tebang pilih akan penerapan Hukuman Syariat Islam pada Masyarakatnya untuk itu kami :

l. Mendesak kepada DINAS SYARIAH ISLAM baik di Kabupaten Simeulue maupun Di Propinsi Aceh segeralah mengambil Sikap tegas untuk menerapkan Hukum Sesuai Syariah Islam pada Bupati Simeulue tersebut.

2. Kami meminta kepada aparat penegak Hukum baik di Tingkat Kabupaten maupun Propinsi bahkan Di Tingkat Pusat agar segera mengambil langkah-langkah Hukum agar tidak terjadi Keresahan yang berkelanjutan dan konflik Horizontal ditengah-tengah Masyarakat Simeulue mengingat Masyarakat Simeulue yang memiliki Fanatisme kedaerahan sangat keras.

Kami memohon kepada Mahkamah Agung ( MA ) Secepatnyalah mengeluarkan FATWA untuk Memakzulkan Bupati Simeulue sebagai mana hasil dari Putusan Rapat Paripurna Anggota DPRK Simeulue yang telah di berikan kepada Majlis Yang Mulia Di Mahkamah Agung minggu yang lalu.

Kami meminta Kepada MENDAGRI Segera menurunkan Tim Ke Kabupaten Simeulue Untuk mendalami Kasus ini dan Segeralah mengambil Keputusan untuk memberhentikan Saudara H. ERLI HASIM. SAg.SH dari jabatan Nya.

Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah dan UICCI Kembali Salurkan Hewan Qurban 2019

Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah dan UICCI Kembali Salurkan Hewan Qurban 2019

Yayasan United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) sebagai salahsatu organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan yang didirikan tahun 2005 oleh para sukarelawan Turki di Indonesia, pada Hari Raya Idul Adha 2019 saat ini kembali menyalurkan hewan qurban.


Menurut panitia qurban yang juga coordinator santri United Islamic CulturaL Centre of Indonesia, Ustadz Maulana menjelaskan, bahwa UICCI tahun 2019 ini kembali menyalurkan bantuan hewan Qurban dari umat Muslim dari Turki, Eropa, Australia, Jepang, Singapura serta Negara lain,yang ingin membantu umat Islam di Indonesia, karena di Indonesia masih banyak Mustahit yang perlu dibantu, hal tersebut juga disebabkan di Negara yang bersangkutang kesulitan untuk melakukan penyembelihan hewan Qurban, oleh sebab itu mereka menyalurkan ke Indonesia.



UICCI dalam hal ini hanya menjembatani bantuan untuk disalurkan pada Mustahit Indonesia, dan hari ini UICCI menyalurkan 60  Sapi untuk dibagikan 1.000 kantong secara langsung pada warga 2 RW di Rawamangun mereka yang kurang mampu, serta melalui beberapa Masjid di Jakarta, sehingga diharapkan akan banyak Mustahik yang terbantu, papar Ustadz Maulana.

Pemancangan Tiang Pertama, Wakil Ketua BPK Berharap Mess BPK Mampu Dorong Kinerja dan Produktivitas Pegawai

Pemancangan Tiang Pertama, Wakil Ketua BPK Berharap Mess BPK Mampu Dorong Kinerja dan Produktivitas Pegawai

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan pemancangan tiang pertama (ground breaking) pembangunan mess pegawai, di Jalan Mulawarman, Tarakan, Kalimantan Utara,
Senin (5/8/2019).

Pemancangan tiang pertama ini diresmikan oleh Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar bersama Wakil Gubernur Kaltara, H. Udin Hianggio, B.Sc. dan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr. Ir. Khalawi Abdul Hamid, M.Sc (mewakili Menteri PUPR).



Prosesi ini menjadi tanda bahwa pembangunan Mess BPK Perwakilan Provinsi Kaltara yang letaknya satu lokasi dengan gedung kantor BPK Perwakilan tersebut secara resmi dimulai.

Bahrullah Akbar dalam sambutannya berterimakasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Gubernur Kaltara, dan Walikota Tarakan yang telah membangun sinergitas dan kolaborasi antar instansi dengan pembangunan gedung mess 3 lantai ini (diharapkan selesai di bulan desember mendatang).

Sinergitas dan kolaborasi ini, tentunya dengan saling menghormati Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua BPK yang hadir dengan didampingi Sekretariat Jenderal BPK, Bahtiar Arif mengatakan, pembangunan gedung mess pegawai BPK dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bekerja, yang pada akhirmya dapat meningkatkan produktifitas dan nilai tambah organisasi.

Adapun pembangunan Mess BPK yang akan dilaksanakan oleh PT Karuniaga Intisemesta  tersebut terdiri atas tiga lantai dengan jumlah kamar sebanyak 84 unit.

