ITL TRISAKTI SIAPKAN SDM, MENJAWAB TANTANGAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI DAN LOGISTIK

ITL TRISAKTI SIAPKAN SDM, MENJAWAB TANTANGAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI DAN LOGISTIK

Pemerintah Indonesia dibawah Kepemimpinan Presiden Jokowi, terus memacu Pembangunan di semua bidang, baik Infrastuktur, Ekonomi Kemasyarakatan dan Ekonomi Global, Pembangunan Waduk untuk Pengairan Pertanian maupun Perkebunan dan Perikanan Tambak, Pembangunan Budaya dan Semangat Cinta Tanah Air, dan Presiden Jokowi juga menantang seluruh Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta untuk membentuk Prodi-prodi baru yang mampu menjawab tantangan pembangunan tersebut, dan masyarakat Indonesia harus bersyukur jika hari ini telah lahir ITL Trisakti, dibawah kepemimpinan Rektor ITL Trisakti, Dr. Ir Tjuk Sukardiman, MSi, yang terus berupaya menjadikan Transportasi sebagai bagian dari ilmu Pengetahuan yang dapat mencetak tenaga ahli dibidang Transportasi dan Logistik.

Bidang pembangunan infrastuktur, baik sarana jalan darat, Perkerataapian/LRT/MRT, Tol Laut, Pelabuhan juga Bandar Udara, dan untuk menjawab tantangan penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) Anak-anak bangsa dalam pengelolaan serta pengoperasian termasuk desainer dan peneliti dibidang transportasi tersebut, kini Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti yang sebelumnya STMT Trisakti) bersama Kemenristek dan Dikti, melalui program studi Kebandarudaraan, Perkeretaapian, Kepelabuhanan dan Logistik, siap menjawab tantangan dalam penyediaan SDM Trasnportasi dan Logistik tersebut, bahkan 3 Prodi baru tersebut belum ada di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, kecuali di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti.

Menurut Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), Dr. Ir Tjuk Sukardiman, MSi., bahwa 48 tahun dalam mendukung pembangunan transportasi dan logistik, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti yang awal didirikan tahun 1970 dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti dan kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti, hingga saat ini berubah bentuk menjadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, adalah loncatan baru untuk memenuhi pasar tenaga kerja, melihat perkembangan industri transportasi dan Logistik yang kian cepat.

ITL Trisakti dalam upaya melakukan perencanaan besar bagi kemajuan ITL Trisakti, sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong bagi pencerdasan bangsa, dan menghasilkan tenaga ahli yang handal dan professional, memiliki komitmen meningkatkan mutu, diera pasar bebas ASEAN juga dalam meningkatkan daya saing serta mampu berkolaborasi dengan dunia industri serta berbagai perguruan tinggi, dan tetap mempertahankan spirit perjuangan, yang diwariskan para pendiri Yayasan Trisakti.

ITL Trisakti yang sebelumnya melahirkan tenaga-tenaga ahli dibidang Manajemen Transportasi dan setahun yang lalu telah menambah program Logistik, maka saat ini dengan telah menambah prodi Teknologi Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan, Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan serta Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Perkeretaapian, akan membawa ITL Trisakti ini mampu merespon dengan cepat menjawab kebutuhan tenaga Industri Transportasi dan Logistik, serta mampu mengembangkan akan apa yang dibutuhkan Pemerintah, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti juga diharapkan mampu memberikan kontribusi pemerintah, disaat Presiden Jokowi, tengah mengedepankan pembangunan transportasi untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional, tegas Dr Tjuk Sukardiman.

Permasalahan Transportasi darat

Banyak kasus-kasus di masyarakat yang viral di Medsos, seperti Petugas Polisi yang di derak DLLAJR, Oknum TNI yang melanggar lalu lintas dan tidak mau ditilang Petugas Polisi, Anak yang meremehkan petugas Polisi, Pejabat Negara maupun Artis yang ribut dengan petugas Polisi maupun Dishub di lapangan, serta kasus lain yang disebabkan penindakan manual seperti Tilang dan pemberian Surat Derak, seharusnya sudah mulai ditinggalkan menuju konvensional, karena penindakan langsung dapat menimbulkan “dendan damai”, sehingga uang denda yang seharusnya masuk ke kas negara, masuk ke kantong oknum, untuk itu penindakatan secara manual tersebut harus mulai ditinggalkan dengan pola penindakan hukum secara sistem informasi operasi digital/satelit berbasis data, melalui Intelijen Transportasi Sistem, dimana pelanggar lalu lintas akan terdeteksi secara otomatis hingga pembayaran denda yang akan ditagih ke alamat pemilik kendaraan, ilmu pengetahuan Intelijen Transportasi Sistem ini telah dikembangkan di ITL Trisakti.

