BNN TINGKATKAN KEMAMPUAN PETUGAS TERAPI DALAM BIDANG KONSELING ADIKSI DI MAKASSAR

Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP), Deputi Rehabilitasi, BNN terus melakukan Peningkatan Kemampuan Petugas Terapi Rehabilitasi dalam Bidang Konseling Adiksi. Acara ini di ikuti oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemerintah di 33 provinsi di Makasar 9/5. Acara ini buka oleh Kepala BNNP Sulawesi Selatan Drs. Richard M Nainggolan.

Direktur PLRIP, Ida Oetari Poernamasasi mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam membantu pasien, keluarga atau kelompok dalam mencapai tujuan pengobatan melalui eksplorasi masalah dan pengaruhnya terhadap pasien, menilai sikap dan perasaan pasien, mempertimbangkan alternatif pemecahan masalah dan membuat keputusan.

Sementara itu Kepala Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar, dr. Dani Ludong, menjelaskan keterampilan konseling merupakan komponen komunikasi efektif dalam rangka membangun relasi yang suportif antara klien dan konselor.

Dalam melakukan konseling kata Dani Ludongn seorang konselor harus menjaga privasi dan kerahasian pasien, memperlihatkan ketulusan, perhatian dan penghargaan, mendukung klien untuk menceritakan kisahnya serta tidak menghakimi atau mengkritik ujarnya.

Nara Sumber lain yang pada kegiatan itu adalah, Kasubdit Non TC, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, dr. Amrita Devi. Menurut dia dua langkah untuk menentukan diagnosis gangguan penggunaan narkotika yaitu Skrining dan Asesmen. Asesmen menjadi aspek penting dalam penatalaksanaan penyakit adiksi Narkoba. Formulir yang digunakan adalah modifikasi dari Addiction Severity Index (ASI). ASI adalah instrumen asesmen semi terstruktur yang menggali informasi 7 domain yaitu Riwayat medis, Status dukungan hidup, Riwayat penggunaan alcohol, Riwayat penggunaan Napza lainnya, Informasi legal, Riwayat keluarga / sosial dan Riwayat psikiatris.(NRL)


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.