Biaya pembangunan mess di atas lahan seluas 6.000 m2 ini dialokasikan dari DIPA Tahun Anggaran 2019 Kementerian PUPR dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan

Turut hadir pada kegiatan ini Walikota, Bupati, pimpinan DPRD se-Kaltara, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) diantaranya Kapolda Kaltara, Brigjen Pol. Drs. Indrajit, SH, dan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XIII, Laksamana Pertama TNI Judijanto, M.Si., M.A, serta dari BPKP dan instansi terkait

Usai peresmian pemancangan tiang pertama, Wakil Ketua BPK beserta Sekjen BPK, Wakil Gubernur Kaltara, dan Wakil Walikota Tarakan meninjau perkembangan pembangunan gedung kantor BPK Perwakilan Kaltara dan dilanjutkan dengan menghadiri undangan Danlantamal untuk berkunjung dan makan siang di KRI Tarakan yang sedang bersandar di Pelabuhan Besar Malundung, di Tarakan. Menutup kunjungannya di Tarakan, Wakil Ketua BPK berkeliling kota Tarakan dengan bersepeda bersama Kepala Perwakilan dan pegawai di lingkungan BPK Perwakilan Provinsi Kaltara. (Sumber: BPK).

Bakamla RI Kenalkan Maritim Pada Generasi Bangsa di Dataran Tinggi Malang

Bakamla RI Kenalkan Maritim Pada Generasi Bangsa di Dataran Tinggi Malang

Malang, 4 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)--- Bukan hanya anak pesisir yang harus memahami keberadaan Indonesia sebagai Negara Maritim, namun anak-anak bangsa yang tinggal di dataran tinggi juga perlu menyadari pentingnya laut, bagaimana cara menjaganya, dan bagaimana bisa mengabdi kepada Negara tercinta dengan cara menjaga laut.

Hal itu adalah beberapa poin yang didengungkan Kasubbag Humas Bakamla RI/IDNCG Letkol Bakamla Mardiono di depan ratusan anak penerus bangsa di SMK Walisongo, Krebet, pada kegiatan Publikasi Kinerja di Malang, Jawa Timur, kemarin.


Tidak kurang dari 250 siswa SMK Walisongo Krebet memenuhi aula untuk mengenal maritim dan laut melalui sosialisasi Publikasi Kinerja yang digelar Humas Bakamla RI/IDNCG, yang dihadiri pula oleh Kepala Desa Krebet Pelda Mar (Purn) Supeno, Ketua Yayasan Walisongo Ir. Chafsul Yaskandi, Direktur Pendidikan Drs. Nurkholis, M.Si., Kepala Sekolah SMK Walisongo Rifki Indra Fakhrudin, S.Pd., Waka Kurikulum Putri Sri Hardhika, S.Pd., Waka Kesiswaan Widya Rahmawati, S.H.,  Waka Sarpras Lutfi Irawan, S.Pd., serta perwakilan dari Koramil dan Polsek Kecamatan Bululawang.


Keriuhan mewarnai acara ini saat Letkol Mardiono mengadakan kuis berhadiah, setelah memberikan gambaran tentang laut dan tugas fungsi, serta kinerja Bakamla sebagai penjaga laut nusantara. Acara menjadi sangat meriah dengan keberanian anak-anak saat maju kedepan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan tentang laut dan Bakamla.

Sementara itu sehari sebelumnya, tim Humas Bakamla RI/IDNCG juga melakukan kegiatan yang sama di SMPN 3 Poncokusumo Satu Atap, Malang, Jatim. Puluhan siswa yang hadir ini sangat tertarik dengan materi sosialisasi yang disampaikan karena baru pertama kalinya mereka mendengar tentang Bakamla dan tugas patroli penjagaan laut yang diemban.

 Antusiasme para siswa terlihat dari keinginan mereka menjawab kuis/pertanyaan berhadiah yang dilontarkan. Rupanya, meskipun tinggal di dataran tinggi, para siswa sangat tertarik dengan masalah kelautan dan kemaritiman. Turut hadir mendampingi para siswa yaitu Kepala Sekolah Petrus Hari Ismiadi, dan guru, Sri Rahayu, S.Pd., dan Zakaria Abdul Haris.

“Semangat belajar, dan  ibadah yang rajin, itulah modal kalian untuk memiliki kesempatan bisa mengabdi kepada Negara tercinta melalui Bakamla RI”, nasehat Letkol Mardiono mengakhiri kegiatan petang itu.

Jangan Terlewatkan 2-12 Agustus 2019, Hadiri Bazar Buku Terbesar di Dunia Big Bad Wolf 2019 Resmi Dibuka Untuk Umum di Yogyakarta

Jangan Terlewatkan 2-12 Agustus 2019, Hadiri Bazar Buku Terbesar di Dunia Big Bad Wolf 2019 Resmi Dibuka Untuk Umum di Yogyakarta

Bazar Buku Terbesar di Dunia dengan diskon 60%- 80%, buka 24 jam non-stop dari 2-12 Agustus 2019, untuk mencerdaskan bangsa melalui akses terhadap buku-buku internasional yang berkualitas.

Yogyakarta 1 Agustus 2019, Bazar Buku Terbesar di Dunia hadir untuk pertama kalinya di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 2-12 Agustus 2019.

Yogyakarta adalah kota ke tiga ditahun 2019 setelah sebelumnya Bazar Buku Big Bad Wolf sukses di selenggarakan di Jakarta dan juga Bandung. Bazar Buku ini akan diadakan di Jogja Expo Center (JEC) selama 24 jam nonstop dengan memberikan diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk semua buku internasional. Bazar Buku yang digagas oleh PT. Jaya Ritel Indonesia ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Nasional serta menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

Berkat tingginya antusiasme dan permintaan dari masyarakat, Bazar Buku Big Bad Wolf tidak hanya diadakan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta melainkan di tujuh kota besar di Indonesia mewakili Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Bazar Buku Big Bad Wolf pertama kali diadakan di Kuala Lumpur pada tahun 2009, buku-buku yang disediakan merupakan buku-buku baru yang dibeli langsung dari penerbit-penerbit di UK, Amerika Serikat dan Canada. Bazar Buku Big Bad Wolf hadir dengan misi untuk menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan sehingga dapat meningkatkan literasi dan mencerdaskan bangsa.

