Rayakan Hari Guru dan HUT PGRI, Kasudin Dikmen Berikan Motivasi Para Guru

Kasudin Dikmen Jakarta Timur Drs. Budiana, MM, merayakan Hari Guru tahun 2014 di SMA Negeri 21 Jakarta. Perayaan Hari Guru diawali dengan melaksanakan upacara pengibaran bendera. Budiana bertindak sebagai Pembina upacara. Semua petugas upacara, pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca naskah UUD 1945, pembaca Ikrar Guru, paduan suara, semuanya  adalah para guru Guru.

Pada akhir kegiatan upacara dilaksanakan pemberian cindera mata oleh para siswa kepada para guru. Para siswa memberikan cindera mata kepada guru-guru pilihannya berupa handuk kecil dan pulpen.  Salah seorang siswa yang memberikan cindera mata, menjelaskan bahwa pemberian handuk kecil filosofinya handuk tersebut untuk mengelap keringat setelah para guru bekerja keras mengajar dan memajukan pendidikan. Sedangkan pemberian pulpen maknanya agar guru terus berkarya menuliskan gagasannya untuk memajukan pendidikan di sekolahnya.

Budiana menjelaskan bahwa pilihannya merayakan Hari Guru di sekolah karena ingin memberikan dukungan dan apresiasi kepada para guru dalam melaksanakan tugasnya mencerdaskan generasi muda sebagai calon pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Lebih lanjut Budiana menjelaskan bahwa selaku Kepala Suku Dinas ia juga menugaskan kepada seluruh para kepala sub bagian, kepala seksi tingkat Suku Dinas dan kepala seksi tingkat kecamatan menjadi pembina upacara di sekolah dan member apresiasi kepada guru di sekolah. 

Dengan penugasan para pejabat tersebut menjadi Pembina upacara untuk menunjukkan besarnya perhatian Sudin Dikmen Jakarta Timur terhadap profesi guru. Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah. Aktualitas fungsi guru sebagai tenaga profesional merupakan prasyarat untuk meningkatkan kualitas proses dan luaran pembelajaran.

Sebagai tenaga profesional, guru berperan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Kemajuan suatu bangsa tergantung dari besarnya perhatian dan upaya bangsa yang bersangkutan dalam mendidik generasi muda. Jika anak bangsa memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan kecakapannya, mendalami pengetahuan, serta mengembangkan disiplin, watak, kepribadian dan keluhuran budinya, maka bisa dikatakan bangsa tersebut akan memiliki masa depan yang cerah. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru, harkat dan martabat bagi bangsa yang sedang membangun mutlak diperlukan.

Sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang dikuatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, tanggal tersebut juga merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Indonesia (PGRI). Dengan demikian peringatan HGN dilakukan bersamaan dengan HUT PGRI. 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.