Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Bakamla RI dan Australian Border Force Kolaborasi di Udara

Bulan Agustus 2017 merupakan bulan yang bersejarah bagi Bakamla RI. Karena operasi udara maritim untuk pertama kalinya sukses diselenggarakan bersama Australian Border Force (ABF) dalam Patroli Terkoordinasi (Patkor) Shearwater IV. 

Target Operasi Udara Maritim Bhuana Nusantara IV Tahun 2017 yang masih dalam kesatuan Patkor Shearwater IV, yaitu melaksanakan patroli pemantauan udara maritim di wilayah timur perairan Indonesia. Dalam pelaksanaannya operasi ini bertugas melakukan pendeteksian, pengenalan dan pengintaian terhadap kapal-kapal yang dicurigai melaksanakan tindak pelanggaran di laut, serta memberikan bantuan pencarian dan penyelamatan (SAR).

Selain itu Operasi Udara Maritim Bhuana Nusantara IV yang dikomandani oleh Kolonel PNB Joko Triwibowo selaku Supervisor Operasi Bhuana Nusantara IV mendukung pelaksanaan kegiatan Operasi Sheawater IV yang saat ini dilaksanakan di wilayah perairan perbatasan Indonesia – Australia.

Menurut Kolonel Joko, patroli bersama yang menggunakan pesawat Twin Otter Bakamla RI dan pesawat ABF bertujuan untuk menjaga secara bersama-sama keamanan di perbatasan kedua negara, khususnya di wilayah timur. Fokus tindakan menyimpang di laut yang menjadi perhatian seperti illegal fishing, people smugling, marine pollution, penyelundupan barang terlarang, dan sebagainya.

Bertemu Bupati MTB di Bandara, Dan Satgas Shearwater Sampaikan Patkor Bersama Australia

Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Operasi Laut Bakamla RI Kolonel Laut (P) Patkuryanto selaku Komandan Satgas Shearwater IV secara tidak senggaja bertemu Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Petrus Fatlolon, S.H., M.H. di Bandara Udara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, Jumat (25/08/2017).

Saat itu, Dan Satgas Shearwater IV sedang dalam penjemputan rombongan tim Operasi Udara Bhuana IV dari Tual, ketika bertemu dengan Bupati MTB yang baru saja mendarat dalam perjalanannya dari Jakarta.

Pada kesempatan tidak terduga ini, Kolonel Laut (P) Patkuryanto menyampaikan maksud dan tujuan berada di Saumlaki, yaitu bahwa saat ini Bakamla RI sedang melaksanakan operasi bersama dengan Australia dalam Patkor Shearwater IV. Dalam Operasi Bersama ini tidak hanya unsur laut yang terlibat melainkan juga ada unsur udara Bakamla RI, imbuhnya. 

Beberapa hari lalu kami berkunjung ke kantor Bupati dan disambut hangat oleh Sekda MTB Pieterson Rangkoratat, S.H., ujarnya. Kunjungan tersebut dalam rangka “kulonuwon”  karena menggunakan pelabuhan umum Saumlaki sebagai tempat sandar kapal Bakamla RI, jelas Patkuryanto lebih lanjut.

Menanggapi hal itu,  Petrus Fatlolon menyatakan sangat mendukung kegiatan Bakamla RI dalam operasi bersama dengan Australia untuk mengamankan wilayah perbatasan dan akan membantu segala kebutuhan yang diperlukan selama di Saumlaki, tuturnya. 

Sebelumnya kami juga menerima kunjungan dari Bakamla RI terkait rencana kerjasama dengan MTB dalam pengembangan kekuatan keamanan perbatasan dengan negara tetangga, imbuhnya.

Diakhir pertemuan singkat tersebut Bupati MTB mengundang Bakamla RI datang ke kediamannya untuk pembicaraan lebih lanjut.

Dukung Peningkatan SDM Pariwisata, PT Sinar Meadow Lakukan MoU Dengan STP Trisakti

Dukung Peningkatan SDM Pariwisata, PT Sinar Meadow Lakukan MoU Dengan STP Trisakti

Mesti sudah lama bermitra dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) namun PT Sinar Meadow Internasional Indonesia terus mengembangkan kerjasama dengan STP Trisakti, hal tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dibidang Kepariwisataan, dan disela MoU tersebut juga dilakukan Penandatanganan Kerjasama dengan Pemerintah Desa Mande, Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati ,SE,MM usai MoU pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur hari ini bisa melakukan kerjasama dengan dua instisusi, yaitu Desa Mande Kabupaten Cianjur dan PT Sinar Meadow Internasional Indonesia, dan untuk PT Sinar Meadow sudah yang ke 4 kali, dan diperpanjang terus, ini adalah anugerah karena di pertemukan antara Akademik, Pemerintah Desa dan Industri, disitu banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan bersama, mudah-mudahan STP Trisakti bersama PT Sinar Meadow dan Desa Mande bisa membuat produk-produk yang inovasi, dengan mengembangkan kekhasan daerah yang bisa dijadikan oleh-oleh maupun kuliner khas yang nikmat, dan MoU ini diharapkan segera bisa segara di realisasikan, selama ini mahasiswa STP Trisakti telah melakukan Praktek Kerja Lapangan di Desa Mande, dengan membantu produk-produk inovasi produk mereka, dan ini akan terus kita tingkatkan, tegasnya.


sementara Direktur PT Sinar Meadow Internasional Ronal Katili disela acara tersebut mengungkapkan, bahwa Penandatanganan Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama sebelumnya, agar kerjasama lebih luas lagi dalam upaya bersama meningkatkan Pariwisata Khususnya bidang kuliner.

Saat ini PT Sinar Meadow Internasional Indonesia terus mensuport dan mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia di STP Trisakti, disamping itu PT Sinar Meadow Internasional Indonesia, juga membutuhkan tenaga-tenaga ahli dibidang pengolahan makanan, sebagai produsen bahan baku akan terus mengajak STP Trisakti untuk bersama-sama mengembangkan makanan jadi, dan kita juga bersyukur disini ada perwakilan pemerintah Kabupaten Cianjur yang nantinya juga bisa bersama-sama mengolah serta memasarkan produk olahan, dengan khas daerah Cianjur yang memiliki nilai jual dan olahan yang lebih baik lagi, papar Ronal.

Camat Mande Kabupaten Cianjur, Doni Herdiana juga menegaskan, bahwa Pemerintah Daerah Cianjur bersyukur saat ini bisa melakukan kerjasama dengan STP Trisakti, karena Bapak Bupati Cianjur sedang gencar-gencarnya mengembangkan sektor Pariwisata, kita ingin terus menggali potensi-potensi wisata yang ada di Cianjur, khususnya di Kecamatan Mande yang selama ini belum maksimal dalam hal pengelolaan Wisata.