Dengan hadirnya Bazar Buku Big Bad Wolf diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk menyebarluaskan wawasan ilmu pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk lebih mencintai buku.

Rendahnya minat baca di Indonesia membuat Bazar Buku Big Bad Wolf terus tergerak untuk mengajak masyarakat agar lebih gemar membaca buku dan menjadikan buku sebagai kebutuhan sehari-hari.

Kurangnya minat baca masyarakat Indonesia juga diperkuat data survei Central Connecticut State University (CCSU) yang merilis peringkat literasi bertajuk World’s Most Literate Nations pada Maret 2016, dari 61 negara disurvei, Indonesia berada pada peringkat 60.

Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi yang kini dikenal sebagai Ibu Buku mengatakan, "Semangat membaca anak di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Keadaan dunia yang semakin mengglobal membuat kita harus memperluas dan mepertajam pengetahuan kita terhadap informasi yang terus beredar, situasi ini menuntut kita agar lebih kritis dan memperbaiki kualitas diri, salah satu kuncinya adalah dengan banyak membaca, untuk itu dalam rangka Hari Anak Nasional serta menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, mari bersama-sama kita tingkatkan literasi dan kebiasaan membaca sejak dini  untuk generasi Indonesia yang cerdas".

Kepala Operasi Cabang Bank Central Asia (BCA) Yogyakarta Agustin mengatakan, "Komitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia terus BCA gerakkan melalui beragam program dan kegiatan. Kali ini, BCA berkesempatan untuk mendukung salah satu bazar buku terbesar di dunia yaitu Bazar Buku Big Bad Wolf. Di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, generasi muda harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas salah satunya melalui bacaan buku yang berkualitas. Masyarakat Yogyakarta dapat mencari buku bacaan favorit dengan harga yang murah dan diikuti oleh promo istimewa seperti voucher cashback hingga Rp500.000 dengan Kartu Kredit BCA & Debit BCA dengan Chip, Diskon 50% pembelian voucher BBW dengan Reward BCA, program Beli 7 Gratis 1 Buku Ajaib Augmented Reality dengan Kartu Kredit BCA/ Debit BCA/ Flazz/ Sakuku, serta Cicilan BCA 0% hingga 6 bulan. Harapannya, masyarakat, khususnya generasi muda Yogyakarta dapat memperluas cakrawala pengetahuannya melalui gelaran Bazar Buku Big Bad Wolf ini".

Berbagai macam buku tersedia dalam Bazar ini, seperti buku memasak, arsitektur, seni, budaya, novel, fiksi, romance, sastra, graphic novel, bisnis, fashion dan masih banyak lagi. Tersedia juga buku untuk anak-anak seperti buku cerita, buku untuk mewarnai, sound books, board books, pop up books dengan harga yang sangat terjangkau. Bazar Buku Big Bad Wolf di Yogyakarta mempersembahkan Buku Ajaib, buku ini menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang merupakan terobosan baru dalam menjadikan cerita dan pembelajaran lebih interaktif serta mengembangkan imajinasi anak-anak.  Melalui Buku Ajaib anak-anak dapat merasakan pengalaman unik menyaksikan karakter favorit mereka menjadi hidup. Dengan bantuan aplikasi, anak-anak diajak untuk membaca, belajar, bermain dan berinteraksi dengan karakter kesayangan, seperti mewarnai halaman, menemukan objek tersembunyi, menikmati berbagai kreasi animasi, musik dan masih banyak lagi. Terdapat 13 judul Buku Ajaib, 11 buku tersebut berbahasa Inggris dan dua berbahasa Indonesia yaitu edisi Ayo Shalat - Alif dan Sofia, buku ini mengajarkan anak-anak bagaimana cara berwudhu dan tatacara shalat lima waktu yang hanya bisa didapatkan secara eksklusif di Bazar Buku Big Bad Wolf Indonesia.

Dalam rangka Hari Anak Nasional dan Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Big Bad Wolf melalui program sosial yang bernama Red Readerhood memiliki misi untuk mewujudkan minat membaca sejak dini serta akses buku yang luas bagi semua kalangan, termasuk yang berada di pelosok tanah air. Dilandasi keyakinan bahwa setiap orang, terlepas statusnya, memiliki hak untuk belajar. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) Big Bad Wolf bersama dengan FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Abri dan TNI Polri) mengajak pengunjung yang hadir untuk berbagi kegembiraan untuk mendonasikan buku-buku yang mereka beli di Korner Red Readerhood, buku-buku ini akan disalurkan kepada 11 Sekolah yang membutuhkan di Yogyakarta.

Bagi para pengunjung Big Bad Wolf Yogyakarta 2019 jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan hadiah total Voucher BBW senilai 54 juta dan tote bag eksklusif dari TFG dengan mengikuti kontes yang diadakan selama Bazar berlangsung.

Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Bahrullah Akbar Jadi keynote speaker ICOCIT-MUDA

Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Bahrullah Akbar Jadi keynote speaker ICOCIT-MUDA

Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bahrullah Akbar didapuk menjadi keynote speaker pada International Conference on Science, Technology, and Multicultural Education (ICOCIT-MUDA).

Seminar internasional dengan tema "The Region Challenge Toward Science, Technology, and Multicultural Education in Industrial Revolution 4.0" tersebut diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dan dilaksanakan selama dua hari, Kamis dan Jumat (25 – 26 Juli 2019) di Kota Sorong.

Dalam paparannya, Bahrullah Akbar menyampaikan bahwa dalam menghadapi revolusi indsutri 4.0 Indonesia harus bisa mengkombinasikan digital dengan kultural.
“Bagaimana kita (Indonesia) meng-combine antara digital dan kultural,” ungkapnya.

Bahrullah berharap, UNIMUDA dapat menjadi pusat pemikiran kombinasi digital dan multikultural kampus bagi wilayah Maluku, Papua Barat, dan Papua.

ICOCIT-MUDA adalah forum internasional bagi para mahasiswa/mahasiswi yang ingin mempresentasikan proyek inovatif mereka, penelitian dan isu-isu terbaru di bidang sains, teknologi dan pendidikan multikultural.

Tujuan konferensi ini adalah untuk menginspirasi dan memberikan ide kritis, memfasilitasi pertukaran pengalaman di antara peserta dari berbagai negara dan memberikan diskusi tentang kebijakan dan praktik berbasis regional dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Selain Wakil Ketua BPK, kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang peserta ini juga mendatangkan narasumber baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya Harun Joko Prayitno, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Gamal Abdul Nasir Zakaria, Universiti Brunei Darussalam, serta narasumber dari Universiti Sultan Zainal Malaysia, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Moestopo (Beragama). Para narasumber tersebut memberikan paparan mengenai isu-isu terbaru dalam menghadapi revolusi industri 4.0

Wakil Ketua BPK Sebut Indonesia Harus Bisa Mengkombinasikan Digital dengan Kultural Diera Revolusi Industri 4.0

Wakil Ketua BPK Sebut Indonesia Harus Bisa Mengkombinasikan Digital dengan Kultural Diera Revolusi Industri 4.0

Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bahrullah Akbar didapuk menjadi keynote speaker pada International Conference on Science, Technology, and Multicultural Education (ICOCIT-MUDA).

Seminar internasional dengan tema “The Region Challenge Toward Science, Technology, and Multicultural Education in Industrial Revolution 4.0” tersebut diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dan dilaksanakan selama dua hari, Kamis dan Jumat (25 – 26 Juli 2019) di Kota Sorong.

Dalam paparannya, Bahrullah Akbar menyampaikan bahwa dalam menghadapi revolusi indsutri 4.0 Indonesia harus bisa mengkombinasikan digital dengan kultural.

“Bagaimana kita (Indonesia) meng-combine antara digital dan kultural,” ungkapnya. Bahrullah berharap, UNIMUDA dapat menjadi pusat pemikiran kombinasi digital dan multikultural kampus bagi wilayah Maluku, Papua Barat, dan Papua.

ICOCIT-MUDA adalah forum internasional bagi para mahasiswa/mahasiswi yang ingin mempresentasikan proyek inovatif mereka, penelitian dan isu-isu terbaru di bidang sains, teknologi dan pendidikan multikultural.

Tujuan konferensi ini adalah untuk menginspirasi dan memberikan ide kritis, memfasilitasi pertukaran pengalaman di antara peserta dari berbagai negara dan memberikan diskusi tentang kebijakan dan praktik berbasis regional dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Selain Wakil Ketua BPK, kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang peserta ini juga mendatangkan narasumber baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya Harun Joko Prayitno, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Gamal Abdul Nasir Zakaria, Universiti Brunei Darussalam, serta narasumber dari Universiti Sultan Zainal Malaysia, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Moestopo (Beragama). Para narasumber tersebut memberikan paparan mengenai isu-isu terbaru dalam menghadapi revolusi industri 4.0. (Red/bpk.go.id)

Wakil Ketua BPK Keliling Dunia, Mau Ngapain?

Wakil Ketua BPK Keliling Dunia, Mau Ngapain?

Danang Sugianto

Jakarta - Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bahrullah Akbar telah melakukan roadshow ke beberapa negara di dunia. Dia berkeliling dunia guna menjalin kerja sama dan berbagi ilmu dengan otoritas pemeriksa keuangan di negara lainnya.

Bahrullah mengatakan ada sekitar 4 negara yang telah dia kunjungi. Kunjungan itu dilakukannya sejak beberapa minggu yang lalu.

"Saya road show untuk peningkatan SDM dan organisasi BPK, di Jepang dan Polandia. Lalu lobi untuk keketuaan BPK sedunia ke Kamerun dan Tanzania," ujarnya kepada detikFinance.

Saat ke Polandia, Bahrullah dalam misi mempererat kerja sama dengan SAI Polandia (NajwyzszaIzba Kontroli-NIK). Kunjungan itu dilakukannya pada 8-9 Juli 2019.

