Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

PMPP TNI TUTUP LATIHAN PRATUGAS SATGAS MARITIM TNI (MTF) KONTINGEN GARUDA XXVIII-K/UNIFIL LEBANON

PMPP TNI TUTUP LATIHAN PRATUGAS SATGAS MARITIM TNI (MTF)  KONTINGEN GARUDA XXVIII-K/UNIFIL LEBANON

PMPP TNI dalam hal ini Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Kolonel Pnb Aldrin P. Mongan mewakili Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (Dan PMPP) TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang secara resmi menutup Latihan Pratugas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/Unifil TA. 2018 yang diikuti 120 prajurit TNI AL di Auditorium Puslat Kaprang, Koarmada II, Surabaya. Kamis (26/7).

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/Unifil kali ini menggunakan KRI Sultan Hasanuddin-366 dengan membawa 120 prajurit dan dipimpin oleh Letkol Laut (P) Cecep Hidayat, S.E.,M.Si.,sebagai Komandan Satgas yang sehari-harinya juga menjabat sebagai Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366.

Dalam kesempatan tersebut usai pernyataan penutupan latihan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/Unifil, Wadan PMPP TNI secara simbolis menanggalkan tanda latihan pada perwakilan peserta dan menyematkan baret  UN kepada perwakilan Satgas.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Victor H Simatupang menyampaikan ucapan selamat kepada prajurit satgas yang telah selesai mengikuti latihan pratugas. Menurutnya, perlu keseriusan dan semangat untuk mengikuti latihan ini sehingga dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

"Mulai saat ini, kalian sudah mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan untuk ditugaskan sebagai pasukan penjaga Perdamaian khususnya bidang maritim pada misi UNIFIL di Lebanon, "ujarnya.

Komandan PMPP juga berpesan bahwa, walau latihan sudah selesai, agar seluruh prajurit tetap mengikuti perkembangan situasi daerah misi sehingga kesiapsiagaan sebelum berangkat akan lebih maksimal.

Serta tidak lupa komandan juga mengingatkan agar seluruh prajurit satgas untuk tetap menjaga kesehatan fisiknya dan menghindari segala macam bentuk pelanggaran.

"Gunakan waktu yang ada untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik serta hindari pelanggaran yang nantinya akan merugikan diri sendiri, keluarga , satuan maupun TNI," tambahnya.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga XXVIII-K/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) TA. 2018 yang akan bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dunia dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) selama satu tahun di wilayah perairan Lebanon untuk menggantikan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil yang akan berakhir masa tugasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, para pejabat di  jajaran Koarmada II, serta seluruh prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/Unifil.

Parents Day 2018 Dengan Nuansa Timur Tengah, Kreataifitas Mahasiswa STP Trisakti

Parents Day 2018 Dengan Nuansa Timur Tengah, Kreataifitas Mahasiswa STP Trisakti

Dekorasi nan unik menghiasi Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dari pintu masuk, ruang tamu hingga di gedung aula, irama musik dan penampilan penyambutan tamu, semua dikemas dengan nuansa Timur Tengah dalam iven Parents Day 2018 dan tema “Bushra”.

Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati, S.E., M.M disela acara tersebut menegaskan, bahwa kegiatan Parents Day ini telah digelar sejak tahun 1991, dan menjadi kegaitan wajib bagi Mahasiswa Perhotelan Diploma 3 dan D4 yang telah studi 4 semester, hari ini para mahasiswa yang telah dididik 2 tahun ini ingin berbagi pengalaman pada ayah bunda, dan ini sudah jadi tradisi di STP Trisakti, untuk itu harus bisa tampil beda dan tidak boleh copy paste penampilan sebelumnya, untuk hari ini dengan judul Bushro.

Yang hadir menikmati jamuan malam adalah orang tua mahasiswa, ini kita ingin menunjukkan bahwa inilah karya anak-anak kita yang telah dididik di STP Trisakti, iven khusus ini juga diharapkan akan membangun silaturahmi antara lembaga STP Trisakti dengan orang tua mahasiswa, serta mempererat hubungan orang tua dengan putra-putrinya.


Parents Day 2018 STP Trisakti kali ini juga bukti kerja nyata atas ilmu pengetahuan yang diraih selama 2 tahun mereka studi, untuk berbagi pengalaman pada Ayah dan Bunda, dimana STP Trisakti lebih banyak memberikan pembelajaran praktek daripada teori, sehingga mereka bisa menunjukkan hasil studinya, sehingga para mahasiswa lebih professional dan memiliki kompetensi tinggi dibidang ilmu Perhotelan, ini semua sebagai bentuk keseriusan seluruh civitas akademika STP Trisakti dalam menjadikan STP Trisakti sebagai Pusat Keunggulan (Center of Excellence), tegas Fetty Asmaniati, SE, MM.

Ketua Yayasan Trisakti, DR Bimo Prakoso juga menambahkan, bahwa Yayasan Trisakti terus mendukung seluruh upaya STP Trisakti dalam kegiatan Parents Day 2018 seperti malam ini, sebagaimana kita ketahui, mesti baru 2 tahun kuliah, namun Muhammad Ade Priyanto sudah bisa menjadi General Manager, demikian juga seluruh tim mampu menunjukkan karya terbaik, dan kita selalu berpesan agar seluruh mahasiswa menjadi orang hebat, jangan mau jadi kambing, tetapi harus jadi Harimau, sehingga kedepan mereka bukan menjadi pekerja, tetapi bisa menjadi pemimpin, tegasnya.

Kegiatan malam ini juga upaya kita ingin menunjukkan pada orang tua mahasiswa yang telah mempercayakan pada STP Trisakti, inilah hasil tim para nahasiswa, karena untuk menghasilkan karya seperti ini tidak mudah, harus kerja tim, mesti masih ada kekurangan tapi ini sudah sangat baik, dan untuk program kedepan kita ingin STP Trisakti ini kedepan bisa menjadi Universitas, kita berharap ada perubahan kebijakan dari Kemenristek Dikti untuk suatu Universitas bisa cukup dengan 6 Prodi, sehingga STP Trisakti yang telah memiliki 4 Prodi bida memperoleh ijin tambahan 2 prodi lagi, untuk itu kita akan tingkatkan statusnya STP Trisakti menjadi Politeknik atau Universitas, papar Dr Bimo Prakoso.

General Manager Parents Day 2018, Muhammad Ade Priyanto menjelaskan, bahwa Parents Day 2018 STP Trisakti kali ini berbeda dengan acara Parents Day sebelumnya, dimana tema yang diambil adalah “Bushra” bernuansa Timur Tengah, mulai dari tata ruang, dekorasi, busana, hiburan musik dan tarian hingga sajian menu Parents Day 2018, semua disajikan oleh Mahasiswa prodi Perhotelan STP Trisakti semester IV yang melibatkan 380 Mahasiswa.

