Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, Ya Tuhan Berikan Kami Rakyat Indonesia, Presiden dan DPRRI Yang Mencintai dan Dicintai Rakyat dan Negera

Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK sebagai Organisasi Masyarakat yang telah menyatakan memberikan dukungan pada calon Presiden RI 2014 – 2019 Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi – JK), berharap pada masyarakat untuk tidak salah memilih Presiden dan Wakilnya pada 9 Juli 2014 mendatang, dan berharap Presiden kedepan adalah Presiden dan Wakil Presiden yang mencintai dan dicintai Rakyat Indonesia, berikut petikan Wawancara Ketua Relawan Sriwijaya For Jokowi - JK, Sadek Suloso Hasbi yang juga didampingi Dewan Pembina DPP Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, Ir H Edi Santana Putra.

Apakah Presiden dan DPRRI Harus mencintai dan Dicintai Rakyat Indonesia ?

Sadek SH :
  Tentu saja, Presiden RI terpilih dan anggota DPRRI yang akan ditetapkan nanti harus mencintai bangsa dan negera,  karena kalau tidak mencintai dan dicintai rakyat, maka seluruh kebijakannya juga tidak berpihak rakyat, dan tidak memperhatikan kepentingan serta aspirasi seluruh rakyat, karena kebijakannya mengutamakan kepentingan sendiri serta kelompoknya maupun pro kekuatan asing, begitu juga anggota DPRRI, kalau tidak mencintai rakyat dan bangsanya, maka  Undang-Undang yang mereka buat akan dapat meresahkan rakyat, dan membahayakan keselamatan negera, contonya, Undang-Undang Kewarganegaraan No.12 yang di sahkan pada tanggal 7 Juli 2006, disitu jelas-jelas bangsa ini sudah tidak punya apa-apa lagi,  dimana dalam UU tersebut dijelaskan, WNA yang sudah menjadi warga Negara Indonesia, memiliki hak yang sama dengan masyarakat asli Indonesia, dimana apabila ada orang asing kemudian mengurus kewarganegaraan Indonesia dan berproses di Kehakiman dan memiliki KTP, maka orang asing tersebut memiliki hak yang sama dengan masyarakat asli Indonesia, dan berhak menjadi PNS, TNI/POLRI bahkan bisa menjadi Menteri ataupun Presiden, ini jelas-jelas sangat merugikan dan berbahaya bagi bangsa dan Negara, kemudian masalah Kepemilikan tanah bagi Perusahaan asing (PMA) yang bisa memiliki 100% tanah, padahal seharusnya orang asing itu harus menyewa dan bukan memiliki, padahal kita tau terjadinya peperangan di dunia selama ini karena masalah perebutan tanah atau teritorial, jadi tegasnya Presiden dan DPRRI Kedepan harus memiliki paradigma baru, yaitu mencintai bangsa dan Negara serta Sumber Daya Alamnya, tetapi kalau Presiden terpilih nanti memiliki karakter diktator, kejam, dan suka menindas rakyat, itu jangan sampai terulang lagi berkuasa di negeri ini, pastikan dalam Pilpers nanti, Indonesia memiliki Presiden yang seluruh hidupnya betul-betul untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara, serta mau memikirkan keresahan dan kepentingan rakyat, serta memikirkan keselamatan bangsa dan Negara.

Apakah Bahayanya, bila presiden RI dan DPRRI  tidak mencintai rakyatnya  ?

Sadek SH :

Kalau Presiden terpilih nanti kemudian tidak mencintai rakyat dan bangsanya, maka tinggal nunggu waktu, celakalah kita !, jadi tidak ada kontribusi apapun buat bangsa ini, maka kita memerlukan Presiden yang betul-betul seluruh nidupnya diberikan pada bangsa dan Negara, kalau tidak habislah bangsa ini.

Presiden dan DPRRI yang seperti apa yang diperlukan saat ini sesuai kondisi zaman dan waktu ?

