Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Ketua Yayasan Trisakti Mengukuhkan Senat, Warek dan Kaprodi Pada Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Ketua Yayasan Trisakti Mengukuhkan Senat, Warek dan Kaprodi Pada Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Bertempat di aula Institut Transportasi dan Logistik Trisakti ketua Yayasan Trisakti, Doktor Bimo Prakoso secara resmi melantik Ketua, Anggota Senat dan Wakil Rektor maupun Kaprodi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti). Bersamaan dengan acara tersebut juga dilantik Senat dan Wakil Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti juga Waket Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti, hadir dalam acara tersebut seluruh ketua Sekolah Tinggi dibawah Yayasan Trisakti dan mitra kerja ITL Trisakti.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Bimo Prakoso pada wartawan menjelaskan, bahwa Yayasan Trisakti mendukung penuh seluruh jajaran Sekolah Tinggi maupun Institut Trisakti yang berada dibawah naungan Yayasan Trisakti untuk terus meningkatkan kualitas akademik.

Dimana hari ini telah resmi beroperasinya Institut transportasi dan logistik Trisakti yang siap mencetak generasi penerus bangsa dalam pembangunan transportasi dan logistik Indonesia.


Saat ini ITL Trisakti telah menambah tiga Prodi baru yaitu di bidang Perkeretaapian, Kebandarudaraan dan Kepelabuhanan, ini membutuhkan kerja keras dan lebih profesional lagi, paparnya.

Kita sudah dikejar waktu dan ini sudah mulai penerimaan mahasiswa baru untuk itu mereka yang sudah disumpah diharapkan dapat bekerja dengan baik, dengan penuh amanah dan Yayasan Trisakti juga akan mendukung pembenahan didalam seluruk Sekolah Tinggi, yaitu agar mereka bekerja lebih baik, bahkan terbaik. sehingga bisa betul-betul nomor satu, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh industri-industri yang ada saat ini, ITL Trisakti juga telah bekerjasama dengan beberapa universitas di luar negeri maupun dalam negeri, sehingga para lulusan juga memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di kancah internasional. saat ini pemerintah di bawah Presiden Jokowi juga telah banyak membangun infrastruktur transportasi, untuk itu dalam pelayanan transportasi tersebut, juga dibutuhkan tenaga- tenaga yang profesional di bidangnya, untuk itu yayasan Trisakti mendukung ITL Trisakti untuk bekerjasama dengan universitas di negara-negara yang transportasi nya telah maju dengan baik, karena kita perlu belajar dari mereka sehingga dalam pengoperasiannya ke depan, tidak ada kesalahan dalam pengoperasionalannya, papar Dr Bimo Prakoso.


Hal yang sama juga diungkapkan Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Dr Tjuk Sukardiman, bahwa hari ini adalah pengukuhan pejabat tinggi di lingkungan sekolah tinggi dan Institut di bawah Yayasan Trisakti, prosesi pelantikan ini, adalah suatu tradisi dalam pengukuhan pejabat dilingkungan Yayasan Trisakti, dan kebetulan hari ini ITL Trisakti yang dianggap besar dan manjadi contoh, sebagai tuan rumah serta panitia pelantikan Senat, Warek juga Waket sekolah tinggi dibawah Yayasan Trisakti, tradisi ini akan terus dilestarikan dalam acara pengukuhan secara bersama-sama, sehingga kedepan kerjasama seluruh sekolah tinggi maupun Institut dapat berjalan lebih baik lagi, dalam mengembangkan sarana, prasarana, dosen juga kurikulum, untuk itu kita akan bekerja keras dalam mencetak tenaga ahli bidang transportasi darat, laut, udara, perkeretaapian dan logistik, ungkap Dr Tjuk Sukardiman. (Nrl)

Perdalam Intelligent Transport System, Mahasiswa dan DOsen ITL Trisakti Studi Banding Ke Taiwan

Perdalam Intelligent Transport System, Mahasiswa dan DOsen ITL Trisakti Studi Banding Ke Taiwan