Dalam kunjungannya, Bahrullah mengaku mendapatkan informasi tentang sejarah NIK dan struktur organisasinya. Dia juga mendapatkan draf hasil peer review terhadap BPK tahun 2019 dengan ketua tim Piotr Prokopczyk.

Peer review ini telah dilakukan secara joint team oleh tiga SAI yaitu NIK Poland, Riksrevisjonen Norway, dan Riigikontroll Estonia. Peer review dilaksanakan sesuai dengan ketentuan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK dan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) 2017 yang menyatakan bahwa peer review dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam lima tahun guna menjamin mutu pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan oleh BPK telah sesuai dengan standar.

BPK juga merupakan sebagai ASEANSAI Secretariat melakukan kunjungan ke Yaounde Kamerun pada tanggal 15-16 Juli 2019. Tujuannya untuk mempererat kerja sama antara ASEANSAI dengan AFROSAI (African Supreme Audit Institution).

Kunjungan itu juga dilakukan untuk mempelajari keberhasilan dan pengalaman AFROSAI pada proyek joint audit di Lake Chad tahun 2015 dan Congo Basin tahun 2019.

Pada kesempatan ini, Bahrullah melakukan courtesy call kepada Ketua SAI Kamerun, Mbah Acha R Fomundam di kantor Le Ministre Services du Controle Supereur Cameroon selaku Sekretariat AFROSAI. Pada kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan undangan WGEA International Forestry Auditing yang akan dilaksanakan bulan September 2019 dan rencana InCFSA (International Conference of Indonesia State Finance Accountability) bulan Oktober 2019 di Indonesia kepada AFROSAI.

Wakil Ketua BPK sekaligus menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan keinginan BPK mencalonkan diri menjadi Chair of INTOSAI 2025 - 2028 melalui Sekretariat AFROSAI, jika tidak ada SAI di wilayah Afrika yang mencalonkan diri sebagai Chair of INTOSAI pada periode tersebut.

Lalu Bahrullah dan Anggota V BPK, Isma Yatun juga melakukan kunjungan ke National Audit Office of Tanzania (NAOT) di Dar Es Salaam, Tanzania pada 17-18 Juli 2019. Kunjungan ini bertujuan mempelajari pengalaman NAOT menjadi anggota UN Board of Auditor (UNBoA) dan juga dalam pelaksanaan peer review di lingkup Afrosai.

Sementara di Jepang Bahrullah menghadiri pertemuan bilateral dengan Board of Audit of Japan (BOA) pada tanggal 28 Juni 2019, bertempat di Kantor BOA di Tokyo, Jepang.

Delegasi BPK diterima oleh Mari Kobayashi (President BOA), didampingi oleh Takashi Katae (Assistant Secretary General), beserta perwakilan dari Divisi international dan Pengembangan Kapasitas Pegawai.

Pada pertemuan ini, kedua SAI saling berbagi informasi dan pengalaman mengenai pengembangan sumber daya manusia, termasuk juga sistem rekrutment pegawai, jenjang karir, pengembangan kompetensi auditor serta integritas auditor.

Selain itu, BOA juga meminta dukungan BPK atas posisi mereka sebagai representatif ASOSAI di Governing Board INTOSAI. Mereka pun turut mendukung target BPK untuk menjadi Ketua INTOSAI periode 2025-2028. Kedua SAI bersepakat memberikan dukungan positif untuk peningkatan peran BPK dan BOA di komunitas lembaga audit internasional.

Jalin Dialog dengan Akademisi, BPK Adakan BPK Goes to Campus di UMS

Jalin Dialog dengan Akademisi, BPK Adakan BPK Goes to Campus di UMS

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memiliki peran untuk memastikan pengelolaan keuangan negara dapat mewujudkan tujuan negara yang dicetuskan oleh para founding fathers yaitu mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar dalam kegiatan BPK Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS), Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (26/07).

Dengan mengusung tema “Peran BPK dalam Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara” Wakil Ketua BPK berharap masyarakat khususnya akademisi dapat lebih memahami mengenai tugas, fungsi, dan wewenang BPK serta tentang pengelolaan keuangan negara.

Dalam paparannya, Bahrullah Akbar mengatakan BPK adalah lembaga negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Melalui pemeriksaan yang berkualitas, Bahrullah Akbar menjelaskan, BPK mendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara. “BPK mendorong agar pengelolaan keuangan negara transparan dan bertanggung jawab, tetapi kalau di dalam pemeriksaan itu ditemukan adanya tindak pidana korupsi, maka diserahkan ke aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Selain Wakil Ketua BPK, kegiatan yang dibuka oleh Hermanto Suaib selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong dan diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi UMS tersebut juga menghadirkan Wakil Dekan Pasca Sarjana Universitas Padjajaran, Mudiyati Rahmatunnisa sebagai narasumber dan Tenaga Ahli Wakil Ketua BPK, Achmad Djajuli sebagai moderator.

BPK Goes to Campus bertujuan sebagai sarana untuk menyampaikan informasi mengenai tugas dan fungsi serta wewenang BPK secara langsung kepada akademisi Universitas Muhammadiyah Sorong pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjalin dialog yang positif antara BPK dan akademisi sebagai langkah awal bersama-sama mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

Wakil Ketua BPK Paparkan Tugas, Fungsi dan Wewenang BPK di Goes to Campus

Wakil Ketua BPK Paparkan Tugas, Fungsi dan Wewenang BPK di Goes to Campus

SORONG.- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memiliki peran untuk memastikan pengelolaan keuangan negara dapat mewujudkan tujuan negara yang dicetuskan oleh para founding fathers yaitu mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar dalam kegiatan BPK Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS), Kota Sorong, Papua Barat, Jum’at (26/7).