Sadek SH :
Pertama seorang Presiden haruslah berkomitmen dalam membasmi jaringan sindikat Narkoba di seluruh negeri ini, karena kalau peredaran narkoba dibiarkan terus berlarut-larut, dan tidak ada hukuman yang tegas buat pengedar dan produsen serta sindikat jaringan narkoba, maka bangsa ini akan hancur, dan hancurlah seluruh elemen bangsa, termasuk yang ada di jajaran lembaga tinggi negara, karena rusak moralnya dan sasaran akhir adalah Sumber Daya Alam, karena pemimpinnya akan asal tanda tangan, karena sudah dikasih narkoba sehingga selalu berfikir uang dan uang, akhirnya sumber daya alam akan habus, tanah akan habis, oleh sebab itu untuk mengatasi hal tersebut, DPRRI juga sangat diperlukan, karena sebaik apapun kebijakan Presiden tidak akan berhasil kalau tidak didukung oleh mayoritas DPRRI, dewan harus mau mengamandemen serta memeriksa kembali mana Undang-Undang yang tidak berpihak para rakyat, serta telah menyengsarakan rakyat dan bangsa, DPRRI bersama Pemerintah harus berani menganulir dan membuat UU baru, itulah perlunya paradigma baru dalam memimpin negeri dan bangsa ini.

Apa-apa saja yang dihadapi bangsa ini bila Presiden gagal dalam tugasnya  ?
 

Sadek :  yang jelas bangsa ini akan terpuruk, kalau gagal mengatasi narkoba, korupsi serta gagal membuka lapangan kerja, apalagi kalau sektor pertanian tidak dikembangkan, maka bangsa ini akan tetap melakukan impor gula, beras, kedelai, garam serta kebutuhan pangan lainnya, oleh sebab itu kedepan perlu ada kebijakan khusus dibidang pertanian, demikian juga apabila Narkoba tidak diberantas maka bangsa ini akan krisi kepemimpinan kedepan, dan kalau korupsi tidak bisa diberantas maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang biadab, karena pemimpin bangsa akan menghisap darah rakyatnya.

Menurut anda apa yang menjadi prioritas utama saat ini, dengan kondisi bangsa yang ada ?

Sadek :
  dalam menghadapi masalah bangsa dimanapun dalam catatan sejarah adalah dasarnya ada empat, pertama Rasional, kedua Sportif, ketiga Adil dan keempat Manusiawi, dengan pengkajian dari empat pilar tersebut, maka masalah bangsa ini akan bisa dihadapi, jadi prioritas utama bagaimana cara memberantas Korupsi, Narkotika dan zar adektif lainnya secara tuntas, masalah tenaga kerja, meningkatkan persenjataan modern TNI, memperkuat AD, AU, AL serta POLRI, untuk mengimbangi perkembangan jaman serta mengimbangi kekuatan asing yang ada di dunia sekarang  ini. Dimana Pilpres  ini tidak bisa terlepas dari pantauan Negara-negara raksasa di dunia seperti Amerika, Eropa Timur, Jepang, Rusia, serta China, oleh sebab itu Presiden kedepan betul - betul harus jenius dan mempunyai karakter yangmencintai bangsa dan negaranya, kalau tidak akan berbahaya,  apalagi kalau yang terpilih nanti seseorang yang tidak mempunyai kasih sayang dan penuh kekejamam serta penuh bibit - bibit yang tidak seusai dengan persatuan dan kesatuan, jadi kongkritnya Presiden  terpilih nanti, seorang Presiden yang didalam dirinya mampu bisa mengadopsi pesan-pesan Tuhan didalam kitab-kitab suci, baik yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an, Injil, Zabur, maupun dalam Taurat serta pesan pemimpin - pemimpin yang penah berkuasa di dunia ini, tegas Al Sadek.  


Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, Rakyat Indonesia Rindu Akan Presiden Yang Sederhana

Setelah pasangan Capres Ir.H Joko Widodo bersama Cawapres H Moch Jusuf Kalla mendaftar secara resmi menjadi pasangan Capres – Cawapres RI 2014 – 2019 ke Kantor KPU Pusat, dukungan terus mengalir pada kedua kandidat tersebut, salahsatunya adalah Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, saat ditemui di Sekretariat dibilangan Pondok Gede Jakarta Timur, Ketua Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK Sadek SH menegaskan hal tersebut, berikut petikan wawancara dengan Sadek Suloso Hasbi.

Apa yang menarik sehingga Relawan Sriwijaya mendukung Jokowi – JK   ?

Sadek SH :
Pertama-tama yang menarik adalah kondisi bangsa dan rakyat Indonesia saat ini membutuhkan seorang Presiden yang sederhana tetapi mantap, dimana didalam diri Jokowi, kami melihat ada Roh Bung Karno, ada Roh Bung Hatta, ada Roh Jenderal Sudirman, ada Roh Nabi dan Roh Dewa, dan juga kami melihat didalam diri Jokowi dalam rekam jejak, tidak ada pengkhianatan kepada bangsa dan negara, apalagi korupsi. Sementara untuk Bapak Moch Jusuf Kalla adalah seorang Pendekar dari Indonesia Timur, yang belum ada tandingannya sekarang ini, karena untuk mencari seorang Jusuf Kalla membutuhkan waktu ratusan tahun, begitu juga Tuhan menciptakan Jokowi mungkin hanya ketemu 400 tahun sekali, jadi menurut kami keduanya mampu mengatasi masalah bangsa yang sedang dilanda korupsi, rakyat sudah kehilangan kecintaan kepada bangsa, kecintaan kepada tanah air, kita ingin pemimpin kedepan yang bisa mengamankan pasal 33 UUD 1945, dan kami yakin kedua pemimpin ini akan mampu mengamankan Sumber Daya Alam dan mampu membangun Sumber Daya Manusia. dimasa depan
.

Apa yang diharapkan bangsa ini kedepan  ?

Sadek SH  : 
Bangsa ini kedepan memerkulan seorang pemimpin yang sederhana, tetapi memikirkan bangsa dan negara, contohnya bangsa ini membutuhkan jutaan lapangan pekerjaan, demikian juga harkat dan martabat sebagai bangsa yang berdaulat, dimana kita tau, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri banyak yang dihukum mati, digantung di luar negeri, dan Malaysia selalu membuat ulah serta menghina Indonesia dan segala macanya, saya rasa dalam masalah ini kita percaya kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kalla mampu menyelesaikan masalah tersebut, serta mampu memenuhi harapan bangsa kedepan.


Jokowi – JK apakah menurut anda mampu mengatasi dan memimpin bangsa ini ?

Sadek SH :
Karena didalam diri beliau seratus persen hidupnya mengabdi kepada bangsa dan negara ini, dan saya percaya didalam diri kedua tokoh ini kecintaan kepada bangsa dan negara ini tidak perlu digembar-gemborkan, terbukti dengan rekam jejak mereka dimana bapak Jusuf Kalla mampu menyelesaikan masalah serta mendamaikan Aceh, serta mampu mengatasi masalah dunia internasional,  demikian juga bapak Jokowi telah terbukti mengatasi masalah Jakarta dan kesulitan warganya. Dengan keiklasan yang ada didalam diri mereka, ada jiwa pemimpin, ada darah pemimpin, ada karisma kepemimpinan, memiliki ilmu kepemimpinan, maka saya percaya mereka mampu memimpin negeri ini, karena rakyat mencintai mereka.

Siapa saja yang bergabung dalam Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK  ?