Era teknologi Modern saat ini telah menuntut seluruh sistem transportasi untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang berkembang begitu pesat, apalagi Pemerintah Indonesia yang saat ini sedang berkonsentrasi dalam pembangunan infrastruktur transportasi darat, laut dan udara, telah mendorong jajaran akademika Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti) untuk dapat menyediakan sumber daya manusia yang ahli dibidang transportasi dan logistik, dan pada Jumat 23 Maret 2018, ITL Trisakti telah memberangkatkan 20 Mahasiswa dan Dosen untuk memperdalam ilmu transportasi, khususnya ilmu Intelligent Transport System atau ITS, ITS adalah integrasi antar sistem informasi dan teknologi komunikasi dengan infrastruktur transportasi, kendaraan dan pengguna jalan,

hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor IV, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, bidang Kerjasama dan Pemasaran, Dr Juliater Simarmata disela acara pembekalan Mahasiswa di Ruang Rapat Kampus Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, jalan IPN No. 2 Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Lebih jauh Dr Juliater Simarmata menegaskan, bahwa rasio jumlah kendaraan dengan petugas Kepolisian, khususnya Polisi lalu lintas sudah tidak berimbang, apalagi di jam padat, jumlah kendaraan khususnya di Ibukota Jakarta mencapai 3 juta kendaraan, sementara jumlah petugas sangat sedikit, sehingga pelanggara lalu lintas sudah tidak bisa dikendalikan bahkan sulit ditindak, disinilah Intelligent Transport System akan mengakomodir hal tersebut, mulai dari pengaturan lalu lintas, menindak pelanggaran lalulintas dengan sistem elektronik, penindakan hukum berlalulintas (Tilang) dengan cara manual sudah waktunya ditinggalkan, semua harus dilakukan dengan dengan sistem yang baik, yaitu dengan elektronik.

Nantinya dengan Intelligent Transport Sistem setiap pelanggaran lalu lintas seperti melanggar lampu merah, masuk jalur buswey, parkir di areal larangan parkir, lawan arus dan pelanggaran lain, akan terekam oleh sistem, dan pelanggar lalu lintas akan menerima tagihan ke rumah, ini kedepan akan membuat masyarakat semakin tertib dan dapat menekan adanya kebocoran keuangan di lapangan, karena denda harus dibayar melalui Bank atau e-money, tegasnya.


Pengiriman Mahasiswa dan dosen ini juga untuk mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia, program ini atas kerjasama Institut Transportasi dan Logistik Trisakti bekerjasama dengan ITS Taiwan beserta organisasi transportasi ITS Indonesia, dibawah pimpinan Ibu Noni Purnomo (Presdir Blue Bird Grub dan Dr Elly Sinaga), ini merupakan beasiswa kepada 20 mahasiswa dan 5 dosen Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, setelah memperoleh ijin perubahan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti menjadi Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, seluruh Mahasiswa dan Dosen ITL Trisakti juga akan mengikuti konferensi internasional mengenai Intelligent Transport System di National University Taiwan, Taiwan. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 24 Marat 2018 sampai dengan 1 April 2018.

Kegiatan yang dilakukan dalam konferensi tersebut di rangkai sedemikian rupa oleh penyelenggara dalam bentuk Lactating, Group Discussion, Expo dan Technical Tour. Lecture atau ceramah mengenai Sustainable Urban Transport Policy, New Generation of ERP in Singapore, dan Smart Mobility dan Liveable City. Setiap ceramah akan ditutup dengan diskusi kelompok. Selama ceramah dan diskusi akan ada Technical Tour yaitu mengunjungi Taipei Public Bike, Taipei Metro, Taipei High Speed Rail, Taoyuan Metro, Transportation Bus Station. Berbagai tema dari yang dikembangkan dan disajikan di dalam konferensi tersebut adalah mengenai. MaaS (Mobility as a Service) Development in Taiwan, ITS Smart City, Smart Highway dan Autonomous Vehicle. keynote dari konferensi ini benema Smart Mobility Development in Japan, sens Expo dengan tema-tema lainnya yang mendukung kegiatan Studi mengenai ITS.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut. diharapkan agar mahasiswa ITL Trisakti dapat menjadi pilar-pilar dan sumber ide bagi implementasi dan pengembangan teknologi dalam dunia transportasi dan Logistik. bukan hanya di Jakarta melainkan Indonesia, papar Dr Juliater Simarmata.

