Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Endang Sulastri, SE, MM Siap Berjuang Dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Nusantara

Endang Sulastri, SE, MM Siap Berjuang Dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Nusantara

UNESCO pada tanggal 7 November 2003, telah mengakui Wayang Kulit sebagai Karya Kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ), sehingga Wayang Kulit telah menjadi Warisan Budaya Dunia yang berasal dari Indonesia, demikian juga Presiden Jokowi, pada tanggal 7 November sudah ditetapkan sebagai Hari Wayang di Indonesia, untuk itu seluruh masyarakat Indonesia memiliki tanggungjawab untuk melestarikan dan mengembangkan Kesenian Tradisi Wayang Kulit, hal tersebut diungkapkan Caleg DPRRI Daerah Pemilihan Jawa Tengah 4 (Wonogiri, Sragen dan Karanganyar) dari Partai Golkar nomor urut.5, Endang Sulastri, SE,MM saat ditemui wartawan disela acara Sedekah Bumi dan Pergelaran Wayang Kulit, Paguyuban Jawa Tengah di Monumen Tugu Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat, yang juga dihadiri Ketua Umum PJT, Leles Sudarmanto dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jenderal TNI Wiranto, Jendral TNI (Purn) Museno, serta Tokoh Jawa Tengah di Jakarta lainnya.


Lebih jauh Endang Sulastri juga mengaku, bahwa sebagai warga Jawa Tengah dirinya sejak kecil memang telah aktif dalam berkesenian, beberapa Tari Jawa yang dahulu tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Tengah juga telah di kuasainya, bahkan hingga hari ini masih sering tampil di panggung, untuk mempergelarkan tari tradisi masyarakat Surakarta tersebut.



Paguyuban Jawa Tengah juga memiliki kelompok Seni Tradisi Ketoprak/Wayang Orang, dan dirinya juga aktif bersama komunitas Ketoprak/Wayang Orang PJT untuk latihan bersama, dan tampil disetiap iven khusus PJT, ini semua dilakukan sebagai komitmen dirinya, jika nanti diberi amanah oleh masyarakat Wonogiri, Sragen dan Karanganyar sebagai Wakil Rakyat di DPRRI dari Partai Golkar, akan berjuang dalam pelestarian dan pengembangan Seni Tradisi Nusantara, tegas Endang Sulastri, SE, MM.

Sikapi Politik Identitas, Forum Nasional Jurnalis Indonesia Gelar Diskusi Publik

Sikapi Politik Identitas, Forum Nasional Jurnalis Indonesia Gelar Diskusi Publik

Dengan tema “Evaluasi Akhir Tahun, Pemilu Ditengah Menguatnya Politik Identitas, Rakyat Untung apa Buntung ?", Forum Nasional Jurnalis Indonesia (FNJI), menggelar diskusi buka, dengan Keynote speaker Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono,MSi.

Dalam paparannya, Kasatgas Nusantara Mabes Polri, Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono,MSi menegaskan bahwa politik identitas saat ini banyak disebarkan melalui Media Sosial, untuk itu Wartawan harus hadir meluruskan informasi hoax tersebut, karena banyak pemberitaan yang tidak menggunakan cara penulisan sebagaimana karya jurnalistik (5W+1H), mari tetap jaga Persatuan dan Kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bangsa Indonesia sudah sepakat untuk memilih Demokrasi, untuk itu proses Demokrasi seperti Pemilu dan Pilpres juga harus kita kawal dengan baik untuk menghasilkan perwakilan rakyat di DPRD, DPRRI maupun DPDRI serta Presiden dan Wakil Presiden, Pemilu 2019 Rakyat harus mencoblos 5 surat suara, untuk itu Wartawan memiliki peran besar akan suksesnya Pemilu maupun Pilpres 2019, paparnya.

TIBA DI TURKI, DANSATGAS MARITIM (MTF) TNI KONTINGEN GARUDA XXVIII-K COURTESY CALL KE COMMANDER MEDITERRANEAN REGION COMMAND

TIBA DI TURKI, DANSATGAS MARITIM (MTF) TNI KONTINGEN GARUDA XXVIII-K COURTESY CALL KE COMMANDER MEDITERRANEAN REGION COMMAND

Setibanya di Turki, Dansatgas Maritim (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-K/Unifil, Letkol Laut (P) Cecep Hidayat, S.E.,M.Si melaksanakan courtesy call ke Markas Mediterranean Region Command di Mersin, Turki, Jumat (21/12).

