Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, Ya Tuhan Berikan Kami Rakyat Indonesia, Presiden dan DPRRI Yang Mencintai dan Dicintai Rakyat dan Negera

Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK sebagai Organisasi Masyarakat yang telah menyatakan memberikan dukungan pada calon Presiden RI 2014 – 2019 Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi – JK), berharap pada masyarakat untuk tidak salah memilih Presiden dan Wakilnya pada 9 Juli 2014 mendatang, dan berharap Presiden kedepan adalah Presiden dan Wakil Presiden yang mencintai dan dicintai Rakyat Indonesia, berikut petikan Wawancara Ketua Relawan Sriwijaya For Jokowi - JK, Sadek Suloso Hasbi yang juga didampingi Dewan Pembina DPP Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, Ir H Edi Santana Putra.

Apakah Presiden dan DPRRI Harus mencintai dan Dicintai Rakyat Indonesia ?

Sadek SH :
  Tentu saja, Presiden RI terpilih dan anggota DPRRI yang akan ditetapkan nanti harus mencintai bangsa dan negera,  karena kalau tidak mencintai dan dicintai rakyat, maka seluruh kebijakannya juga tidak berpihak rakyat, dan tidak memperhatikan kepentingan serta aspirasi seluruh rakyat, karena kebijakannya mengutamakan kepentingan sendiri serta kelompoknya maupun pro kekuatan asing, begitu juga anggota DPRRI, kalau tidak mencintai rakyat dan bangsanya, maka  Undang-Undang yang mereka buat akan dapat meresahkan rakyat, dan membahayakan keselamatan negera, contonya, Undang-Undang Kewarganegaraan No.12 yang di sahkan pada tanggal 7 Juli 2006, disitu jelas-jelas bangsa ini sudah tidak punya apa-apa lagi,  dimana dalam UU tersebut dijelaskan, WNA yang sudah menjadi warga Negara Indonesia, memiliki hak yang sama dengan masyarakat asli Indonesia, dimana apabila ada orang asing kemudian mengurus kewarganegaraan Indonesia dan berproses di Kehakiman dan memiliki KTP, maka orang asing tersebut memiliki hak yang sama dengan masyarakat asli Indonesia, dan berhak menjadi PNS, TNI/POLRI bahkan bisa menjadi Menteri ataupun Presiden, ini jelas-jelas sangat merugikan dan berbahaya bagi bangsa dan Negara, kemudian masalah Kepemilikan tanah bagi Perusahaan asing (PMA) yang bisa memiliki 100% tanah, padahal seharusnya orang asing itu harus menyewa dan bukan memiliki, padahal kita tau terjadinya peperangan di dunia selama ini karena masalah perebutan tanah atau teritorial, jadi tegasnya Presiden dan DPRRI Kedepan harus memiliki paradigma baru, yaitu mencintai bangsa dan Negara serta Sumber Daya Alamnya, tetapi kalau Presiden terpilih nanti memiliki karakter diktator, kejam, dan suka menindas rakyat, itu jangan sampai terulang lagi berkuasa di negeri ini, pastikan dalam Pilpers nanti, Indonesia memiliki Presiden yang seluruh hidupnya betul-betul untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara, serta mau memikirkan keresahan dan kepentingan rakyat, serta memikirkan keselamatan bangsa dan Negara.

Apakah Bahayanya, bila presiden RI dan DPRRI  tidak mencintai rakyatnya  ?

Sadek SH :

Kalau Presiden terpilih nanti kemudian tidak mencintai rakyat dan bangsanya, maka tinggal nunggu waktu, celakalah kita !, jadi tidak ada kontribusi apapun buat bangsa ini, maka kita memerlukan Presiden yang betul-betul seluruh nidupnya diberikan pada bangsa dan Negara, kalau tidak habislah bangsa ini.

Presiden dan DPRRI yang seperti apa yang diperlukan saat ini sesuai kondisi zaman dan waktu ?

Sadek SH :
Pertama seorang Presiden haruslah berkomitmen dalam membasmi jaringan sindikat Narkoba di seluruh negeri ini, karena kalau peredaran narkoba dibiarkan terus berlarut-larut, dan tidak ada hukuman yang tegas buat pengedar dan produsen serta sindikat jaringan narkoba, maka bangsa ini akan hancur, dan hancurlah seluruh elemen bangsa, termasuk yang ada di jajaran lembaga tinggi negara, karena rusak moralnya dan sasaran akhir adalah Sumber Daya Alam, karena pemimpinnya akan asal tanda tangan, karena sudah dikasih narkoba sehingga selalu berfikir uang dan uang, akhirnya sumber daya alam akan habus, tanah akan habis, oleh sebab itu untuk mengatasi hal tersebut, DPRRI juga sangat diperlukan, karena sebaik apapun kebijakan Presiden tidak akan berhasil kalau tidak didukung oleh mayoritas DPRRI, dewan harus mau mengamandemen serta memeriksa kembali mana Undang-Undang yang tidak berpihak para rakyat, serta telah menyengsarakan rakyat dan bangsa, DPRRI bersama Pemerintah harus berani menganulir dan membuat UU baru, itulah perlunya paradigma baru dalam memimpin negeri dan bangsa ini.

Apa-apa saja yang dihadapi bangsa ini bila Presiden gagal dalam tugasnya  ?
 

Sadek :  yang jelas bangsa ini akan terpuruk, kalau gagal mengatasi narkoba, korupsi serta gagal membuka lapangan kerja, apalagi kalau sektor pertanian tidak dikembangkan, maka bangsa ini akan tetap melakukan impor gula, beras, kedelai, garam serta kebutuhan pangan lainnya, oleh sebab itu kedepan perlu ada kebijakan khusus dibidang pertanian, demikian juga apabila Narkoba tidak diberantas maka bangsa ini akan krisi kepemimpinan kedepan, dan kalau korupsi tidak bisa diberantas maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang biadab, karena pemimpin bangsa akan menghisap darah rakyatnya.

Menurut anda apa yang menjadi prioritas utama saat ini, dengan kondisi bangsa yang ada ?

Sadek :
  dalam menghadapi masalah bangsa dimanapun dalam catatan sejarah adalah dasarnya ada empat, pertama Rasional, kedua Sportif, ketiga Adil dan keempat Manusiawi, dengan pengkajian dari empat pilar tersebut, maka masalah bangsa ini akan bisa dihadapi, jadi prioritas utama bagaimana cara memberantas Korupsi, Narkotika dan zar adektif lainnya secara tuntas, masalah tenaga kerja, meningkatkan persenjataan modern TNI, memperkuat AD, AU, AL serta POLRI, untuk mengimbangi perkembangan jaman serta mengimbangi kekuatan asing yang ada di dunia sekarang  ini. Dimana Pilpres  ini tidak bisa terlepas dari pantauan Negara-negara raksasa di dunia seperti Amerika, Eropa Timur, Jepang, Rusia, serta China, oleh sebab itu Presiden kedepan betul - betul harus jenius dan mempunyai karakter yangmencintai bangsa dan negaranya, kalau tidak akan berbahaya,  apalagi kalau yang terpilih nanti seseorang yang tidak mempunyai kasih sayang dan penuh kekejamam serta penuh bibit - bibit yang tidak seusai dengan persatuan dan kesatuan, jadi kongkritnya Presiden  terpilih nanti, seorang Presiden yang didalam dirinya mampu bisa mengadopsi pesan-pesan Tuhan didalam kitab-kitab suci, baik yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an, Injil, Zabur, maupun dalam Taurat serta pesan pemimpin - pemimpin yang penah berkuasa di dunia ini, tegas Al Sadek.  


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.