Mahasiswa ITL Trisakti, Novel Fathurahman (Prodi Manajemen Transportasi Udara) disela acara tersebut, pada wartawan mengungkapkan bahwa seluruh mahasiswa telah mempelajari alur transportasi, baik darat, udara maupun transportasi laut, semua disini saling berkaitan dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri, dan keberangkatan ke Taiwan ini adalah upaya belajar lebih jauh, sistem apa yang telah berjalan di Taiwan maupun di Indonesia, studi banding ini akan kita serap sejauhmana kelebihan sistem transportasi di Taiwan, hal tersebut akan kita pelajari dan kita kontribusikan bagi pembangunan sistem transportasi di Indonesia, hasil riset, studi banding serta Konferensi ini nantinya akan kita serahkan kepada Pemerintah Indonesia yaitu Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan melalui Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, paparnya. (PY)

Dukung Pembangunan Infrastruktur, ITL Trisakti Siapkan Tenaga Ahli Dibidang Transportasi dan Logistik

Dukung Pembangunan Infrastruktur, ITL Trisakti Siapkan Tenaga Ahli Dibidang Transportasi dan Logistik

Kebijakan Pemerintah yang meliputi pemerataan pembangunan nasional dan meningkatkan pertumbuhan wilayah kini Pemerintah terus membangun infrastuktur di seluruh daerah di Indonesia, bahkan kebijakan khusus adalah Pemerintah Pusat terus mendorong pada Pemerintah Daerah, untuk berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur di daerah-daerah, baik pembangunan Pelabuhan, Peti Kemas maupun Bandar Udara, bahkan Pemerintah Pusat juga memberikan kewenangan agar Pemerintah Daerah menggandeng investor untuk pembangunan Pelabuhan di wilayah masing-masing daerah, dan untuk mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) Dibidang Kepelabuhanan, Kebandarudaraan juga perkeretaapian, kini Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti (STMT Trisakti) telah mendapat ijin dalam pengembangan dengan beberapa prodi baru, dan telah berubah bentuk menjadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti atau disingkat ITL Trisakti.

Menurut Wakil Rektor ITL Trisakti, Dr Juliater Simarmata, bahwa selama ini pengelolaan pelabuhan maupun Bandar udara, dikelola oleh lulusan dari teknik sipil, namun kini dengan prodi di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti yaitu TEKNIK KELAUTAN, peminatan Kepelabuhan, TEKNlK/REKAYASA INFRASTRUKTUR & LINGKUNGAN dengan peminatan Perkeretaapian serta TEKNIK DIRGANTARA, peminatan Kebandarudaraan, maka mereka akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mulai dari pembangunan, pengelolaan, penguasaan teknologi hingga pengoperasian Pelabuhan, Bandara, Logistik maupun Perkerataapian, inilah visi dan misi Yayasan Trisakti, bersama Institut Transportasi dan Logistik Trisakti dalam memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara, dalam mencetak tenaga ahli dibidang Transportasi dan Logistik, untuk mendukung pembangunan Indonesia saat ini dan dimasa depan.

Melalui prodi baru Teknik kelautan dengan peminatan Kepelabuhan, Teknik Dirgantara dengan peminatan Kebandarudaraan, serta Teknik/Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan dengan peminatan Perkeretaapian ini, maka Mahasiswa akan mendalami multi disiplin ilmu transportasi, termasuk penguasaan aturan hukum internasional, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Transportasi yang terus berkembang pesat saat ini, bagaimana lulusan ITL Trisakti memiliki kompetensi khusus dan sertifikasi berstandar internasional, bahkan kerjasama dengan beberapa Universitas dalam dan luar negeri, kini ITL Trisakti telah mengirimkan mahasiswa maupun dosen ke beberapa Universitas di beberapa negara-negara yang penataan transportasinya lebih maju, melalui program joint Degree ke sejumlah universitas di Jepang, Belgia, China, Amerika, Australia, juga Malaysia, tegasnya.