Kunjungan ini diterima langsung oleh Commander Mediterranean Region Command Rear Admiral Onder Gurbuz. 

Dansatgas Maritim TNI menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan sekaligus memperkenalkan satgas MTF XXVIII-K/Unifil KRI Sultan Hasanuddin yang saat ini sedang melaksanakan penugasan misi perdamaian PBB di Perairan Lebanon.

Pada kesempatan tersebut, Onder Gurbuz juga mengucapkan selamat datang kepada Satgas Maritim TNI di Mersin Turki dan berharap kedepannya kerjasama antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Turki dapat terjalin dan ditingkatkan lebih baik lagi sehingga dapat mempererat hubungan Angkatan laut kedua negara

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Turki Kolonel Inf Sjaiful Thalib, S.H.,M.Si, Kadepsenlek Mayor (E) Prasetyo Agung Budianto, Kadepops Kapten Laut (P) Dimas Wira P., dan Pilot Kapten (P) Muhammad Al Amin.

TIM KESENIAN SATGAS MARITIM (MTF) TNI KONTINGEN GARUDA (KONGA) XXVIII-K/KRI SULTAN HASANUDDIN-366 BERHASIL PUKAU RATUSAN WARGA NEGARA INDONESIA DI TURKI

TIM KESENIAN SATGAS MARITIM (MTF) TNI KONTINGEN GARUDA (KONGA) XXVIII-K/KRI SULTAN HASANUDDIN-366 BERHASIL PUKAU RATUSAN WARGA NEGARA INDONESIA DI TURKI

Tim kesenian prajurit Satgas Maritim (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-K yang terdiri dari Band, tim Angklung, dan tim Rampak Gendang berhasil memukau ratusan warga negara Indonesia di Turki, Sabtu (22/12) di Wisma KBRI, Ankara Turki.



Kegiatan ini merupakan kegiatan perpisahan dari Duta Besar RI untuk Turki HE. Wardana yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Dubes dalam waktu dekat. Dubes juga menyampaikan terima kasih atas kedatangan tim kesenian prajurit Satgas MTF ke Ankara Turki yang sudah hadir dan menghibur Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Turki.


Selain tim kesenian satgas, acara juga dimeriahkan berbagai penampilan dari akademisi mahasiswa yang melaksanakan tugas belajar di berbagai kampus di Turki dan staf KBRI

Suasana mulai panas dan antusiasme mulai terlihat saat dilantunkannya tembang Bojo Galak, Ditinggal Rabi, dan Gemu Famire yang membuat para mahasiswa, staf KBRI dan prajurit satgas bergoyang bersama-sama. Suasana haru mulai terasa saat dipenghujung acara ditutup dengan lagu Kemesraan sembari melepas Dubes RI.


Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/Unifil dan sekaligus Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Cecep Hidayat, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa kesenian ini selain sebagai misi diplomasi budaya juga sebagai media untuk bersilaturahmi dengan para warga negara Indonesia yang berdomisili di Turki.



Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-K/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Cecep Hidayat, S.E.,M.Si , adalah satgas yang bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dunia dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) selama satu tahun di wilayah perairan Lebanon dengan menggunakan KRI Sultan Hasanuddin-366.

Reuni Akbar SMP PGRI 129/11 Bogor "Meriah"

Reuni Akbar SMP PGRI 129/11 Bogor "Meriah"

Dalam upaya membangun tali Sulaturahmi sesama Alumni SMP PGRI angkatan 75 hingga sekarang, bertempat di Lapangan Rangga Mekar Bogor menggelar Reoni Akbar Seasion 1 SMP PGRI 129/11.

Ketua Panitia Reoni Akbar Muhammad Tohir dalam sambutannya menegaskan, dengan tema "Menyambung, Mempererat, Tali Silaturahmi dan Meningkatkan Kebersamaan , Kekompakan Alumni SMP PGRI 129/11" diharapkan akan meningkatkan peran Alumni dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di SMP PGRI 129/11 Bogor.