Untuk menu sajian adalah menu Timur Tengah, namun telah dibuat sedemikian rupa agar tidak terlalu keras, dengan menggunakan bumbu-bumbu dari Indonesia, sehingga menghasilkan selera Indonesia, mulai dari Amuse Baoche Humus Spring Roll, Appeuzer Stuffed Chicken Tikka Sauce, Toato Curry Soup , Main Course Beef Kofta With Khabsa Rice, Dissert hingga Mignaradise, semua disajikan dengan tampilan yang menarik selera, semua dikemas dalam sajian hotel berbintang 5, kegiatan Parents Day 2018 ini juga didukung beberapa sponsor, papar Ade Priyanto.(Red)

Pendidikan Karakter Pancasila Sejak Dini Melalui PAUD

Pendidikan Karakter Pancasila Sejak Dini Melalui PAUD

PENGUATAN karakter PANCASILA bagi Pendidikan anak-anak usia dini (PAUD) di sekolah masih diperlukan, terutama pendidikan karakter PANCASILA yang berbasis Ideologi PANCASILA. Seharusnya, Anak-anak didik tidak hanya menghafal butir-butir PANCASILA, namun yang paling penting adalah menghayati, memahami, mengamalkan dan menjalankan Nilai-Nilai luhur PANCASILA dalam kehidupan Sehari-hari keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pakar pendidikan, Guru Besar dan salah satu pendiri Universitas Pancasila (UP) Prof.Dr. M.H Matondang, SE, MA mengatakan pendidikan didalamnya juga membangun kesatuan dan persatuan antar umat beragama, membangun rasa keadilan harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya.

“Pendidikan nilai-nilai luhur Pancasila mulai dari tingkat satuan Pendidikan anak Usia Dini ( PAUD ) dan Taman Kanak-Kanak (TK ) hingga ke tingkat satuan pendidikan SMA dan SMK harus dilestarikan dan di budayakan kembali,” ujar Matondang.

Selama ini mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau Pendidikan Kewarganegaraan masih harus ditingkatkan karena belum menyentuh kepada nilai-nilai luhur Pancasila.

Selaku Ketua Dewan Pembina DPP IP-KI dan Yayasan Kampus Digital Pancasila dikatakan “Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan belum menyentuh nilai-nilai luhur Pancasila. Anak-anak sekolah itu mulai dari PAUD, Tk, SD, SMP, SMA , SMK itu perlu diberi mata pelajaran lagi Pendidikan nilai-nilai luhur Pancasila, yang selama ini Pendidikan Kewarganegaraan.

“Saya sangat khawatir kurang banyak menyentuh ke PANCASILA nya, saat ini DPP IP-KI sudah mempunyai Buku Naskah Kurikulum Penghayatan dan Pengamalan Nilai Nilai Luhur PANCASILA. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian pendidikan anak usia dini (RPPH PAUD) Pada Tingkat satuan PAUD dan TK yang telah di terbitkan Surat Pencatatan Ciptaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual 27 Maret 2018 yang lalu” tegasnya.

Di samping Kurikulum PAUD Pancasila tersebut juga telah diterbitkan Dan di lengkapi materi, alat peraga, Pencatatan Ciptaan terkait Aplikasi Manajemen dalam bentuk Materi dan Alat Alat Peraga Edukasi sebagai bahan ajar dalam mendukung Kurikulum Pancasila pada Tingkat Satuan PAUD dan TK.

Saat ini Yayasan Kampus Digital Pancasila dan Balai Kerja DPP IPKI telah mendirikan PAUD PANCASILA pertama di Indonesia yang berlokasi di Sudimara Selatan Kota Tangerang Provinsi Banten di bawah pembinaan yang saat ini sudah mempunyai 27 peserta didik asuhan Ibu Suhaerawati yang menggunakan Kurikulum Penghayatan dan Pengamalan Nilai Nilai Luhur Pancasila

Dia juga menjelaskan guru harus mendapatkan pembinaan dan peningkatan kualitas, dalam pemahamannya pada pembangunan ideologi Pancasila internalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Kendati demikian, guru tidak menjadi faktor satu-satunya kondisi tersebut. Sistem pendidikan juga perlu dibenahi. anak-anak usia dini (PAUD) di sekolah masih diperlukan, terutama pendidikan karakter PANCASILA yang berbasis Ideologi PANCASILA. Seharusnya, Anak-anak didik tidak hanya menghafal butir-butir PANCASILA, namun yang paling penting adalah menghayati, memahami, mengamalkan dan menjalankan Nilai-Nilai luhur PANCASILA dalam kehidupan Sehari-hari keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pakar pendidikan, Guru Besar dan salah satu pendiri Universitas Pancasila (UP) Prof.Dr. M.H Matondang, SE, MA mengatakan pendidikan didalamnya juga membangun kesatuan dan persatuan antar umat beragama, membangun rasa keadilan harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya.

“Pendidikan nilai-nilai luhur Pancasila mulai dari tingkat satuan Pendidikan anak Usia Dini ( PAUD ) dan Taman Kanak-Kanak (TK ) hingga ke tingkat satuan pendidikan SMA dan SMK harus dilestarikan dan di budayakan kembali,” ujar Matondang.

Selama ini mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau Pendidikan Kewarganegaraan masih harus ditingkatkan karena belum menyentuh kepada nilai-nilai luhur Pancasila.

Selaku Ketua Dewan Pembina DPP IP-KI dan Yayasan Kampus Digital Pancasila dikatakan “Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan belum menyentuh nilai-nilai luhur Pancasila. Anak-anak sekolah itu mulai dari PAUD, Tk, SD, SMP, SMA , SMK itu perlu diberi mata pelajaran lagi Pendidikan nilai-nilai luhur Pancasila, yang selama ini Pendidikan Kewarganegaraan.

“Saya sangat khawatir kurang banyak menyentuh ke PANCASILA nya, saat ini DPP IP-KI sudah mempunyai Buku Naskah Kurikulum Penghayatan dan Pengamalan Nilai Nilai Luhur PANCASILA. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian pendidikan anak usia dini (RPPH PAUD) Pada Tingkat satuan PAUD dan TK yang telah di terbitkan Surat Pencatatan Ciptaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual 27 Maret 2018 yang lalu” tegasnya.

Di samping Kurikulum PAUD Pancasila tersebut juga telah diterbitkan Dan di lengkapi materi, alat peraga, Pencatatan Ciptaan terkait Aplikasi Manajemen dalam bentuk Materi dan Alat Alat Peraga Edukasi sebagai bahan ajar dalam mendukung Kurikulum Pancasila pada Tingkat Satuan PAUD dan TK.

Saat ini Yayasan Kampus Digital Pancasila dan Balai Kerja DPP IPKI telah mendirikan PAUD PANCASILA pertama di Indonesia yang berlokasi di Sudimara Selatan Kota Tangerang Provinsi Banten di bawah pembinaan yang saat ini sudah mempunyai 27 peserta didik asuhan Ibu Suhaerawati yang menggunakan Kurikulum Penghayatan dan Pengamalan Nilai Nilai Luhur Pancasila

Dia juga menjelaskan guru harus mendapatkan pembinaan dan peningkatan kualitas, dalam pemahamannya pada pembangunan ideologi Pancasila internalisasi dalam kehidupan seharih-hari. Kendati demikian, guru tidak menjadi faktor satu-satunya kondisi tersebut. Sistem pendidikan juga perlu dibenahi.