Saya meyakini STP Trisakti dari sisi Pengetahuan, Ketrampilan, keahlian, teknologi maupun sarana pendukung lainnya akan bisa membantu Pemda wilayah Mande Kabupaten Cianjur, salahsatunya adalah potensi kuliner maupun oleh-oleh/buah tangan berbahan baku Ikan, karena produksi ikan sangat besar serta ada ikah khas di wilayah kami yang selama ini belum optimal, karena belum adanya sentuhan teknologi sehingga pemasarannya belum maksimal, mudah-mudahan dengan kerjasama ini kedepan ada inovasi olahan sehingga punya nilai jual lebih, sehingga masyarakat kedepan mampu mengolah dan memiliki nilai tambah dari produk yang selama ini terjual, selama ini masyarakat kami berbondong-bondong cari kerja ke Kota, mudah-mudahan dengan pengembangan sektor Pariwisata, masyarakat kami bisa bekerja atau mengembangkan potensi yang ada di desa kami sendiri, tegas Doni Herdiana.



Kepala Desa Mande Nanang Priyana juga menambahkan, bahwa masyarakat Desa Mande, saat ini adalah petani dan juga menggarap lahan milik Trisakti, untuk itu dengan kerjasama ini diharapkan akan ada pembinaan masyarakat ke sektor Pariwisata, potensi daerah cukup mendukung karena berada dekat dengan obyek Wisata, ini suatu anugerah buat masyarakat desa Mande untuk menjadikan Desa Mande sebagai Desa Wisata, paparnya. (PR)

Terkena Glaukoma, Prof Emil Kampanyekan Glaukoma Dengan QUiz World Glaukocoma Week 2018 dan Lomba Foto

Terkena Glaukoma, Prof Emil Kampanyekan Glaukoma Dengan QUiz World Glaukocoma Week 2018 dan Lomba Foto


Jakarta, Dua Tokoh Nasional yang pernah menjadi Menteri di Era Presiden Soeharto, yaitu Prof Emil Salim dan Prof JB Sumarlin yang pernah menderita penyatik mata Glaukoma, kini bersama Yayasan Glaukoma Indonesia (YGI) Kampanyekan Kenali Glaukoma, dan salahsatu kegiatan yang digelar adalah dengan Lomba Quiz World Glaucoma Week 2018 (WGW 2018).

Dalam acara jumpa PERS, Prof Emil Salim bersama jajaran Yayasan Glaukoma Indonesia menegaskan, bahwa dirinya menderita Glaukoma dan sudah dilakukan operasi maupun dengan obat pencegahan, namun karena Glaukoma adalah penyakit yang hingga saat ini belum ada obatnya dan mengakibatkan kebutaan, maka YGI akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa waspada dan bisa diketahui sejak dini, sehingga kebutaan bisa dicegah.

Kegiatan Quiz World Glaucoma Week 2018,adalah upaya untuk mensosialisasikan apa itu penyakit Glaukoma pada Mata, Glaukoma merupakan suatu kelainan atau penyakit syaraf mata yang progresif dengan tanda-tanda hilangnya penglihatan secara perlahan-lahan. Pada glaukoma, terjadi  kerusakan syaraf mata yang fungsi utamanya adalah membawa informasi visual ke otak. Pada penderita glaukoma, akan terjadi penyempitan luas lapang pandang dan dapat berakhir dengan kebutaan apabila tidak ditangani dengan baik, Quiz WGW ini kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan adanya bahaya kebutaan permanen tersebut sehingga perlu deteksi dini, ungkap Emil Salim.


Hal yang sama juga diungkapkan panitia Quiz WGW, Susana Paulina Maskir, bahwa peserta Quiz terbuka untuk umum, baik Pelajar, Mahasiswa, Pekerja maupun PNS, TNI/POLRI, Kami mengajak seluruh anggota masyarakat Indonesia untuk menjadi peserta Quiz dan informasi acara Quis dilakukan lewat website, media cetak, media elektronik, Quiz berupa menjawab pertanyaan tentang glaukoma dan mengirimkan foto karya  hitam putih atau berwarna yang disesuaikan dengan tema "Mata Kita Jendela Dunia ", pintanya.

"Acara Final rencananya dilaksanakan pada 15 Maret 2018 di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Ruang Siwabessy, Rasuna Said, Jakarta. Dan nanti akan diliput oleh stasiun TV, media cetak dan elektronik, dan pada acara final juga akan diadakan pemilihan pemerhati tentang glaukoma dari kalangan masyarakat luas.

Syarat ikut kepesertaan adalah Foto copy KTP dan kirim jawaban pertanyaan beserta foto hasil karya peserta kepada panitia lewat website www.glaukoma.or.id atau email info@glaukoma.or.id dan bisa juga melalui Facebook facebook.com/GlaukomaIndo juga Instagram @yayasanglaukoma dan twitter @GlaukomaIndo.

Pada kesempatan yang sama Dr.dr.Andika Prahasta SpM MKes selaku Pengawas Pengurus YGI sekaligus Team Quiz  mengatakan bahwa " Glaukoma adalah penyakit mata yang diakibatkan oleh adanya tekanan tinggi pada bola mata yang dapat menyebabkan kerusakan syaraf mata, meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidak seimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata, sehingga merusak jaringan - jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang mata", tutur dr. Andika saat Konferensi Pers siang tadi.

"Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan glaukoma kronis antara lain resiko akan meningkat pada usia 40 tahun keatas sekitar satu persen dan pada 65 tahun keatas sekitar lima persen.

Dapat terjadi juga pada semua ras, dan dalam riwayat keluarga apabila ada yang terkena glaukoma terutama glaukoma kronis, sebaiknya memeriksakan mata secara rutin apalagi umur lebih dari 40 tahun dan disarankan juga agar anggota keluarga yang lain untuk juga memeriksakan diri" tegas Andika.

Menurut Andika, gejala glaukoma kronis pada penderita adalah terjadi penurunan penglihatan atau hilangnya pandang berupa adanya area lingkungan yang tidak terlihat ( gelap) diatas atau dibawah penglihatan sentral. Dan gejala pada penderita glaukoma akut adalah mata merah dan terasa nyeri, terkadang terlihat gambaran pelangi sewaktu melihat bola lampu", terangnya.