Pada hari Senin, 26 Februari 2018, Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti secara resmi telah bertransformasi (perubahan bentuk) menjadi Institut Transformasi Logistik (ITL) Trisakti dengan menambah 3 (tiga) program studi baru. Penetapan perubahan bentuk diberikan melalui Keputusan Menristekdikti yang diserahkan oleh kopertis Wilayah lll Jakarta. Adapun maksud dari transformasi ini adalah agar tersedia program studi bidang transportasi dan logistik secara komprehensif sehingga lnsutut Transportasi dan Logistik Trisakti nantinya akan mampu menghasilkan tenaga ahli dibidang Transportasi dan Logistik di seluruh Indonesia.

Dengan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. maka bertambah juga program Studi yang ditawarkan. Adapun Program Pendidikan dan Program Studi yang tersedia pada Institut Transportasi & Logistik Trisakti adalah: 
1 MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA Diplima III,
2. MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT DIII
3. MANAJEMEN LOGISTIK DIII
4 MANAJEMEN, konsentrasi/peminatan Sarjana.
a. Manajemen Transportasi Udara (MTU) 
b. Manajemen Transportasi Darat (MTD) 
c. Manajemen Transportasi Laut (MTL) 
d. Manajemen Logistik (M.Log) 
5. L 0 G I S T l K (S.Log)
6. TRANSPORTASI (S.Tr)
7. TEKNlK/REKAYASA INFRASTRUKTUR & LINGKUNGAN, peminatan Perkeretaapian (ST).
8. TEKNIK DIRGANTARA, peminatan Kebandarudaraan (ST)
9. TEKNIK KELAUTAN, peminatan Kepelabuhan (ST)
10. MANAJEMEN TRANSPORTASI (Pascasarjana/ M.M.Tr)
Peminatan :
a. Manajemen Transportasi Udara (MTU) 
b. Manajemen Transportasi Darat (MTD) 
c. Manajemen Transportasi Laut (MTL) 
d. Manajemen Logistik (M.Log) 

ITL Trisakti percaya bahwa dengan perubahan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti menjadi Institut Transportasi & Logistik Trisakti maka diperlukan sumber daya manusia yang lebih mumpuni dengan semua kompetensi yang dibutuhkan di industry transportasi & logistik.(Nur)

Reuni Akbar Nasional Magister Hukum UIJ Tingkatkan Peran Alumni Dalam Membangun Kesadaran Hukum Di Masyarakat

Reuni Akbar Nasional Magister Hukum UIJ Tingkatkan Peran Alumni Dalam Membangun Kesadaran Hukum Di Masyarakat Bertempat di Aula Kampus Universitas Islam Jakarta (UIJ) pada Sabtu 17 Maret 2018 seluruh Alumni Program Pascasarjana Hukum UIJ menghadiri Reuni Akbar S2 UIJ.

Ketua Umum Iluni Magister Hukum UIJ Irjen Pol Drs. Tjetjep Agus Supriyatna,MM, yang juga PEJABAT SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN KETAHANAN NASIONAL Deputi Politik dan Strategi Dephan RI pada wartawan menegaskan, bahwa kebanggaan bahwa kita hari ini bisa berkumpul bersilaturahmi dari Angkaran pertama Hingga angkatan 19 dan telah berkarir di Pemerintah, DPRRI, DPRD, Hakim Agung, di Kementerian maupun Dinas serta di beberapa perusahaan dan sebagai Advokat. Potensi inilah yang akan kita maksimalkan dalam membantu masyarakat maupun kontribusi dalam memajukan UIJ.

Seluruh angkatan sekitar 1.300 Alumni Magister Hukum UIJ, Kita berharap seluruh angkatan bisa hadir, kedepan ilmu hukum yang kita miliki dapat kita kontribusikan untuk bangsa dan umat, meski kita berbeda pekerjaan, tapi kebersamaan ini untuk NKRI. Niat ini untuk kebersamaan dan keiklasan.