50 Tahun STP Trisakti Mengabdi, Penghargaan Dosen dan Mahasiswa Terus Meningkat

50 Tahun STP Trisakti Mengabdi, Penghargaan Dosen dan Mahasiswa Terus Meningkat

Diusia yang telah menginjak 50 Tahun, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti terus memperoleh penghargaan atas Prestasi akademik maupun Non Akademik para mahasiswa, demikian juga upaya yang diraih para dosen, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi, bahwa jenjang dosen di STP Trisakti terus mengalami peningkatan, mulai dari Sertifikasi Dosen, Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar. Dari sejumlah dosen di STP Trisakti saat ini, para dosen telah memperoleh Serdos, aprisiasi dan dorongan juga terus dilakukan oleh Yayasan Trisakti.


Disela acara Syukuran atas Prestasi para Mahasiswa dan Dosen STP Trisakti, Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati, SE.MM pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur di usia 50 tahun STP Trisakti saat ini pada dosen yang belum lama bergabung di STP Trisakti juga telah memperoleh Sertifikasi dosen, diakuinya saat ini untuk memperoleh jenjang Lektor dan Guru  Besar sangat sulit sekali, untuk itu STP Trisakti terus mendorong pada para dosen untuk terus berupaya meningkatkan jenjang akademik, untuk itu hari ini kita gelar tasyukuran atas jenjang dosen maupun mereka yang telah memperoleh sertifikasi Serdos, paparnya.


Sebagaimana yang diatur di Kemenristek Dikti, STP Trisakti yang bergerak dibidang vokasi, para Dosen STP Trisakti juga telah terdaftar dan memiliki nomor induk dosen dan memiliki jenjang Akademik serta memiliki sertifikasi dosen maupun sertifikasi kompetensi, ini semua dalam upaya menjadikan STP Trisakti menjadi Perguruan Tinggi yang bertaraf internasional dalam penguasaan kompetensi dan ilmu pariwisata, tegas Fetty Asmaniati, SE,MM.


50 tahun sudah STP Trisakti mencetak “Tenaga Professional” dibidang Pariwisata dan Perhotelan, dan hari ini kita bersyukur STP Trisakti bisa masuk dalam pemilihan Mahasiswa berprestasi tingkat nasional, dan Andre Gilitasha terpilih sebagai juara I Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional Kategori Diploma, demikian juga Mahasiswa STP Trisakti yang beberapa waktu lalu memperoleh hibah, hasil produknya juga mendapatkan Hak Paten (HAKI), dengan adanya kepercayaan dengan dana hibah ini kita juga berharap para dosen maupun Mahasiswa STP Trisakti bisa mengamalkan ilmunya untuk pembangunan bangsa dan negara, dan STP Trisakti juga dapat terus berkarya untuk memberikan apa yang ada di STP Trisakti ini bagi bangsa dan negara, ungkapnya. (Red)

40 Anggota KRS-PMI Jakpus Sukses Ikuti Diklat Di Divif I Kostrad Cilodong

40 Anggota KRS-PMI Jakpus Sukses Ikuti Diklat Di Divif I Kostrad Cilodong

Bertempat di Halaman kantor PMI DKI Jakarta, Kasie Puantar Divisi Infanteri I KOSTRAD, Letkol Inf Drs. E Rasyidin Al.A.MM didampingi Ketua PMI Kota Administrasi Jakarta Pusat H Soewardi Sulaeman secara resmi mengukuhkan anggota Korps Sukarlawan PMI Kota Administrasi Jakarta Pusat, dimana 40 Anggota KSR-PMI telah memperoleh pembekalan di Divif I KOSTRAD Cilobong.

Disela pengukuhan anggota KSR PMI-PMI Jakpus tersebut, Kasie Puantar Divif I KOSTRAD, Letkol Inf Drs. E Rasyidin Al.A.MM pada wartawan menegaskan, bahwa seluruh peserta dari KSR-PMI Jakpus ini telah mengikuti latihan di Divisi Infanteri I Cilodong selama 4 hari, mulai dari latihan kekompakan baris berbaris, pembekalan Bela Negara, Pendidikan Pancasila serta penanaman jiwa Corsa, di Pusdik Divif I Kostrad Cilodong, mereka juga dilatih oleh para senior KSR-PMI, dalam penanaman pengusaan Kepalangmerahan.

Kita juga memberikan bekal semangat dan Jiwa Corsa membangun kebersamaan dengan penguatan militansi untuk membentuk mereka dengan secara ikhlas membantu masyarakat yang terkena bencana atau korban bencana alam.



Disamping itu mereka juga memperoleh pemahaman terhadap Pancasila, wawasan kebangsaan dan bela negara. Karena kepedulian sosial adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila, penanaman jiwa keikhlasan mau berkurban, mau membantu orang-orang yang perlu bantuan, tegas Letkol Inf Rasyidin.




Hal yang sama juga diungkapkan Ketua PMI Kota Administrasi Jakarta Pusat, H Sorwardi Sulaeman, bahwa 40 anggota KSR-PMI telah memperoleh pembekalan pendidikan dan latihan selama 5 hari, yaitu 1 hari di Jakarta dan 4 hari di Cilodong, kita sangat berterimakasih pada Divisi Infanteri I Kostrad yang telah membentuk anggota KSR-PMI yang militan dengan jiwa Corsa, sehingga mereka selalu siap jika bangsa ini memanggil mereka untuk aksi kepedulian sosial saat ada bencana alam.




Mereka adalah generasi penerus bangsa, untuk itu kita meminta agar seluruh peserta yang telah menyelesaikan latihan untuk benar-benar dapat menjalankannya di Kepalangmerahan DKI Jakarta maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing, karena keberadaan KSR-PMI sangat dibutuhkan dalam upaya membantu korban bencana dimanapun juga.

Seluruh anggota KSR-PMI harus siap dipanggil setiap saat, kukuhkan jiwa kesosialan yang tinggi mengiklaskan diri atau mewakafkan diri untuk kepalangmerahan Indonesia, karena mewakafkan diri berarti menyerahkan diri kepada Allah untuk kemanusiaan, konsekuensinya jangan tanggung-tanggung semangat yang tinggi untuk PMI, pinta H Soewardi Sulaeman.(red)

Andre Gilitasha dari STP Trisakti Peroleh Gelar Mahasiswa Berprestasi Terbaik 1 Tingkat Nasional

STP Trisakti Berhasil Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2018

Pemilihan mahasiswa berprestasi menjadi ajang yang sangat bergengsi bagi mahasiswa dan perguruan tinggi se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenristek DIKTI bidang Kemahasiswaan dan Kreativitas.