Koordinator Quiz World Glaucoma Week 2018 Yayasan Glaukoma Indonesia Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro mengatakan " Saya sangat mendukung dan mengapresiasi acara atau kegiatan tersebut karena kita ingin mensosialisasikan tentang bahaya glukoma itu di masyarakat, agar masyarakat mengerti dan bisa menjaga kesehatannya terutama kesehatan mata, karena mata adalah jendela dunia" pungkas Kanjeng Norman.(NKS).

Pernusa DKI Jakarta Ajak Masyarakat Perangi Narkoba Serta Perkuat Persatuan dan Kesatuan


Pernusa DKI Jakarta Ajak Masyarakat Perangi Narkoba Serta Perkuat Persatuan dan Kesatuan

Sumpah Pemuda telah mengingatkan bangsa Indonesia bahwa kita adalah Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa yaitu Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menurut Ketua DPD Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Provinsi DKI Jakarta, Suripto, bahwa dengan semangat Sumpah Pemuda, bangsa Indonesia harus kembali pada Landasan Negara yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Menurutnya seluruh Komponen Masyarakat termasuk Ormas/LSM maupun Partai Politik di Indonesia, perlu untuk kembali pada nilai-nilai Luhur yang terkandung dalam Pancasila,  dimana pada Sila Pertama, “Ketuhanan yang Maha Esa”, mempunyai makna bahwa setiap warga negara berhak menganut dan menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing. Karena itu, perlu dibangun toleransi antarumat beragama. Sikap toleran seperti ini tentu saja dapat menghindari konflik antarumat beragama.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan juga akan mampu mencegah adanya intoleransi dan radikalisme di Indonesia, karena kita semua sudah sepakat untuk bersatu dalam wadah NKRI, demikian juga Ibukota Jakarta sebagai miniatur Indonesia, harus bisa menjadi contoh daerah lain, Pluralisme di Ibukota Jakarta dengan berbagai Suku, Ras, Budaya, Tradisi maupun Agama, harus di jaga dengan baik, Kebhinekaan ini adalah asset bangsa, karena hanya ada di Indonesia, untuk itu toleransi harus menjadi landasan kehidupan bermasyarakat yang Bhineka Tunggal Ika.


Saat disinggung akan Bahaya Penyalahgunaan Narkotika yang kian marak, Pengusaha Muda dibidang Telekomunikasi ini mengaku akan meningkatkan peran Pernusa DKI Jakarta dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Jakarta, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dimana pada pasal 104 hingga 108, tertuang masyarakat mempunyai kesempatan seluas-luasnya dalam upaya P4GN tersebut. Bangsa ini tidak boleh hancur karena Narkoba, China pernah hancur dengan Narkoba, untuk itu kita akan tegaskan, bahwa Narkoba adalah musuh bangsa dan harus kita perangi bersama, tegas Suripto.

Sebagai organisasi Kemasyarakatan, PERNUSA akan berperan aktif dalam pergerakan, untuk kembali menanamkan nilai-nilai Patriotisme dan Cinta Tanah Air, serta menumbuhkan semangat bela Negara maupun Budi Pekerti luhur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Revolusi Mental harus diawali dari usia anak, remaja dan Pemuda, disinilah peran Ormas dibutuhkan untuk mensukseskan program tersebut.

Untuk membangun karekter bangsa yang diawali dengan membangun karakter Generasi Penerus Bangsa, maka dibutuhkan semangat gotong-royong, menanamkan nilai-nilai integritas maupun etos kerja yang dilandasi dengan budaya Nusantara.



Bahkan Presiden Jokowi juga telah mencanangkan Revolusi Mental melalui lima program yang harus digalakkan, yaitu Program Gerakan Indonesia Melayani, Program Gerakan Indonesia Bersih, Program Gerakan Indonesia Tertib, Program Gerakan Indonesia Mandiri, dan Program Gerakan Indonesia Bersatu. Inilah yang akan dilakukan Dewan Pimpinan Daerah Perjuangan Rakyat Nusantara Provinsi DKI Jakarta, paparnya.

Kondisi masyarakatan perkotaan seperti Jakarta saat ini memang sangat memprihatinkan, dari hal kecil seperti untuk tertip di jalan saja susah, banyak pengendara motor masuk trotoar pejalan kaki, bahkan ada yang memanfaatkan trotoar untuk berdagang, disetiap lampu merah selalu saling serobot bahkan lawan arus, padahal disamping membahayakan diri sendiri juga sangat membahayakan orang lain, di jalan kerap kali kita lihat pengendara mobil main buang sampah di jalanan tanpa merasa salah, padahal pasukan Orange sudah membersihkan sejak pagi, untuk itu 5 Geralan Revolusi Mental tersebut harus digiatkan serta diawali dari diri sendiri dan keluarga.

Ketua Umum Pernusa, Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, SE,MM, juga menambahkan, bahwa Perjuangan Rakyat Nusantara atau yang disingkat Pernusa, sengaja menyiapkan Tokoh-tokoh Muda untuk mengisi kepengurusan di DPD Pernusa DKI Jakarta, kita selalu menyiapkan figur-figur yang mau bekerja keras, kerja Cerdas dan Kerja Iklas, Pemuda Harus bisa jadi Pelopor dan jangan mengekor, Pemuda harus bisa tampil di depan.

Sebagai Ormas yang independen, Pernusa butuh orang-orang yang mau kerja iklas membawa visi dan misi organisasi, dan tidak ada kepentingan apa-apa, bagaimana seluruh jajaran Pengurus Pernusa mau berjuang menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan aksi-aksi dan Karya Nyata di Masyarakat, bagaimana kita bisa menanamkan tata nilai yang dibangun para pendiri bangsa ini, pintanya.(Pry).

National Trisakti Hospitality Competition 2017 Tingkatkan Kompetensi Bidang Pariwisata

Peringati HUT RI Ke 72 dan Dies Natalis ke 48, STP Trisakti Gelar TRISCHO 2017

National Trisakti Hospitality Competition 2017 (TRISCHO 2017), suatu kegiatan kompetisi lomba dibidang Kepariwisataan yang digelar Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti dan diikuti para Pelajar SMA maupun SKM, peserta lomba kali ini, yang mengikuti lomba berkisar antara 100 sampai 125 peserta, kami berharap dengan adanya kegiatan yang terus kami lakukan, mudah-mudahan bisa meningkatkan siswa-siswa khususnya siswa SMA/K, karena kompetisi ini difokuskan untuk siswa-siswi agar memiliki jiwa berkompetisi yang baik, karena dalam suatu kehidupan nantinya mereka diharuskan memiliki jiwa-jiwa kompetisi, hal tersebut, diungkapkan Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati,SE,MM usai membuka kegiatan TRISCHO 2017 di halaman Kampus STP Trisakti, Bintaro Jakarta Selatan.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa mata lomba yang diadakan diantaranya adalah Guding Competition, Pastry Competition, Live Cooking Competition, Making Bed Competition, Creative Table Set Up Competition dengan total hadiah puluhan juta rupiah serta akan kita berikan sertivikat, bahkan kita akan memberikan kesempatan pada pemenang, jika setelah lulus SMA/K nanti, ingin meneruskan di STP Trisakti, kita berharap para pemenang akan mengembangkan minat/bakatnya dibidang Pariwisata, dan kita akan fasilitasi, tambahnya.

