Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Tingkatkan SDM Pariwisata, Pemkab Majene Sulbar MoU Dengan STP Trisakti

Tingkatkan SDM Pariwisata, Pemkab Majene Sulbar MoU Dengan STP Trisakti


Kabupaten Majene sebagai salah satu dari 5 Kabupaten dalam wilayah Propinsi Sulawesi Barat dengan panjang pantai 125 Km yang terlatak di pesisir pantai Sulawesi Barat memanjang dari Selatan ke Utara dengan luas 947,84 Km. dan terdiri terdiri dari 8 Kecamatan yaitu Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammero’do Sendana, Tubo Sendana, Malunda dan Ulumanda, yang meliputi 40 desa dan kelurahan, terus berupaya melakukan pembangunan di semua sektor, dan salahsatunya adalah “Sektor Pariwisata”, dan untuk membangun SDM Pariwisata, pada Kamis (28/9) bertempat di Aula Kampus STP Trisakti, Bupati Majene, Dr H Fahmi Massiara, MH melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Disela MoU tersebut, Bupati Majene, Dr H Fahmi Massiara, MH pada wartawan menjelaskan, bahwa Pemkab Majene juga mengajak jajaran Universitas Sulawesi Barat untuk bisa bersama-sama STP Trisakti untuk membangun Kabupaten Majene, karena di Majene memiliki potensi Wisata yang cukup baik, apakah itu Wisata Bahari, Wisata Alam maupun Wisata Budaya, sementara disisi Sumber Daya Manusia bidang Pariwisata masih rendah, untuk itu kami ingin ada penguatan pada SDM Pariwisata, dan berharap Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang sudah lama secara professional membentuk tenaga trampil dan ahli dibidang Pariwisata, untuk bisa berkontribusi dalam peningkatan SDM Pariwisata Kabupaten Majene.

Dengan MoU ini diharapkan juga ada kelanjutan dalam pembinaan desa-desa Wisata di Majene, Sulbar, seperti apa pengembangan yang baik dan menjadi daya tarik wisatawan, ini butuh pemikiran dan sumbang saran dari para pakar, tenaga ahli dibidang Pariwisata, baik fisik, kegiatan-kegiatan wisata maupun SDM, serta turut membantu memasarkan ke luar Sulawesi Barat, sehingga akan banyak kunjungan wisatawan asing maupun domestik ke Maneje, sebagai Bupati yang baru menjabat 1 tahun dengan Visi, Terwujudnya Kabupaten Majene yang Profesional, Produktif dan Proaktif ( MP3 ), H Fahmi Massiara, berharap Sektor Pariwisata juga bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun pembangunan di Kabupaten Majene, untuk itu kami terus membangun kerjasama dengan semua pihak, khususnya lembaga pendidikan tinggi STP Trisakti, dan kami berharap akan segera dilakukan peninjauan/kunjungan untuk melihat kegiatan budaya tradisi masyarakat Majene, melihat potensi alam dan potensi bahari, kami sangat berharap ada masukan-masukan dalam pengembangan kepariwisataan yang ada, tegasnya.

Sementara Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati ,SE,MM juga mengaku bersyukur dengan MoU ini karena, karena ini suatu hal yang sangat luar biasa, karena bertepatan dengan acara Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pariwisata, serta dihadiri oleh Perwakilan dari Kopertis Wilayah III Jakarta serta hadir seluruh Pembina dan Pengurus Yayasan Trisakti, bahkan Alumni STP Trisakti juga hadir dan siap mendukung pengembangan kuliner di Majene.


MoU dengan Kabupaten Majene, Sulbar ini juga tindaklanjut dari MoU yang sebelumnya sudah dilakukan Sekolah Tinggi Manajemen dan Transportasi Trisakti (STMT), dan Perwakilan STP Trisakti telah melakukan pemotretan disana, dan STP Trisakti juga akan terus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Majene juga akan mengirimkan PNS untuk focus belajar Pariwisata di STP Trisakti, pembelajaran online yang sudah terakreditasi juga diharapkan akan membantu proses pembelajaran jarak jauh, papar Fetty Asmaniati ,SE,MM.(Nrl)

Pengukuhan Prof Dr. Anak Agung Gde Agung sebagai Guru Besar Pariwisata Di STP Trisakti

Pengukuhan Prof Dr. Anak Agung Gde Agung sebagai Guru Besar Pariwisata Di STP Trisakti


Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang digelar Kamis, 28 September 2017 di Aula Kampus STP Trisakti, telah mengukuhkan Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung sebagai Guru Besar pada bidang Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, hadir dalam Pengukuhan tersebut, Koordinator Kopertis Wilayah III yang diwakili Drs. Noersal, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti Harry Tjan Silalahi, Ketua Yayasan Trisakti Dr Bimo Prakoso serta jajaran Pengurus Yayasan Trisakti yang lain, serta seluruh Ketua Sekolah Tinggi dilingkungan Yayasan Trisakti.

Dalam sambutannya, Koordinator Kopertis Wilayah III, Illah Sailah yang dalam sambutannya dibacakan oleh Drs. Noersal (Kabid Akademik, Kemahasiswaan dan Ketenagaan) menegaskan, bahwa Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung, adalah Guru Besar Pariwisata Pertama di Kopertis Wilayah III Jakarta.

Menurutnya, penobatan Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pariwisata di STP Trisakti, merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Kopertis Wilayah III. “Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung adalah urutan ketiga dosen yang dianugerahi gelar professor atau guru besar melalui jalur Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) di Indonesia.”.

NIDK adalah Nomor Induk yang diberikan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk dosen yang bekerja paruh waktu atau dosen yang bekerja penuh waktu tetapi satuan administrasi pangkalnya berada di instansi lain dan diangkat perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja, paparnya.

Sementara pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung juga menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Tri Hita Karana yang berarti tali tak terputuskan dalam konversi budaya, alam dan pariwisata. Gde Agung menyatakan bahwa budaya dan alam seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Ketika keduanya dijaga dengan baik, mereka bisa bertahan. Falsafah Tri Hita Karana yang berasal dari Bali, katanya menekankan keseimbangan yang sakral dalam hubungan manusia dengan dunia manusia, dunia alam, dan dunia spiritual untuk mencapai kedamaian, falsafah itu bisa berkembang jika agama tidak tergerus dan tetap kuat. Hal ini karena melalui agama masyarakat diajarkan mempratikkan tingkah laku yang baik. Hal senada dinyatakan L Jan Slikkerveer, Guru Besar Universitas Leiden yang juga sebagai promotor Prof Anak Agung. “Falsafah Tri Hata Karana turut berkontribusi dalam memelihara keunikan dan keragaman warisan budaya Bali” ujarnya. Dia melakukan penelitian yang menunjukkan konsep Tri Hita Karana ada di Indonesia. Metodologi Slikkeveer digunakan oleh Gde Agung dalam penelitiannya mengenai Tri Hita Karana. Gde Agung juga mengatakan, pemfokusan obyek-obyek budaya sesuai ciri khas daerah perlu direncanakan sebelum dibangun. “Ada wacana untuk membangun sirkuit mobil F1 di Bali, padahal ini tidak sejalan dengan budaya di sana. Lalu rencana reklamasi di Benoa,” katanya. Dia mengatakan, Bali dapat dibuat sebagai tempat wisata orientasi budaya, Jakarta orientasi olahraga, dan Bunaken orientasi alam.