Berawal dari pengiriman karya ilmiah, prestasi yang diperoleh, hingga kemampuan berbahasa Inggris yang dikirimkan ke pihak Ristek DIKTI melalui website. Tahap selanjutnya terpilih nama-nama mahasiswa yang menjadi finalis menuju final Pilmapres Nasional 2018.

Kopertis wilayah III mendapatkan satu-satunya finalis yang terpilih ke ajang final Pilmapres Nasional yaitu Andre Gilitasha dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Penilaian selanjutnya dinilai dari hasil karya ilmiah, kemampuan bahasa Inggris, psikologi, dan prestasi yang diperoleh. Pemilihan ini melalui proses panjang dan seleksi yang sangat ketat, karena mahasiswa berprestasi yang layak menyandang gelar tersebut harus benar-benar kompeten.


Final Pilmapres 2018 yang diselenggarakan di The Alana Hotel Solo terbagi menjadi 2 kategori yaitu tingkat Sarjana dan Diploma. Perguruan tinggi yang masuk dalam kegiatan final Pilmapres ini berjumlah 9 perguruan tinggi dari program Diploma dan 17 perguruan tinggi dari program sarjana.

Kompetisi ini diselenggarakan 9 – 12 Juli 2018 dan ditutup oleh Direktur Kemahasiswaan, Bapak Dr. Didin Wahidin, M.Pd. Seorang mahasiswa harus mampu berkompetisi, memiliki jiwa pemimpin, dan menguasai bidangnya. Oleh karena itu, mengukur kemampuan mahasiswa dilihat dari kemampuannya menulis karya ilmiah yang sesuai dengan bidangnya. Kegiatan Pilmapres 2018 ini benar-benar mengapresiasi karya anak bangsa yang berprestasi dan mampu memunculkan jiwa kompetisi. Pada kegiatan ini tim juri menilai dengan sangat objektif, karena presentasi mahasiswa dapat ditonton oleh para tamu dan undangan.

Hasil pengumuman Pilmapres tingkat Nasional 2018 berhasil diperoleh oleh Andre Gilitasha dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang mendapat gelar mahasiswa berprestasi terbaik 1 tingkat Nasional. Andre merupakan perwakilan dari kopertis wilayah III yang dibimbing oleh Robiatul Adawiyah, M.Par., dan Fifi Nofiyanti, M.Pd. berhasil membimbing Andre dalam ajang Pilmapres Nasional 2018 ini. Andre membuat inovasi dari karya tulis ilmiahnya berupa bir pletok dengan reverse spherification method. Karya tersebut mengangkat budaya Betawi yang merupakan letak perguruan tingginya di Jakarta dengan upaya produk tersebut dapat lebih dikenal dengan inovasi yang baru. Selanjutnya produk tersebut akan dipasarkan dan dipatenkan. Prestasi yang diperoleh Andre yaitu World Skills Competition ke-44 di Abu dhabi bidang restaurant service mendapat mendali Silver mewakili Indonesia dari 37 negara.

Apresiasi yang luar biasa dari Ketua Yayasan Trisakti (Dr. Djanadi Bimo Prakoso) dan Ketua STP Trisakti (Fetty Asmaniati, S.E., M.M) yang menyaksikan langsung final Pilmapres tingkat Nasional 2018 ini. Dukungan pun diberikan dari Kopertis Wilayah III (Dr.Illah Sailah) yang memotivasi kegiatan mahasiswa. Juara II tingkat Diploma diperoleh oleh Universitas Negeri Yogyakarta, dan juara III tingkat Diploma diperoleh oleh Politeknik Elektronik Negeri Surabaya. Dari program Sarjana, juara I diperoleh oleh Universitas Indonesia (UI), juara II dari IPB, dan juara III UGM. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat mengharumkan nama bangsa dan berguna di masyarakat.

Generasi yang cerdas yaitu mampu membuat inovasi dan berani menuangkan ide yang kreatif. (Fifi Nofiyanti, Robiatul Adawiyah, Andre Gilitasha).

A. Program Diploma
Juara I : Andre Gilitasha (STP Trisakti)
Juara II : Amalia Rohmah (UNY)
Juara III : Gilang Heru Kencana (PENS)
B. Program Sarjana
Juara I : Evita Martha Dewi (Universitas Indonesia)
Juara II : Arga P. Panatagama  (IPB)
Juara III : Angelo Abil Wijaya  (UGM)

DPP IPKI Minta MK Buka Audiensi Cara Merubah Konstitusi

DPP IPKI Minta MK Buka Audiensi Cara Merubah Konstitusi


Setelah beberapa hari lalu tidak bisa bertemu dengan Pimpinan Mahkamah Konstitusi karena sedang sibuk menangani gugatan Pilkada, Kini Jajaran Dewan Pimpinan Pusat
Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (DPP IPKI) telah mengirimkan kembali surat permohonan untuk audiensi ke Pimpinan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Ketua Umum IPKI, HM Bambang Sulistomo, S.Ip,M.Si menegaskan bahwa IPKI ingin dialog untuk bertanya pada pimpinan Mahkamah Konstitusi tentang bagaimana tata cara sebenarnya untuk merubah konstitusi itu, karena yang tahu dan yang memiliki kewenangan hal tersebut adalah MK dan MK mengerti kewenangannya, sampai sejauh mana selama ini MK menjawab konstitusi.

Untuk itu saya berharap MK bisa membuka diri untuk dialog ini agar di masa depan konstitusi kita tidak dirubah seenaknya, dan kedepan ada kepastian hukum konstitusi, agar tidak dirubah seenaknya. tata cara inilah yang ingin kita pertanyakan kepada MK, tegasnya.

Bambang Sulistomo yang juga Putra Bung Tomo ini mengaku tidak akan bicara isi UUD 45 atau materi UU, namun ingin bertanya khusus tentang bagaimana merubah tata cara, merubah konstitusi itu saja. sebagai warga negara kita tidak ingin konstitusi diubah seenaknya untuk itu MK harus menjelaskan tata cara yang sebenarnya, ini merupakan suara aspirasi yang berkembang di masyarakat Indonesia, bahwa banyak yang menginginkan kembali ke UUD 45 yang asli, berarti IPKI melihat ada masalah selama ini, dan kita tidak bicara apapun, kecuali bertanya ke MK Bagaimana tata cara untuk merubah konstitusi, kita ingin dialog terlebih dahulu, kita hanya ingin mengupas tata cara dan bukan materi undang-undang maupun keputusan, sekali lagi saya berharap agar pimpinan MK bisa menjawab, karena MK adalah Lembaga resmi konstitusi, pinta HM Bambang Sulistomo.(Nrl)

Courtesy Call Bakamla Ke Duta Besar RI Di Bangladesh

Courtesy Call Bakamla Ke Duta Besar RI Di Bangladesh

Dhaka, 11 Juli 2018 (Humas Bakamla) Direktur Kerja Sama Bakamla, Dade Ruskandar, S.H., M.H., selaku Ketua Delegasi Indonesia untuk pertemuan Working Level Meeting (WLM) of the 14th Heads of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM) melakukan Kunjungan Kehormatan kepada Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina Soemarno di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dhaka, Bangladesh, kemarin.