Alhamdulillah karena pada hari ini alumni juga bisa memberikan santunan 120 anak yatim disekitar sekolah, selama 3 bulan panitia menyiapkan acara dan bisa mengumpulkan lebihdari 530 alumni, hadir hari ini, selama ini alumni berada pada grub per-angkatan, untuk itu dengan Reuni Akbar ini kita akan satukan dengan database yang baik melalui website alumni SMP PGRI 129/11 Bogor, Ikatan Alumni juga media sosial seperti Facebook, Instagram dan WA, kedepan harus berlanjut  kalau dari reoni akber pertama sudah banyak yang hadir dan berpartisipasi, hari ini bukan yang terakhir tapi kedepan harus lebih baik lagi, dan akan kita gelar tiap tahun, ungkap Muhammad Tohir.


Dedek Wahyu, Kepala Sekolah SMP PGRI 11 juga menegaskan bahwa sebelumnya adalah SMP PGRI 129, namun dengan perubahan nomenklatur dari PGRI Jawa Barat, saat ini SMP PGRI 129 berubah menjadi SMP PGRI 11 Bogor, acara hari ini sangat luar biasa, ini bukan pekerjaan yang gampang untuk mengumpulkan alumni sebanyak ini, untuk itu saya memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Panitia Reuni Akbar SMP PGRI 129/11, tegasnya.



Diakuinya pihak sekolah sendiri kesulitan mencari data alumni, namun luar biasa buat panitia, dor to dor langsung turun ke rumah-rumah, ini bukan pekerjaan gampang dan sangat membantu sekolah kedepan, tingkatkan terus kebersamaan dan Silaturahmi, ungkap Dede Wahyu.


Rasa Syukur jugadiungkapkan Pendiri yang juga Sesepuh SMP PGRI 129 Bogor, Raden Sutrisna Yoga Prana, bahwa berdirinya SMP PGRI 129 saat itu karena di daerah ini banyak lulusan Sekolah Dasar yang ingin melanjutkan ke SMP, dan disini belum ada sekolah SMP swasta, untuk itu bersama H Facrudin dan para pendiri lainnya kami mendirikan SMP PGRI 129 yang saat ini menjadi SMP PGRI 11 ini.

Saat ini yang dibutuhkan sekolah adalah perluasan sekolah juga gedung sekolah, untuk itu dirinya berharap para alumni untuk dapat berpartisipasi dalam pengadaan tanah maupun pembangunan gedung sekolah, harapnya.(Nurul)

Padepokan Pencak Silat Seskoal Resmi Jadi Cabang Khusus PS Betako Merpati Putih

Padepokan Pencak Silat Seskoal Resmi Jadi Cabang Khusus PS Betako Merpati Putih

Padepokan Pencak Silat Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) secara resmi menjadi Cabang khusus PS Betako Merpati Putih yang disahkan langsung oleh Pewaris  PS Betako Merpati Putih mas Amos Priono Tri Nugroho dan Mas Ir. Nehemia Budi Setyawan, Peresmian ditandai dengan penyerahan Bendera Cabang Khusus Dharma Wiratama Seskoal dari Pewaris kepada Komandan Seskoal Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian, ST, M.Sc., DESD selaku Pembina..

bersamaan dengan  kegiatan tersebut Seskoal menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Merpati Putih Pengda DKI Open, Sabtu(22/12/2018) di GOR Romli Seskoal Cipulir Jakarta Selatan.

Komandan Seskoal seusai dinobatkan sebagai Pembina Cabang Khusus Merpati Putih Dharma Wiratama Seskoal,  membuka secara resmi  Kejurnas Pengda DKI Open yang diikuti 713 peserta terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, padepokan, serta Satuan TNI dengan empat kategori yang dipertandingan yaitu, petarungan, getaran, kombinasi, serta power (kekuatan). Sedangkan personel Seskoal mengikuti kategori power atau lebih dikenalkan dengan demonstrasi.

 Laksda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T, M.Sc., D.E.S.D.   mengatakan  bahwa sejak dari awal sudah mengenal dan dilatih pencak silat Merpati Putih, bahkan  saat pertama kali lulus menjadi  Perwira, bela diri yang dikuasai adalah Merpati Putih. Dan selaku tentara, prajurit diperintahkan untuk bela negara, tapi sebelum bisa bela negara dengan baik tentunya kita harus bisa bela diri. “Omong kosong kalau mau bela negara tapi tidak bisa bela diri, jadi tentara itu bela dirinya harus bagus, dan banyak satuan lain berlatih dengan cabang bela diri yang lain, namun khusus di Seskoal ini saya memutuskan kita memperdalam, menggali, dan mengembangkan pencak silat Merpati Putih”, tegasnya.