Disampaikan oleh L Jan Slikkerveer, bahwa Prof. Anak Agung Gde Agung merupakan salah satu dari 8 orang di dunia yang prasastinya terdapat di Leiden University. 8 Orang yang prasastinya tersmpan di Leiden University selain Anak Agung Gde Agung diantaranya Nelson Mandela dan Albert Einstein. Patutlah berbangga bangsa Indonesia.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati ,SE,MM juga mengapresiasi Kemenristek Dikti serta Kopertis Wilayah III Jakarta yang telah memberikan keputusan kenaikan jabatan akademi Prof Anak Agung Gde Agung, sehingga STP Trisakti saat ini memiliki 2 Profesor dibidang ilmu Pariwisata, dan memiliki dosen dengan nomor induk khusus yang ke 3.


Hari ini merupakan momentum yang sangat kita syukuri, semoga dengan pengukuhan guru besar ini semakin meningkatkan peran dan fungsi perguruan tinggi, serta memberi semangat dosen-dosen STP Trisakti untuk mencapai gelar Guru Besar, menjadi Guru Besar bukan akhir pencapaian seorang dosen, tetapi justru menjadikan semangat dan senantiasa membangkitkan inspirasi baru, guna menghasilkan karya-karya yang brilyan dan bermanfaat bagi masyarakat luas, ungkapnya. (Nrl)

Tuti Kanta Hadiri Undangan Gitaris Sjahrul G Bajumi

Tuti Kanta Hadiri Undangan Gitaris  Sjahrul  G Bajumi


Artis Ibukota yang Ngetop dengan lagu-lagu Duet bersama Koes Plus serta A Riyanto, Tuti Kanta beberapa hari lalu hadir di kediaman Gitaris Kondang, Sjahrul G Bajumi dibilangan Mutiara Hijau Jakarta Selatan, pertemuan Musisi Era 80an dengan Vokalis yang sukses mengukir prestasi di Jerman tersebut, juga mengenang kembali lagu lawas dengan bernyanyi bersama di Studio yang dihiasi lebih dari 240 Gitar Fender berbagai jenis dan variannya.

Disela kunjungan ke Markas Arulan Band tersebut, Tuti Kanta mengaku ingin kembali membuat album di Indonesia, kerinduan di hiburan musik Indonesia timbul setelah banyak bertemu dengan rekan dan sahabat Musisi maupun Vocalis yang dahulu bersama-sama meremaikan kancah musik di tanah air.

Saat meramaikan jagad hiburan di Indonesia, Tuti Kanta yang memiliki nama panjang “Tuti Rusmini Kanta Zaini” merintis karir dari kampung halamannya, di Prabumulih, Sumatera Selatan sebagai penyanyi Festival, kemudian melangkah ke Ibukota Jakarta tahun 1982 menjadi penyanyi di Pub-pub & Hotel berbintang, seperti: Borobudur, Mandarin, Sahid Jaya (sekarang bernama Grand Sahid Jaya), Aryaduta, Mandarin (sekarang bernama Mandarin Oriental), dll. Dan akhirnya masuk dapur rekaman dibawah binaan Paul Irama serta berkesempatan Duet bersama “Yon Koeswoyo” menyelesaikan Album Perdana “Satu Kita Takkan Berpisah”.

Kesempatan lain untuk meramaikan dunia musik tanah air, Tuti Kanta mengukir prestasi dengan beberapa album, seperti Satu Kita Takkan Terpisah- Album Tuti Kasta (duet Yon Koeswoyo) - Remaco/1982, Mata Keranjang/Cipt.Roger W- D/D Record/1982,  Album ASEAN Populer Song Festival Madah Cinta/Cipt.Melky Goeslow & Massito (duet Melky Goeslow) Virgo Ramayana/1883, Cintaku Karena Cintamu/Cipt. – D/D Record/1984. Jumpa Kawan Lama/Cipt. A Riyanto- Arco/1985, Resah/cipt. Arie Wibowo – RCA/1987, Jejak-jejak Sepatu/Cipt. Youngky RM (duet Wahyu OS) – Blackboard/ 1988/-1989 serta Album Kompilasi Bintang Rock Indonesia berjudul ‘Cinta Remaja/Cipt.Donny Fatah – 1989/1990.

Tuti Kanta mengaku, bahwa darah seni yang dialiri ketubuhnya berasal dari kedua orang tuanya, ayahnya (abah) M Kanta & ibunya Hasnah adalah pelantun ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan baik. Suaranya yang merdu menurun kepada anak-anaknya yang terlibat didunia seni, namun kesempatan mengembangkan Talenta di dirinya, akhirnya Tuti Kanta berkarier di Industri Musik Indonesia.

Nasib berkata lain, Usai menikah dengan pujaan hati Erland Zaini yang berdomisili di Hamburg Germany, Tuti Kanta hijrah ke Jerman mendampingi suami, sebagai seseorang yang berjiwa seni meski tinggal di negeri orang, Tuti Kanta tetap menekuni entertain, hingga terus mengukir prestasi dan berkarya di Jerman, bahkan masuk di Grub Band ternama di Jeman yaitu “Kentucky Band”, serta berkesempatan show keliling Eropa dan Asia. Saat ditemui Wartawan di Studio Arulan Band, Tuti Kanta mengaku telah memperoleh tawaran Show serta pembuatan Album terbaru, namun semuanya masih proses, ungkapnya.

Sementara Pendiri dan Pimpinan Arulan Band, Sjahrul  G Bajumi mengaku bangga dengan karier yang dirintis Tuti Kanta, meski di negara orang namun mampu berkarier di Musik dan mensejajarkan diri dengan artis negara Jerman, dan dirinya sengaja mengajak untuk mengenang kembali tembang lawas bersama Arulan Band yang berdiri tahun 1960, namun hingga saat ini masih eksis menghibur pecinta musik tanah air.

Diakuinya Arulan band personilnya semua komit menjadikan musik sebagai bagian dari hidupnya, dengan personil Sjahrul G Bajumi (Gitar) Wibisono (Bass) Jarzuk (Organ/Keyboard), Lion (Vocal), Richard (Gitar) dan Isa Tartiasa (Drum), sebagai Musisi yang saat ini sudah cukup berusia, berharap pada Musisi dan Vocalis muda untuk bisa menggali Musik Tradisional dengan lagu-lagu daerah, dimana Indonesia memiliki banyak aliran musik tradisional yang bisa di gali dan dikembangkan, tegas Sjahrul Bajumi.