Fetty Asmaniati,SE,MM juga menegasakan, bahwa kegiatan TRISCHO 2017 ini digelar, sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-48 STP Trisakti yang juga dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 72 tahun, Disamping kegiatan lomba juga akan diadakan kegiatan lainnya diantaranya temu alumni STP Trisakti, Bazar, serta Food Truck Festival.

Acara ini terbuka bagi masyarakat luas yang ingin menyaksikan dan melihat TRISCHO 2017 yang juga dalam rangkaian kegiatan menyambut mahasiswa baru STP Trisakti tahun akademik 2017–2018 sebagai kegiatan orientasi mahasiswa baru dan sebelum menjelang perkuliahan dimulai, kita juga akan mengajak Orang Tua Mahasiswa Baru untuk melihat dari dekat kegiatan Kepariwisataan.

Fetty Asmaniati,SE,MM menambahkan, bahwa National Trisakti Hospitality Competition 2017 merupakan iven lomba, sebagai upaya menjaring bibit-bibit unggul dibidang hospitality, mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat berdampak positif bagi pembangunan bangsa, khususnya dibidang Pariwisata.

Kita bersyukur kegiatan ini peminatnya cukup besar, bahkan datang dari beberapa daerah dan melalui lomba ini, STP Trisakti juga ingin menjadikan ajang evaluasi bagi pembelajaran mahasiswa, kami juga mengucapkan banyak terimakasih pada dunia industri yang turut mensuport kegiatan ini, ungkapnya.


Saat disinggung akan usia SPT Trisakti yang telah memasuki usia 48 tahun, Fetty Asmaniati, SE,MM menegasakan, bahwa STP Trisakti mengaku sangat bersyukur, apalagi salahsatu dosen STP Trisakti, yaitu Anak Agung Gede Agung, memperoleh gelar Guru Besar (Profesor), untuk itu STP Trisakti akan terus mendorong  para dosen untuk bisa memperoleh gelar Guru Besar dibidang Ilmu Pariwisata.

Program lain dalam menyambut usia ke 50 tahun, STP Trisakti juga menyiapkan para Mahasiswa untuk mampu bersaing di kancah internasional, sebagaimana hasil pertemuan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru, bahwa seluruh mahasiswa diharapkan akan bisa mengikuti program internasionalisasi, sehingga mereka kedepan bisa berkiprah di luar negeri, baik bekerja maupun mengembangkan kemampuan serta keahlian dibidang Pariwisata di luar negeri, untuk memajukan bangsa dan Negara, sebagaimana program Pemerintah, yaitu menjadikan sektor Pariwisata sebagai sumber devisa Negara, untuk itu STP Trisakti terus berupaya melahirkan SDM yang unggul, khususnya dibidang Pariwisata, tegasnya.


Menanggapi akan telah dijadikannya Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan di Asia Tenggara, Fetty Asmaniati mengaku bangga, karena hal tersebut juga akan membantu meningkatkan kunjungan Wisatawan ke Indonesia, bahkan saat ini bagi Mahasiswa dari luar negeri yang belajar ke STP Trisakti, juga diwajibkan belajar Bahasa Indonesia, demikian juga program kerjasama luar negeri dengan STP Trisakti, juga disamping dikenalkan Seni Budaya Indonesia, Kuliner maupun Obyek Wisata di tanah air, mereka juga kita kenalkan dengan bahasa Indonesia, ini adalah kewajiban kami untuk mengenalkan bahasa Indonesia pada mereka, kita bersyukur kerjasama STP Trisakti dengan luar negeri, tiap tahun ada penambahan, baik institusi maupun dunia industry, paparnya.(SP).

Bakamla RI Kampanyekan Gerakan Anti Sampah di Sebatik

Dengan berlatar belakang kapal Bakamla RI KN 4804 Gajah Laut, Kasubdit Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Bakamla RI Eli Susiyanti, S.H., M.H., M.M. mengedukasi para pelajar di lingkungan Sebatik tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan laut melalui sosialisasi dan kampanye anti sampah, di Dermaga Sai Pancang, Sebatik, Kamis (17/8/2017).

Dibawah teriknya matahari, Eli menyampaikan overview singkat tentang Bakamla RI. Para pelajar yang hadir memperhatikan dengan seksama ketika diperkenalkan tentang instansi maritim yang bergerak di bidang penyelenggaraan patroli keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia tersebut. Antara lain dijelaskan tentang tugas, fungsi, personel, dan organisasi Bakamla RI.

Menurut Eli, selain tugas patroli, Bakamla RI juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan laut dari pelanggaran berupa pencemaran atau polusi laut. Sekilas disampaikannya pula dampak sampah di laut bagi kehidupan manusia dan biota laut. Oleh karenanya, dalam suasana peringatan kemerdekaan Indonesia ke-72 ini menjadi momen yang tepat untuk menggugah kesadaran dan memberikan pemahaman kepada generasi muda penerus bangsa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai wujud nyata dari kampanye anti sampah, saat itu juga Eli mengajak para pelajar untuk memungut sampah disekitar dermaga.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan openship KN Gajah Laut. Komandan Kapal Mayor (P) Bambang Arif Hermawan menyambut dan memberikan pengenalan tentang kapal kepada para pejabat dan pelajar setempat yang datang berkunjung, antara lain Dirjen PPMKD Kemendesa didampingi jajarannya, pejabat dari BNN Sebatik, pejabat Pemprov Kalimantan Utara, Siswa dan siswi SMA 1 Sebatik, dan PMR Sebatik yang merupakan gabungan seluruh pelajar di Sebatik. (Nrl)

Bakamla RI Periksa Kapal Tanker Berlayar Tanpa SPB


Bakamla RI Periksa Kapal Tanker Berlayar Tanpa SPB

Sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi, tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) Bakamla RI dan kru KP Napoleon 006 PSDK yang  tergabung dalam Operasi Nusantara Bakamla RI berhasil menangkap sebuah kapal tanker yang tidak dilengkapi Surat Persetujuan Berlayar, di Perairan Utara Pulau Untung Jawa, Selasa (15/8/2017).