Sadek SH :
  Sebagai Pelindung  Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK adalah beliau Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu  dan jenderal – jenderal lain, sebagai Pembina adalah Mantan Walikota Palembang Ir. H Eddy Santana Putra, Tokoh Jawa Barat Drs Asep Jajang Mihardja, sementara untuk Ketua Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK, adalah saya Sendiri, Sadek Suloso Hasbi, dan pengurus yang lain yang tidak bisa saya sebutkan disini, tetapi mereka siap bergabung dan bergerak membela, mendukung dan menghantarkan Jokowi – Jusuf Kalla menuju Presiden RI 2014 – 2019.


Apa himbauan anda selaku Ketua Relawan Sriwijaya For Jokowi – JK kepada Rakyat Indonesia dalam Pilpres 2014 ini  ?

Sadek SH : 
Kepada Rakyat Indonesia dihimbau supaya jangan gampang tertipu oleh janji-janji, jangan silau emas dan permata, karena kemegahan dunia itu hanyalah tipuan, yang berkilau itu belum tentu emas. Tetapi yang sederhana itu yang perlu untuk rakyat saat ini, mari kita bela, kita dukung pasangan Jokowi – JK dulu, karena keduanya adalah lambang Persatuan Indonesia bagian Barat dan Indonesia bagian Timur,  serta lambang persatuan dari pada Muhajirin dan Ansor, kami percaya dan kita semua percaya Tuhan pasti bersama kita, untuk membela kebenaran, kalaupun Tuhan tidak mengijinkan keduanya menjadi Presiden, berarti Tuhan belum mengijinkan rakyat Indonesia sejahtera, dan Tuhan belum menjawab doa rakyat Indonesia dan pahlawan di negeri ini, oleh sebab itu sekali lagi dihimbau pada seluruh rakyat Indonesia untuk membela kebenaran, menegakkan keadilan dan kejujuran di negeri ini, karena kita sudah lama dan berpuluh-puluh tahun tertipu dan ditindas oleh orang-orang yang mementingkan diri sendiri dan kelompoknya,

UNINDRA Gelar Wisuda Ke XLI Semester Genap 2013 - 2014

Salahsatu PergurianTinggi Swasta terbesar di Jakarta ini, pada Sabtu (24/5) kembali melepas alumni, dengan mengambil tempat di Sasono Utomo TMII, Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) melakukan prosesi Wisuda dengan melepas Sarjana S1 sebanyak  1.012 wisudawan  dan 462 orang untuk strata dua (S2). Wajah ceria terpancar dari Wisudawan maupun keluarga yang menghantarkan kegiatan wisuda tersebut.

Untuk orasi ilmiah, dalamWisuda UNINDRA Ke XLI tersebut menampilkan pembicara Sunarko M.Pd, dengan tema “Peranan Perguruan Tinggi Swasta Untuk Mencerdasan Kehidupan Bangsa”, dimana tugas dan fungsi PTS yaitu Pendidikan ,Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dimana Perguruan Tinggi dituntut untuk mampu menyiapkan Generasi Bangsa yang memiliki kemampuan akademik, profesional yang dapat menerapkan dan mengembangkan serta menciptakan pengetahuan tekonologi dan kesenian yang pada akhirnya memperoleh predikat Sarjana atau Magister. Oleh sebab itu Perguruan Tinggi memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Sementara dalam sambutannya, Rektor UNINDRA, Prof Dr H Sumaryoto menegaskan, bahwa  jumlah wisudawan saat ini adalah yang terbanyak, khususnya untuk program Magister, dan untuk turuteserta membangun bangsa dan Negara, Unindra juga terus meluluskan Sarjana dan Magister yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan tekonologi di segala bidang.

Pada Wisudawan Prof Sumaryoto juga menegaskan, bahwa tantangan bagi institusi perguruan tinggi semakin berat,  karena kedepannya akan menghadapi era informasi dan globlisasi dimana dunia industry  maupun tenaga kerja dituntut semakin berkualitas, apalagi akan banyak perguruan tinggi asing yang mengembangkan usahanya di Indonesia, dalam ketenagakerjaan era pasar bebas juga menjadi tantangan yang mau tidak mau dan siap tidak siap harus dihadapi, ungkapnya.