Saat disinggung Koleksi gitar di Studionya, Sjahrul Bajumi mengaku bahwa koleksi gitar tidak kurang 243 gitar Fender berbagai jenis dan variannya, banyak jura Gitar Milik Musisi Dunia yang dibelu dengan harga yang cukup tinggi, hobinya ini berawal saat dirinya pergi studi ke Amerika Serikat di tahun 1964. Arulan, bandnya saat itu sedang mengalami vakum, ditambah lagi ayahnya Sjahrul, yang seorang pengusaha ternama dari Sumatera Selatan melihat kondisi Indonesia sedang bergejolak. Sjahrul pun meninggalkan Arulan dengan lima set alat-alat bandnya, namun sayang ke 5 Set Gitar tersebut saat usai menyelesaikan Studi, semuanya sudah hilang entah kemana, akhirnya dirinya dendam dengan mengumpulkan Gitar Fender dari waktu ke waktu, dan menjadikan koleksi pribadinya.

Dan 90 persen dari ratusan gitar Fender koleksinya didapat dari negara asal gitar tersebut, yaitu Amerika Serikat. Harganya pun cukup bervariasi, dari yang termurah seharga 3000-4000 US dolar, sampai termahal yang harganya mencapai 93.000 US dolar. Bahkan ada bungkus gitar yang seharga 4000 US dollar. Mahalnya harga, karena Sjahrul mengatakan gitarnya ini merupakan limited Editon yang diproduksi di tahun 1950-an, jadi bisa dibayangkan gitar semacam ini hanya ada sedikit di dunia.


Hampir semua tipe yang dikeluarkan oleh Fender ada dikoleksinya, misalnya saja Fender Stratocaster , Telecaster, Jazz Master, Jaguar, Fender Hollow, Akustik 6 dan 12 string hingga elektrik 12 string dari berbagai tahun pembuatan ada dalam katalog koleksinya, Bahkan gitar telecaster tahun 1956 asli Leo Fender pun dikoleksinya.(Nrl)

Sadek SH : Sumbang Saran Pokok-pokok Fikiran Sriwijaya Dalam Menghadapi Masalah Bangsa Indonesia

Sadek SH : Sumbang Saran Pokok-pokok Fikiran Sriwijaya Dalam Menghadapi Masalah Bangsa Indonesia


Jakarta, SP
Menyoroti banyaknya permasalahan di negeri ini, Wartawan Media Cetak, Radio dan Online mencoba mewawancarai Tokoh Sriwijaya yang juga Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Sriwijaya, Ketua Umum Laskar Sriwijaya yang juga Alumni Lemhannas Pimpinan Pemuda Indonesia DPP KNPI 2009, serta Anggota Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI, berikut ungkapan Sadek Suloso Hasbi.

Sumbang saran pokok-pokok fikiran Siriwjaya dalam menghadapi masalah bangsa Indonesia saat ini, yang pertama adalah masalah "Narkoba", menurut sinyalemen kami, Narkoba dipasok oleh 4 negara yang berkolaborasi menghancurkan Indonesia, satu perancang, dua produksi, tiga pelaksana serta monotoring dan empat pengawas pelaksanaan, tujuannya menghancurkan generasi muda, termasuk Eksekutif Muda, Politisi muda, Legeskatif muda, Polisi muda, TNI muda serta calon-calon pemimpin negeri ini agar semua sakit jiwa, dan tidak ada pemikiran untuk bangsa dan negaranya, acuh, apalagi memiliki nilai-nilai patriot di dadanya, untuk itu pernyataan Presiden Jokowi bahwa bangsa ini perang terhadap Narkoba, harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat, Pemuda dan komponen bangsa termasuk jajaran TNI harus terlibat didalamnya, untuk perang terhadap Narkoba.

Musuh kedua adalah Terorisme dan Radikalisme, mereka hanya terjebak tentang pemahaman yang salah dalam menghadapai masa depan dirinya, mereka yang memiliki pemikiran tentang Jihad yang salah, maka terjebaklah dalam hidup mereka, sehingga berpotensi menimbulkan kekacauan dimana-mana, solusinya negara harus bisa mendekati mereka, dinasehati ditanya apa maunya, negara harus bisa memberikan kasih sayang dan keadilan supaya mereka bisa hidup layak, negara harus bisa mencarikan sulusi hidup melalui pelatihan kewirausahaan serta akses permodalan, sehingga meraka layak untuk hidup di negeri ini.

Ketiga adalah Komunisme, untuk mengenal mereka cukup mudah, silahkan datang ke Museum Lubang Buaya di Pondok Gede Jakarta Timur, setelah Panglima TNI menginstruksikan pemutaran Film G30S PKI, maka perlu juga di programkan untuk Wajib kunjungan Museum Lubang Buaya, agar seluruh Generasi bangsa maupun masyarakat luas, memahami apa itu Komunisme, kemudian untuk menghadapi Komunisme harus diupayakan agar mereka tidak ingin lagi bangkit, karena hanya akan membuat persoalan-persoalan baru, kemudian TNI AD dan Muslim Indonesia harus islah dengan komunis, dengan cara menghilangkan seluruh dendam masa lalu, namun tidak ada niat sedikitpun untuk bangkit, semua pihak harus merasa bersalah, baik di pihak Komunis maupun pihak TNI harus merasa bersalah, karena kalau selalu merasa benar, maka tidak akan pernah selesai masalahnya, dan Tap MPR 25/66 tetap abadi, jadi bila masih menginginkan berusaha bangkit, maka kita akan masih menghadapi tragedi-tragedi yang dasyat di masa depan.

Keempat masalah Kolonialisme dan Imperialisme gaya baru, dan sistem Perang Modern, yang saat ini sudah berlangsung,oleh sebab itu perlu kiranya kita mengetahui itu, bahwa didalam Sumpah Prajurit dan Sampat Marga itu ada masalah menjaga setiap jengkal tanah dan air Indonesia, maka dipandang perlu hendaknya mulai saat ini para Gubernur, Bupati dan BPN memberikan salinan sudah berapa besar, tanah-tanah yang diberikan kepada asing baik itu Konsensi atau Hak Guna Usaha, berapa lama digunakan serta sudah berapa banyak diwilayah masing-masing, oleh sebab itu perlu juga berapa luas kebun-kebun asing itu, dan saya menghimbau kebun asing yang diatas 20 ribu hektar harus ada Pos TNI/Polri, untuk sekedar memonitor dan berjaga-jaga. Kenapa demikian, karena seluruh persualan, baik itu di Palestina, India, Kasmir dan dimana-mana asal mulanya adalah masalah perebutan tanah, yang tak kalah pentingnya TNI Angkatan Udara perlu membuat menara pengawas di pantai-pantai yang di kuasai asing,maupun perkebunan-pekebunan luas yang di kuasai asing, karena mungkin saja kita mendapatkan penyusupan di wilayah itu, demikian pentingnya karena dikaitkan dengan ilmu pertahanan di negari ini. Seluruh institusi TNI, baik AD, AL maupun AU harus memiliki data, Pulau-pulau mana yang sudah dikuasai asing, reklamasi laut di mana yang sudah dibangun, karena kita tahu harga rumah hasil reklamasi diatas 6 milyar, ini sulit bagi orang Indonesia untuk memilikinya, dan yang menempati nantinya adalah orang-orang asing, untuk itu reklamasi tersebut dapat mempengaruhi sistem keamanan maupun pertahanan RI, karena zona tersebut telah di kuasai asing, dan akan bebas masuk apakah itu Senjata maupun Narkoba dari hasil reklamasi itu. Dan yang paling berbahaya adalah sitem pertahanan negara bisa terdeteksi oleh asing, untuk itulah saat Sriwijaya berkuasa seribu tahun di Nusantara ini, tidak pernah memberikan pulau-pulau kepada asing, semua Kapal Asing di kunci di Selat Malaka, itulah Sriwijaya yang mampu berkuasa 1000 tahun.

