Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Dukung Penertiban Kolong FO Klender

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur beberapa waktu lalu kembali melakukan penertiban di sekitar Pasar Klender Kecamatan Pulogadung, dari pedagang kaki lima (PKL). Karena lokasi yang digunakan untuk berdagang tersebut merupakan areal jalan raya yang selama ini mengganggu pengendara motor maupun pejalan kaki, belum lagi banyaknya sampah yang menumpuk serta menimbulkan bau kurang sedap saat melintas di kolong fly over klender tersebut.

Dalam penertipan yang dilakukan dibawah Koordinator Wakil Walikota Jakarta Timur H Husein Murad tersebut meskipun mendapat perlawanan dari pedagang, namun penertiban dapat dilakukan dengan baik, dan menurutnya lokasi Fly over akan digunakan untuk taman dan tempat interaktif warga, sehingga nantinya akan terlihat bersih serta lebih bermanfaat bagi masyarakat.

H Husein Murad juga mengaku bahwa para pedagang di jalan dan FO Klender akan dipindahkan ke dalam pasar Klender, “Kami sudah memberikan tempat berdagang yang sudah di siapkan yakni di pasar, ada lokasi binaan, ada lokasi penampungan dan kita berharap juga bagi para pembeli atau berbelanja di tempat yang berdagang pada tempatnya. Setelah kita tertibkan ini untuk selanjutnya akan kita jaga dan tetap menghimbau kepada pedagang untuk tidak melakukan transaksi jual beli atau berdagang di tempat  Fly Over Klender,” ujarnya.

Sementara ditempat terpisah, seusai mengikuti Halal Bihalal di Kantor Walikota Jakarta Timur, Tokoh Masyarakat Jatinegara Kaum yang juga Ketua NU Kota Jakarta Timur, KH Yus Fadillah, saat ditemui para Wartawan menegaskan, bahwa pihaknya mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam melakukan penataan di sekitar Fly Over Klender, yang juga didepan Masjid Al Makmur, sehingga kedepan jalan di depan masjid akan bersih dan dengan pembangunan taman, maka akan semakin indah dan rapi.

 “Saya atas nama masyarakat sangat mendukung pembangunan taman interaktif kolong fly over Klender yang sudah sekian lama semrawut karena dikuasai para pedagang kaki lima, kita siap mengawal hingga pembangunan areal di depan Masjid Al Makmur serta didepan Pasar Klender tersebut selesai” paparnya.

Menurutnya, selama ini kawasan kolong fly over Klender kondisinya sangat kumuh, semrawut serta mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat setempat. Selain itu tumpukan sampah pedagang telah menimbulkan bau tidak sedap hingga ke dalam Masjid Al Makmur yang tepat berada di depan kolong fly over Klender.

Jamaah dan pengurus Masjid Al Makmur menurutnya, sangat terganggu dengan bau sampah dan kesemrawutan yang ada di kolong fly over Klender. Hal ini juga yang mendorong mereka untuk mendukung penertiban PKL kolong fly over Klender oleh Pemkot Jakarta Timur.

“Selain keberadaan PKL di kolong fly over Klender telah menyalahi aturan, kebetulan Masjid Al Makmur masih merupakan masjid keluarga saya. Kami ingin mengembalikan kewibawaan masjid,” kata Yus Fadillah.

Dukungan masyarakat ini sendiri menurutnya sudah dikomunikasikan kepada Walikota Jakarta Timur. “Saat ini memang kita harus agak keras, karena ini semua muaranya untuk kepentingan masyarakat banyak,” tegasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.