Saat peresmian Cabang Khusus Seskoal, Danseskoal memperagakan hasil latihannya selama ia mengenal pencak silat tersebut. Ia mampu mematahkan pipa pompa ‘Dragon’ hanya sekali pukul, serta kedua lengannya mampu menahan hantaman pipa ‘dragon’ yang diayunkan dari arah belakang dirinya. Demonstrasi itu disaksikan ratusan peserta Kejurnas, juri dan penonton yang hadir.
Sebagai bentuk pengukuhan Cabang Khusus, para pembina dan pengurus Merpati Putih Seskoal dikenakan sabuk merah ciri khas bela diri tersebut oleh Pengurus Daerah DKI dengan dilanjutkan pembacaan ikrar selaku cabang bela diri tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, Seskoal selaku lembaga penelitian pihaknya yakin Merpati Putih ini punya ‘rahasia’, untuk itu pihaknya akan melakukan pengkajian, bagaimana Merpati Putih  menjadi bela diri yang paling unggul dan dikenal secara menyeluruh oleh dunia.
Laksda TNI Amarrulla berharap  dengan Kejurnas ini semoga Merpati Putih lebih dikenal secara nasional, dan meningkat peminatnya.  Sebagian besar generasi muda Indonesia menguasai pencak silat, dan tentaranya juga kalau dia menguasai pencak silat itu lebih bagus. Selain punya bela diri kita juga punya ciri khas.

Seskoal berupaya menjadi penyelenggara kejuaraan Merpati Putih dan mengembangkan pencak silat ini dengan harapan  dari kejurnas ini akan lahir pendekar baru yang memiliki jiwa kesatria serta siap mengembangkan ilmu bela diri ini.

Universitas Islam Jakarta Gelar Wisuda Ke 54

Universitas Islam Jakarta Gelar Wisuda Ke 54


Wajah Ceria penuh haru terpancar pada para Wisudawan maupun keluarga wisudawan yang hadir mengikuti upacara Wisuda ke 54 Universitas Islam Jakarta, Rabu 19 Desember 2018 yang digelar di Balai Sudirman Jakarta.


Menurut Rektor UIJ, Prof Raihan, M.Si bahwa seluruh wisudawan berjumlah 492 orang, dan terdiri dari 314 orang program S1, serta 176 orang untuk program S2, dan kita bersyukur juga turut diwisuda 3 orang program Doktor S3, hari ini adalah hari bersejarah, karena UIJ pertama kali mewisuda S3.


Keberhasilan meraih Sarjana maupun Magister, merupakan hasil kerja keras dalam menuntut ilmu yang hari ini berakhir, Namun demikian keberhasilan tersebut baru merupakan langkah awal bagi keberlanjutan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan turut berpartisipasi di bidang profesi masing-masing untuk mengaplikasikan keilmuan ke tengah masyarakat, sehingga bagi yang ingin melanjutkan ke program S2 (Magister) maupun S3 (Doktor) diharapkan meniliki pandangan ilmu dan ketajaman berfikir, terutama dalam menghadapi problema kehidupan masyarakat di era digitalisasi 4.0 yang tidak hanya memerlukan keahlian, tetapi juga keterampilan dan kearifan serta keteladanan sebagai pengembangan nilai-nilai keilmuan berdasarkan nilai-nilai Agama sesuai dengan visi dan misi Universitas Islam Jakarta.

Jadilah Sarjana yang mempunyai etos kerja Islam dalam bidang profesi masing-masing, berasaskan ilmu Amaliah dan amal ilmiah, tingkatkan terus kompetensi Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta berakar budaya bangsa dilandasi dengan nilai-nilai agama, Pinta Prof Raihan.


Didepan para wartawan, Prof Raihan mengaku bersyukur dimana hari ini baru pertama kalinya UIJ wisuda S3 Prodi Pendidikan Agama Islam, ini menjadi sejarah bagi UIJ, dan tentunya dengan harapan, disamping dia bisa lebih bermakna di masyarakat dengan ide-idenya melalui penelitian tersebut, tentunya juga menjadi semangat bagi program-program studi lain untuk mengikuti jejak program S3, harapan Kita sebagai perguruan tinggi di Indpnesia, bisa tidak bisa dituntut harus meningkatkan kualitas dalam kompetisi.