Kelima, perlunya dimulai lagi upacara-upacara Bendera di seluruh sekolah, serta wajib menyanyikan lagu-lagu perjuangan, agar didalam dada setiap siswa-siswi di seluruh Indonesia tertanam nilai-nilai patriotism dan nasionalisme di dirinya, kenapa demikian ?, karena kondisi saat ini kita sama-sama mengetahui bahwasanya, sudah lebih kurang 50 juta generasi Indonesia yang terkontaminasi Narkoba dan sedang menjalani Rehabilitas, yang perlu diingat sasaran perang modern adalah menghancurkan generasi muda, menghancurkan wanitanya dan menguasai sumber daya alam, makanya dalam system Sriwijaya yang berkuasa 1000 tahun di negari ini, tidak di perkenankan Wanita Sriwijaya kawin dengan pria asing, karena dapat menghilangkan nilai-nilai Patriotisme, dan tidak pernah memberikan konsesi kepada asing, karena manakala konsensi begitu luas diberikan kepada asing, maka bisa berpotensi mengerosinya nilai-nilai budaya, serta nilai-nilai yang lain, yang merembet pada nilai-nilai Pertahanan, ini sangat berbahaya sekali, jadi Solusi akhir daripada bangsa Indonesia, menurut Sriwijaya, adalah Indonesia perlu memiliki Presiden yang hebat dan Jenius, DPRRI, DPDRI maupun DPRD harus diisi orang-orang yang hebat dan berjiwa negarawan sejati, dan diperlukan Jenderal-jenderal TNI, Polisi, Hakim, Jaksa yang jenius dan hebat.

Masalah Korupsi, sebenarnya korupsi itu diawali oleh oknum pejabat yang tidak takut kepada Tuhannya, dan tidak takut kepada agamanya, tidak takut masuk penjara, tidak takut malu, mereka tidak menyadari saat hari Senin mereka masih mulia, dikawal, punya ajudan dan dengan mobil dinas yang mewah, tetapi manakala hari Selasa ditangkap KPK, habislah semuanya, oleh sebab itu hendaknya Kementerian Dalam Negeri, manakala akan melantik Bupati/Walikota maupun Gubernur, sebaiknya mereka diberikan waktu untuk mengunjungi Koruptor yang di penjara di Sukamiskin, untuk berinteraksi dan tanyajawab, apa kira-kira akibat korupsi tersebut, petinggi negara yang tadinya di elu-elukan dan di puji-puji, jika terkena kasus korupsi dia akan hina seperti seekor monyet yang berdiam diri di dalam tembok ditemani kipas angin yang reot.

Kemudian masalah Hak Angket DPR dan berhadapan dengan KPK, menurut pemikiran-pemikiran Sriwijaya, memang benar DPR memiliki Hak Angket untuk mengawasi, membuat anggaran, tetapi hendaknya sasarannya harus tepat dan benar, yang terbaik adalah Hak angket itu mencari formula dan rumus-rumus untuk membantu dan mempekuat KPK, karena selama bangsa ini berdiri, baru inilah program KPK yang bergerak menghadapi Koruptor, Indonesia sudah darurat korupsi, ada pemikiran oknum pejabat diotaknya, akan bagaimana cara mengakali duit negara, dan berupaya membangun kolaborasi dengan perencanaan serta pelaksanaan proyek, sehingga terjadi proses suap menyuap, mark up, dan kejahatan korupsi lainnya, untuk itu KPK harus di perkuat dan dibantu, tegas Sadek SH.

Gunung Agung Status Awas, Bakamla RI Kunjungi Kamp Pengungsi

Gunung Agung Status Awas, Bakamla RI Kunjungi Kamp Pengungsi

Bali, 30 September 2017 (Humas Bakamla RI)--- Sebagai wujud kepedulian Bakamla RI terhadap situasi terkini Gunung Agung yang dinyatakan berada dalam status Awas, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. didampingi Deputi Inhuker Irjen Pol Dr. Drs Abdul Ghofur, S.H., M.H., Kepala Biro Umum Laksma TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M., Kepala Biro Perencanaan Laksma TNI Dr. Wayan Warka, terjun langsung ke kamp pengungsi yang berada di Lapangan Ulakan, Kec. Manggis, 
Karangasem, Bali, untuk membagikan sejumlah alas tidur, bantal, dan selimut, serta memberikan moril dengan menyapa dan menyalami para pengungsi tersebut, Sabtu (30/9/2017).
Status awas merupakan status dengan kondisi dan situasi yang paling memungkinkan untuk terjadinya erupsi pada gunung terbesar di Bali yang berada di Karangasem ini. Pemerintah sudah menetapkan zona aman dengan jarak 12 km dari Gunung agung. Bakamla RI sendiri memiliki Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Kabupaten Karangasem yang berada di radius 19 km dari Gunung Agung, sehingga selain ke kamp pengungsi, Laksdya Ari, Irjen Pol Ghofur dan Laksma Suradi juga menyempatkan diri mengecek situasi dan kondisi di kantor perwakilan Bakamla RI di Bali itu.
Sebagai wujud peduli, ketiga pati tersebut terjun langsung untuk melakukan aksi nyata di lapangan memberikan bantuan kepada para pengungsi. Sejumlah alas tidur, bantal, dan selimut pun dibagikan untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
Kehadiran tiga pati terlihat menyatu dengan masyarakat terdampak bencana tersebut. Hal itu terlihat dalam suasana keakraban ketika bantuan dibagikan kepada para pengungsi. Dalam kesempatan itu pula Kepala Bakamla tak henti memberikan support dan dukungan moril agar masyarakat yang saat ini sedang mengungsi tak kehilangan semangat meskipun sedang berada di kamp pengungsian, dan meninggalkan rumahnya.
Bakamla RI memang bertugas untuk melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut, tapi tidak hanya itu yang kami lakukan. Kami juga peduli terhadap situasi keamanan dan keselamatan secara umum. Apalagi ada SPKKL Bakamla di Bali. Kami cek situasi dan kondisinya secara langsung. Kami gerakkan dan kami pimpin langsung personel turun ke lapangan untuk memberikan bantuan langsung ke para pengungsi, ujar orang nomor satu di Bakamla RI tersebut.
Sementara itu, pada hari yang sama, Pati TNI AL berbintang tiga tersebut juga menyempatkan diri untuk mengunjungi personel serta sarana dan prasarana SPKKL Karangasem pimpinan Prabu Erlangga, S.Kom, dengan memberikan berbagai arahan kedinasan demi kemajuan Bakamla RI ke depan dan semakin terjaganya keamanan laut di wilayah Bali dan sekitarnya. 
Autentikasi : 

Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Marinir Mardiono

GM SRIWIJAYA DAN LASKAR SRIWIJAYA MENDUKUNG SEPENUHNYA KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM SEMUA MASALAH

GM SRIWIJAYA DAN LASKAR SRIWIJAYA MENDUKUNG SEPENUHNYA KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM SEMUA MASALAH DI NEGERI INI

Generasi Muda Sriwijaya Sebagai Organisasi Kepemudaan tingkat Nasional di Indonesia serta Ormas Laskar Sriwijaya telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk mendukung penuh setiap kebijakan Pemerintah dalam kebijakan Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial serta Budaya, hal tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pembina GM Sriwijaya yang juga Ketua Umum Ormas Laskar Sriwijaya, H Sadek Suloso Hasby, mengingat banyaknya muncul masalah-masalah baru, yang sebelumnya tidak ada, berikut petikan wawancara dengan Bung H Sadek Suloso Hasbi.

Melihat situasi dan kondisi yang dihadapi bangsa, menurut Bung Sadek, Masalah-masalah apa saja yang di soroti saat ini ?

Sadek Suloso Hasby :  sebelumnya saya ingin jelaskan apa itu GM Sriwijaya dan Laskar Sriwijaya, dimana GM Sriwijaya berdiri pada 1 Juni 1996, dan mendapat restu dari Menpora dan Depdagri, berazaskan Pancasila dan azas Spiritualnya adalah Undang-Undang Dasar 1945, dan dilantik LVRI Sumatera Selatan, oleh sebab itu menanggapi gonjang-ganjing pro kontra atas diputarnya Film G30S PKI, saya mendukung penuh Film tersebut terus diputar diseluruh wilayah Indonesia, maupun Telavisi, kalau Film tersebut diputar maka akan kelihatan siapa sebenarnya yang bersalah dalam masalah tersebut, seluruh Generasi Muda, Pelajar maupun Mahasiswa sebaiknya mengunjungi Museum Pancasila Sakti di Lubang Buaya Pondok Gede, disanalah tercatat dalam sejarah gerakan-gerakan PKI dari 1926,1948 sampai 1965, dan beberapa peristiwa sejauh mana keganasan mereka, itu sebabnya perlu di ketahui oleh Generasi Muda, dan Pancasila adalah harga mati, kalau tidak ada Pancasila maka bisa timbul peristiwa seperti Rohingnya, seperti Daerah lain di dunia, dimana bisa timbul bentrokan antar suku maupun Agama, oleh sebab itu sekali lagi saya tegaskan, Pancasila adalah Harga Mati, karena kalau tidak ada Pancasila maka tidak ada ketentraman di negari ini.

Pro Kontra Film tentang G30S PKI, bagaimana pandangan Bung Sadek ?

Sadek : menurut saya seluruh intelijen Kepolisian maupun TNI, apakah itu BIN, BAIS, Intel Kodim, Korem, Kodam supaya mencatat serta mendeteksi dini komentar-komentar yang mengucapkan keberatan atau yang lain, hal tersebut membuktikan bahwa mereka adalah simpatisan PKI, sudah jelas gerakan itu didukung oleh Komunis Luar Negeri dan digerakkan oleh Partai Komunis di Indonesia, kalau hal tersebut tidak di ketahui oleh Pelajar, Mahasiswa dan Generasi Muda Indonesia, maka hal tersebut bisa timbul kembali, saat ini mereka menggunakan dalih Akademis, penelitian, pelurusan maupun yang lain, pada akhirnya mereka akan mencabut Tap MPR yang melarang ajaran PKI, ini akan jadi masalah baru di negeri ini, jika PKI timbul kembali, karena akan terjadi lagi pertumpahan darah di negeri ini, karena sasaran mereka adalah Angkatan Darat dan Islam, jadi dalam paham Komunis itu tidak baik, karena mereka menghalalkan fresex, tiada Tuhan, Duit itu Racun dan yang lain yang semuanya dilarang Tuhan.

Menyangkut Perpu Ormas yang juga menjadi Pro Kontra, bagaimana pandangan Bung Sadek ?

Sadek : Perpu Ormas ini juga adalah peraturan pengganti Undang-Undang, diamana kondisi saat itu sudah jelas-jelas kondisi di lapangan, sudah jelas komentar-komentar Pidato/Orasi, sudah jelas rencana mereka, bahkan dalam Dasar Organisasi tersebut bukan Pancasila, Kita sudah sepakat dari 1945 hingga hari ini bahwa Pancasila adalah Harga Mati, jadi kalau ada yang mencoba mengganti azas Pancasila maka akan menghancurkan negeri ini, karena kalau tidak ada Pancasila maka di Indonesia bisa terjadi bentrokan antar Agama maupun antar Suku, ini berarti kehancuran NKRI, apakah kita mau bangsa ini hancur ?, oleh sebab itu siapapun yang mencoba menolak perpu tersebut, bisa jadi mereka adalah anti Pancasila, dan harus perlu di catat, siapa-siapa mereka ?

Sebenarnya siapa-siapa saja musuh bangsa dan negara ini ?

Sadek : Musuh-musuh Negara saat ini pertama adalah Terorisme, yang sekarang beraliansi dengan ISIS, dengan faham radikal, dengan faham Jihad yang tidak berdasar, maka akan menimbulkan kerusakan dimana-mana di Republik ini, jika terjadi kerusakan itu menunjukkan disana tidak ada keamanan, dan situasi yang kondusif, sehingga mengganggu perekonomian dan bidang lain, musuh Negara kedua adalah Narkoba, karena saya melihat Narkoba bukan lagi Oknum yang mengendalikannya, karena diatas 1 Ton itu uangnya mencapai 1 Trillyun, ini berarti ada kekuatan asing, ada Negara luar yang sudah bermain dengan sasaran Generasi Muda, kalau perlu seluruh aparatur, TNI/Polri hingga Wakil Rakyat, agar mengkonsumsi Narkoba, itu yang mereka kehendaki, karena mereka sekarang sudah menguasai jaringan ekonomi, menguasai seluruh pantai bahkan tanah, sehingga tinggal satu langkah lagi mereka akan menjajah negeri ini. Ketiga adalah Komunisme, mereka dengan segala cara, apakah dengan propaganda, dengan segala akal mereka akan memperjuangkan Negara Komunis di negeri ini, oleh sebab itu siapapu yang berkuasa di negeri ini harus betul-betul waspada, dan saya minta Presiden dan DPRRI agar membuat payung hokum bagaimana caranya agar TNI bisa turut dalam penangkalan Terorisme, radikalisme, Narkoba dan komunisme, kalau TNI tidak dilibatkan maka Polri akan kewalahan menghadapi musuh-musuh bangsa itu, dan sesuai Sumpah Prajurit dan Sapta Marga mereka memang ada hak untuk diberikan tanggungjawan di negeri ini, dengan kata lain turut menangkal musuh-musuh bangsa, yang keempat adalah kolonialisme dan imperialisme gaya baru, ini adalah suatu sistem dimana biasanya mereka menanamkan antek-anteknya untuk mengacaukan di dalam, kemudian memberikan bantuan Financial untuk menggerakkan seluruh organisasi terselubung dan pada gilirannya mereka merencanakan mencaplok negeri ini, mereka akan menjajah negeri ini.