Dalam  melepas wisudawan Unindra PGRI ke-41 tersebut , Prof Sumaryoto juga berharap, agar lulusan sarjana dari Unindra dapat menghayati benar, tugas dan kewajibannya dengan profesional dan penuh dedikasi serta tanggungjawab dalam melaksanakan tugas."Lebih lagi para lulusan wisudawan Unindra PGRI senantiasa dapat menjaga nama baik almamater," tutur Sumaryoto. (Pry)

Mengenang 100 Tahun Ismail Marzuki, Sudin Kebudayaan Jakarta Pusat Gelar Orkestra Shimphoni

Musik Orkestra Shimphoni bergema di Gedung  Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), seluruh  pengunjung tampak antusias mendengarkan suguhan lagu-lagu karya Seniman Besar, Ismail Marzuki yang dibawakan oleh Grub Orkestra Shimphoni Siswa – siswi SMK Musik Perguruan Cikini (Percik), tampak hadir dalam pergelaran terebut, Walikota Jakarta Pusat, H Saefullah, didampingi Kasudin Kebudayaan Jakpus H Sunarto serta Kabid Pembinaan Disparbud,  H Gojali dan Kasie Pergelaran Sudin Kebudayaan Jakpus, Asiantoro.

Bintang tamu dalam membawakan Lagu Ismail Marzuki tersebut adalah Derly Idol, dengan lagu Aryati, mampu membuat seluruh pengunjung terpukau, iringan lagu Orkestra juga menjadikan suasana pergelaran hening menikmati permainan musick Orkestra, penyanyi lainya yang tampil adalah penyanyi Keroncong Ratna Listi.

Walikota Jakarta Pusat, Drs.H Saefullah MPd disela acara tersebut mengaku mendukung penuh kegiatan pergelaran karya Seniman Besar yang juga Pahlawan Nasional, Ismail Marzuki, yang di prakarsai Sudin Kebudayaan Kota Jakarta Pusat tersebut, Grub Orkestra dari Perguruan Cikini merupakan asset bagi Pemerintah DKI Jakarta yang harus di kembangkan, sehingga para siswa-siswi kelak akan terus berkarya menjadi seniman besar, seperti Ismail Marzuki, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Pembinaan Disparbud, H Gojali, dimana Sudin Kebudayaan Jakpus telah mensinkronkan kegiatan bersama Pengelola TIM, dalam kegiatan peringatan 100 tahun wafatnya Ismail Marzuki,  dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta juga akan menggelar kegiatan pada 22 hingga 24 Mei, sebagai wujud penghargaan pada Seniman Besar yang juga Putra terbaik Betawi, Ismail Marzuki, ungkapnya.

Sementara Kasudin Kebudayaan Kota Jakarta Timur, H Sunarto juga menjelaskan, bahwa dalam mengisi peringatan 100 Tahun Ismail Marzuki ini merupakan kerjasama PB TIM, Sudin Kebudayaan Jakpus serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, mulai tanggal 7 hingga 24 Mei, berbagai kegiatan digelar seperti Dialog Budaya, Rembug Budaya, Pameran Foto serta Pergelaran Karya Ismail Marzuki, dan pada tanggal 24 akan kita tampilkan Slank, tegasnya.

Sudin Dikmen Jaktim Sosialisasikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik

Sebagaimana tugas pokok dan fungsi Sudin Dikmen dalam membina sekolah, bertempat di SMKN 5 Jakarta Timur, Sudin Dikmen Jaktim menggelar kegiatan Sosialisasikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada Kepala Sekolah SMAN dan SMKN se-Jakarta Timur, kegaitan tersebut diisi oleh pemateri oleh Kasie SMK Wurdono.

Berbagai informasi layanan pesanan secara online tersebut, untuk kali ini lebih ditekankan akan proses pengadaan Buku Pelajaran sesuai Kurikulum 2013 maupun penambah buku Perpustakaan, bagaimana alur pemesanan, pembiayaan, pembayaran hingga penerimaan buku paket sekolah tersebut.