Dengan mengusung tema “Peran BPK dalam Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara” Wakil Ketua BPK berharap, masyarakat khususnya akademisi dapat lebih memahami mengenai tugas, fungsi, dan wewenang BPK serta tentang pengelolaan keuangan negara.

Dalam paparannya, Bahrullah Akbar mengatakan, BPK adalah lembaga negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945.

Melalui pemeriksaan yang berkualitas, Bahrullah Akbar menjelaskan, BPK mendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara.

“BPK mendorong agar pengelolaan keuangan negara transparan dan bertanggung jawab, tetapi kalau di dalam pemeriksaan itu ditemukan adanya tindak pidana korupsi, maka diserahkan ke aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Selain Wakil Ketua BPK, kegiatan yang dibuka oleh Hermanto Suaib, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong dan diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi UMS tersebut, juga menghadirkan Wakil Dekan Pasca Sarjana Universitas Padjajaran, Mudiyati Rahmatunnisa sebagai narasumber dan Tenaga Ahli Wakil Ketua BPK, Achmad Djajuli sebagai moderator.

BPK Goes to Campus bertujuan, sebagai sarana untuk menyampaikan informasi mengenai tugas dan fungsi serta wewenang BPK secara langsung kepada akademisi Universitas Muhammadiyah Sorong pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Kegiatan ini juga diharapkan, dapat menjalin dialog yang positif antara BPK dan akademisi sebagai langkah awal bersama-sama mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel. (Red)

Ketua BPK Menghadiri Pertemuan ASOSAI Governing Board Ke-54 di Kuwait City

Ketua BPK Menghadiri Pertemuan ASOSAI Governing Board Ke-54 di Kuwait City

Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara menghadiri pertemuan ASOSAI Governing Board ke-54 yang diselenggarakan pada tanggal 23 - 24 Juli 2019 di Kuwait City, Kuwait. Pertemuan yang dihadiri oleh 82 peserta dari 12 SAI anggota ASOSAI Governing Board ini bertujuan untuk membahas isu-isu strategis di ASOSAI yang mencakup laporan implementasi Renstra ASOSAI, pembahasan laporan keuangan, pelaksanaan kegiatan Capacity Development, research project dan kerjasama dengan organisasi regional lainnya. Agenda penting lainnya dalam pertemuan ini adalah pemilihan wakil ASOSAI yang akan menjadi anggota INTOSAI Governing Board periode 2019 - 2025.


Dalam pertemuan ini, Ketua BPK sebagai Ketua INTOSAI Working Group on Environmental Auditing melaporkan progress kegiatan INTOSAI WGEA. Dalam laporannya, Ketua BPK menyampaikan bahwa dalam periode kepemimpinan 2017 - 2019, INTOSAI WGEA telah menghasilkan berbagai produk yaitu audit guidance, research paper dan training tools. Lebih lanjut, ketua BPK juga menyampaikan bahwa masa kempimpinan BPK di INTOSAI WGEA akan berakhir tahun ini. Kepemimpinan WGEA akan diserahkan ke SAI Finlandia di INCOSAI XXIII yang akan diselenggrakan di Moskow, Rusia pada 23 - 28 September 2019.


Selain itu, Ketua BPK juga melakukan bilateral discussion dengan Auditor General Malaysia yang baru, Dato Nik Azman Nik Abdul Majid untuk perkenalan dan membahas isu legal capacity di ASEANSAI. Dari pertemuan ASOSAI GB ke 54 ini, disepakati bahwa SAI Jepang dan SAI Thailand akan mewakili ASOSAI sebagai anggota INTOSAI Governing Board periode 2019 – 2025.



Dalam kunjungan ke Kuwait ini, diselenggarakan juga acara sosialisasi dan tatap muka antara Ketua BPK dengan Warga Negara Indonesia di Kuwait mengenai Korupsi dan Pengawasan Keuangan Negara di Aula KBRI Kuwait pada 21 Juli 2019. Berbagai organisasi dan asosiasi masyarakat Indonesia yang hadir dalam acara tersebut antusias mengikuti acara tersebut.

Turut hadir mendampingi Ketua dalam pertemuan ASOSAI Governing Board ke 54 ini Sekretaris Jenderal, Bahtiar Arif, Kepala Bagian Sekretariat Ketua, Firdaus Amyar dan Kepala Subbagian INTOSAI, ASOSAI dan ASEANSAI.

Sukses di Jakarta dan Bandung, Memperingati Hari Anak Nasional dan Menyambut Hari Kemerdekaan Bazar Buku Terbesar Di Dunia, Big Bad Wolf Hadir untuk Pertama Kalinya di Yogyakarta

Sukses di Jakarta dan Bandung, Memperingati Hari Anak Nasional dan Menyambut Hari Kemerdekaan Bazar Buku Terbesar Di Dunia, Big Bad Wolf Hadir untuk Pertama Kalinya di Yogyakarta

Bazar Buku terbesar di dunia dengan diskon 60% - 80%, buka 24 jam non-stop akan hadir di Yogyakarta mulai dari tanggal 2-12 Agustus 2019, kehadiran Big Bad Wolf tersebut sebagai upaya untuk mencerdaskan bangsa melalui akses terhadap buku-buku internasional yang berkualitas, ungkap Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi pada Media Rabu 24 Juli 2019.