Apa sumbang sarang Bung Sadek pada Pemerintah dalam menghadapi kondisi saat ini ?

Sadek : Pertama-tama kita seluruh eleman bangsa ini memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk melaksanakan seluruh program-programnya, dan kita harus mendukung program Pemerintah tersebut, kedua kita pahami dulu, dimana bangsa ini dirintis, direbut, ditegakkan oleh Tentara Rakyat, BKR, TKR yang saat ini menjadi TNI, agar TNI bisa mendukung POLRI dalam menangkal seluruh bahaya maupun musuh bangsa, seperti Terorisme, Komunisme, Radikalisme, Narkoba dan Kolonialisme, kita yakin yang menggerakkan Bandar Narkoba sudah Negara, sudah 3 negara berkolaborasi untuk memasuk Narkoba ke Negeri ini dan sasarannya adalah menghancurkan Generasi Muda, saat bangsa ini hancur dengan Narkoba maka mereka akan menyerang negeri ini, yang saya perkirakan akan terjadi pada tahun 2020. Saat ini ada 50 juta generasi muda yang harus di rehabilitasi, belum lagi yang masih mengkonsumsi narkoba, belum lagi pantai-pantai, perkebunan hingga pegunungan yang sudah di kuasai asing, akibat UU No.12 tahun 2007 tentang Kewarganegaraan, UU tersebutlah yang memberikan kewenangan kepada bangsa asing seluas-luasnya di negeri ini, dan sekarang sudah banyak Oknum yang menjadi antek asing dan bekerjasama untuk mencaplok negeri ini.

Pakar dan Pemerhati Lingkungan Deklarasikan Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia

Pakar dan Pemerhati Lingkungan Deklarasikan Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia

Pada Jumpat 15 September 2017, bertempat di Hotel Santika Depok Jakarta, para Akademisi, Pakar Lingkungan Hidup dan Pemerhati Lingkungan Hidup mendeklarasikan Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia (APTLI), Asosiasi ini hadir dalam rangka memberikan solusi penerapan teknologi ramah lingkungan.

Pakar Lingkungan Hidup yang juga dosen UI, Prof. DR. Tarsoen Waryono,juga menambahkan, bahwa sesuai visi misi APTLI, akan menjadikan Indonesia negara yang bersih dan sejahtera. Dan dalam misinya, mewujudkan profesi auditor/asesor teknologi lingkungan menjadi profesi yang diakui, diterima dan diperlukan oleh pemerintah dan masyarakat yang memiliki peran sentral dalam memperkuat eksistensi dan peran profesi audit teknologi lingkungan dalam menangani dan mengendalikan lingkungan.
Mengembangkan APTLI sebagai organisasi PROFESl teknologi lingkungan yang memiliki wewenang sebagai pendukung berdirinya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF) Teknologi dan Lembaga Verifikasi Teknologi (LVT) Lingkungan. Dan membangun jejaring dalam rangka mendukung lndonesia Hijau 2020 dan 2035.
APTLI hadir dalam rangka memberikan solusi penerapan teknologi ramah lingkungan bagi berbagai masalah lingkungan dan juga upaya pencegahannya. Namun disebut teknologi ramah lingkungan kata Ketua APTLI adalah suatu bentuk usaha pengelolaan lingkungan dalam mencegah atau meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan.
Sedangkan yang dimaksud dengan ramah lingkungan di sini adalah bersifat meminimalisir segala macam bentuk pencemaran yang telah ada di bumi kemudian mencegah terjadinya pencemaran yang terjadi pada masa depan, APTLI juga akan memberikan masukan pada Pemerintah dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah lingkungan, tegas Prof Tarsoen.
Ketua APTLI Junifer Panjaitan menyatakan, APTLI dibentuk pada tanggal 17 Agustus 2017 yang beralamat di jalan MH Thamrin, Komplek Mahkota Mas Blok E 28-30, Cikokol, Tangerang Kota. Menurutnya Pemerintah sebetulnya sudah cukup peduli dengan permasalahan lingkungan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, akan tetapi diperlukan peran serta masyarakat agar segala permasalahan bidang lingkungan ini dapat teratasi, dan salah satu bentuk peran masyarakat yang turut serta membantu Pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan adalah dengan membentuk Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia yang disingkat APTLI, yang di prakarsai oleh sekelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, tuturnya.

Dampak perubahan iklim dan pencemaran lingkungan sudah kita rasakan, mulai dari perubahan cuaca yang ekstrim, musim hujan dan musim kemarau yang tidak menentu dan yang utama pemanasan global yang menyebabkan kekeringan. Disamping itu proses pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah, baik limbah cair, dan limbah padat. Limbah makin besar akibat perilaku manusia yang makin tidak terkendali dan tidak beraturan, oleh karena itu Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia hadir dalam rangka memberikan solusi penerapan teknologi ramah lingkungan, tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen APTLI, Yanto Sugiharto, bahwa tujuan didirikannya APTLI adalah mendukung implementasi ISO 14034 dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dampak terhadap perubahan iklim dan manfaat APTLI ini, sebagai wadah peningkatan kemampuan dan tukar pengalaman profesi Auditor atau Asesor atau Pemerhati Teknologi Lingkungan. Dan visinya adalah mewujudkan Profesi Auditor Teknologi Lingkungan dan   menjadi profesi yang diakui, diterima dan diperlukan oleh Pemerintah, dan juga masyarakat yang memiliki peran sentral dalam Peningkatan daya saing nasional, perlindungan publik dan lingkungan hidup nasional serta dampak perubahan iklim, paparnya.(Nrl)

Ribuan Warga Intan Jaya Sambut Bupati Terpilih

Ribuan Warga Intan Jaya Sambut Bupati Terpilih

Natalis Tabuni dan Yan Kobogoyauw disambut ribuan warga Intan Jaya yang tinggal di Nabire.

Bupati dan Wakil Bupati terpilih Intan Jaya hasil Pilkada 2017, Natalis Tabuni dan Yan Kobogoyauw disambut ribuan warga Intan Jaya yang tinggal di Nabire, Papua, Jumat (15/09/2017).

Dengan menggunakan penerbangan pagi Jayapura –Nabire, kedatangan Natalis Tabuni dan Yan Kobogoyauw  di Nabire ini  langsung disambut  massa pendukungnya.


Bersama massa pendukung, keduanya langsung berpawai  menuju Posko Pemenangan di Bumi Wonorejo Nabire.

