DR. KH. Ahmad Syafi’i Mufid : Pimpinan Umat Beragama Harus Sosialisasikan Keputusan KPU serta MK

Disela acara “Dialog dan Buka Puasa Bersama” jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi DKI Jakarta di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta, DR. KH. Ahmad Syafi’i Mufid menegaskan, agar seluruh pimpinan umat beragama diseluruh Indonesia dapat menenangkan umatnya pada saat setelah KPU mengumumkan hasil penghitungan suara Pilpres pada 22 Juli ini, serta tidak membuat suasana menjadi keruh.

Menurutnya bangsa Indonesia sudah cukup lelah, karena sejak tahun 1955 hingga 2014 ini setiap 5 tahun selalu menggelar pemilihan Presiden, dan seringkali terjadi keributan, padahal dalam setiap proses Pemilihan Presiden sudah ada mekanisme dan sudah ada aturan sendiri, kondisi tersebutlah yang seringkali membuat bangsa ini tidak bisa maju dan selalu tertinggal dengan bangsa lain, karena kita tidak bisa bersaing dengan bangsa lain, karena selalu meributkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu.

Demikian juga dalam proses Pemilihan Presiden yang baru saja kita laksanakan, Pesta Demokrasi tersebut hendaknya dapat menjadi penentu pembangunan kedepan, demikian juga Pilpres 2014 ini juga diharapkan akan melahirkan sosok Presiden RI yang benar-benar dipilih rakyat serta memperoleh legitimasi dari rakyat, siapapun yang terpilih adalah yang terbaik bagi Indonesia, dan harus bisa diterima oleh semua pihak.

KH Ahmad Syafi’i Mufid yakin proses pemilihan Presiden pada 9 juli lalu sudah berjalan dengan baik, karena partisipasi masyarakat cukup tinggi, oleh sebab itu jika ada yang menganggap pilpres yang sudah digelar ada yang tidak jujur, maka bisa melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi sebagaimana proses Pilpres tersebut, dan hasil dari MK hendaknya bisa diterima oleh pasangan kedua Capres, karena tidak mungkin ada Presiden Siang dan satunya Presiden Malam, Indonesia hanya memiliki satu presiden pada periode 2014 -2019, jika proses hingga ke MK sudah dilakui hendaknya pendukung yang menang dan yang kalah harus saling menghormati dan menghargai  serta tidak boleh lagi ada persoalan lain. Kita harus junjung tinggi lembaga Negara seperti KPU dan MK, , siapapun Capres terpilih adalah pilihan Rakyat Indonesia dan ini adalah takdir dari Allah SWT, dan kita wajib untuk menerimanya, Bangsa Indonesia tidak boleh terpecahbelah, karena kalau kita ribut, maka yang di untungkan adalah Negara lain, pintanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.