 Kemudian di dalam cluster Dikti tiap tahun memberikan peringkat terhadap perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan indikator yang berkaitan dengan sumber daya manusia,  kemudian jumlah mahasiswa, Penelitian, publikasi jurnal internasional, dan kegiatan pengabdian masyarakat, dan UIJ di peringkat 188 dari 3.042 perguruan tinggi yang bisa di cluster, berarti ada 1000 perguruan tinggi yang tidak bisa di cluster, mudah-mudahan di tahun 2018-2019 ini, bisa memberikan peningkatan, tentunya kita tidak puas dengan 188 itu yang di Cluster oleh Dikti di tahun 2017 mau tidak mau juga harus meningkatkan kepada empat indikator tersebut, kemudian yang lainnya bulan Oktober kemarin kita mendapat akreditasi institusi dengan nilai B, dan kita bersyukur sehingga seluruh civitas dan mahasiswa lebih percaya diri, dalam berkompetisi di masyarakat maupun dunia kerja.


Di tahun ini kita juga terus mendorong dalam peningkatan guru besar dosen-dosen UIJ serta mendorong untuk secepatnya menyelesaikan S3, demikian juga bidang kepangkatan fungsional dari Lektor Kepala menjadi Lektor dan Guru Besar, sehingga ditahun yang akan datang ada peningkatan jumlah Guru Besar, Lektor Kepala dan Lektor, sehingga pemerintah memberikan pengakuan melalui Sertivikasi Dosen, dan saat ini sebagian besar dosen UIJ sudah tersertivikasi, untuk yang belum terus kita dorong agar tersertifikasi dosen perguruan tinggi, tegas Prof Raiman, M.Si.


Diera digital saat ini Universitas Islam Jakarta juga mengikuti perkembangan yang ada, dimana UIJ mau tidak mau harus mengikuti perubahan itu, bentuknya ada konsep e-learning kemudian semua pelayanan akademik di UIJ juga melalui elektronik, kemudian juga dosen juga dipacu untuk memasukkan bahan mengajarnya dan diskusi secara insentif di media elektronik, sehingga kedepan kita merencanakan ada 2 atau 3 kali melalui e-learning, dan kita siapkan pola pengajaran melalui era digital, tagas Rektor UIJ, Prof Raihan. (Nurul)

1.350 Anak Nalayan Muara Angke Terima Bantuan Dari Yayasan Ibnu Sina Peduli


1.350 Anak Nalayan Muara Angke Terima Bantuan Dari Yayasan Ibnu Sina Peduli

Yayasan Ibnu Sina Peduli sebagai yayasan yang bergerak pada bidang sosial, dan didukung Tim Hands For Help pada Minggu 16 Desember 2018 hadir di Rusunawa Nelayan Muara Angke Jakarta.


Ketua Yayasan Ibnu Sina Peduli, yang juga Ketua Hands For Help, hj Melina Alaydrus disela baksos tersebut menjelaskan, bahwa hari ini dari Yayasan Ibnu Sina Peduli yg berdiri Agustus 2017, telah banyak membantu warga dalam kebutuhan pokok, kalau sebelumnya telah membantu Kursi Roda dan bazar sembako murah di rusunawa Muara Angke ini, hari ini kita membantu kebutuhan anak-anak berupa tas sekolah dan peralatan sekolah lainnya.

Jumlah kupon yang sudah disebar di 2 RW berjumlah 1.350 kupon untuk mengambil tas dan alat sekolah lainnya.



Disamping itu seluruh anak yang hadir juga diberikan susu dan makanan sarapan pagi, karena Yayasan Ibnu SinaPeduli juga terus mengkampanpanyekan sarapan pagi, dimana tiap jumat dan sabtu kita turun ke sekolah-sekolah membagikan menu sarapan, ini agar siswa-siswi lebih bersemangat dalam sekolah serta tetap sehat dalam bersekolah.

