Universitas Islam Jakarta Gelar Wisuda Ke 54

Universitas Islam Jakarta Gelar Wisuda Ke 54


Wajah Ceria penuh haru terpancar pada para Wisudawan maupun keluarga wisudawan yang hadir mengikuti upacara Wisuda ke 54 Universitas Islam Jakarta, Rabu 19 Desember 2018 yang digelar di Balai Sudirman Jakarta.


Menurut Rektor UIJ, Prof Raihan, M.Si bahwa seluruh wisudawan berjumlah 492 orang, dan terdiri dari 314 orang program S1, serta 176 orang untuk program S2, dan kita bersyukur juga turut diwisuda 3 orang program Doktor S3, hari ini adalah hari bersejarah, karena UIJ pertama kali mewisuda S3.


Keberhasilan meraih Sarjana maupun Magister, merupakan hasil kerja keras dalam menuntut ilmu yang hari ini berakhir, Namun demikian keberhasilan tersebut baru merupakan langkah awal bagi keberlanjutan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan turut berpartisipasi di bidang profesi masing-masing untuk mengaplikasikan keilmuan ke tengah masyarakat, sehingga bagi yang ingin melanjutkan ke program S2 (Magister) maupun S3 (Doktor) diharapkan meniliki pandangan ilmu dan ketajaman berfikir, terutama dalam menghadapi problema kehidupan masyarakat di era digitalisasi 4.0 yang tidak hanya memerlukan keahlian, tetapi juga keterampilan dan kearifan serta keteladanan sebagai pengembangan nilai-nilai keilmuan berdasarkan nilai-nilai Agama sesuai dengan visi dan misi Universitas Islam Jakarta.

Jadilah Sarjana yang mempunyai etos kerja Islam dalam bidang profesi masing-masing, berasaskan ilmu Amaliah dan amal ilmiah, tingkatkan terus kompetensi Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta berakar budaya bangsa dilandasi dengan nilai-nilai agama, Pinta Prof Raihan.


Didepan para wartawan, Prof Raihan mengaku bersyukur dimana hari ini baru pertama kalinya UIJ wisuda S3 Prodi Pendidikan Agama Islam, ini menjadi sejarah bagi UIJ, dan tentunya dengan harapan, disamping dia bisa lebih bermakna di masyarakat dengan ide-idenya melalui penelitian tersebut, tentunya juga menjadi semangat bagi program-program studi lain untuk mengikuti jejak program S3, harapan Kita sebagai perguruan tinggi di Indpnesia, bisa tidak bisa dituntut harus meningkatkan kualitas dalam kompetisi.


 Kemudian di dalam cluster Dikti tiap tahun memberikan peringkat terhadap perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan indikator yang berkaitan dengan sumber daya manusia,  kemudian jumlah mahasiswa, Penelitian, publikasi jurnal internasional, dan kegiatan pengabdian masyarakat, dan UIJ di peringkat 188 dari 3.042 perguruan tinggi yang bisa di cluster, berarti ada 1000 perguruan tinggi yang tidak bisa di cluster, mudah-mudahan di tahun 2018-2019 ini, bisa memberikan peningkatan, tentunya kita tidak puas dengan 188 itu yang di Cluster oleh Dikti di tahun 2017 mau tidak mau juga harus meningkatkan kepada empat indikator tersebut, kemudian yang lainnya bulan Oktober kemarin kita mendapat akreditasi institusi dengan nilai B, dan kita bersyukur sehingga seluruh civitas dan mahasiswa lebih percaya diri, dalam berkompetisi di masyarakat maupun dunia kerja.


Di tahun ini kita juga terus mendorong dalam peningkatan guru besar dosen-dosen UIJ serta mendorong untuk secepatnya menyelesaikan S3, demikian juga bidang kepangkatan fungsional dari Lektor Kepala menjadi Lektor dan Guru Besar, sehingga ditahun yang akan datang ada peningkatan jumlah Guru Besar, Lektor Kepala dan Lektor, sehingga pemerintah memberikan pengakuan melalui Sertivikasi Dosen, dan saat ini sebagian besar dosen UIJ sudah tersertivikasi, untuk yang belum terus kita dorong agar tersertifikasi dosen perguruan tinggi, tegas Prof Raiman, M.Si.


Diera digital saat ini Universitas Islam Jakarta juga mengikuti perkembangan yang ada, dimana UIJ mau tidak mau harus mengikuti perubahan itu, bentuknya ada konsep e-learning kemudian semua pelayanan akademik di UIJ juga melalui elektronik, kemudian juga dosen juga dipacu untuk memasukkan bahan mengajarnya dan diskusi secara insentif di media elektronik, sehingga kedepan kita merencanakan ada 2 atau 3 kali melalui e-learning, dan kita siapkan pola pengajaran melalui era digital, tagas Rektor UIJ, Prof Raihan. (Nurul)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.