ITL Trisakti Menyelenggarakan Global Research on Sustainable Transport and Logistics 2018

ITL Trisakti Menyelenggarakan Global Research on Sustainable Transport and Logistics 2018

Jakarta, Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti kembali untuk kedua kali menyelenggarakan Konferensi Internasional Global Research on Sustainable Transport and Logistics (GRoST Log) bertempat di Audiotorium lantai 7 ITL Trisakti, Rabu (24/10/2018).

Hadir sebagai pembicara dalam Konferensi Internasional tersebut antara lain Dr. Harlina Suzana Jaafar (University Teknologi Mara), Prof Dewulf Wouter (University of Antwerp, Belgia), Dr.Albert Tan (Malaysia Institut of Supply Chain Innovation), Dr.Adisak Suvittawat (Suranaree University of Technology, Thailand), Markus Kraft (Drewry Maritime, German), Dr. Nofrisel,SE,MM (Senior Vice Presiden of a SOE).

Mayjen (Purn) Bimo Prakoso selaku Ketua Yayasan Trisakti mengatakan " Jadi menanggapi tadi GRoST dan sustainable itu menyangkut tiga masalah pokok yakni ekonomi, sosial dan ekologi itu harus seimbang dan tadi ada diusulkan mengenai kenaikan harga BBM dan kita di Indonesia harus ingat kepada dampak dari segi- segi lainnya dan berpikir itu secara holistik, selain itu juga dilihat dari segi politik, bukan hanya tiga bidang tadi, tetapi politik juga berpengaruh disini,  jadi untuk itu kita bisa belajar dari berbagai negara bagaimana supaya efisien tetapi berpikir sebagai orang Indonesia," tutur Bimo saat diwawancarai oleh para awak media usai acara.

" Saya sebagai Ketua Yayasan Trisakti berterima kasih bahwa ITL Trisakti sudah membuat Konferensi Internasional (GRoST) ini yang kedua, sehingga kita nanti bisa memberikan saran kepada pemerintah berdasarkan masukan- masukan dari ahli- ahli transportasi dan logistik di Eropa dan Asia termasuk Amerika, jadi nanti kita dapat memberi masukan dan secara akademis bisa dipertanggungjawabkan," tegas Bimo.

Saat yang sama Dr. Nofrisel yang juga dosen di ITL Trisakti mengatakan " Logistik itu sangat berpengaruh kepada  kehidupan kita. Oleh karena itu adanya GRoST hari ini adalah sebenarnya sesuatu yang sangat tepat agar kita bisa belajar banyak dari semua pembicara dan audience, bahwa bagaimana cara kita untuk mengimprove stability dari sektor logistik kita, agar bisa menekan biaya logistik kita yang hari ini dianggap masih sangat mahal,"ujarnya.

" Kemudian disamping itu kita juga masih mengembangkan berbagai infrastruktur untuk pengembangan sistem logistik kita untuk mendukung agar adanya kelancaran barang dan secara keseluruhan negara kita menjadi salah satu negara yang kompetitif karena didukung oleh sektor logistik yang efisien dan itu harapan kita", terang Nofrisel.

Selain itu Rektor ITL Trisakti DR.Tjuk Sukardiman mengatakan " Sesuai dengan apa yang ingin dituju oleh ITL Trisakti bahwa ITL Trisakti itu kedepannya telah bercita -cita untuk menjadi World Class dalam studi transportasi dan logistik yang berkelas dunia dan bereputasi global. Oleh sebab itu ITL Trisakti menyelenggarakan Konferensi Internasional dan itu sudah menjadi hal yang harus kita lakukan," papar Rektor ITL Trisakti itu.

Menurutnya bahwa ITL Trisakti telah melaksanakan dua kali International Conference di kampus ITL Trisakti yang pertama tahun 2017 dan kedua 2018 mengundang seluruh expert dari seluruh negara dalam rangka membentuk kolaborasi antar negara dan dalam tukar menukar pemikiran juga pengalaman tentang reseach penelitian di bidang transportasi dan logistik.

" Kali ini judulnya GRoST, jadi sustainable itu penting sekali dalam kita membangun negara dan itu mutlak diperlukan.

Dan untuk terus berkelanjutan, sebab bidang transportasi dan logistik adalah sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu sumbangsih ITL Trisakti dalam kegiatan penelitian pengabdian masyarakat mengenai pengembangan ilmu transportasi dan logistik perlu terus menerus diberikan kepada pemerintah dalam rangka membangun bangsa dan negara", ujar Rektor.

Saat yang sama Juliater Simarmata selaku Warek IV juga mengatakan bahwa" GRoST ini merupakan Konferensi Internasional yang kita adakan setiap tahun dan merupakan Konferensi yang kedua kali, tahun lalu juga partisipasi/ pembicaranya ada dari 10 negara dan tahun ini ada 6 pembicara dari Eropa, Asia serta Rusia dan artikel yang disajikan ada 120 artikel dari seluruh dunia yang dipersentasikan disini," paparnya.

Juliater berharap bahwa dari hasil- hasil penelitian dari seluruh dunia bisa terjadi komunikasi dan bagi mahasiswa ITL Trisakti bisa belajar bagaimana logistik dan transportasi dikelola di negara- negara lain di seluruh dunia.

" Dan dari hasil konferensi ini kita harapkan bisa memberikan masukan kepada pemerintah dan juga kepada semua yang berkecimpung di dunia transportasi dan logistik.

Diharapkan memang lebih banyak generasi muda nanti dari seluruh Indonesia untuk bisa belajar tentang transportasi dan logistik.

ITL Trisakti telah menyiapkan 100 lebih beasiswa pertahun untuk anak- anak muda yang mau belajar di transportasi dan logistik. Pimpinan atau Rektor telah memberikan kesempatan putra putri di seluruh Indonesia yang mau belajar dan nanti diharapakan mampu mendukung program- program pemerintah yang saat ini fokus kepada transportasi dan logistik secara nasional," pungkasnya.
(RD)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.