Lebih jauh, Uli Silalahi menjelaskan, bahwa Bazar Buku Terbesar Di Dunia, Big Bad Wolf di Yogyakarta pada 2 hingga 12 Agustus ini digelar juga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Bazar Buku Big Bad Wolf persembahan PT. Jaya Ritel Indonesia hadir untuk pertamakalinya di kota istimewa Yogyakarta, setelah sebelumnya Big Bad Wolf hadir di Ibu Kota Jakarta pada bulan Februari dan bulan Juni lalu di kota kembang Bandung. Bazar Buku Big Bad Wolf akan diadakan di Jogja Expo Center (JEC) selama 24 jam nonstop dengan memberikan diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk semua buku internasional.


Hari Kemerdekaan adalah hari yang sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Sebuah momentum untuk memperingati perjuangan yang telah dilakukan oleh para Pahlawan. Ada banyak cara untuk menunjukkan rasa kecintaan kita kepada para Pahlawan, salah satunya ialah menerapkan budaya membaca. Tidak hanya itu, maju atau tidaknya sebuah bangsa, tidak bisa terlepas dari peran para generasi mudanya. Dimana termasuk di dalamnya ialah anak-anak, merekalah yang kelak akan tumbuh dan berkembang untuk menjadi pemimpin dan sosok-sosok penting untuk membangun sebuah negara.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Bazar Buku Big Bad Wolf hadir dengan misi untuk menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan, sehingga dapat meningkatkan literasi dan mencerdaskan bangsa.



Dengan hadirnya Bazar Buku Big Bad Wolf diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk menyebarluaskan wawasan ilmu pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk lebih mencintai buku.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh UNESCO mengungkapkan bahwa persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01 persen, artinya dari 10.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang senang membaca, papar Uli Silalahi yang kini dikenal sebagai "Ibu Buku".

Lebih jauh dikatakan bahwa  "Keluarga merupakan awal mula pembentukan kematangan individu dan memiliki pengaruh yang besar untuk membangun kepribadian anak. Seorang anak memiliki karakter yang dapat dilihat sejak ia kecil dan dapat berubah atau berkembang ketika ia dewasa sesuai dengan pengalaman, atau apa saja yang dialaminya, tentunya hal ini tidak lepas dari pengaruh orang tua yang membentuk karakter untuk anak tersebut.

Dalam memperingati Hari Anak Nasional dan menyambut Hari Kemerdekaan, kami mengajak para orang tua untuk dapat menanamkan budaya membaca sejak dini agar kelak anak kita dapat merdeka dari ketidaktahuan, lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi karena memiliki bekal ilmu, karena buku adalah jendela dunia."

"Sungguh menjadi kebahagiaan bagi BCA karena dapat mendukung gelaran Bazar Buku Big Bad Wolf yang membawa dampak signifikan pada peningkatan budaya literasi serta minat baca anak-anak Indonesia. Sebagai kelanjutan acara "Buku bagi Indonesia" yang dilakukan pada tahun 2018 yang lalu, BCA bersama dengan PT. Jaya Ritel Indonesia akan terus berjuang meningkatkan literasi di Indonesia. Digelar selama 24 jam nonstop, kami percaya bahwa Bazar Buku Big Bad Wolf dapat menjadi wadah terbaik bagi generasi muda di Yogyakarta khususnya, untuk memperoleh buku favorit dan buku internasional yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Di sini, BCA dengan membawa slogan "Senantiasa di Sisi Anda", juga menghadirkan berbagai kemudahan bertransaksi elektronik, selain memperkenalkan pembukaan rekening online sebagai fitur terbaru BCA dan digital experience fitur-fitur e-channel BCA, kami menawarkan juga berbagai promo spesial untuk pembelian buku dengan menggunakan Kartu Kredit BCA, Debit BCA, Flazz, dan Sakuku. Jangan lewatkan ajang bergengsi ini!," urai Sinta Handajani, Vice President Funding & E-channel Business BCA.

Berbagai genre buku tersedia dalam Bazar ini, mulai dari seni, budaya, novel, fiksi, romance, sastra, graphic novel, bisnis, arsitektur, memasak, fashion dan masih banyak lagi. Tersedia juga buku untuk anak-anak seperti buku cerita, buku untuk mewarnai, sound books, board books, pop up books dengan harga yang sangat terjangkau. Bazar Buku Big Bad Wolf di Yogyakarta mempersembahkan Buku Ajaib, buku ini menggunakan teknologi Augmented Reality (AR). Augmented Reality sendiri adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata yang bersifat interaktif secara real time. Dengan adanya teknologi Augmented Reality anak-anak dapat berinteraksi dengan karakter di dalam buku, hal ini baik untuk mengembangkan imajinasi pada anak-anak. Terdapat 13 judul Buku Ajaib, 11 buku tersebut berbahasa Inggris dan dua berbahasa Indonesia yaitu edisi Ayo Shalat - Alif dan Sofia, buku ini mengajarkan anak-anak bagaimana cara berwudhu dan tatacara shalat lima waktu yang hanya bias didapatkan secara eksklusif di Bazar Buku Big Bad Wolf Indonesia.