Kunjungan kehormatan yang dilakukan oleh Delegasi Indonesia ini merupakan rangkaian awal kegiatan Bakamla di Dhaka, Bangladesh dalam rangka mengikuti WLM of the 14th HACGAM. Pada pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam ini, Dade menuturkan tentang perkembangan kerja sama Coast Guard di Asia dalam kerangka HACGAM serta pelibatan aktif Indonesia pada forum tersebut.

Disampaikan kepada Dubes RI untuk Bangladesh, bahwa Bakamla selaku Lead Country pada Pilar Capacity Building HACGAM telah menyelenggarakan Capacity Building Program dalam bentuk “Law of the Sea and Maritime Enforcement Training” secara rutin sejak tahun 2017.

Program tersebut didedikasikan secara khusus oleh Bakamla untuk negara-negara anggota HACGAM dalam rangka peningkatan pemahaman regional terhadap Hukum Laut Internasional dan aplikasinya dilapangan.  Lebih lanjut disampaikan kepada Dubes RI untuk Bangladesh, bahwa pada kesempatan pertemuan WLM of the 14th HACGAM kali ini, Indonesia akan menyampaikan beberapa proposal untuk pengembangan HACGAM yaitu mengenai Logo dan Motto HACGAM serta menyusun rencana program Capacity Building kedepan. Menanggapi hal tersebut, Rina menyatakan apresiasinya terhadap hal-hal yang telah dilakukan Bakamla dalam rangka pelibatan Indonesia untuk peningkatan keamanan dan keselamatan laut di tingkat regional Asia selama ini, dan mengatakan sangat mendukung inisiatif-inisiatif yang akan diperjuangkan oleh Delegasi Indonesia pada pertemuan WLM of the 14th HACGAM kali ini. Lebih lanjut,

Dubes RI untuk Bangladesh mengharapkan kehadiran dan pelibatan Bakamla pada forum HACGAM akan dapat meningkatkan hubungan Indonesia di bidang keamanan dan keselamatan laut dengan negara-negara Asia yang tergabung dalam HACGAM serta secara khusus dengan Bangladesh Coast Guard dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Pada pelaksanaan WLM of the 14th HACGAM kali ini, Direktur Kerja Sama Bakamla didampingi Kasubdit Harmonisasi Strategi Keamanan Laut Bakamla, Kombes Pol. Tatar Nugroho, S.IK., S.H, dan Kasi Kerja Sama Multilateral dan Organisasi Internasional Bakamla, Hudiansyah Is Nursal, S.H., MILIR. Adapun negara-negara yang hadir pada kegiatan WLM of the 14th HACGAM yaitu: Australia, Bangladesh, China, Hong Kong-China, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Turkey dan Vietnam.

Auitentikasi : Kasubbag Humas Bakamla, Mayor Marinir Mardiono.

BAKAMLA RI AKAN LATIHAN BERSAMA DENGAN JAPAN COAST GUARD TINDAK PEREDARAN NARKOBA LEWAT LAUT

BAKAMLA RI AKAN LATIHAN BERSAMA DENGAN JAPAN COAST GUARD TINDAK PEREDARAN NARKOBA LEWAT LAUT

Jakarta, Selasa 10 Juli 2018 (Humas Bakamla RI) Badan Kemanan Laut (Bakamla) RI akan menggelar latihan bersama dengan Japan Coast Guard (JCG) tindak peredaran narkoba lewat laut yang akan digelar di sekitar Perairan Teluk Jakarta besok, Rabu 11 Juli 2018. Renacana operasi telah disimulasikan dalam forum Tactical Floor Game di dalam KN. Tanjung Datu – 1101 yang sedang bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JITC) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/07/2018).

Simulasi latihan TFG disaksikan langsung oleh Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., beserta Kasubdit Garlat Bakamla RI Benny Iskandar, S.IK., M.Si.
Latihan manuver di tempat itu dipimpin oleh Kasubdit Garopsla Kolonel Laut (P) Imam Hidayat diikuti Komandan KN. Tanjung Datu – 1101 AKBP Capt Nyoto Saptono, S.H., M.Si (Han) M.Mar., Komandan Japan Coast Guard Ship (JCGS) Tsugaru PLH 02 Hirohisa Suzuki, Perwira kapal Pol Air, Basarnas,KKP, KPLP dan Syahbandar serta Perwira lain yang terlibat dalam latihan bersama kedua negara. Sekenario latihan yang telah dirancang oleh pihak Bakamla RI dengan Japan Coast Guard menggabungkan prosedur operasi ataupun doktrin penanggulangan tindak kejahatan di laut yang dianaut kedua negara.

Kasubdit Garopsla Bakamla RI Kolonel Laut Imam Hidayat mensimulasikan gladi manuver lapangan ini dalam emapt fase yakni pertama Fase Sharing Information, dimana pemerintah Jepang bekerjasama dengan pemerintah Indonesia memerangi Narkoba, JCG dan Bakamla menindaklanjuti kebijakan pemerintah tersebut dengan membentuk Satgas untuk melaksanakan Operasi Bersama dalam pencegahan penyelundupan Narkoba dengan metode sektor area.

Bakamla memperoleh informasi dari Interpol Jepang bahwa sebuah kapal akan menyelundupkan Narkoba yang akan melewati Perairan Indonesia melalui Natuna Utara menuju Laut Jawa. Satgas Gabungan antara unsur maritim Indonesia bergerak menuju laut Natuna Utara. Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Bakamla melaksanakan analisis anomaly detection dengan menggunakan pengumpulan dan pengolahan informasi serta melakukan pendeteksian menggunakan aplikasi Bakamla Integrated Information System (BIIS).

Hasil anomaly detection diperkirakan bahwa kapal tidak dikenal tersebut berada pada area (disimulasikan berada di wilayah ZEEI di laut Natuna Utara) : 05° 52’ 10” S - 106° 52’ 36” E, 05° 52’ 10” S - 106° 57’ 36” E, 05° 57’ 10” S - 106° 57’ 36” E, 05° 57’ 10” S - 106° 52’ 36” E, pada TW. 0711.0930 LT s.d TW. 0711.1100 LT; KPIML Bakamla melaporkan hasil anomaly detection kepada Palakhar Operasi Bakamla.

Palakhar Operasi Bakamla memerintahkan kepada DanSatgas Operasi Bersama melaksanakan identifikasi pada Kapal Tidak Dikenal dengan bekerjasama dengan unsur JCG Tsugaru yang sedang beroperasi di utara Zona Ekonomi Eklusif Indonesia (ZEEI). Satgas Ops Gabungan bergerak menuju area operasi dan menjalin komunikasi dengan JCG Tsugaru. Hasil komunikasi dilapangan dengan unsur JCG Tsugaru terjalin pertukaran data sharing information mengenai kapal target. Fase kedua yakni Fase Searching, Pursuing and Interception, dimana Satgas Ops Gabungan melakukan pencarian di sekitar daerah operasi dengan menggunakan metode sektor area. KPIML yang dapat memonitor keberadaan seluruh kapal Satgas Gabungan dan kapal sipil yang melaksanakan kegiatan di area operasi, memberikan informasi secara terus menerus kepada Satgas dalam melaksanakan pencarian kapal target.