Kehehadirannya di daerah padat penduduk nelayan Muara Angke ini juga untuk memberikan semangat kepada anak-anak, karena program KJP dan KJS di daerah Muara Angke ini sudah cukup bagus membantu siswa siswi dalam belajar, hanya saja kita hadir untuk memberi semangat kepada anak-anak agar giat dalam belajar dan berprestasi, tegas Hj Melina Alaydrus.(Nurul)

Sadek Sriwijaya : Kami Rakyat Indonesia, Khusus Keluarga Besar Sriwijaya Tidak Sudi Dipimpin Presiden dan Wapres Yang Pemain Sandiwara dan Bertangan Besi

Sadek Sriwijaya : Kami Rakyat Indonesia, Khusus Keluarga Besar Sriwijaya Tidak Sudi Dipimpin Presiden dan Wapres Yang Pemain Sandiwara dan Bertangan Besi

Suhu politik di tanah air terus meningkat, dukungan dan penolakan mewarnai pemberitaan saat kampanye Capres maupun Cawapres, namun tidak sedikit yang menanggapi penolakan kehadiran kandidat hanyalah setingan atau sekedar sandiwara belaka, hal tersebut juga diungkapkan Ketua Umum Laskar Sriwijaya yang juga Ketua Dewan Pembina DPP GM Sriwijaya, Bung Sadek Sriwijaya, berikut petikan wawancaranya



 Apa alasan Bung Sadek tidak mau dipimpin Presiden yang pemain sandiwara dan bertangan besi ?

Sadek : alasannya, bukankah kita sama-sama mengetahui Kita pernah dipimpin oleh Bung Karno selama 25 tahun, kita iklas karena memang beliau jasa-jasanya tidak bisa ditukar dengan apapun, beliau Perintis Kemerdekaan, pada masa-masa perjuangan Masa lalu itu, tidak bisa kita bayar pakai apapun, jasa-jasa para pahlawan yang dipimpin Bung Karno. dan di sebelumnya dipimpin oleh Kyai Haji Agus Salim dan Kyai Ahmad Dahlan yang melahirkan Sumpah Pemuda dan lain-lain.

Kemudian di era berikutnya kita dipimpin oleh seorang Kyai (KH Abdurrahman Wahid), Ya sudahlah itu tidak perlu kita bahas, kemudian kita dipimpin oleh Ibu Megawati, itu juga tidak perlu kita bahas, karena jangkanya sangat pendek. dan kemudian kita dipimpin oleh Pak SBY selama 10 tahun, selama 10 tahun itu  pembangunan-pembangunan tidak ada yang istimewa sifatnya, Pada masa itu tol sudah dimulai di Palembang, tapi di hentikan sampai akhir jabatannya  dan dimasa bapak Jokowi kita sama-sama juga tahu siapa Joko Widodo dan sepak terjangnya.

Alasannya adalah dimasa lalu kita pernah mengalami selama 32 tahun, bagaimana pada saat itu ?, saya tidak perlu ceritakan, terutama kepada anak-anak muda yang lahir di masa-masa transisi, pada waktu itu di lahir di sekitar tahun 92, 93, 94 sampai 99, itu tidak banyak tahu apa sebenarnya yang namanya tangan besi, jadi sulit dibayangkan kalau itu terulang, mau bicara politik saja sulit, apalagi mau bertindak atau pun mau mengusulkan sesuatu melalui aksi demo dan lain-lain.

Kemudian pemain sandiwara, kita sama-sama mengetahui, juga bukan fitnah ini, Ratna Sarumpaet bermain sandiwara, sandiaga Uno juga bermain sandiwara, masak ada spanduk penolakan tepat didepanya saat masuk pasar..., tidak mungkin itu !
Sebelum ia masuk pasti kan sudah dibersihkan oleh timnya, kami menolak hal itu, karena yang masang siapa ?, yang baca siapa ?, Kalau ini jadi pemimpin negeri ini, sudah bisa dibayangkan, pasti akan terulang penderitaan, terbungkam nya demokrasi di mana-mana, jangankan namanya mau ngomong di koran, bisik-bisik juga bisa ditangkap, itulah pada zaman kepahitan itu, zaman yang gelap gulita pada waktu itu.

Nah, sekarang kita sudah berada pada zaman reformasi, Demokrasi sudah berjalan mulus, bagaimana kita ?, mau diteruskan demokrasi ini atau kita mau berpindah pada jalur lain. jadi hal seperti inilah yang kita takutkan ke depan, karena pemimpin-pemimpin yang bertangan besi dan pintar bersandiwara, rakyat yang akan celaka.

Kenapa masih ingin Presiden Jokowi ?