Ketua panitia Temu Akbar, Muhammad Iskandar disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa melalui reoni ini kita ingin menyamakan persepsi untuk bangsa dan umat, untuk itu kedepan lembaga ini akan kita perkuat untuk bisa memberikan sesuatu bagi bangsa dan negara, apalagi alumni Magister Hukum UIJ tersebar di seluruh Lembaga Negara, Pemerintah Daerah, DPR juga sebagai Advokat akan kita satukan untuk sumbangsih pada bangsa dan negara, paparnya.

Warek I UIJ, Prof Marhamah dalam sambutannya juga mengaku bersyukur bisa bertatap muka kembali dengan para Alumni Magister Hukum yang telah mengabdikan diri pada bangsa dan negara, ini ajang Silaturahmi yang akan memberikan manfaat lebih besar lagi buat alumni maupun almamater, ungkapnya.

Dekan Fakultas Hukum, Dr. Farhana SH.MH juga berterimakasih atas kagiatan Iluni Magister Hukum UIJ ini, reoni ini diharapkan dapat berkelanjutan, perkembangan program Fakultas Hukum dan Magister Hukum di UIJ terus membaik dan sampai saat ini Akreditasi B, dan hubungan dengan alumni juga terus bersinergi yang selalu terjalin dengan baik, program pembelajaran yang dulu banyak tatap muka, namun kini dengan teknologi baru, pembelajaran bisa dengan e-learning, kita terus mengembangkan kurikulum dan peningkatan kualitas dosen, tegasnya.

Brigjen TNI Hidayat Manau yang juga Hakim Agung juga mengaku bersyukur dengan ilmu hukum, sehingga pernah ditugaskan di peradilan militer, dan bisa masuk berkarir sebagai Hakim Agung di MA, dengan kompetensi yang baik saat menyelesaikan Magister Hukum UIJ, dengan S2 Ilmu Hukum telah menuntun tugas Hakim Agung, paparnya.(Rul)

Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru, STIH IBLAM Akan Berikan Beasiswa

Di era Globalisasi dan perkembangan teknologi serta IT, ternyata berdampak serius di semua sektor, untuk itu Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen IBLAM sebagai pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Hukum “IBLAM”, terus berupaya meningkatkan kualitas Akademikan di STIH IBLAM agar para alumni mampu berkompetisi dan mandiri dalam penegakan hukum di Indonesia.

Ketua Yayasan LPIHM IBLAM, Dr. H. Edy Susanto, S.H.,MH.,MA saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya menegaskan, bahwa Ilmu Hukum memiliki hubungan luas pada bidang ilmu yang lain, sehingga para lulusan Sarjana Hukum maupun Magister Hukum memiliki kesempatan yang luas di semua jabatan pekerjaan, bahkan untuk mandiri bisa berkarier di Advokat/Pengacara atau di Notaris, jadi lulusan Sarjana Hukum bisa bekerja di seluruh lini, misalkan Ekonomi ada Hukum Bisnis, di lingkungan ada Hukum Lingkungan, Dibidang Kedirgantaraan ada Hukum yang mengatur tentang Udara, Cyber, Hukum Agama, Hukum Tenaga Kerja dan Hukum selalu menempel pada setiap profesi, jadi Ilmu Hukum ini sangat fleksibel, sehingga dimana-mana membutuhkan Sarjana Hukum, untuk itulah STIH IBLAM tahun Akademik 2018-2019 ini akan membuka kesempatan pada Generasi Penerus Bangsa agar bisa berkarier serta menimba ilmu Hukum di IBLAM, bahkan kita akan berikan beasiswa bagi para Mahasiswa, baik yang memiliki Prestasi secara akademik maupun Non Akademik, bahkan bagi yang tidak mampu juga akan kita berikan beasiswa pengurangan biaya kuliyah, ini sesuai visi dan misi STIH IBLAM dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, ungkapnya.