Kapal berbobot 578 GT ini terjaring dalam patroli rutin pengamanan laut yang dilaksanakan Bakamla RI di perairan Indonesia. Kapal tanker diketahui berinisial DS, pada saat dilakukan pemeriksaan, didapati tidak memiliki izin berlayar. Pasalnya, sang nakhkoda tidak dapat menunjukkan SPB yang diminta petugas. Selain itu, nakhkoda kapal (Zul) diduga juga tidak dapat menunjukkan manifest kapal, dan dokumen personel ABK juga tidak lengkap.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, selanjutnya kapal patroli yang dikomandani oleh Buddy Setiawan melakukan proses Ad hock kapal tangkapan ke Sunda Kelapa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(Nrl)

Panitia Pengibaran Merah Putih Sudah Mulai Sibuk Di Perbatasan

Panitia Pengibaran Merah Putih Sudah Mulai Sibuk Di Perbatasan

Jakarta, 13 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI)
Panitia Pengibaran Bendera Merah Putih yang rencana akan dilaksanakan di salah satu pulau terdepan Indonesia yang merupakan perbatasan Indonesia-Malaysia, yakni Pulau Sebatik, 17 Agustus mendatang, sudah terlihat mulai sibuk melakukan berbagai aktifitas di Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (13/8/2017).

Tidak tanggung-tanggung, panitia tersebut berasal dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa PDTT RI) yang didukung personel dari Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), serta Pemda Nunukan, hal tersebut diungkapkan Kasubbag Humas Bakamla RI, Kapten Marinir Mardiono.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa aktifitas yang dilakukan panitia pusat maupun daerah itu mulai dari rapat teknis hingga pengecekan lapangan dan rapat kesiapan akhir dilakukan di Kantor Kabupaten Nunukan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Derah Tertentu (Sesditjen PDTU) Kemendesa PDTT RI selaku Ketua Panitia Pusat, Aisyah Gamawati, dihadiri puluhan panitia pusat maupun daerah, tegasnya.

Sementara itu kegiatan lapangan dilakukan dengan berbagai aktifitas, mulai dari pengecekan lapangan hingga pengawasan langsung dan memberikan motivasi terhadap para putra putri terpilih sebagai Paskibra Cilik yang akan melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih di Pulau Sebatik 17 Agustus mendatang, tambahnya.

Sementara pantauan di lapangan, Pemeriksaan dan pemberian motivasi terhadap ratusan putra putri daerah tersebut dilakukan oleh Dr. Bastaman dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendesa PDTT pimpinan dr. Hanibal Hamidi, M.Kes., yang didampingi Kasubbag Bakamla RI, Kapten Marinir Mardiono.

Dalam kegiatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. dijadwalkan akan mendampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo yang akan memimpin Upacara Bendera 17 Agustus 2017 di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Bakamla RI mendukung program Kemendesa PDTT RI ini sebagai salah satu wujud sinergitas Bakamla RI dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan makmur bersama instansi terkait lainnya.

Selama tiga hari sebelum dilaksanakan Upacara Bendera Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-72 ini didahului dengan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan, bekerjasama dengan puskesmas setempat di Pulau Sebatik yang berlokasi di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.(Pry)

Laksdya Ari Soedewo: Bakamla RI Hadir Sebagai Penegak Hukum Sipil di Laut

Laksdya Ari Soedewo: Bakamla RI Hadir Sebagai Penegak Hukum Sipil di Laut

Jakarta, 10 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI)
“Bakamla RI hadir sebagai penegak hukum sipil di laut dalam masa damai”. 
Hal tersebut dikatakan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., saat memperkenalkan Bakamla RI kepada jajaran Direksi dari salah satu stasiun televisi swasta ternama di Indonesia, Kamis (10/8/2017). 
Stasiun televisi yang kental dengan aura semangat kawula muda ini, menerima kunjungan Kepala Bakamla RI beserta rombongan dengan gaya yang sangat akrab dan bersahabat. Kesempatan ini dijadikan sebagai wadah silaturahmi dan mendekatkan diri dengan rekan-rekan media. Pertanyaan seputar instansi kerap kali dilontarkan, termasuk diskusi kritis mengenai pengamatan keamanan dan keselamatan laut dari sudut pandang jurnalistik. 
Network Entertainment Television (NET) yang dipimpin oleh Dede Apriadi, memanfaatkan kunjungan ini untuk mendalami tugas dan fungsi Bakamla RI, peranan Bakamla RI di laut, tanggapan Bakamla RI mengenai kasus terkini yang terjadi di laut, sudut pandang Bakamla RI dalam penanganan hukum, dan sebagainya. 
Penjelasan tidak hanya diberikan oleh Kepala Bakamla RI, namun juga Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr., yang memberikan penjelasan seputar operasi laut Bakamla RI, dan Laksamana Pertama TNI Yuli Dharmawanto, S.H., M.H. yang menceritakan sedikit pengalamannya dalam melakukan penegakan hukum selama bertugas di Bakamla RI. 

Selain itu, Kepala Bakamla RI juga didampingi oleh Direktur Operasi Udara Marsekal Pertama TNI Dimitrius Widiantoro,M.BA. yang juga menjabat sebagai Plt. Sestama Bakamla RI, Direktur Kerja Sama Sandi, S.H., M.H., Kepala Biro Umum Laksamana Pertama TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M., Koorspri Mayor Marinir Alex Zulkarnain, Kasubbag Humas Kapten Marinir Mardiono, dan Kasubbag Protokol Leonardi Hillman, S.E., M.T. 

Bakamla RI Hadiri Pertemuan Bilateral RI-Malaysia di Jakarta

Bakamla RI Hadiri Pertemuan Bilateral RI-Malaysia di Jakarta

Jakarta, 10 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI)
Indonesia menjadi tuan rumah pada acara pertemuan ke-15 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-Malaysia yang diselenggarakan di Jakarta. Bakamla RI mengirimkan perwakilannya, Kasi Bilateral dan Regional Fenny Sefhirany, S.S. untuk menghadiri Senior Official's Meeting (SOM), yang merupakan salah satu agenda pertemuan JCBC, di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).
JCBC merupakan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Malaysia yang akan membahas perkembangan isu kerja sama bilateral, pending issues, dan isu regional lainnya di berbagai bidang yang menjadi perhatian bersama kedua negara. Pertemuan sebelumnya, yaitu JCBC ke -14 telah dilaksanakan pada 9-10 Oktober 2015 silam di Kuala Lumpur Malaysia.
Kehadiran Bakamla RI dalam Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) tersebut adalah terkait Implementation of The Memorandum of Understanding in Respect of The Common Guidelines Concerning Treatment of Fisherman by Maritime Law Enforcement Agencies of the Republic Indonesia and Malaysia .
Pada tingkat SOM, delegasi RI dipimpin Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Dr. Desra Percaya. Sedangkan delegasi Malaysia dipimpin Deputy Secretary General for Bilateral Affairs, Kementerian Luar Negeri Malaysia Y.M. Duta Besar Nurshirwan Zainal Abidin.