Berdasarkan hasil anomaly detection dari KPIML tentang adanya Kapal Tidak Dikenal yang melakukan kegiatan mencurigakan di area operasi. Komandan Satgas memerintahkan kepada unsur unsur satgas untuk membentuk formasi pencarian dan melaksanakan tracking menggunakan radar. Kemudian Dan Satgas memerintahkan kepada KN Alugara untuk menjadi pengendali pada pencarian terhadap Kapal Tidak Dikenal. Hasil searching unsur-unsur satgas dilaporkan kepada kapal KN Alugara sebagai pengendali pencarian terhadap kapal tidak dikenal. Laporan KP Hiu Macan Tutul kepada KN Alugara bahwa terdeteksi Kapal tidak dikenal pada baringan 043, jarak 2 Nm, cepat 15 knot dari KP Hiu Macan Tutul 02. KN Alugara meneruskan hasil deteksi unsur kepada KN.Tanjung Datu 1101. KN Alugara memerintahkan KP Hiu Macan Tutul 02 dan KP Jalak untuk melakukan intercept ke Kapal Tidak Dikenal. KP Hiu Macan Tutul 02 dan KP Jalak melaksanakan boarding ship ke Kapal Tidak Dikenal. KN Alugara standby di belakang kapal interceptor untuk mengamankan area intercept. KN.Tanjung Datu 1101 dan JCG Tsugaru memonitor pelaksanaan boarding ship dan melaksanakan pengendalian di luar area intercept.

Kapal target berhasil diamankan dilaksanakan pengawalan oleh tim kawal Satgas Ops Gabungan, sedangkan ABK kapal target dilaksanakan penahanan di KN Basudewa. KN Alugara melaporkan selesai pelaksanaan penghentian, pemeriksaan dan penahanan terhadap Kapal Tahanan. Memasuki tahap fase ketiga Fase Search and Rescue simulasi makin dramatis yakni Kapal target ditangkap dan dilaksanakan pengawalan menuju ke Pangkalan terdekat. Nakhoda Kapal Tahanan yang berada di KN Basudewa melarikan diri dengan cara melukai dan mendorong salah satu anggota Tim kawal sehingga keduanya jatuh di laut pada saat KN Basudewa bergerak menuju Pangkalan Terdekat.

KN Basudewa menginformasikan orang jatuh di laut kepada Dan Satgas dan mem-broadcast : “mayday mayday mayday… This is KN Basudewa Basudewa Basudewa Call Sign ..... MMSI Number ..... Position 05° 56’ 28” S - 106° 53’ 23” E, time .... Two Men Overboard... Request immediate assistance Master Basudewa over Komandan Satgas merubah haluan menuju Posisi orang jatuh di laut Man Over Boat (MOB). KN.Tanjung Datu sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) meminta bantuan kepada Basarnas untuk melaksanakan pertolongan dan pencarian terhadap orang jatuh di laut dengan menggunakan unsur udara serta menunjuk KN Basudewa sebagai pengendali On Scene Commander (OSC) SAR. Komandan Satgas memerintahkan konvoi untuk mengurangi kecepatan dan mengamankan sektor area serta membantu dalam pencarian.

Helikopter Basarnas berhasil mendeteksi keberadaan orang jatuh di laut dan melaporkan kepada SMC. Search and Rescue Unit (SRU) yang telah ditunjuk bergerak menuju posisi MOB untuk melaksanakan pertolongan terhadap dua orang korban. Korban berhasil ditolong dengan data satu orang yang merupakan anggota Tim kawal menderita luka dan harus segera mendapat pertolongan medis, sedangkan satu orang lagi adalah nahkoda kapal tahanan menderita luka ringan. Dan Satgas memerintahkan korban luka dari tim kawal agar dilaksanakan evakuasi ke pangkalan terdekat, sedangkan korban nakhoda kapal tahanan yang menderita luka ringan dibawa ke KN Basudewa. 

KN.Tanjung Datu sebagai SMC setelah mendapatkan laporan situasi dari SRU meminta bantuan kepada Basarnas untuk melaksanakan Evakuasi Medis Udara (EMU) terhadap korban MOB yang mengalami luka dari kapal SRU dan menunjuk KN Basudewa sebagai pengendali udara dalam kegiatan EMU.
Korban MOB di laut berhasil diselamatkan Tim Penyelamat Basarnas kemudian dilaksanakan evakuasi medis udara ke pangkalan terdekat untuk dilakukan pertolongan pertama. Masuk tahap terahir latihan Fase Pengakhiran yaitu Kapal tahanan dikawal oleh KP Jalak dan KP Hiu Macan Tutul 02 menuju Pangkalan terdekat untuk dilaksanakan proses lanjut. Seluruh unsur kembali menempati sektor operasi dan latihan selesai. Demikian kurang dan lebihnya gambaran latihan yang akan diaplikasikan dalam gladi manuver laut besok di sekitar perairan Teluk Jakarta yang disampaikan Kasubdit Garopsla Bakamla RI Kolonel Laut (P) Imam 
Hidayat.


Autentikasi Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono.

Berjuang Untuk Musik Indonesia, Dokter Ferdinandt F Tumewu S.Mt Optimis Musik Indonesia Akan Kembali Bergairah

Berjuang Untuk Musik Indonesia, Dokter Ferdinandt F Tumewu S.Mt Optimis Musik Indonesia Akan Kembali Bergairah

Ditengah kelesuan industri musik di Indonesia, Musisi Kondang yang juga dikenal sebagai Raja Sawer dan Penyanyi Band yang mengkomandoi Musik “New Golden Band”  aliran Pop Melayu serta Dang Dut yang dikenal dengan lagu “Jomblo” dan “Kekasih Hati” ini yakin bahwa Industri musik di Indonesia akan kembali bergairah.

Dokter Ferdinandt F Tumewu S.Mt melihat perkembangan teknologi informasi saat ini, telah memberikan kemudahan bagi musisi-musisi muda untuk tampil menjadi yang terbaik, dan hingga saat ini sudah banyak musisi-musisi muda bahkan anak-anak yang karirnya melonjak begitu cepat, atas bantuan media sosial. Hal ini mendorong kreativitas di bidang musik bagi anak-anak Indonesia yang kedepan akan mengisi musisi-musisi ibu kota, maupun nasional.

