611 Wisudawan STP Trisakti, Siap Berkontribusi Memajukan Kepariwisataan Indonesia

611 Wisudawan STP Trisakti, Siap Berkontribusi Memajukan Kepariwisataan Indonesia

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) sebagai salahsatu lembaga pendidikan tinggi di Jakarta yang khusus mencetak tenaga trampil dan tenaga profesional di bidang Pariwisata dan Hospitality, pada Selasa 23 Oktober 2018, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), secara resmi melepas 611 Wisudawan, dari Lulusan Program Magister, Sarjana, Sarjana Terapan, Diploma III, Dan Diploma I, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, SE, MM lebih jauh menerangkan bahwa ke-611 wisudawan itu terdiri atas 50 lulusan S-2 Pariwisata, 352 D-4 Perhotelan, 41 D-3 Perhotelan, 50 D-1 Perhotelan, serta 89 D-4 Usaha Perjalanan Pariwisata. Sebagian di antara mereka merupakan lulusan program kerja sama STP Trisakti dengan IMI Switzerland dan Burapha University Thailand. Dari total wisudawan, 85 orang lulus tepat waktu dan sebanyak 73,4% mendapatkan predikat pujian, paparnya.

STP Trisakti terus berupaya mewujudkan visinya, sebagai Pusat Unggulan dalam Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitality yang memiliki daya saing global, untuk itu STP Trisakti telah memberikan bekal lulusan dengan ilmu dan kompetensi yang mempunyai kebutuhan pasar tenaga kerja, dan untuk pengelolaan STP Trisakti dilakukan secara transparan dan akuntabel serta peningkatan mutu secara berkelanjutan, sehingga kita beryukur seluruh Prodi telah terakreditasi A dan B, demikian juga institusi STP Trisakti telah terakreditasi B.

Kita juga bersyukur dalam beberapa tahun ini, STP Trisakti terus mengalami peningkatan jumlah mahasiswa maupun jumlah maupun asal mahasiswa, dan hal tersebut berkat peningkatan kerjasama dengan beberapa Pemerintah Daerah di Indonesia, dalam peningkatan kualitas Kepariwisataan maupun peningkatan Sumber Daya Manusia bidang pariwisata, bahkan saat ini juga telah banyak negara lain yang mengirimkan mahasiswanya ke STP Trisakti, peningkatan mahasiswa luar negeri meningkat baik jumlah maupun asal mahasiswa. Prestasi para mahasiswa juga meningkat, baik prestasi akademik maupun non akademik dalam lomba tingkat nasional maupun internasional, dan beasiswa bagi mahasiswa dari dunia usaha, pemerintah maupun Yayasan Trisakti juga terus meningkat, ungkap Fetty Asmaniati, SE, MM.


Prof Paulina Pannen, mewakili Menristek dan Dikti menegaskan bahwa atas nama pemerintah pihaknya berterimakasih pada STP Trisakti yang telah menyiapkan Sumber Daya Manusia terdidik, yang akan menjadi tenaga ahli, Wirausahawan maupun peneliti dibidang pariwisata, Wisuda merupakan momentum akhir dalam perjalanan seseorang yang telah menyelesaikan program Diploma, Sarjana maupun Pascasarjana, namun demikian hendaknya para Wisudawan tidak berhenti setelah memperoleh ijasah, namun prosesi wisudah hendaknya justru menjadi bagian belajar ditengah masyarakat, karena dari tenaga kerja Indonesia saat ini baru 11,3% yang mengenyam pendidikan tinggi, untuk itu hendaknya wisudawan bersyukur atas prestasi Sarjana, Diploma maupun Magister ini.

Pada para wartawan, Prof Paulina Pannen juga mengungkapkan, bahwa Potensi Wisata di Indonesia sangat tinggi, meskipun banyak daerah terkena Bencana Alam, namun diharapkan seluruh masyarakat dapat menjaga lingkungan, sehingga tidak menimbulkan bencana akibat ulah manusia, kita bersyukur STP Trisakti memiliki kemajuan yang luar biasa, bahkan saat bencana mereka juga peduli untuk korban Palu dan Lombok untuk pemulihan Wisata, kreativitas pemulihan wilayah bencana juga bisa diangkat secara Koteks wisata, paparnya.

Hal yang saja juga diungkapkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, Dr. Illah Sailah, dirinya juga berharap agar Wisudawan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, dan kita telah masuk pada Kebangkitan Industri 4.0 dan dengan pengetahuan yang telah diterima selama ini, kedepan saat bekerja maupun berwirausaha agar dapat bekerja dengan baik serta mampu memanfaatkan teknologi berbasis Big Data, kemajuan ITE ini akan membuka peluang usaha bagi mereka, pintanya.

Sementara Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso juga menegaskan, bahwa pihaknya berpesan pada seluruh wisudawan untuk tidak berhenti belajar mesti nanti sudah bekerja, untuk memenuhi tuntutan pasar kerja, seperti belajar bahasa asing dan mendalami Job Description serta pengembangan diri sebagaimana tuntutan perubahan yang semakin berat.

Kalau saat ini negara masih mengandalkan Migas dan Kelapa Sawit, maka kedepan sektor Pariwisata akan jadi unggulan untuk pemasukan APBN Indonesia, karena Indonesia memiliki pariwisata yang luar biasa, seperti Wisata Budaya dengan banyaknya peninggalan sejarah seperti Candi, Gedung Cagar Budaya, juga Wisata Bahari seperti pantai maupun laut nan indah maupun wisata Pegunungan, maka yang dibutuhkan adalah SDM juga penataan yang baik, dan kita bersyukur pemerintah telah membangun infrastuktur di beberapa daerah, sehingga akses ke wisata akan lebih mudah, kita berharap seluruh masyarakat dapat bergotong-royong untuk membangun sektor wisata Indonesia.

Saat disinggung akan rencana pengembangan STP Trisakti, Dr Bimo Prakoso menegaskan, bahwa pihaknya akan membangun Gedung Kampus dengan fasilitas yang dibutuhkan, ini sebagai upaya atas pengembangan kerjasama dengan beberapa Universitas di   negara Asia maupun Eropa, jadi kita butuh tempat Riset gabungan dan fasilitas untuk para mahasiswa dari luar negari, dimana 14 negara telah bekerjasama dengan STP Trisakti dan telah mengirimkan Mahasiswa untuk belajar di STP Trisakti, untuk itu pengembangan sarana prasarana juga sangat dibutuhkan di STP Trisakti, papar Dr Bimo.(Pry).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.