Sementara itu, agenda lainnya yaitu Pertemuan ke-15 JCBC RI-Malaysia tingkat Menteri Luar Negeri dijadwalkan akan dilaksanakan esok hari (11/8) di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta Pusat.

Laksda Agus Serahkan Jabatan Sestama Kepada Kepala Bakamla RI

Laksda Agus Serahkan Jabatan Sestama Kepada Kepala Bakamla RI


Jakarta, 8 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI)
Laksda TNI Agus Setiadji, S.AP. menyerahkan jabatan Sekretaris Utama kepada Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan dan dilanjutkan dengan penyerahan naskah memorandum, di Ruang Serba Guna Kantor Pusat Bakamla RI Jalan Dr. Sutomo No. 11, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Sebelumnya, Laksda Agus membaca Memorandum Serah Terima Jabatan Sekretaris Utama Bakamla RI secara lengkap dalam paparannya sebagai laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas jabatan Sekretaris Utama selama masa jabatan Desember 2016 hingga Juli 2017. Melalui pembacaan memorandum, disampaikan informasi pelaksanaan tugas Sekretariat Utama, serta kendalanya dan hal-hal yang belum dicapai pada tahun 2017 sehingga dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi pejabat baru dalam pelaksanaan tugasnya.

Usai acara penandatanganan, secara resmi Laksda Agus tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris Utama Bakamla RI, dan selanjutnya akan menjalankan amanah di tempat yang baru sebagai Kabaranahan Kemhan.

Kepala Bakamla RI dalam sambutannya, antara lain mengatakan, Sekretaris Utama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit-unit organisasi kerja, agar tugas dan fungsi dalam unit-unit kerja yang ada dapat berjalan sesuai dengan performa dan kinerja yang diharapkan. Selain itu, dalam kapasitas dan perannya sebagai Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan anggaran negara di lingkungan Bakamla RI, keberadaan sekretaris utama sangat menentukan dinamika dan pasang surut pencapaian kinerja kelembagaan secara menyeluruh.

Pada kesempatan tersebut, Laksdya Ari selaku Kepala Bakamla RI menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Laksda Agus atas sumbangsih tenaga dan pemikiran, kerja keras, kreativitas, loyalitas, serta karya yang telah diberikan bagi kemajuan Bakamla RI. Apapun yang dikerjakan tentunya adalah untuk memberikan performance bagi kedaulatan negara, kata pati bintang tiga tersebut.

Pimpinan tertinggi Bakamla RI itu juga berpesan pada jajarannya, bahwa filosofi keberlangsungan organisasi harus tetap berjalan. Dalam suatu organisasi, agar bisa berkesinambungan kita harus bisa apa yang sudah dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan dan apa yang sedang direncanakan dapat berkesinambungan.

Selama 8 bulan kita telah bersama dengan Pak Agus Setiadji, sudah banyak sumbangsih yang diberikan, memang belum sempurna, namun setidaknya sudah melangkah dan berbuat, marilah apa yang telah ditinggalkan kita teruskan. Apa yang tadi sudah dipaparkan, kendala apa yang ada, itu tidak akan dapat diselesaikan tanpa kebersamaan dan pemahaman kita bersama, tutupnya.

Bakamla RI Sebar Life Jacket Sampai ke Merauke

Bakamla RI Sebar Life Jacket Sampai ke Merauke

Jakarta, 8 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI
Bakamla RI melalui Direktorat Kerja Sama terus mendekatkan diri dengan masyarakat pesisir. Kali ini kegiatan fokus kepada Pelatihan dan Sosialisasi Keselamatan Laut dengan tajuk 'Melalui Pelatihan Bertahan di Laut, Kita Tingkatkan Keselamatan Nelayan'.

Kegiatan yang digagas oleh Seksi Kerja Sama Non Pemerintahan dan Seksi Potensi Keselamatan Laut Bakamla RI, diisi dengan kegiatan edukasi masyarakat pesisir mengenai pentingnya keselamatan berlayar. Paparan yang disampaikan dengan gaya yang sangat bersahabat disampaikan oleh Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri Kolonel Kav. M. Irawadi S.E., M.Si. di Kantor Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPPKL) Merauke, Jl. Menara Lampu Satu, Kampung Tengah, Selasa (8/8/2017).

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan alat keselamatan laut berupa 100 buah life jacket kepada nelayan sekitar. Pendalaman mengenai keselamatan laut juga disampaikan oleh narasumber dari Bina Sena Maritime Simulator Center, Sunarko Ibrahim. Simulasi teknik penyelamatan diri dan pemberian pertolongan pertama juga dipertunjukkan di depan nelayan yang hadir oleh perwakilan Direktorat Latihan Bakamla RI, Safei.

Diharapkan melalui kegiatan ini, Bakamla RI dapat meninggalkan kesan yang positif bagi masyarakat pesisir dan terus menggalang keakraban dengan warga sekitar. Sebagai perpanjangan tangan Bakamla RI Pusat, SPKKL Merauke akan terus menggandeng masyarakat pesisir sebagai agen keamanan laut terdepan.(Nrl)

KN Belut Laut Bakamla RI Tangkap Kapal Muat Peralatan Elektronik Ilegal

KN Belut Laut Bakamla RI Tangkap Kapal Muat Peralatan Elektronik Ilegal

Jakarta, 8 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI)
KN Belut Laut 4806 Bakamla RI dikomandani Mayor Laut (P) Hadi Syafruddin, S.E., S.T. berhasil menangkap dua kapal kargo kayu dengan muatan tidak sesuai manifest kapal, di Perairan Batam, tadi malam.