Diakui dokter Ferdinandt, bahwa saat ini banyak artis atau musisi dari Indonesia yang lebih memilih berkarir di negara lain, hal tersebut karena negara-negara seperti Malaysia, Korea, Hongkong, Singapura bahkan Eropa sangat menghargai karya-karya seni khususnya di bidang musik dan seni suara, baik itu aliran Pop, Melayu hingga Rock serta Dangdut yang bisa diterima masyarakat luas. Bahkan ada juga musisi Indonesia yang berpindah kewarganegaraan, karena di negara lain sangat dihargai karya-karyanya, banyak Perusahaan Entertainment di luar negeri aktif dalam mencari calon-calon artis maupun musisi dan bisa menjadikan seorang entertain terkenal.



Untuk itulah perlu adanya dukungan pemerintah Indonesia, seperti Badan Ekonomi Kreatif yang telah diberi mandat untuk membina Seniman Indonesia, agar lebih maksimal lagi dalam menumbuhkembangkan kreativitas para Seniman, baik bidang Teater, Musik maupun Seni peran, bahkan dirinya berharap Pemerintah kedepan akan membentuk Kementerian Bidang Seni, sehingga disamping berbagai seni budaya bisa lebih maju, juga dapat meningkatkan pendapatan APBN dari sektor Seni Musik, Seni Peran dan Budaya, ungkap Dokter Spesialis Mata yang juga seorang Musisi Multi alent dan akfit di berbagai kegiatan sosial dalam dan luar negeri.

Saat disinggung New Golden Band yang dipimpinnya, Dr Ferdinandt menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama dengan industri musik di Malaysia dan penjajagan dengan produser dari negara lain, bahkan untuk Show ke mancanega sudah ada sponsor maupun jatwal tersendiri tampil di Singapura, Malaysia maupun Hongkong, paparnya. (Red)

KN Tanjung Datu Disambut Kapal Coast Guart Jepang


KN. TANJUNG DATU - 1101 SAMBUT KAPAL COAST GUARD JEPANG DI PERAIRAN TELUK JAKARTA 

Jakarta, Senin 09 Juli 218 (Humas Bakamla RI)
Kapal patroli terbesar Bakamla RI KN. Tanjung Datu - 1101 yang dikomandani AKBP Capt Nyoto Saptono, S.H., M.Si., (Han) M.Mar., menyambut kedatangan kapal Jepang Coast Guard JCGS Tsugaru PLH 02, di sebelah Utara Pulau Damar perairan Teluk Jakarta, Senin (09/07/2018). KN. Tanjung Datu melaksanakan manuver Laut dari sebelah lambung kiri saat berpapasan kedua kapal Saling memberikan penghormatan.

Peran parade lambung kiri KN. Tanjung Datu diikuti Kepala Subdirektorat Penyelenggaraan Operasi Laut (Kasubdit Garopsla) Bakamla RI Kolonel Laut (P) Imam Hidayat beserta Letkol Laut (P) Pantun Ujung beserta para awak kapal lainnya. Selanjutnya Japan Coast Guard Shi (JCGS) Tsugaru PLH 02 dikawal oleh KN. Tanjung Datu menuju Dermaga Jakarta Internasional Terminal Kontainer (JITC) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.  

JCGS Tsugaru PLH 02 merupakan kapal jenis Patrol Vessel Large With Helicopter yang dikomandani oleh Captaian Shaiya Dan dengan awak kapal sejumlah 51 orang, diresmikan tanggal tanggal 1 April 1979. Kapal patroli dengan nomor lambung PLH 02 memiliki nama panggilan JQUI bermarkas di Hakodate Coast Guard Office.

Tsugaru PlH 02 memiliki bobot 3.324 GT, berat penuh 4.037 Ton dengan panjang kapal 105 meter, lebar 14, 60 meter, kedalaman 8.00 m, draft 4.80m, mampu mengangkut sebanyak 71 personel. Kapal ini juga memiliki fasilitas landasan atau Geladak Heli Kopter jenis Sikorsky serta dilengkapi persenjataan satu buah Meriam kaliber 35mm.

Autentikasi Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono.

TIM URCL BAKAMLA RI BEKALI BELADIRI JUJITSU

TIM URCL BAKAMLA RI BEKALI BELADIRI JUJITSU

Tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) Bakamla RI bekali kemampuan beladiri Jujitsu dibawah bimbingan pelatih dari Institut Jujitsu Indonesia Tri Hariyanto yang sekaligus Anggota Dewan Guru Besar Jujitsu Indonesia. Tim URCL bersama anggota Bakamla RI lainnya, mengikuti penggemblengan fisik dalam latihan yang dilaksanakan usai olah raga pagi di Kantor Pusat Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl. Proklamasi, No.56, Menteng, Jakarta Pusat, Jum’at (06/07/2018).

Olah raga beladiri Jujitsu Bakamla RI diprakarsai oleh Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Rahardjo yang sekaligus Pembina Jujitsu Bakamla RI, guna membekali ilmu beladiri bagi PNS dan pegawai bakamla khususnya Tim URCL yang memiliki tugas khusus menanggulangi pelanggaran dan tindak kejahatan di laut wilayah yurisdiksi nasional. Latihan beladiri ini akan terus dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu setiap hari Selasa dan Jum’at uasai pelaksanaan olah raga pagi.

Jujitsu adalah nama dari beberapa macam aliran beladiri dari Jepang. Secara umum Jujutsu pada dasarnya adalah bentuk-bentuk pembelaan diri yang bersifat defensif dan memanfaatkan "Yawara-gi" atau teknik-teknik yang bersifat fleksibel, di mana serangan dari lawan tidak dihadapi dengan kekuatan, melainkan dengan cara "menipu" lawan agar daya serangan tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan dirinya sendiri. Dari seni beladiri Jujutsu ini, lahirlah beberapa seni beladiri lainnya yang mempunyai konsep defensif serupa, yaitu Aikido dan Judo, keduanya juga berasal dari Jepang.

Pelatih senior Tri Hariyanto sabuk Dan VI berasama Asisten Pelatih Zainal Lutfi sabuk Dan IV, berkomitmen mencetak Tim URCL bersama anggota Bakamla lainnya yang mengikuti latihan beladiri ini menjadi individu yang memiliki mental dan fisik yang mumpuni dalam menghadapi segala macam ancaman secara fisik dari para pelaku kejahatan. Selain itu diharapkan anggota Jujitsu Bakamla RI dapat meraih prestasi dalam kejuaran dan kompetisi baik tingkat daerah maupun nasional.

Autentikasi Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono.

Direktorat Kebijakan Bakamla Gelar FGD III di Lombok

Direktorat Kebijakan Bakamla Gelar FGD III di Lombok

Lombok, 6 Juli 2018 (Humas Bakamla)--- Kepala Bakamla Laksdya TNI (Purn) Ari Soedewo, S.E., M.H. diwakili Direktur Kebijakan I.G.N.A. Endrawan, S.H., M.H. membuka acara Forum Group Discussion (FGD) III di Hotel Jayakarta, Lombok, NTB, kemarin.