Kasie SMK Sudin Dikmen Jaktim, Wurdono disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa sebagaimana kebijakan Pemerintah dengan Kurikulun 2013 harus dapat berjalan dengan baik, oleh sebab itu para Guru maupun Kepala Sekolah juga harus memahami akan kurikulum 2013 tersebut, dan untuk mendukungnya Pemerintah Sudah mengalokasikan dana BOS, salahsatunya adalah untuk pengadaan buku, dan sesuai mekanisme lelang di LKPP melalui pesanan elektronik, jadi saat ini posisinyak sudah ada pemenang lelang, daftar buku sudah ada, dan sekolah tinggal memesan dengan dana BOS, sehingga melalui pembekalan ini realisasinya dapat berjalan dengan baik, dan nantinya relisasi mutu pendidikan di Jakarta Timur ini juga sesuai kurikulum 2013 yang ada,  tegasnya.

SMAN 54 Wakili Provinsi DKI Jakarta dalam Lomba Sekolah Sehat



Setelah memperoleh juara dalam penilaian lomba Sekolah Sehat tingkat SMA se-Provinsi DKI Jakarta, kini SMA Negeri 54 Jakarta, akan mewakili Provinsi DKI Jakarta dalam lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional, seluruh instansi terkait di Jakarta Timur, terus melakukan penataan dan pembenahan dalam menyambut penilaian pada 13 Juni mendatang.

Disela acara tersebut Kepala SMAN 54 Jakarta, Drs.Sunaryanto, MPd pada wartawan menjelaskan, bahwa persiapan menyambut penilaian tingkat nasional ini, hanyalah pembenahan yang mungkin masih ada kekurangan, namun pada prinsipnya seluruh jajaran SMAN 54 Jakarta telah siap dinilai, karena yang utama dalam Sekolah sehat adalah perilaku siswa yang sehat jasmani dan rohani, sementara pihak sekolah hanya menyiapkan sarana dan prasarana agar siswa-siswi tetap hidup sehat.

Diakuinya budaya hidup sehat, sudah menjadi bagian mendasar bagi anak didik di SMAN 54 ini, bagaimana siswa mampu menjaga diri dan lingkungan menjadi sehat, seperti perilaku cuci tangan pakai sabun, tidak membuang sampah sembarangan, dan membuang sampah di pisahkan antarasampah organik dan non organik, menjaga tumbuhan tetap sejuk dan indah, dan selalu berfikir positif.

Demikian juga pihak sekolah terus menjadikan sekolah menjadi lingkungan yang bersih dan sehat, dimana sanitasi air cukup bagus, salurah air tidak ada genangan dan selalu mengalir, sehingga mampu menghindari adanya jentik nyamuk, menjaga atap agat tidak bocor, sehingga tidak ada air menggenang di atap, serta terus melakukan penghijauan lingkungan dengan penataan taman.

Untuk Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) seluruh siswa sudah memperoleh pembekalan baik dari PMI maupun BNNK Jakarta Timur, serta BKKBD Kota Jaktim, sehingga petugas UKS mampu menguasai penggunaan alat kesehatan maupun obat-obatan yang harus diberikan pada siswa yang sakit, peralatan kesehatan terus di penuhi, seperti obat, tabung oksigen, alat timbang, alat pemeriksa tekanan darah serta alat ukur berat dan tinggi badan, sehingga upaya mejaga anak tetap sehat, dapat ditingkatkan, dan kita yakin DKI Jakarta dapat memperoleh juara dalam lomba tingkat nasional tahun ini, papar Sunaryanto.

BNN TINGKATKAN KEMAMPUAN PETUGAS TERAPI DALAM BIDANG KONSELING ADIKSI DI MAKASSAR

Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP), Deputi Rehabilitasi, BNN terus melakukan Peningkatan Kemampuan Petugas Terapi Rehabilitasi dalam Bidang Konseling Adiksi. Acara ini di ikuti oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemerintah di 33 provinsi di Makasar 9/5. Acara ini buka oleh Kepala BNNP Sulawesi Selatan Drs. Richard M Nainggolan.

