STP Trisakti Tingkatkan Pengetahuan Wisata Edukasi, Bagi Guru SMK Jakarta, Banten dan Jabar

Metode Pembelajaran pada dunia pendidikan selalu berkembang, dimana sistem pembelajaran tersebut tidak hanya dalam bentuk tatap muka dan pemberian tugas dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas. Dalam proses pembelajaran diluar kelas untuk memberikan gambaran pada mata pelajaran tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan Karya Wisata atau Wisata Edukasi, yaitu melakukan kunjungan kesebuah tempat yang mendukung proses pembelajaran memperkaya bahan atau obyek tertentu sesuai mata pelajaran yang dibutuhkan.

Direktur Pembinaan SMK, Dirjen Dikmenjur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Drs HM Mustafirin Amin, MBA disela acara tersebut juga menjelaskan, bahwa Workshop Wisata Edukasi ini merupakan upaya menyiapkan anak didik untuk dapat memahami ilmu Kepariwisataan khususnya bidang Usaha Wisata, para Guru SMK Wisata yang saat ini turut serta, diharapkan akan mengajarkan pada anak didik, khususnya yang belajar di jurusan Perjalanan Wisata, tentang teknik memandu wisatawan.

Sebagaimana program di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa jurusan SMK setelah mereka lulus, akan dapat memilih menjadi Pekerja di dunia usaha, ataukah akan menjadi Entreprenuer, ataukah ingin meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, oleh sebab itu sebagaimana kegiatan Workshop Wisata Edukasi ini, juga diharapkan akan bisa diajarkan pada anak didik sehingga mereka bisa bekerja menjadi Pemandu Wisata atau dapat mendampingi tamu berwisata.

Dalam Kurikulum 2013, Siswa-siswi juga dituntut untuk aktif dalam menambah ilmu pengetahuan, karena kurikulum tersebut barbasis aktifitas, misalkan membahas Candi Borobudur, tidak sekedar tau ada Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah, namun anak didik juga harus tau latar belakang serta historis, sehingga perlu juga kegiatan otentik, dan salahsatunya adalah dengan Wisata Edukasi, Jadi melalui Wisata Edukasi siswa akan melihat secara nyata obyek yang dipelajari, sehingga siswa tidak hanya membayangkan satu obyek yang di pelajarinya, akan tetapi akan mengetahui wujud asli, sehingga dapat lebih mengetahui dan memahami obyek tersebut, papar Drs. HM Mustafirin Amin, MBA

Sementara Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati,SE,MM, juga menegaskan, bahwa kegiatan Karya Wisata atau Wisata Edukasi sebagai hal yang biasa dilakukan, bukan saja pelajar SMA/K, tetapi juga digelar di Sekolah Dasar, SMP bahkan Taman Kanak-kanak, hanya saja jika penyelenggara kegiatan kurang memahami akan obyak serta azas manfaat, maka kegiatan tersebut menjadi tidak tepat sasaran, atau hanya sekedar berwisata saja, tanpa ada manfaat bagi anak didik, oleh sebab itu melalui kegiatan Workshop ini, diharapkan akan memberikan bekal ilmu pengetahuan bagi Guru SMK, tentang kegiatan Wisata Edukasi yang mungkin akan digelar di sekolah mereka masing-masing, harapnya.

Diakuinya Workshop Wisata Edukasi yang diikuti oleh Guru SMK Pariwisata dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat ini atas kerjasama Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dengan Dirjen Dikmenjur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam meningkatkan pengetahuan tentang Wisata Edukasi bagi Guru SMK, kegiatan Workshop kali ini digelar, juga dalam rangkaian HUT STP Trisakti yang ke 45 tahun, sebagai lembaga pendidikan dengan Program Studi Perhotelan dan Usaha Wisata, sebagai bentuk tanggung jawab STP Trisakti dalam pengabdian masyarakat.

Menurut Fetty Asmaniati, Workshop Wisata Edukasi ini juga upaya STP Trisakti ingin berbagi ilmu tentang Wisata Edukasi, bagaimana nantinya Guru yang akan bertugas membawa anak-anak berwisata. Dalam kegiatan Wisata Edukasi atau Wisata Karya, dengan membawa anak berwisata,maka harus betul-betul dikelola dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mulai dari persiapan perjalanan, turut melakukan kontrol kendaraan yang akan digunakan, apakah benar-benar  layak dan aman untuk digunakan, bagaimana menyiapkan makanan di lokasi wisata tersebut, apakah sudah memenuhi syarat dan cukup bizi, obyek wisata karya yang akan dikunjungi juga harus dipelajari sampai sejauhmana azas manfaat bagi anak didik, materi yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut apakah betul-betul bisa diaplikasikan di sekolah, menyiapkan bahan diskusi obyek, menyusun laporan kegiatan serta hal-hal lain yang harus disiapkan dengan baik, sehingga kegiatan Wisata Karya akan benar-benar bermanfaat bagi peserta maupun untuk kepentingan pembelajaran di Sekolah, pintanya.






0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.