GM SRIWIJAYA DAN LASKAR SRIWIJAYA MENDUKUNG SEPENUHNYA KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM SEMUA MASALAH

GM SRIWIJAYA DAN LASKAR SRIWIJAYA MENDUKUNG SEPENUHNYA KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM SEMUA MASALAH DI NEGERI INI

Generasi Muda Sriwijaya Sebagai Organisasi Kepemudaan tingkat Nasional di Indonesia serta Ormas Laskar Sriwijaya telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk mendukung penuh setiap kebijakan Pemerintah dalam kebijakan Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial serta Budaya, hal tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pembina GM Sriwijaya yang juga Ketua Umum Ormas Laskar Sriwijaya, H Sadek Suloso Hasby, mengingat banyaknya muncul masalah-masalah baru, yang sebelumnya tidak ada, berikut petikan wawancara dengan Bung H Sadek Suloso Hasbi.

Melihat situasi dan kondisi yang dihadapi bangsa, menurut Bung Sadek, Masalah-masalah apa saja yang di soroti saat ini ?

Sadek Suloso Hasby :  sebelumnya saya ingin jelaskan apa itu GM Sriwijaya dan Laskar Sriwijaya, dimana GM Sriwijaya berdiri pada 1 Juni 1996, dan mendapat restu dari Menpora dan Depdagri, berazaskan Pancasila dan azas Spiritualnya adalah Undang-Undang Dasar 1945, dan dilantik LVRI Sumatera Selatan, oleh sebab itu menanggapi gonjang-ganjing pro kontra atas diputarnya Film G30S PKI, saya mendukung penuh Film tersebut terus diputar diseluruh wilayah Indonesia, maupun Telavisi, kalau Film tersebut diputar maka akan kelihatan siapa sebenarnya yang bersalah dalam masalah tersebut, seluruh Generasi Muda, Pelajar maupun Mahasiswa sebaiknya mengunjungi Museum Pancasila Sakti di Lubang Buaya Pondok Gede, disanalah tercatat dalam sejarah gerakan-gerakan PKI dari 1926,1948 sampai 1965, dan beberapa peristiwa sejauh mana keganasan mereka, itu sebabnya perlu di ketahui oleh Generasi Muda, dan Pancasila adalah harga mati, kalau tidak ada Pancasila maka bisa timbul peristiwa seperti Rohingnya, seperti Daerah lain di dunia, dimana bisa timbul bentrokan antar suku maupun Agama, oleh sebab itu sekali lagi saya tegaskan, Pancasila adalah Harga Mati, karena kalau tidak ada Pancasila maka tidak ada ketentraman di negari ini.

Pro Kontra Film tentang G30S PKI, bagaimana pandangan Bung Sadek ?

Sadek : menurut saya seluruh intelijen Kepolisian maupun TNI, apakah itu BIN, BAIS, Intel Kodim, Korem, Kodam supaya mencatat serta mendeteksi dini komentar-komentar yang mengucapkan keberatan atau yang lain, hal tersebut membuktikan bahwa mereka adalah simpatisan PKI, sudah jelas gerakan itu didukung oleh Komunis Luar Negeri dan digerakkan oleh Partai Komunis di Indonesia, kalau hal tersebut tidak di ketahui oleh Pelajar, Mahasiswa dan Generasi Muda Indonesia, maka hal tersebut bisa timbul kembali, saat ini mereka menggunakan dalih Akademis, penelitian, pelurusan maupun yang lain, pada akhirnya mereka akan mencabut Tap MPR yang melarang ajaran PKI, ini akan jadi masalah baru di negeri ini, jika PKI timbul kembali, karena akan terjadi lagi pertumpahan darah di negeri ini, karena sasaran mereka adalah Angkatan Darat dan Islam, jadi dalam paham Komunis itu tidak baik, karena mereka menghalalkan fresex, tiada Tuhan, Duit itu Racun dan yang lain yang semuanya dilarang Tuhan.

Menyangkut Perpu Ormas yang juga menjadi Pro Kontra, bagaimana pandangan Bung Sadek ?