Tak hanya massa pendukung Natalis Tabuni dan Yan Kobogoyau, pasangan ini pun mendapat sambutan dari massa pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya nomor urut 2, Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme.

Kendati kemeriahan penyambutan begitu terasa, suasana di Bandara Nabire saat kedatangan Bupati dan wakil Bupati terpilih, beberapa pihak yang terdiri dari sebagian mahasiswa dan PNS yang mendukung pasangan Yulius Yapugau dan Yunus Klabetme masih berusaha menghalangi penjemputan dengan konpoi pawai. Namun upaya ini dapat diatasi pihak berwajib.


Warga terlihat antusias dalam penyambutan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Intan Jaya di Nabire 

Untuk diketahui, setelah melalui beberapa kali persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) usai pilkada serentak 15 Februari 2017 lalu,   pada Selasa (29/8/2017), MK membacakan amar putusan yang memenangkan pasangan petahana nomor urut tiga Natalis Tabuni dan Yan Kobogoyauw.

Keputusan MK  yang bersifat final dan mengikat ini tentu diharapkan bupati dan wakil bupati dua periode ini  dapat merangkul kembali semua elemen masyarakat untuk meneruskan dan mempercepat pembangunan Intan Jaya pada periode kedua

Pernyataan Sikap KETUM PORMAS ORMAS MKGR Atas Pemberitaan Hasil Survey GOLKAR

Pernyataan Sikap KETUM PORMAS ORMAS MKGR atas pemberitaan Hasil Survey GOLKAR

14 September 2017. Ketua Umum Organisasi Jajaran Pormas Ormas MKGR Taufan Soedirjo menyikapi berita yang tersebar terkait pernyataan soudara Soim yang mengatas namakan Ormas MKGR memberi statmen terkait Survei Partai Golkar yang Joblok.

DPP Ormas MKGR belum ada mengeluarkan statmen resmi tentang berita hasil Survei Partai Golkar.

Jadi pernyataan Soudara Soim itu merupakan pernyataan Pribadi bukan pernyataan atas nama Organisasi.

Perlu saya sampaikan bahwa Organisasi MKGR merupakan Organisasi Pendiri Partai Golkar bersama Kosgoro dan Soksi tentunya akan cermat dalam menyikapi semua info2 yang menyangkut Partai Golkar.

Dan Ormas MKGR dalam memutuskan segala sesuatu selalu melaui rapat Koordinasi dan atas arahan Ketum dan Sekjen Ormas MKGR tidak asal asalan membuat statmen di media mengatas namakan Ormas MKGR

Untuk itu saya ingat kan sdr Soim yg menurut laporannya tdk pernah aktif dan tdk pernah berkontribusi utk Organisasi agar tidak bicara membawa2 nama Organisasi tanpa terlebih dahulu koordinasi kepada DPP Ormas MKGR dalam hal ini Ketum dan Sekjen melalui rapat koordinasi pengurus, Pormas Ormas MKGR memiliki kewajiban untuk menjaga nama baik Ormas MKGR.

Bantu Warga Cibodas Jonggol, Pernusa Desak Pemerintah dan Wakil Rakyat Mekarkan Kabupaten Bogor Timur

Bantu Warga Cibodas Jonggol,  Pernusa Desak Pemerintah dan Wakil Rakyat Mekarkan Kabupaten Bogor Timur

Melihat kondisi wilalyah maupun ekonomi di masyarakat Bogor Timur, yang hingga saat ini tertinggal jauh jika dibandungkan dengan wilayah Cibinong sebagai kota Kabupaten Bogor dan sekitarnya, Tokoh Nasional yang mengkomandoi Ormas Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), KP Norman Hadinegoro, SE,MM menegaskan, bahwa Pemekaran Kabupaten Bogor Timur saat ini sudah mendesak.

Budayawan ini melihat bahwa Potensi di Bogor Timur, yang meliputi Kecamatan Jonggol, Cariu, Sukamakmur, Celeungsi dan Gunung Putri memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, apalagi jumlah penduduknya juga terus meningkat, seiring dengan meningkatnya perkembangan perumahan di Bogor Timur, belum lagi potensi Wisata dan Sektor Pertanian, jika diolah dengan baik, maka akan menjadi sektor unggulan APBD, hanya saja selama ini pembangunan di sektor tersebut sangat kurang, demikian juga akses jalan dan infrastukture lainnya masih minim pembangunan, untuk itu Pernusa mendesak pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, DPRD Kabupaten Bogor serta Kementerian Dalam Negeri segera membahas pengembangan wilayah Kabupaten Bogor Timur, ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk percepatan pembangunan, ungkap KP Norman.


Pembangunan Kantor Kabupaten Bogor Timur serta DPRD kedepan juga harus dipusatkan di daerah yang jauh dari Perkotaan, seperti di Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol ini, dan bukan di Gunung Putri, sehingga pembangunan Ekonomi masyarakat juga terjadi pemerataan, saat ini infrastuktur disini masih minim, belum lagi Sarana Kesehatan maupun Pendidikan, juga harus di bangun di desa yang saat ini masih tertinggal, ini butuh sentuhan Pemerintah Pusat, Perjuangan Rakyat Nusantara akan terus melakukan kajian dan masukan buat Pemerintah maupun DPRD/DPRRI dalam pemekaran Bogor Timur ini, ungkap KP Norman dengan tegas.

Saat disinggung akan kegiatan Bhakti Sosial Peduli Kasih ini, KP Norman mengaku bahwa bantuan ini diberikan untuk membantu warga yang kurang mampu, dan Desa Cibodas Jonggol ini adalah desa binaan Pernusa, kedepan kita ingin daerah ini menjadi daerah yang peduli dengan Seni Budaya Tradisi Tatar Sunda, serta akan menjadi daerah Wisata Budaya, dimana kita akan mengembangkan aneka jenis Bambu yang kita ambil dari beberapa daerah di Indonesia, serta aneka produk kreatif dari bahan baku Bambu, ungkap KP Norman Hadinegoro,SE,MM.



Hadir juga dalam acara tersebut, Tokoh Adat Paguyuban Sunda Akur, oleh Ketua Sunda Akur H. Deden Setia Nugraha SH, serta Ketua BTJ Sudadi, tokoh masyarakat Bogor Kang Tenor Amin Sutanto Ketua Yayasan Kampoeng Soenda Siliwangi, Abah Gumay, Ketua umum lembaga tatar sunda, lurah Ibeng, sekjend Gemantara kang Ucha Supriatna dan beberapa tokoh masyarakat lainnya seperti lurah cibodas, babinsa dan bhabinkamtibmas,

DPP PERNUSA KUKUHKAN NOVI SEBAGAI KETUA DPC PERNUSA TANGERANG SELATAN

NOVI PIMPIN PERNUSA TANGERANG SELATAN

Disela acara Rapat Pimpinan Dewan Pengurus Pusat Perjuangan Rakyat Nusantara (Rapim DPP PERNUSA) dikantor DPP Pernusa Gedung Ratu Prabu I Jl.TB Simatupang Jakarta Selatan, Ketua Umum DPP Pernusa KP Norman Hadinegoro,SE,MM. juga berkesempatan Mengukuhkan Ketua DPC Pernusa Tangerang Selatan, Ibu Novi.