Sadek : Dari mulai kemerdekaan sampai pada zaman Orde baru, baru presiden inilah yang tidak premedheolisme ataupun anti kesukuan, pada Presiden inilah banyak jenderal-jenderal, putra-putra daerah bermunculan dan dipakai oleh negara, karena presiden ini tidak sekali-kali ada KKN dalam masalah tingkat tinggi, jadi siapa yang mampu dan bagus, itu dipakai, dimanapun dia lahir, dari manapun, itu pokoknya yang betul-betul mempunyai loyalitas dan dedikasi serta mampu dan terbaik, pasti dipakai sama presiden ini. Yang kedua tidak pernah bisa membayangkan pada presiden yang lalu-lalu yang puluhan tahun memerintah, tidak bisa membangun jalan raya, jalan tol, jalan Trans Papua, Trans Sulawesi dan Kalimantan, Trans Sumatera. jadi dari Palembang menuju Jakarta, akan ada jalan tol sampai bakahuni yang hanya punya jarak tempuh sekitar 3 jam, Nah... itu kan membahagiakan rakyat dan akan mampu membuat ekosistem pengembangan ekonomi, apabila diiringi dengan percetakan sawah, kemudian kelistrikan dan lain-lain, jadi yang paling penting itu ya jalan raya, kelistrikan dan air. pasti secara otomatis akan memakmurkan masyarakat sekitar, yang dinamakan community development.

Kemudian adanya listrik desa yang sedang dibangun 35.000 MW, yang artinya mampu melistrikkan seluruh desa-desa di Indonesia, kemudian ada lagi yang namanya Tunjangan Pendidikan, Kartu Indonesia Pintar, ada BPJS, Ada lagi macam-macam kebijakan untuk untuk kesejahteraan rakyat, peningkatan SDM dan lain-lain, pokoknya seluruhnya sudah dibangun oleh Pak Jokowi. Itu semua bukan bohong, dan dia tidak korupsi. Bahkan saat anaknya nikah pun dia tidak mau terima kado.dan kami tahu persis di dalam hati yang paling dalam, Pak Jokowi itu betul-betul mencintai rakyat, betul-betul hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara, itulah alasannya, kita menginginkan kembali Pak Jokowi, melanjutkan kepemimpinannya untuk melunasi janji-janjinya, yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Apa harapan kedepan pada kepemimpinan Bapak Jokowi ?

Sadek :  harapan kedepan, karena musuh-musuh ini sangat nekat, dan sangat berbahaya, supaya Pak Jokowi lebih berhati-hati, baik saat melakukan perjalanan maupun kunjungan, kemudian adalah perwujutan Jalan-jalan raya, Jalan tol di seluruh Kalimantan, Sulawesi, Papua, Sumatera, itu tolong diutamakan, karena dari situlah akan terbangun secara otomatis ekosistem Apabila ada listriknya, Apabila ada airnya, pasti kehidupan akan berjalan dengan sendirinya secara otomatis, tanpa disuruhpun rakyat membangun sendiri, kemudian ada cerita yang sulit dimengerti oleh akal sehat, bahwa membangun infrastruktur itu katanya tidak perlu utang, itu ndak bisa kayak begitu berpikirnya, dari mana jalannya, ya kalau untuk membangun toilet di desa di Kecamatan, ya nggak perlu utang, tetapi untuk trans Papua, Sumatera dan yang lain, itu mau pakai apa, kalau ndak pakai utang luar negeri, tapi kan sudah diatur systemnya, sudah dihitung segala plus-minusnya, sudah di dibuatkan agreement dengan pihak pemegang keuangan, Sehingga nantinya akan lahir suatu pembangunan yang sudah jelas-jelas dipikirkan matang, sematang-matanya oleh pemerintah, jadi kalau mau cerita membangun infrastruktur yang ribuan kilometer dangan nilai raturan trilyun, kalau tanpa utang, itu omong kosong atau pepesan kosong, itu yang namanya sandiwara.

300 Mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Tanamkan Semangat Persatuan dan Kesatuan Diruang Publik

300 Mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Tanamkan Semangat Persatuan dan Kesatuan Diruang Publik

Kuliah Ruang Publik Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (UTA45) yang diselenggarakan Minggu 08 Desember 2018 di area Car Free Day (CFD) posisi sekitar patung Jend. Sudirman, Kelompok 17 dengan tema “ PERSATUAN INDONESIA : Sanggup Dan Rela Berkorban Untuk Kepentingan Bangsa Dan Negara Apabila Diperlukan”.


