Diskusi Kebangsaan, Pahlawan Dahulu, Sekarang Dan Nanti, Bangun Semangat Juang Generasi Muda

Diskusi Kebangsaan, Pahlawan Dahulu, Sekarang Dan Nanti, Bangun Semangat Juang Generasi Muda


Bertempat di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta pada Jumat 16 november 2018, Ikatan Pejuang Kemerdekaan Indonesia (IPKI) bersama Uniting Indonesia (UNITI) menggelar diskusi kebangsaan, dengan tema "Pahlawan Dahulu, Sekarang Dan Nanti".

Beberapa pembicara dihadirkan diantaranya Profesor Matondang, selaku Ketua Dewan Pembina IP-KI, Profesor Doktor Magnis Suseno dari Rohaniawan dan b

Budayawan, Inayah Wulandari Wahid, Putri Presiden RI ke-4, juga seorang dewan Tiri Asep Animosity generasi muda dari Uniting Indonesia, dimoderatori oleh Royal selaku wakil Sekjen DPP IP-KI. Hadir dalam acara diskusi kebangsaan dari lintas generasi mulai dari para Pemuda, pelajar Mahasiswa dan Pelaku kejuangan, Putra-putri Pahlawan dan anggota DHN, DHD dan IP-KI.

Ketua Umum UNITI,H Baskara Sunarya dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya prihatin melihat para elit politik berseteru menggunaka isu ras maupun agama, yang bisa memecah belah masyarakat dan bangsa, untuk itu UNITI akan terus berupaya memelihara persatuan di Indonesia, serta menciptakan masyarakat yang demokratis, yang bisa menghormati nilai-nilai luhur Pancasila, ungkapnya.

Sementara Ketua Umum IP-KI Bambang Sulastomo yang juga Putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, dalam paparannya juga banyak menceritakan tentang sejarah berdirinya ikatan pejuang kemerdekaan Indonesia (IP-KI), dan kini sebagai penerus akan turut berjuang seperti orang tua kita, apalagi disini banyak keluarga Pahlawan yang hadir.

IP-KI Lahir didirikan oleh laskar-laskar pejuang karena rasa kekuatiran akan jauh dari cita-cita nasional, dimana Revolusi harus dilanjutkan untuk itu semangat Proklamasi harus dikobarkan kembali, tegasnya.

Romo Magnis Suseno dalam paparannya menegaskan bahwa Pahlawan adalah mereka yang telah berjuang untuk kepentingan masyarakat dan bangsa tanpa pamrih, sehingga Koruptor bukanlah pahlawan, karena koruptor mencuri uang rakyat untuk mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

Inayah Wulandari Wahid dalam pesannya meminta pada para Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa untuk mengangkat senjata, tetapi lebih pada mengangkat buku dan pena untuk mengisi kemerdekaan. Saat ini kita juga prihatin banyak kelompok yang mengadu domba anak bangsa melalui media sosial, namun merilah kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, pintanya.

Prof Matondang juga menegaskan bahwa kita sebagai Generasi Tua selalu berusaha untuk meneruskan nilai-nilai kepahlawanan pada anak-anak muda sebagai penerus bangsa, para Pemuda harus mengetahui nilai-nilai kepahlawanan.

Sekarang nilai-nilai etika atau kejujuran, kesetiaan sepertinya sudah tidak ada lagi pada Pemuda, bahkan orang sekarang nggak takut sama Tuhan lagi, Coba lihat kejadian minggu yang lalu, satu keluarga dibunuh, juga anak yang tidak tau masalah turut dibunuh, padahal anak tersebut masih hidup bisa berguna untuk bangsa dan negara, untuk itu nilai-nilai Kepahlawanan itu harus ditularkan pada generasi penerus bangsa, papar Prof Matondang.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.