Setiap judul pada Buku Ajaib juga mengajak anak-anak untuk belajar sekaligus bermain, anak-anak dapat merasakan pengalaman unik menyaksikan karakter favorit mereka menjadi hidup. Dengan bantuan aplikasi anak- anak dapat bermain sambil belajar, dan melakukan aktivitas seperti, membaca, mewarnai, menghitung, menikmati musik dan masih banyak lagi.

Dalam rangka mengisi Hari Kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan minat membaca sejak dini serta akses buku yang luas bagi semua kalangan, termasuk yang berada di pelosok tanah air. Bazar Buku Big Bad Wolf memiliki program CSR yang bernama "Red Readerhood", melalui program sosial ini Big Bad Wolf mengajak para pengunjung yang hadir untuk menyebarkan kegembiraan membaca buku untuk sesame, serta saudara-saudara kita yang berada di pelosok tanah air dengan cara mendonasikan buku-buku yang mereka beli di korner Red Readerhood, buku-buku ini akan disalurkan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Bazar Buku Big Bad Wolf bersama dengan FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Abri dan TNI Polri), dan Alusi Tao Toba, telah berhasil menyebarkan buku kepelosok Indonesia, seperti ke paud-paud, masyarakat sekitar Danau Toba, dan pulau-pulau kecil di Sulawesi. Bazar Buku Big Bad Wolf berkomitmen untuk bisa selalu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, melalui kegiatan donasi buku ini diharapkan buku-buku yang didonasikan dapat menambah ilmu pengetahuan serta wawasan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan, ungkapnya.

Untuk mendapatkan informasi detail mengenai Big Bad Wolf Indonesia dapat diakses melalui Facebook:bbwbooksindonesia dan Instagram: bbwbooks_id

Kunjungan Wakil Ketua BPK ke Sekretariat AFROSAI di Yaounde Kamerun

Kunjungan Wakil Ketua BPK ke Sekretariat AFROSAI di Yaounde Kamerun

Dalam rangka mempererat kerjasama ASEANSAI dengan AFROSAI (African Supreme Audit Institution), Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bahrullah Akbar, dalam kapasitas BPK sebagai ASEANSAI SecretariatSecretariat General de l AFROSAI di Yaounde Kamerun tanggal 15 – 16 Juli 2019 untuk mempelajari keberhasilan dan pengalaman AFROSAI pada proyek joint audit di Lake Chad tahun 2015 dan Congo Basin tahun 2019.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua BPK melakukan courtesy call kepada Ketua SAI Kamerun, Mbah Acha R Fomundam di kantor Le Ministre Services du Controle Supereur Cameroon selaku Sekretariat AFROSAI. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua BPK juga menyampaikan undangan WGEA International Forestry Auditingyang akan dilaksanakan bulan September 2019 dan rencana InCFSA (International Conference of Indonesia State Finance Accountability) bulan Oktober 2019 di Indonesia kepada AFROSAI. Wakil Ketua BPK sekaligus menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan keinginan BPK mencalonkan diri menjadi Chair of INTOSAI 2025 – 2028 melalui Sekretariat AFROSAI, jika tidak ada SAI di wilayah Afrika yang mencalonkan diri sebagai Chair of INTOSAI pada periode tersebut.

Acara dilanjutkan dengan knowledge sharing diskusi teknis pengalaman AFROSAI dalam melaksanakan joint environmental audit on the drying up of Lake Chad tahun 2015 dan cooperative audit of the Congo Basin Forest Audit tahun 2019 di kantor sekretariat AFROSAI. Joint audit untuk Lake Chad diikuti oleh empat member SAIs, sementara untuk Congo Basin diikuti oleh enam SAIs di sekitar wilayah konservasi tersebut. Delegasi BPK mendapat masukan skema coordinated audit yang mungkin dapat diterapkan di ASEANSAI. Proses tersebut meliputi penentuan national issues dan joint issues, mekanisme perolehan donor funding, pemerolehan komitmen dari SAI peserta, perencanaan, pelaksanaan, quality assurance, reporting, pembuatan video profile hasil joint audit tersebut, sekaligus mempelajari cara marketingimpact perbaikan yang diinginkan dapat terjadi sesuai yang diharapkan.

AFROSAI adalah asosiasi SAI di wilayah Afrika yang beranggotakan 54 SAI terdiri dari tiga kelompok SAI anggota yaitu AFROSAI-e (English languange), dan AFROSAI-a (Arabicgoverning board, technical committee, dan working group. Joint audit di Lake Chad dan Congo Basin merupakan proyek dari working group, yaitu AFROSAI WGEA. Selain itu, AFROSAI juga sedang melaksanakan proyek joint audit untuk illicit financial flow and corruptionand transactions​

Pertemuan ini juga diikuti oleh Isman Pasha KBRI Nigeria di Abudja yang membawahi wilayah Kamerun. Dalam kunjungan ini, Wakil Ketua BPK didampingi oleh Kepala Bagian Kerjasama Internasional Wahyudi.

Sumber: www.bpk.go.id
Diberdayakan oleh Blogger.