Perkembangan pengiriman barang, termasuk ekspor-import dalam jumlah kecil atau perorangan kini telah dipermudah regulasinya, termasuk pengiriman barang melalui online merupakan perkembangan yang sangat pesat, belum lagi rencana perusahaan online yang akan memberikan fasilitas pengiriman paket menggunakan alat drone, ini merupakan tantangan bagi pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi teknologi transportasi yang semakin maju, inilah ITL Trisakti telah menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang profesional memiliki keahlian dibidang transportasi dan Logistik, sebagaimana prodi masing-masing keilmuan. Disinilah ITL Trisakti siap menyiapkan tenaga ahli dibidang transportasi khususnya transportasi darat, dengan mengikuti kemajuan sistem teknologi transportasi yang semakin maju dan canggih.

Kapten Deni Naywan, mewakili Prodi Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan ITL Trisakti menjelaskan, bahwa untuk Prodi Kepelabuhanan dengan gelar Insinyur (S1), akan di desain mampu menguasai Port Planner, Port sistem operasi dan Port engineering, dengan perkuliahan interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM), karena angkutan barang dunia 90% diangkut oleh angkutan laut, dimana 70%nya adalah angkutan Kontainer, tangker 29%, sementara Cargo hanya 5,5%, disinilah perlunya penyiapan SDM yang betul-betul menguasai angkutan barang kontainer, dimana para lulusan Kepelabuhanan akan mampu melakukan rekayasa konstuksi pelabuhan dan sistem operasi yang optimal, serta mampu merancang keseluruhan yang terkait dengan perdagangan interlain, untuk mendukung dunia industri, berupa pemenuhan bahan baku maupun pengiriman hasil industri. Kebijakan pembangunan pelabuhan di berbagai daerah juga harus menggunakan standar aturan arus dalam serta arus pelayaran kapal besar, pengelolaan pelabuhan harus dirancang sesuai dengan kapal-kapal tersebut, tegas Kapten Deni.

Ketua Prodi Kepelabuhanan Rahardjo juga menambahkan, bahwa selama ini pembangunan pelabuhan dilakukan oleh teknik sipil, pengoperasian kapal oleh teknik perkapalan dengan keahlian masing-masing, namun untuk Prodi Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan ITL Trisakti, akan mampu menguasai seluruh ilmu pengetahuan dibidang kepalabuhanan, mulai dari kondisi pelabuhan, kondisi mesin, jenis dan kondisi kapal, pengoperasian di lapangan. Seluruh disiplin ilmu kelautan akan dikuasai secara menyeluruh, sehingga untuk menjadi seorang ahli bidang pelabuhan tidak perlu belajar di lapangan sampai 30 tahun, namun cukup belajar di Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan ITL Trisakti, akan mampu menjadi tenaga ahli kepelabuhanan, paparnya.

Pada Prodi Teknologi Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan ITL Trisakti ini, juga merupakan satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang akan menyiapkan SDM Kebandarudaraan, dengan penguasaan teknik Bandar udara, karena yang prodi yang ada di perguruan tinggi lain lebih menitikberatkan konsentrasi ilmu wahana terbang serta perawatan pesawat maupun roket, sementara di ITL Trisakti dengan kekhasan Kebandarudaraan, para lulusan akan mampu menguasai seluruh ilmu kebandarudaraan, mulai dari engineering dan non engineering, bisnis bandara, Manajemen Bandara, Hukum Internasional, yang multi keilmuwan, sehingga lulusan siap kerja, melaksanakan regulasi bandara, siap merancang dan membuat rencana pengembangan bandara dengan mengacu pada sertivikasi Bandar udara internasional, bahkan para lulusan juga mampu menjadi peneliti pada keilmuwan Bandar Udara.

Inilah jawaban bagi Pemerintah dalam mendukung program Bandar Udara yang telah dibangun sebanyak 237 bandar udara diseluruh wilayah Indonesia, bahkan akan dikembangkan lagi 50 bandar udara baru, dalam percepatan pembangunan ekonomi maupun infrastuktur kebandarudaraan. Prodi Teknologi Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan ITL Trisakti akan mendukung penyediaan tenaga ahli dibidang transportasi udara bidang Kebandarudaraan, paparnya.

Ir Sumino, MM ketua Prodi Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan infrasuktur Perkeretaapian, juga menjelaskan, bahwa prodi baru di ITL Trisakti ini adalah bagian untuk menjawab pembangunan sarana perkerataapian, sebagai respon pembangunan perkerataapian di Indonesia, dimana selama ini tenaga ahli kereta api diampil dari keilmuwan lain, seperti engineering, mechanical, electrical serta keilmuwan lain, berabagai disiplin ilmu itulah telah mendorong Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Perkeretaapian ITL Trisakti untuk di teliti dan dikembangkan menjadi satu kesatuan ilmu dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian, sehingga nantinya para lulusan ITL Trisakti dengan Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian akan mampu mengoperasikan secara utuh ilmu perkeretaapian, mampu merancang/mendesain, dan melaksanakan regulasi bidang Perkerataapian, bahkan mampu menjadi peneliti dibidang ilmu perkeretaapian, sehingga lulusannya adalah Insinyur Perkeretaapian bidang Infrastuktur dan Lingkungan, sehingga kedepan tenaga ahli perkeretaapian seperti pengelolaan Kereta Api Cepat, LRT maupun MRT dapat diisi oleh SDM anak-anak bangsa Indonesia, tegas Ir Sumino, MM.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.