Sosok Srikandi Pernusa yang telah banyak berbuat pada Warga Tangerang Selatan, melalui Aksi-aksi sosial tersebut, Novi dikukuhkan sebagai Ketua DPC Pernusa Tangsel, juga atas kepiawainnya dalam kegiatan kemasyarakatan, serta Program Kerja yang sudah tersusun dengan baik.

Program tersebut adalah akan segera diadakannya Bhakti Sosial lanjutan Pernusa di Pulau Cangkir Kronjo Tangerang, yang sebelumnya Novi dan Kawan kawan sebagai Perwakilan Pernusa sudah melakukan Bhakti sosial berupa sunatan massal, santunan Anak yg terkena hydrosefalus juga di sunat yang Tinggal dengan bibinya saja Org tuanya kerja jd tkw di arab, acara lanjutan ujar Novi akan diadakan program nikah massal ditempat yang sama, pernusa akan menggandeng pejabat setempat.

Ketua Umum Pernusa, Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, SE,MM, juga menambahkan, bahwa Perjuangan Rakyat Nusantara atau yang disingkat Pernusa, sengaja menyiapkan Tokoh-tokoh Muda untuk mengisi kepengurusan di DPC seluruh Indonesia, kita selalu menyiapkan figur-figur yang mau bekerja keras, kerja Cerdas dan Kerja Iklas, Pemuda Harus bisa jadi Pelopor dan tampil di depan, paparnya. (Pry)

DPP KNPI Cupli Risman Dukung Muktamar IPPA Perkokoh NKRI

DPP KNPI Cupli Risman Dukung Muktamar IPPA Perkokoh NKRI


Bertempat di Wisma Depati Malaka, Cipayung, Jakarta Timur, Pimpinan Pusat Ikatan Putra Putri Al Washliyah (PP IPPA) pada Rabu (7-9 September 2017) menggelar Muktamar ke V, acara yang dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Ketua Umum PP Al Washliyah, Drs. H Mulkan Nasution, MA. Tersebut, juga dihadiri beberapa Pimpinan OKP serta hadir Ketua Umum DPP KNPI, Cupli Risman serta Sekjen KNPI Arsi Divinibun, SH,MH.

Sementara dalam sambutan ditengah Muktamar PP IPPA tersebut, Ketua Umum DPP KNPI, Cupli Risman S.Sos menegaskan, bahwa KNPI mendukung penuh kegiatan Muktamar Ikatan Putra Putri Al Washliyah ini, dalam upaya regenerasi organisasi, karena dengan regenerasi itulah menunjukkan kesinambungan organisasi, sehingga nilai-nilai luhur yang di canangkan pendiri akan terus tumbuh dan berkembang.

Al Washliyah sebagai organisasi Islam terbesar setelah NU dan Muhamadiyah, telah berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa dan Negara, demikian juga Ikatan Putra Putri Al Washliyah juga telah berkontribusi dalam KNPI, baik di Pusat maupun di Daerah, sebagai alat perekat bagi keberlangsungan bangsa dan Negara, inilah sodhakhoh pilitik, dengan keiklasan menerima keanekaragaman, perbedaan toleransi, keragaman, itulah kunci kelangsungan bangsa ini, tegas Cupli Risman.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen DPP KNPI, Arsi Divinibun, SH,MH, bahwa IPPA memiliki potensi yang besar dalam pembangunan bangsa dan Negara, sebagai Organisasi Kepemudaan dengan potensi kaderisasi akan banyak menghasilkan calon-calon pemimpin bangsa kedepan.

Dibawah Kepemimpinan Lisman, IPPA telah banyak berbuat untuk bangsa, dan dengan Muktamar ini bisa tetap eksis dan lebih bagus, saya yakin Lisman punya potensi besar untuk meneruskan memimpin IPPA, karena dirinya punya potensi juga jaringan di Kampus-kampus maupun OKP, Organisasi IPPA ini memiliki Laboratorium Kader yang baik dan militan, IPPA juga masuk dalam kepengurusan KNPI dibawah Kepemimpinan Cupli Risman-Hasyim Bikadara, yang telah berkontribusi pada KNPI, demikian juga KNPI telah berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan Negara, ungkapnya tegas.



Ketua PP IPPA, Lisman Hasibuan disela Muktamar tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa sebagaimana Tema Muktamar “Semangat Persatuan dan Kesatuan Untuk Memperkuat dan Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia”, jajaran Ikatan Putra Putri Al Washliyah akan meningkatkan komitmen dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa, dengan tetap berlandaskan Pancasila dan UUD 45, demi tegaknya NKRI, Ikatan Putra Putri Al Washliyah akan terus berupaya melakukan advokasi dan aksi sosial serta melawan prograganda adu domba yang kian marak di Media Sosial, inilah tugas berat para Pemuda Indonesia untuk memerangi radikalisme dan adu domba sesama anak bangsa, kita tetap berlandaskan Pancasila, karena dengan Pancasila maka Indonesia akan lebih aman dan damai. Pada pengurus PP IPPA yang baru, dirinya berharap akan tetap konsisten menjaga amanah yang diberikan PB Al Washliyah.

PP IPPA juga berterimakasih pada Menpora yang telah bekerja maksimal dalam membina Pemuda Indonesia maupun Olahraga di tanah air, dan PP IPPA terus mendukung kinerja Menpora hingga 2019, walalupun Prestasi Sea Games 2017 menurun, ini bukan berarti ada kegagalan, namun justru menjadi motivasi untuk menyiapkan Asean Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, ungkap Lisman Hasibuan.

Sementara Plt Ketua Umum PP Al Washliyah, Drs. H Mulkan Nasution, MA pada wartawan juga menegaskan, bahwa Muktamar PP IPPA ini merupakan bagian kaderisasi di dalam pengurus besar Al Washliyah, kita berharap generasi penerus ini bisa mewarisi nilai-nilai perjuangan yang sudah dilakukan oleh para pendahulu.

Sementara partisipasi Ikatan Putra Putri Al Washliyah adalah untuk bangsa dan Negara, mereka harus bisa menjemput bola untuk bekerjasama dengan Pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi para Remaja dan Pemuda, seperti ancaman Narkoba, kita bertekat memerangi Narkoba, Pemuda Al Washliyah ini harus bisa membentengi diri terhadap ancaman Narkoba, dan harus bisa membentengi keluarga juga lingkungan.

Disamping itu Presiden Jokowi juga telah menandatangani Pembangunan Karakter Generasi Muda dan Dunia Pendidikan, inilah kita berharap Ikatan Putra Putri Al Washliyah juga berperan aktif dalam membangun karakter bangsa ini, yaitu berkarakter dalam nilai-nilai luhur Pancasila, inilah benteng kita yang harus kita pertahankan, tegas H.M Nasution, MA. (Nrl)
Diberdayakan oleh Blogger.