Sadek : Perpu Ormas ini juga adalah peraturan pengganti Undang-Undang, diamana kondisi saat itu sudah jelas-jelas kondisi di lapangan, sudah jelas komentar-komentar Pidato/Orasi, sudah jelas rencana mereka, bahkan dalam Dasar Organisasi tersebut bukan Pancasila, Kita sudah sepakat dari 1945 hingga hari ini bahwa Pancasila adalah Harga Mati, jadi kalau ada yang mencoba mengganti azas Pancasila maka akan menghancurkan negeri ini, karena kalau tidak ada Pancasila maka di Indonesia bisa terjadi bentrokan antar Agama maupun antar Suku, ini berarti kehancuran NKRI, apakah kita mau bangsa ini hancur ?, oleh sebab itu siapapun yang mencoba menolak perpu tersebut, bisa jadi mereka adalah anti Pancasila, dan harus perlu di catat, siapa-siapa mereka ?

Sebenarnya siapa-siapa saja musuh bangsa dan negara ini ?

Sadek : Musuh-musuh Negara saat ini pertama adalah Terorisme, yang sekarang beraliansi dengan ISIS, dengan faham radikal, dengan faham Jihad yang tidak berdasar, maka akan menimbulkan kerusakan dimana-mana di Republik ini, jika terjadi kerusakan itu menunjukkan disana tidak ada keamanan, dan situasi yang kondusif, sehingga mengganggu perekonomian dan bidang lain, musuh Negara kedua adalah Narkoba, karena saya melihat Narkoba bukan lagi Oknum yang mengendalikannya, karena diatas 1 Ton itu uangnya mencapai 1 Trillyun, ini berarti ada kekuatan asing, ada Negara luar yang sudah bermain dengan sasaran Generasi Muda, kalau perlu seluruh aparatur, TNI/Polri hingga Wakil Rakyat, agar mengkonsumsi Narkoba, itu yang mereka kehendaki, karena mereka sekarang sudah menguasai jaringan ekonomi, menguasai seluruh pantai bahkan tanah, sehingga tinggal satu langkah lagi mereka akan menjajah negeri ini. Ketiga adalah Komunisme, mereka dengan segala cara, apakah dengan propaganda, dengan segala akal mereka akan memperjuangkan Negara Komunis di negeri ini, oleh sebab itu siapapu yang berkuasa di negeri ini harus betul-betul waspada, dan saya minta Presiden dan DPRRI agar membuat payung hokum bagaimana caranya agar TNI bisa turut dalam penangkalan Terorisme, radikalisme, Narkoba dan komunisme, kalau TNI tidak dilibatkan maka Polri akan kewalahan menghadapi musuh-musuh bangsa itu, dan sesuai Sumpah Prajurit dan Sapta Marga mereka memang ada hak untuk diberikan tanggungjawan di negeri ini, dengan kata lain turut menangkal musuh-musuh bangsa, yang keempat adalah kolonialisme dan imperialisme gaya baru, ini adalah suatu sistem dimana biasanya mereka menanamkan antek-anteknya untuk mengacaukan di dalam, kemudian memberikan bantuan Financial untuk menggerakkan seluruh organisasi terselubung dan pada gilirannya mereka merencanakan mencaplok negeri ini, mereka akan menjajah negeri ini.

Apa sumbang sarang Bung Sadek pada Pemerintah dalam menghadapi kondisi saat ini ?

Sadek : Pertama-tama kita seluruh eleman bangsa ini memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk melaksanakan seluruh program-programnya, dan kita harus mendukung program Pemerintah tersebut, kedua kita pahami dulu, dimana bangsa ini dirintis, direbut, ditegakkan oleh Tentara Rakyat, BKR, TKR yang saat ini menjadi TNI, agar TNI bisa mendukung POLRI dalam menangkal seluruh bahaya maupun musuh bangsa, seperti Terorisme, Komunisme, Radikalisme, Narkoba dan Kolonialisme, kita yakin yang menggerakkan Bandar Narkoba sudah Negara, sudah 3 negara berkolaborasi untuk memasuk Narkoba ke Negeri ini dan sasarannya adalah menghancurkan Generasi Muda, saat bangsa ini hancur dengan Narkoba maka mereka akan menyerang negeri ini, yang saya perkirakan akan terjadi pada tahun 2020. Saat ini ada 50 juta generasi muda yang harus di rehabilitasi, belum lagi yang masih mengkonsumsi narkoba, belum lagi pantai-pantai, perkebunan hingga pegunungan yang sudah di kuasai asing, akibat UU No.12 tahun 2007 tentang Kewarganegaraan, UU tersebutlah yang memberikan kewenangan kepada bangsa asing seluas-luasnya di negeri ini, dan sekarang sudah banyak Oknum yang menjadi antek asing dan bekerjasama untuk mencaplok negeri ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.