Penangkapan bermula sekira pukul 21.45 pada Senin (7/8) saat kapal Bakamla RI  yang sedang melakukan patroli rutin Operasi Nusantara Bakamla RI tersebut melakukan pengawasan di wilayah zona kamla Barat, dan mendapati sebuah kapal kargo KM BJ 19 berbobot 166 GT. Seperti biasa, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kapal tidak melakukan aktivitas illegal.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, didapati kapal yang membawa 8 ABK tersebut berlayar tanpa nakhkoda, dan juga muatan yang dibawa tidak sesuai keterangan yang tercantum pada manifest. Petugas menemukan adanya muatan barang bekas berupa tas-tas bekas dan beberapa barang elektronik bekas yang tidak dicantumkan dalam manifest.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, kapal patroli juga mendapati keberadaan kapal KM BI 10, dan kemudian dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, kapal berbobot 212 GT dan membawa 10 ABK tersebut diduga juga melakukan pelanggaran yang sama, yaitu nakhkoda tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi. Selain itu didapati pula bahwa muatan yang dibawa tidak sesuai manifest. Dalam kapal ditemukan beberapa barang dalam kemasan yang tidak tercantum dalam manifest berupa onderdil sepeda motor.

Atas pelanggaran yang dilakukan, kedua kapal diduga melanggar UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Selanjutnya kapal tangkapan dikawal menuju Pelabuhan Sekupang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(Nrl)

FOKAN,BNN Dan Kemendikbud Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Dalam P4GN

Bertempat di Aula BNN Jakarta, pada Sabtu, 5 Agustus 2017 Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) menggelar "Seminar Nasional dan Pelatihan Pemberdayaan Parenting Skill Menuju Sejahtera". Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari beberapa Ormas maupun LSM yang peduli dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sekjen FOKAN, Anhar Nasution,SE.MM menegaskan, bahwa kegiatan ini digelar dalam upaya meningkatkan kualitas serta peran Ormas/LSM anti Narkoba untuk membangun peranserta masyarakat yang lebih luas lagi dalam P4GN.

Beberapa materi akan diberikan seperti Penguatan Pendidikan Keluarga Anti Narkoba, Pola Asuh Positif, Pendidikan Anak Di Era Digital serta kebijakan Direktorat Bindikel tentang Pendidikan Keluarga, dengan Penguatan P4GN tersebut, diharapkan upaya pencegahan bisa lebih maksimal, tegas Anhar Nasution.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Pendidikan Keluarga, Direktorat Bindikkel, Kemendikbud Sukiman, bahwa kita semua memilikuli tanggung jawab dalam penyelamatan anak bangsa dan Keluarga adalah benteng yang kokoh untuk menghadapi serangan Narkoba.

Sementara dalam pembekalannya, Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif. MH Dir Pertamas BNN juga menjelaskan, bahwa masalah narkoba kini sudah jadi masalah nasional, dan dikaitkan dengan masalah wawasan kebangsaan sampai pada ketahanan nasional,dan ketahanan bangsa ini tentunya dimulai dari rumah ke rumah.
Ini bisa dikaitkan dengan suplai and dimen, dimana suplsi itu dari produksi dan distribusi, mulai dari bandar besar sampai yang gram-graman, sementara dimen itu kebutuhan orang yang menggunakan, untuk itu gimana selain pemberantasan yang selama ini dilakukan jajaran BNN, POLISI,TNI, BEA CUKAI dan petugas lainnya.
Dan yang penting lagi adalan mencegah pemakaian juga kebutuhan.
Ini mulai orang mengenal, mencoba sampai dengan Endik (mengenal dengan mencoba).
Bagaimana agar orang tau bahwaNarkoba ini berbahaya dan bisa merusak tubuh kita, Psikis kita, bahkan bisa merusak perekonomian kita, untuk itulah dengan peran Ormas dan LSM Anti Narkoba inilah yang bisa berperan aktif dalam pencegahan tersebut. Penggiat anti Narkoba ini adalah Duta-duta negara dalam upaya memberikan pemahaman sehingga bisa menyetop suplai and dimen. Jadi saya tegaskan bahwa Kesadaran masyarakat itu adalah daya tangkal Narkoba,tegas Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif. MH.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Indonesia Anti Narkoba (INSANO), Sismanu disela acara tersebut juga menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur dengan digelarnya kegiatan Pembekalan P4GN dengan Pelatihan Pemberdayaan Parenting Skill Menuju Keluarga Sejahtera ini, dan INSANO berharap agar setiap individu masyarakat punya tanggung jawab turut mensosialusasikan P4GN sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Anti Narkoba pasal 104 sampai 108, dimana pasal itu adalah pasal tentang peranserta masyarakat. Jadi masyarakat harus terlibat seluruhnya, sehingga masyarakat akan tau kewajibannya dan berpartisipasi dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan prekusor lainnya, ungkap Sismanu.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Pendidikan Keluarga, Direktorat Bindikkel, Kemendikbud Sukiman, bahwa kita semua memilikuli tanggung jawab dalam penyelamatan anak bangsa dan Keluarga adalah benteng yang kokoh untuk menghadapi serangan Narkoba.

Cupli Risman Apresiasi Niat Mendagri Satukan Kembali KNPI

Cupli Risman Sambut Baik Keinginan Mendagri Satukan DPP KNPI


Disela acara Munas IPKI di Gedung Juang 45 Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo mengaku setelah menyatukan DHN 45, pihaknya ingin menyatukan Kembali DPP KNPI sebagai wadah Organisasi Kepemudaan di Indonesia, mantan Ketua Umum DPP KNPI ini mengaku prihatin atas perpecahan di jajaran DPP KNPI yang terpecah menjadi 3 kubu, yaitu Kubu M Rifai Darus (Kongres Papua), Kubu Fahd Arafiq (KLB Kartika Candra) dan Kubu Cupli Risman (KLB Bidakara) yang berdampak pada perpecahan ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk itu pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil seluruh Pengurus DPP KNPI serta Organisasi Kepemudaan tingkat Nasional.

Dari pernyataan Mendagri tersebut, Ketua Umum DPP KNPI Versi KLB Bidakara, Cupli Risman mengaku menyambut baik keinginan mendagri Tjahyo Kumolo tersebut, karena ini adalah keinginan tulus beliau yang juga pernah menjadi Ketua Umum DPP KNPI periode 1990 - 1993, dan saya yakin ini juga keinginan seluruh Pemuda Indonesia, karena apapun konfliknya semua bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan musyawarah.

Cupli Risman yakin tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan selama itu semua kubu mau introspeksi diri dan mau melakukan kompromi, karena didepan jauh ada kepentingan yang lebih besar, bukan kepentingan prakmatis, sesaat maupun kepentingan jangka pendek, namu kita harus jauh berfikir kedepan untuk kepentingan bangsa menuju bangsa yang sejahtera, adil dan makmur.