Kelompok 17 Menampilkan Parade Butir – Butir sekaligus menyanyikan lagu Nasional Garuda Pancasila, Medley Tarian Tradisional & Modern, dilanjutkan kegiatan sosialisasi “ MENGENAL, MEMAHAMI, MELAKSANAKAN PANC ASILA, Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan cara yang ringkas untuk mengajarkan Pancasila kepada generasi muda melalui puzzle Pancasila, Puzzle Pancasila dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.


Masyarkat juga diminta untuk memberikan apresiasi dengan menorehkan tanda tanda tangan pada spanduk yang disediakan, kelompok 17 mendapat aprsiasi dari masyarakat kurang lebih 150 orang, Kegiatan ini diikuti 300 an mahasiswa yang dibagi dalam 9 Kelompok, Kelompok 17 di pandu Johannes Hendra Batubara, Golmer H.H, Jan Rais. (Gm)



Go Prabu: Reuni 212 Bukti Arus Besar Rakyat Ingin Perubahan

Go Prabu: Reuni 212 Bukti Arus Besar Rakyat Ingin Perubahan

Reuni Akbar Mujahid 212 yang berpusat di Monas Jakarta pada hari Minggu (2/12) bisa dibilang sebagai gerakan demokrasi terbesar di dunia.

Sebagian kalangan bahkan mengartikan agenda yang diikuti jutaan rakyat itu mencerminkan arus besar keinginan rakyat untuk perubahan.

Kordinator Nasional Golkar untuk Prabowo-Sandiaga Uno (Go Prabu), Cupli Risman, mengatakan, Reuni 212 adalah gerakan yang santun, damai dan ramah terhadap lingkungan di sekitarnya.

"Gerakan ukhuwah islamiyah yang sangat tertib. Apalagi Reuni 212 dihadiri lintas agama", ungkapnya.

Menurut Caleg Partai Golkar Dapil Jakarta 4 ini, ketidakadilan dalam bidang hukum, kesenjangan ekonomi, dan tingginya angka utang negara, juga kriminalisasi tokoh agama adalah semangat besar yang melahirkan Reuni 212.

"Kehadiran rakyat dari berbagai lapisan membuktikan bahwa Jokowi sudah tidak pantas dipertahankan. Apalagi, banyak janji kampanye 2014 yang tidak dilaksanakan", ujar mantan Sekjen PB PMII itu.

Berkaitan dengan sikap Golkar yang sudah memutuskan mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019, Cuplis berharap DPP Golkar segera putar haluan.

"Saya berharap DPP Golkar mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres. Masih ada waktu untuk kembali ke jalan yang benar supaya suara Golkar tidak hancur di pemilihan legislatif 2019", jelasnya. (R.Mol)

Terapi Pengobatan Listrik Sehat (lihat) 786 Hj Erna, Berikan Pengobatan Dan Pelatihan Teraphis

Terapi Pengobatan Listrik Sehat (lihat) 786 Hj Erna, Berikan Pengobatan Dan Pelatihan Teraphis

Pengobatan alternatif dengan terapi di Indonesia terus berkembang, dan Hj Ernawati Ratma kini telah mengembangkan pengobatan berbagai penyakit melalui terapi listrik sehat (lihat) 786.

Melalui penyaluran energi listrik, akan dapat melancarkan penyempitan pembuluh darah pada diri anda, disamping itu melalui terapi ini juga bisa membakar lemak dan kolesterol yang ada tubuh kita.

bagi masyarakat yang memiliki keluhan penyakit seperti vertigo, sakit kepala, asam urat, bahkan stroke ringan, dapat datang langsung ke Rumah Sehat Hj Erna 786 di jalanraya Bekasi Timur Nomor 5, RT 005 RW 008 Cipinang Lontar Pulogadung Jakarta Timur, tepatnya di depan Sarpras Mabes Polri Logistik atau bisa menghubungi melalui telepon ke 082125184450 atau 083892140888 dan 0878 8195 6288.

Hj Erna juga mengaku ingin memberdayakan masyarakat melalui program OK OC Pemda DKI program terapi kesehatan dengan energi listrik ini. kami mengajak mereka yang ingin jadi terapis untuk mengikuti pelatihan disini, papar Hj Ernawati Ratma yang juga Caleg DPRD DKI Partai Gerindra Dapil Jakarta 4 (Kecamatan Cakung, Pulogadung, Matraman) nomor urut 8. (Pry)
Diberdayakan oleh Blogger.