Sudin Dikmen Jaktim Laksanakan Tes Diagnostik Guru SMK

Sudin Dikmen Jaktim menyelenggarakan tes diagnostik bagi Guru SMK se Jakarta Timur yang mengampuni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Tes diagnostik yang diikuti semua guru SMK Negeri dan Swasta se Jakarta Timur tersebut dilaksanakan secara on line. Dan dibuka secara resmi oleh Kasudin Dikmen Jakarta Timur, Drs. Budiana, MM.

Disela acara tersebut Drs Budiana MM pada wartawan menjelaskan, bahwa Tes Diagnostik ini  Para guru akan mengerjakan soal dari komputer secara on line. Sebenarnya tes dapat dilaksanakan oleh guru dari sekolah masing-masing sepanjang ada koneksi internet. Namun demikian agar pelaksanaan tes berjalan lancar maka pelaksanaan tes dipusatkan di 4 sekolah, yaitu  SMKN 26 Rawamangun, SMKN 46 Duren Sawit, SMKN 10 Cililitan dan SMKN 24 Cipayung. Tes diagnostik dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 24 sampai 26 Februari 2014. Tes diagnostik diikuti oleh 530 orang dengan rincian Guru Bahasa Indonesia sebanyak 150 orang, Guru Bahasa Inggris 189 orang dan Guru Matematika sebanyak 191 orang, paparnya.

 Kasudin Dikmen Jakarta Timur tersebut juga menegaskan, bahwa tes diagnostik kali ini untuk mengetahui kompetensi profesional guru. Tujuannya selain untuk memetakan kompetensi profesional guru juga untuk memotivasi guru agar terus belajar. Melalui tes diagnostik ini akan diketahui kekuatan dan kelemahan kompetensi profesional guru. Berdasarkan peta kompetensi profesional tersebut maka dapat dilakukan pembinaan dengan lebih tepat. Hasil pemetaan kompetensi profesional dapat digunakan oleh Sudin Dikmen, para pengawas, kepala sekolah maupun para guru itu sendiri untuk melakukan program perbaikan. Dalam era informasi ini perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat, oleh karena itu guru dituntut untuk senantiasa belajar sehingga kompetensinya selalu up to date atau selalu sesuai dengan perkembangan zaman, tegasnya.

Lebih lanjut Budiana menjelaskan bahwa hasil tes diagnostik itu nantinya akan diberikan kepada kepala sekolah dimana para guru tersebut bertugas. "Saya harap kepala sekolah menindaklanjuti dengan melakukan program pelatihan atau sejenisnya untuk meningkatkan kompetensi guru," katanya.

Budiana juga meminta para guru agar bersikap terbuka terhadap hasil tes diagnostik tersebut.  Setiap orang pasti punya kelebihan dan kelemahan. Kewajiban kita adalah melakukan upaya terus menerus untuk memperbaiki kelemahan.  Apabila kita tidak mengetahui kelemahan kita maka kita tidak akan bisa fokus memperbaiki kelemahan tersebut. Oleh karena itu dengan bersikap terbuka maka upaya perbaikan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan baik, tambahnya.

Sementara Kasie SMK Sudin Dikmen Jaktim, Wurdono juga menambahkan, bahwa . Tes diagnostik ini digelar juga untuk meningkatkan kompetensi guru yang akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, karena majunya mutu pendidikan taklepas dari kemampuan para guru dalam penguasaan materi yang mereka ajarkan pada anak didik.

Hasil tes Diagnostik akan kita jadikan acuan untuk program kedepan dalam meningkatkan kompetensi guru, yang salahsatunya adalah kompetensi professional, jadi kalau bicara konteks mutu pendidikan maka kita juga harus bicara akan konteks mutu guru, saat ini yang disertakan Tes Diagnostik adalah guru bidang studi yang di UN kan, namun nantinya semua guru bidang studi juga harus mengikuti Tes Diagnostik ini, tambah Wurdono.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.