Saat disinggung dengan telah diberikannya ijin Perguruan Tinggi Asing untuk beroperasi di Indonesia, Dr. H. Edy Susanto juga mengaku bahwa dirinya tidak takut bersaing, karena keputusan tersebut adalah keputusan pemerintah dengan maksud dan tujuan yang baik juga, agar perguruan tinggi di Indonesia dapat meningkatkan kualitas akademiknya, kita tetap patuh pada azas dan kebijakan pemerintah, namun demikian STIH IBLAM juga akan siap menghadapinya dengan persaingan yang baik, saya yakin kita siap untuk itu, apa yang terjadi kita tidak perlu protes, karena apa kebijakan pemerintah merupakan kebijakan yang diambil oleh para petinggi di Indonesia yang harus kita ikuti, STIH IBLAM yakin pendidikan dari luar belum tentu baik buat rakyat Indonesia, karena pendidikan asing mungkin dinilai baik untuk orang asing, sementara untuk orang Indonesia harus didasari dengan idiologi Pancasila, menjunjung tinggi Kebhineka Tunggal Ika-an, setia pada NKRI serta UUD45 bahkan perlunya nilai-nilai Aqlak dan Silaturahmi, jadi kita tidak perlu takut dengan Universitas Asing di Indonesia, sistem pembelajaran dan Kurikulum STIH IBLAM berpegang teguh pada Pancasila dalam membangun bangsa ini, sesuai kultur budaya bangsa Indonesia yang patriot, nasionalisme, paham kebangsaan dan siap Bela Negara, karena Kemerdekaan Indonesia tidak sertamerta dilakukan  oleh para Pejuang, tetapi Atas Rahmad Allah SWT, jadi kunci pokok kita semua adalah “Ibadah”, ungkapnya tegas.

Kaprodi S1 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Agnes Harvelinan, SH, LLM juga menjelaskan, bahwa pihaknya terus berupaya menjadikan STIH IBLAM, menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Terbaik di Jakarta dengan standar internasional, bahkan mulai 6 Maret telah membuka kesempatan bagi para Lulusan SMA/K untuk meneruskan ke jenjang Sarjana S1 bidang Ilmu Hukum dengan gelar Sarjana Hukum (SH) maupun para lulusan S1 Ilmu Hukum untuk bisa meneruskan ke jenjang Pasca Sarjana Magister Hukum (MH) di STIH IBLAM.

Bagi calon mahasiswa STIH IBLAM, untuk Tahun Akademik 2018 – 2019 ini, bisa mendaftar langsung ke 2 kampus, yaitu Kampus A berada di jalan Kramat Raya, No.25 Senen, Jakarta Pusat dengan telpon (021-21392851) atau ke Kampus B di Jalan Raden Sanim, No.99 Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok dengan telpon (021-7764310) pendaftaran telah dimulai sejak tanggal 6 Maret dan akan ditutup pertengahan Agustus, dimana penerimaan Mahasiswa Baru dibagi dalam dua gelombang, untuk gelombang pertama dibuka Maret sampai Juni, dan gelomban ke dua, mulai Juli sampai Agustus, bagi calon mahasiswa program Sarjana maupun Pascasarjana, juga bisa melakukan pendaftaran melalui online di www.iblam.ac.id.

Untuk calon mahasiswa baru STIH IBLAM, bisa memilih kelas Reguler maupun kelas Karyawan, ini untuk memberikan kesempatan pada mereka yang telah bekerja namun ingin melanjutkan studi lanjut dibidang ilmu hukum, baik program Sarjana maupun Pascasarjana Magister Hukum, dimana untuk program S1 Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Bisnis dan Praktisi Hukum, dengan biaya yang sangat terjangkau, bahkan bisa dengan cara diangsur tiap bulan Rp. 400.000,- bahkan bagi mereka yang kurang mampu, namun yang memiliki rata-rata nilai raport 8, atau nilai UN 8 akan memperoleh beasiswa khusus dari Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen IBLAM, ini semua dilakukan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya pada Generasi Penerus Bangsa untuk menyelesaikan Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum di IBLAM, tegas Agnes Harvelinan, SH, LLM yang juga lulusan salahsatu Universitas di Australia ini. (Py/NK)

Kembangkan Wisata Kuliner, STP Trisakti Gelar Sarasehan Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu

Kembangkan Wisata Kuliner, STP Trisakti Gelar Sarasehan Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu

Sagu adalah tanaman asli Indonesia yang tumbuh dari Sabang sampai Merauke dengan potensi yang sangat besar, namun hingga saat ini pengolahan sagu maupun produk makanan olahannya masih sangat terbatas dan belum dikelola dengan baik, untuk itu Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) menggelar Sarasehan, guna mengajak seluruh pemerintah daerah untuk bersama-sama mengembangkan pangan berbahan dasar Sagu, acara tersebut juga dihadiri 6 Kepala Daerah Kabupaten maupun Dinas terkait, yang memiliki potensi Sagu yaitu, Meranti, Sangier, Halmahera Tengah, Pasang Kayu dan Halmahera Tengah, bahkan juga Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan serta Dinas Pariwisata.

Menurut Dr Sapta Rini Wulan, Kepala Departemen S1 dan S2 STP Trisakti yang juga moderator Sarasehan menjelaska, bahwa pihaknya sengaja mengangkat bahan dasar Sagu, karena potensi Sagu khususnya di daerah Indonesia bagian timur yaitu di Papua Maluku dan Sulawesi, pengembangan potensi lokal Sagu tersebut belum maksimal, dimana potensinya mencapai 6 juta hektar dengan produktivitas antara 150 hingga 300kg per-pohon, bahkan Pohon Sagu yang tumbuh di hutan liar mampu menghasilkan 800Kg pati kering perpohon, ini suatu anugerah Tuhan bagi masyarakat Indonesia yang luar biasa.




Pohon Sagu juga merupakan tanaman yang tahan terhadap hama, tidak terpengaruh oleh kemarau maupun banjir, tanaman ini juga tidak perlu dirawah secara khusus seperti di pupuk, namun dapat tumbut alami tahan terhadap cuaca, namun demikian hingga saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, mesti penghasil terbesar di Papua dan Sulawesi namun produktivitas yang besar justru di Kabupaten Meranti, Provinsi Riau, inilah dengan Sarasehan ini diharapkan daerah-daerah yang memiliki potensi tanaman Sagu dapat mengembangkan potensi tersebut, saya yakin semua daerah telah mengembangkannya baik areal tanaman Sagu, maupun pengolahan tepung sagu dan kulinernya, apalagi Kabupaten Meranti telah memperoleh penghargaan Rekor MURI yang telah mengembangkan hingga 600 jenis makanan, inilah kita ingin berbagi untuk pengembangan sagu, kita ingin sharing dan STP Trisakti akan mendorong pemanfaatan Tepung Sagu dalam olahan produk kuliner nasional maupun internasional, papar Sapta Rini.



Pengurus Harian STP Trisakti, Drs I Gusti Putu Laksaguna, CH, MSi dalam sambutannya mengaku menyambut baik kegiatan Sarasehan ini, karena acara sangat penting, bagaimana mengenalkan pangan lokal yang terbuat dari sagu ini nantinya bisa di sajikan dilingkungan hotel-hotel di Indonesia, dan melalui kajian-kajian akademis yang baik di STP Trisakti, nantinya menu-menu dari bahan dasar Sagu bisa diterima di Kancah internasional, saya yakin hal ini bisa terlaksana, karena orang-orangnya adalah mereka yang ahli dibidangnya, dan inilah tantangan terbesar bagi rakan-rekan di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti untuk mengembangkannya, bukan saja menarik tetapi sajian menu bisa diterima secara nasional maupun internasional, tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati, SE,MM bahwa Sarasehan Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu ini sengaja kita angkat sehari menjelang Seminar Internasional, karena kita ingin mengangkat produk makanan lokal berbahan dasar Sagu, dahulu makanan berbahan dasar Sagu hanya beberapa saja, namun dengan tantangan untuk mengembangkan makanan berbahan dasar Sagu kini telah bisa kita kembangkan inovasinya, dengan membuat produk-produk berbahan sagu, makanan lokal ini kedepan diharapkan bisa mendunia serta mengangkat bangsa ini demi NKRI, ungkapnya.(Nrl)
Diberdayakan oleh Blogger.