PPP Merapat, Tanda Kemenangan Prabowo-Sandi Semakin Dekat

PPP Merapat, Tanda Kemenangan Prabowo-Sandi Semakin Dekat

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta merekomendasikan mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilu 2019. Keputusan tersebut dibacakan Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey R Jemat, usai musyawarah kerja nasional (Mukernas) III yang diselenggarakan di Jakarta, pada 15-16 November 2018.

Menurut Humphprey, terkait Pilpres 2019, Forum Mukernas III PPP hasil Muktamar Jakarta merekomendasikan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, pada pemilu presiden 2019. Terkait pemilu presiden 2019, PPP hasil Muktamar Jakarta sepakat untuk berjuang bersama dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, dan Surat Rekomendasi akan segera dikirimkan keseluruh DPW, DPC se-Indonesia, katanya.

Menanggapi keputusan PPP hasil Muktamar Jakarta tersebut, juga direspon positif oleh Relawan Go Prabu, Sekretaris Nasional Go Prabu, Fadhly secara tegas mengaku mendukung penuh PPP dibawah pimpinan Humphrey Djemat yang telah mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Fadly menegaskan bahwa Go Prabu, berisi caleg Golkar yang berseberangan dengan arah politik pimpinan pusat. Mereka menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi, sementara DPP Golkar tegas mendukung Joko Widodo-Maruf Amin.

“Kami Go Prabu sangat mendukung dan mengapresisasi positif dukungan PPP kepada capres/cawapres nomor urut 2. Ini keputusan yang sesuai dengan keinginan akar rumput PPP” ujar Sekretaris Nasional Go Prabu, Fadhly.

Baginya, langkah PPP itu merupakan tanda kemenangan Prabowo-Sandi semakin dekat. Sebab dia yakin, akar rumput PPP akan ikut arahan Humphrey.

“Alhamdulillah elit PPP merespon positif keinginan akar rumput dan kondisi ekonomi bangsa yang semakin terpuruk era Jokowi,” sambungnya.

Dia berharap, para pendukung Jokowi ikut sadar dan memindahkan dukungan kepada Prabowo-Sandi, demi menyelematkan ekonomi bangsa dan negara.

Menurut Fadli, semenjak Joko Widodo memimpin, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus memburuk. Hal ini semakin diperparah dengan kebijakan ekonomi liberal yang terus dipertontonkan Jokowi.

“Teranyar, pemerintahan memperbolehkan asing menguasai 100 persen bidang-bidang usaha ekonomi di Indonesia,” tukasnya.(Red).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.