Kepala Bakamla RI dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Kebijakan antara lain mengatakan, penanganan terhadap segala bentuk ancaman, hambatan, tantangan dan gangguan secara bersinergi dan terintegrasi menjadi perhatian Bakamla. Fokusnya adalah pada tugas Bakamla, yaitu Patroli Keamanan dan Keselamatan di Laut dengan mengedepankan sinergitas antar seluruh instansi terkait yang didukung peralatan teknologi informasi, jelasnya lebih lanjut.

FGD ke-3 yang digelar Direktorat Kebijakan Bakamla di Lombok ini menghadirkan tiga nara sumber yaitu Staf ahli dari Pokja Bakamla, Danlanal Mataram dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB. Setidaknya ada 20 peserta yang hadir dalam forum diskusi bertema "Peningkatan Sinergitas Antara Bakamla dengan Instansi Terkait dan Masyarakat Maritim Dalam Rangka Menangani Permasalahan Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan Keamanan dan Keselamatan Guna Terwujudnya Wilayah Perairan dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia Yang Aman, Damai Sejahtera dan Lestari" ini.

Peserta yang hadir antara lain dari unsur Kejaksaan, Polair NTB, Hubla, PSDKP, INSA, dan masyarakat maritim wilayah Lombok.

Dari hasil diskusi seluruh peserta sepakat bahwa sinergi antar semua instansi terkait di laut sangat diperlukan guna mewujudkan keamanan dan keselamatan di laut. Semua sepakat bahwa egosektoral adalah penghambat yang harus dipupus demi menjaga keamanan dan keselamatan perairan Indonesia yang sangat luas ini, sehingga dapat mendukung tercapainya cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Autentikasi :
Kasubbag Humas Bakamla, Mayor Marinir Mardiono

Bakamla Periksa Kondisi Mangrove di Atambua Pasca Tanam

Bakamla Periksa Kondisi Mangrove di Atambua Pasca Tanam

Sehari pasca penanaman mangrove di Pantai Atapupu, Desa Silawan, Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs. Toni Syaiful didampingi Kasubbag Humas Mayor Marinir Mardiono dan sejumlah personel Humas lainnya, yakni:  Enni Parikawati, S.T., M.T., Yuhanes Antara, S.Pd.,  dan Zephire Auvrey, secara diam-diam dan mendadak mendatangi lokasi tanam untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman mangrove, yang berada di Kec. Tasifeto, Atambua, Kab. Belu, kemarin.

Pasalnya, sebelum dilakukan penanaman yaitu pada saat survey tim Bakamla sudah mendapatkan keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup Belu tentang kemungkinan adanya hewan-hewan seperti babi dan kepiting sebagai hama yang mungkin akan mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Dari pengamatan sebelumnya memang terlihat adanya babi-babi yang berlalu lalang di sekitar lokasi tanam.

Pengecekan tersebut untuk memeriksa dan meyakinkan bahwa bibit mangrove yang telah ditanam sehari sebelumnya dalam kondisi aman dan terlindungi. Dari pengamatan yang dilakukan oleh para  personel Humas  terlihat kondisi tanaman sesuai yang diharapkan, khususnya bibit yang berada di area tengah dalam keadaan aman. Hal ini disebabkan adanya akar-akar pelindung yang tumbuh di area tanam, sehingga meskipun bibit mangrove terhitung masih pendek dan hanya berdaun empat hingga enam, namun tetap bisa berdiri dengan tegak, terlindungi dari sapuan ombak maupun hama.

Bakamla berharap ke depannya bibit-bibit mangrove yang telah ditanam ini dapat tumbuh dengan baik, sehingga bisa melindungi bibir pantai dari abrasi atau pengikisan pantai, dan juga memberikan manfaat bagi penduduk sekitar.

DPP IPKI Audensi Ke MK, Pertanyakan Aturan Merubah Konstitusi

Datangi MK, DPP IPKI Audensi Pertanyakan Aturan Merubah Konstitusi

Bertempat di Gedung Mahkamah Konstitusi, jalan Merdeka Barat Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (DPP IPKI) sebagai salah satu organisasi nasional yang lahir 1954, mencoba menemui pimpinan Lembaga Tinggi Negara Mahkamah Konstitusi.

Marwas SH, Selaku Pengacara IPKI menjelaskan bahwa dalam memperingati hari ulang tahun Dekrit Presiden RI pertama pada 5 Juli tentang kembalinya Undang-Undang Dasar 45 dan ini adalah ulang tahun ke 59, untuk itu DPP IPKI ingin audiensi dengan Pimpinan Mahkamah Konstitusi untuk mencoba menanyakan tata cara dan prosedur kalau mau merubah UUD 45, seperti yang kita ketahui saat ini UUD 45 sudah 4 kali diamandemen, kita ingin tahu lebih banyak, Bagaimana sebenarnya tata cara tersebut agar kedepannya tidak salah dan tidak melukai maupun menghapuskan sejarah. Jadi jelas inti utama IPKI ingin bertemu dengan pimpinan MK RI karena satu-satunya lembaga independen dan exspert bidang tata negara dan konstitusi hanyalah MK, sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang Mahkamah Konstitusi. tentu merekalah tempat diskusi yang paling baik dan independen, tegasnya.

Permohonan audensi memang baru dua hari lalu diajukan, namun hari ini pimpinan MK sedang menuju Bima, serta yang lain sedang dalam persiapan menghadapi Sengketa Pilkada, namun pimpinan MK bersedia menerima audiensi dari DPP IPKI, kita akan meninggu waktunya, tambahnya.

Ketua Umum DPP IPKI, HM Bambang Sulistomo, SiP, MSi pada sejumlah wartawan di halaman kantor MK Merdeka Barat Jakpus. Menegaskan bahwa kehadiran DPP IPKI hari ini, ingin mengetahui tata cara dan aturan untuk merubah konstitusi, karena IPKI waktu itu terus mendorong Presiden Soekarno melakukan Dekrit Presiden 5 Juli, untuk itu dengan perkembangan Konstitusi saat ini IPKI ingin menanyakan kepada seluruh Pimpinan MK, Bagaimana tata cara prosedur dan untuk merubah konstitusi, hingga hari ini IPKI tidak melakukan penilaian materi atau belum akan melakukan uji materi pada Undang-Undang yang ada, namun ingin tahu tata cara prosedur perubahan konstitusi karena MK merupakan lembaga konstitusi yang independen dan paling tepat untuk itu kita ingin dialog. Mengingat peran MK serta perkembangan saat ini, tata cara mengganti konstitusi atau merubah itu seperti apa ?, kita ingin tahu tata cara merubah konstitusi tersebut, kita belum mengarah ke Uji Materi, tapi lebih ke Dialog, tegasnya.

HM Bambang Sulistomo juga mengaku bahwa IPKI akan selalu memperjuangkan tegaknya Pancasila dan UUD 45, kita ingin meneruskan semangat Pendiri IPKI, mesti hari ini belum diterima Ketua MK karena ada acara diluar Jakarta, namun pihak MK sedang mencari waktu audensi IPKI, dan Pimpinan MK telah menyatakan bersedia menerima IPKI, tambahnya. (Red)
Diberdayakan oleh Blogger.