Direktur PLRIP, Ida Oetari Poernamasasi mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam membantu pasien, keluarga atau kelompok dalam mencapai tujuan pengobatan melalui eksplorasi masalah dan pengaruhnya terhadap pasien, menilai sikap dan perasaan pasien, mempertimbangkan alternatif pemecahan masalah dan membuat keputusan.

Sementara itu Kepala Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar, dr. Dani Ludong, menjelaskan keterampilan konseling merupakan komponen komunikasi efektif dalam rangka membangun relasi yang suportif antara klien dan konselor.

Dalam melakukan konseling kata Dani Ludongn seorang konselor harus menjaga privasi dan kerahasian pasien, memperlihatkan ketulusan, perhatian dan penghargaan, mendukung klien untuk menceritakan kisahnya serta tidak menghakimi atau mengkritik ujarnya.

Nara Sumber lain yang pada kegiatan itu adalah, Kasubdit Non TC, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, dr. Amrita Devi. Menurut dia dua langkah untuk menentukan diagnosis gangguan penggunaan narkotika yaitu Skrining dan Asesmen. Asesmen menjadi aspek penting dalam penatalaksanaan penyakit adiksi Narkoba. Formulir yang digunakan adalah modifikasi dari Addiction Severity Index (ASI). ASI adalah instrumen asesmen semi terstruktur yang menggali informasi 7 domain yaitu Riwayat medis, Status dukungan hidup, Riwayat penggunaan alcohol, Riwayat penggunaan Napza lainnya, Informasi legal, Riwayat keluarga / sosial dan Riwayat psikiatris.(NRL)


RCC Minta Ghafar Keluarkan Pernyataan Maaf atas Pernyataan di Media tentang H Rukun Santoso

Menanggapi adanya pernyataan Ghafar yang mengaku Tokoh Masyarakat Jakarta Selatan di beberapa media ibukota yang menyudutkan Ketua Umum Ormas RCC yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, Drs H Rukun Santoso,  MSi, Ormas RCC mengaku geram dan akan melaporkan Ghafar ke pihak berwajib, dan mendesar agar Ghafar segera meminta maaf melalui media sebagaimana yang sudah merilis pernyataan Ghafar tersebut.

Dalam acara jumpa PERS di Sekretariat RCC, Sekjen RCC,  Yanwar menegaskan, bahwa pernyataan Ghafar yang menyatakan diri sebagai tokoh Lenteng Agung adalah bohong belaka, dan dirinya bukanlah pengurus Partai Hanura, namun mengapa berani mengeluarkan pernyataan dengan mengatasnamakan partai Hanura, apalagi telah menuduh anggota DPRD DKI Partai Hanura H Rukun Santoso tidak menepati janji serta tidak pernah turun ke masyarakat konstituennya, itu pernyataan yang tidak benar dan sebagai bentuk profokatif melalui media, oleh sebab itu saya memberikan waktu 2X24 jam agar Ghafar meminta maaf melalui sejumlah media yang merilisnya, namun apabila hal tersebut tidak dilakukan maka RCC akan segera melaporkan Ghafar dengan pencemaran nama baik, tegas Yanwar.

Hal senada juga diungkapkan Pengurus RCC lainnya,  Rudi Priatminto yang juga warga Jagakarsa kelurahan Lenteng Agung tersebut menilai "Pernyataan dia (Ghafar) sangat mengada-ngada terkesan ada muatan 'sponsor'. Kami sendiri warga asli Kelurahan Lenteng Agung dan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak mengenal sosok yang bernama Ghafar. Kami dari konstituen Rukun Santoso meminta Ghafar untuk menarik ucapannya di sejumlah media massa.