Sebagai Ketua Umum DPP KNPI saya mendukung dan mengapresiasi keinginan Pemerintah, dalam hal ini Mendagri dan Menpora yang tidak henti-hentinya mengambil langkah-langkah untuk penyatuan ini, meskipun ada kendala, namun kita harus merujuk pada keinginan yang lalu, bahwa tidak ada konflik yang tidak berujung, mungkin ini waktu yang tepat untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan masalah kepemudaan saat ini, ungkap Cupli Risman.

Diakuinya Pemerintah sebagai Pembina dan pengayom bisa melakukan langkah-langkah seperti memanggil ke 3 kubu tersebut, karena ketiganya dalam AD/ART memiliki argumentasi bahwa semuanya benar, dan selama ini ketiganya juga melakukan kegiatan program kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, untuk itu semua harus bisa duduk bareng, karena kalau tidak dihentikan akan terjadi Musda-musda hingga Provinsi, Kabupaten/Kota bahkan hingga Kecamatan, ini harus menjadi perhatian dari pemerintah, demikian juga di tubuh Organisasi Kepemudaan juga terjadi perbedaan-perbedaan yang bisa menimbulkan konflik, KNPI sebagai wadah pemuda lama-lama akan tereduksi bahkan akan hilang, untuk itu dengan diberbagai isu kebangsaan kita, khususnya isu Disintegrasi, Terorisme, Radikalisme, Narkoba maupun banyaknya isu anti Pancasila dan anti kebhinekaan, saya kira peran Pemuda harus ditingkatkan dan KNPI harus disatukan, untuk mendukung program pemerintah yang berkelanjutan dan percepatan pembangunan yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi, ungkap Cupli Risman dengan tegas.(pry)

Kepala Bakamla RI Lantik Empat Pejabat Eselon I Dan II

Kepala Bakamla RI Lantik Empat Pejabat Eselon I Dan II



Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. secara resmi melantik dua pejabat Eselon I dan dua pejabat Eselon II pada Acara Pelantikan dan Penyumpahan Pejabat eselon I dan II Bakamla RI di di Kantor Bakamla RI Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Pejabat setingkat Eselon I yang dilantik yaitu Brigjen Polisi Drs Arifin, M.H. dan Brigjen Polisi Dr. Drs. Abdul Gofur, S.H., M.H. Brigjen Pol Arifin sebelumnya bertindak sebagai Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Bakamla RI kini telah resmi menjabat sebagai Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Bakamla RI. Sementara itu Brigjen Pol Abdul Ghofur yang sebelumnya menjabat Direktur Penelitian dan Pengembangan Bakamla RI dilantik menjadi Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla RI.

Sedangkan pejabat setingkat eselon II masing-masing adalah Brigjen Polisi Drs. Muchlis A.S., M.H., yang sebelumnya berdinas sebagai Pamen Bareskrim Polri dilantik sebagai Inspektur Bakamla RI, dan Kolonel Laut (S) Dr. Drs. I Wayan Warka, M.M. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Kepegawaian Bakamla RI dilantik sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla RI.

Dalam sambutannya, Kepala Bakamla RI mengatakan bahwa acara pelantikan dan penyumpahan ini merupakan sarana penyegaran dalam pembinaan karier personel, untuk meningkatkan kinerja organisasi serta memperbaharui semangat kerja, seiring meningkatnya tantangan terkait tugas dan fungsi Bakamla RI.

Selain tantangan eksternal yang harus dihadapi Bakamla RI, secara spesifik Laksdya Ari juga menyebutkan beberapa tantangan internal, antara lain pengembangan organisasi, kepemilikan kantor yang representative, peningkatan kualitas SDM yang professional, peningkatan penilaian akuntabilitas anggaran, peningkatan kepercayaan masyarakat, serta berbagai persoalan lainnya.

“Saya percaya dengan bekal pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman yang telah diperoleh selama ini dapat menjadi modal berharga dalam mengemban tugas di Bakamla dalam menghadapi tantangan yang ada”. Demikian harapan yang dilontarkan orang nomor satu Bakamla RI tersebut.(Nrl)

Bakamla RI Siap Halau Selundupan Narkoba Melalui Laut

Bakamla RI Siap Halau Selundupan Narkoba Melalui Laut

Jakarta, 2 Agustus 2017 (Humas Bakamla RI)
Dalam menjalankan tugasnya, Bakamla RI siap menghalau selundupan narkoba melalui jalur laut. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI Marsma TNI Demitrius Widiantoro, M.BA. dalam kesempatan wawancara live di program "Apa Kabar Indonesia Pagi", TV One. Wawancara dilakukan di studio TV One Epicentrum Walk, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017).

Saat ditanya mengenai sikap Bakamla RI tentang maraknya penyelundupan narkoba melalui jalur laut, Marsma TNI Widiantoro menyatakan kesiapan Bakamla RI dalam menghalau aksi distribusi obat-obatan terlarang melalui laut.

“Bakamla RI beserta mitra maritim siap mengamankan perairan Indonesia dari distribusi narkoba melalui laut. Khususnya dalam hal operasi udara yang dilakukan Bakamla RI, hal tersebut tidak lepas dari pemantauan kami” jelas pejabat tinggi dari TNI Angkatan Udara ini.

Tanya jawab yang dipandu oleh Indy Rahmawati dan Arif Fadil berlangsung hangat, terlebih lagi saat menginjak topik jalur distribusi narkoba yang dipilih.

Jalur distribusi narkoba melalui laut kerap kali menjadi pilihan, karena dirasa cukup aman untuk menyelundupkan barang haram tersebut. “Jika melalui udara, titik masuknya melalui bandara yang notabene pemeriksaannya cukup ketat. Jika melalui laut, perairan Indonesia ini cukup luas dan ada kemungkinan untuk luput dari pengawasan”, imbuh Marsma TNI Widiantoro.

“Selain itu, sepanjang pantai yang ada di Indonesia dapat dijadikan tempat bongkar muat atau transaksi narkoba. Belum lagi jika tertangkap aparat, mereka dapat dengan mudahnya menghilangkan barang bukti dengan membuangnya ke laut”, lanjutnya.

Bakamla RI menyadari tidak akan dapat bekerja tanpa dukungan dari mitra maritim dan masyarakat sekitar. “Peran masyarakat, khususnya yang berada di pesisir, sangat penting. Mereka itu adalah agen informan terdepan bagi instansi yang berkepentingan di laut”, imbuhnya saat menutup perbincangan.(Pry)
Diberdayakan oleh Blogger.