Letjen TNI Gatot Nurmantyo Jabat KASAD Gantikan Jenderal TNI Budiman‏

Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Gatot Nurmantyo akhirnya dipilih Presiden SBY untuk menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) menggantikan Jenderal TNI Budiman yang memasuki masa pensiun. Serahterima jabatan KASAD digelar di Mabes TNI Angkatan Darat, jl Merdeka Utara Jakarta Pusat.

Letjen TNI Gatot Nurmantyo merupakan perwira lulusan Akabri tahun 1982. Lahir di Tegal Jawa Tengah  pada tanggal 13 Maret 1960 dan menikah dengan Enny Trimurti serta dikaruniai tiga orang anak.  Sebelum menjabat sebagai Kasad, Letjen TNI Gatot Nurmantyo pernah menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya kemudian Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, dan terakhir sebagai Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat  (Pangkostrad).

Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan bahwa, pergantian kepemimpinan TNI AD hari ini merupakan bagian dari pembinaan personel TNI, sebagai suatu hal yang biasa dari proses regenerasi dan tidak terkait dengan kepentingan politik serta untuk tidak dipolitisasi. "Esensi pergantian kepemimpinan TNI AD sesungguhnya adalah tradisi untuk dapat meneruskan kemajuan sebagai kesinambungan dari hasil yang telah dicapai oleh kepemimpinan sebelumnya", tegas Panglima TNI.

Panglima TNI mengajak kepada seluruh prajurit untuk kembali merenung akan jati diri TNI, sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Perenungan tersebut sangat perlu sebagai bagian restorasi mental kejuangan, untuk selalu dapat dicerminkan dalam pola pikir dan pola tindak pada setiap pelaksanaan tugas, dihadapkan kepada perkembangan lingkungan strategis kawasan asia dan asia tenggara serta global, dengan segala implikasinya terhadap kepentingan nasional.

Pada konteks nasional, Indonesia saat ini terus bergerak menyempurnakan diri menjadi sebuah negara besar yang demokratis, dengan segala agenda pembangunan nasionalnya. Dalam kaitan perkembangan lingkungan strategis tersebut, TNI dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan alutsista yang memadai, dalam rangka optimalisasi kontribusi TNI untuk menciptakan kondisi kawasan yang stabil dan harmonis.

Sedangkan pada konteks nasional, Panglima TNI menyampaikan bahwa kehadiran TNI yang profesional bisa memberi rasa aman dan nyaman, selaras dengan proses demokrasi yang menghadirkan peran dan partisipasi masyarakat, sehingga masyarakat dan TNI dapat mengelola stabilitas dengan baik, dan dapat memaknai stabilitas keamanan dan politik sebagai prasyarat kemajuan pembangunan nasional.

Usai upacara sertijab KASAD, dilanjutkan dengan sertijab Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dari Ibu  Wanti Budiman kepada Ibu Enny Trimurti yang dilantik langsung oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Koes Moeldoko.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.