Pria yang sudah 10 tahun mengikuti Rukun Santoso ini mengatakan, pernyataan Ghafar, mantan RW04, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ini tidak benar jika Rukun Santoso telah mengingkari janji-janjinya selama menjabat anggota DPRD DKI periode 2009-2014. "Fitnah yang ditujukan ke Rukun Santoso, tidak benar. Bahkan, saya mengaku senang dengan program-program yang dilakukan Rukun Santoso. Dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,seperti Bantuan pengurusan Akte Kelahiran, Ambulance Gratis, Santunan anak Yatim, Asuransi Jiwa serta program lain, jadi  selama menjabat menjadi anggota dewan, H Rukun Santoso telah banyak yang dilakukan ditengah Masyarakat, tegasnya.

Oleh karena itu, pernyataan Ghafar sangat jauh dari kenyataan. Malah, sambungnya, selama menjabat menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, beberapa kali telah memberikan gajinya ke sejumlah konstituen sesuai dengan janjinya pada waktu itu.

Hal serupa juga diutarakan Bang Doel, warga RT11/4 Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang mengaku sudah kenal tabiat Ghafar. "Saya tahu persis track record Ghafar yang sudah banyak mengecewakan warga Lenteng Agung, khususnya RT10 dengan LA City. Dia (Ghafar) lebih membela LA City ketimbang warga Lenteng Agung. Apakah itu dinamakan tokoh masyarakat," katanya.

"Saya minta Ghafar mencabut ucapannya di media massa. Dan meminta maaf sebelum saya membeberkan siapa itu Ghafar. Asal tahu saja dia itu pernah masuk sel polisi karena kasus penipuan," katanya lagi.         

Sementara itu Rukun Santoso, membenarkan Ghafur pada 2009 lalu pernah menjadi bagian dari timnya. Namun demikian tidak sampai selesai karena dia mengingini upaya money politic yang tak sejalan dengan H Rukun Santoso yang menolak money politic, sesuai dengan slogan partainya yaitu bersih, tegas, dan peduli. "Karena saya tidak mau money politic. Ghafar hengkang, jadi tidak sampai selesai. Bahkan dia tak ada andil dalam kemenangan saya pada periode lalu," jelas H Rukun.

Dalam kesempatan tersebut H Rukun Santoso juga mengaku kecewa, atas  pernyataan Ketua DPD Hanura DKI Jakarta, Mohammad Ongen Sangaji, di Stasiun TV Swasta serta beberapa surat kabar ibukota, yang menuding soal dirinya adalah 'anak durhaka' dan tidak pernah memberikan kontribusi ke Partai Hanura maupun dirinya, padahal upaya sengketa Pemilu dirinya dengan Caleg Wahyu Dewanto merupakan hak sebagai warga Negara, karena RCC memiliki banyak bukti politik uang yang dilakukan Tim Sukses Wahyu Dewanto.

"Sebenarnya siapa yang anak durhaka? Kontribusi yang seperti apa? Saat mengajukan jadi caleg tentunya saya sudah memberikan kontribusi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga/ADRT partai yang berlaku, saya adalah pendiri Partai Hanura di Jakarta Selatan dengan membentuk DPC, PAC,Ranting hingga anak ranting hingga mampu memperoleh satu kursi DPRD DKI saat itu, dan saat ini insyaallah 2 kursi DPRD DKI" jelasnya.

Jika mau buka-bukaan, sambungya, dirinya lah dulu yang mendukung pencalonan Mohammad Ongen Sangaji sebagai Ketua DPD Partai Hanura DKI, yang memiliki visi misi, bersih, tegas dan menolak Money Politic,  tetapi mengapa sekarang malah dibilang anak durhaka. "Saya dulu Ketua tim suksesnya, karena dulu dia konsen tidak mau money politic. Tetapi kenapa sekarang jadi sebalikya," tandas pria yang masih menjabat anggota Komisi A DPRD DKI ini. (Red)

Diberdayakan oleh Blogger.