Hanura Gelar Kampanye di GOR Senen

Putaran Kampanye di DKI Jakarta hari kedua, merupakan kampanye awal bagi Partai Hanura Provinsi DKI Jakarta, dan untuk memberikan kesempatan pada seluruh Caleg DPRD DKI, untuk memberikan orasi politik, DPD Partai Hanura bersama DPC Partai Hanura Kota Jakarta Pusat menggelar Kampanye di Gelanggang Olahraga Kecamatan Senen, acara tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Jakarta, Muhammad Ongen Sangaji SH.

Dalam pidato politiknya Much Ongen Sangaji menegaskan, bahwa Partai Hanura merupakan Partai yang bersih dari korupsi, karana selama 5 tahun ini mereka mengabdi dengan hati nurani, demikian juga para Caleg saat ini merupakan kader terbaik partai yang juga siap mengabdikan diri membangun masyarakat dan bangsa.

Banyak permasalahan yang ada Ibukota dan Indonesia sekarang ini. Oleh sebab itu, menurut dia, butuh pemimpin yang mempunyai integritas tinggi dalam membangun bangsa dan negara. "Banyak pemimpin yang tak punya hati nurani, banyak rakyat Jakarta yang masih di bawah garis kemiskinan. Seharusnya pemimpin yang punya integritas dan menepati janji, oleh sebab itu jangan salah pilih" tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPD Partai Hanura DKI Jakarta yang juga Ketua DPC Kota Jakarta Pusat, Veri Yonnevil, bahwa dalam Kampanye kali ini pihaknya lebih mengutamakan mengumpulkan pengurus di jajaran DPC, PAC, Ranting hingga anak ranting, dengan pembekalan para pimpinan partai serta Tim Pemenangan, diharapkan para kader mampu memberikan pencerahan ke masyarakat. Kita ingin memotifasi mereka agar lebih bersemangat dalam pemanangan Partai Hanura maupun menghantarkan para Celeg ke DPRD DKI, seluruh pengurus maupun simpatisan akan bekerja keras untuk pemenangan partai, sesuai target 20% di Provinsi DKI Jakarta ini, tegas Veri Yonnevil yang juga Caleg DPRD DKI Dapil Jakarta Pusat nomor urut 1.
Sementara Caleg DPRD DKI daerah pemilihan Jakarta Selatan  VIII nomor urut 5, Savitri Dian Damayanti, juga menambahkan, bahwa sebagai Caleg yang mewakili kaum perempuan, pihaknya akan terus memperjuangkan hak-hak Perempuan dan Anak, dibidang pendidikan anak usia dini, saat ini Pemerintah Daerah DKI Jakarta belum memberikan perhatikan pada PAUD, dimana anggaran untuk PAUD sangat minim, bahkan guru PAUD belum memperoleh gaji maupun honor yang layak, oleh sebab itu PAUD sebagai sarana pendidikan anak usia 3 hingga 5 tahun harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, bagaimana mungkin mencetak generasi yang baik, kalau pendidikan usia dini tidak diperhatikan, ungkapnya tegas.
Savitri Dian Damayanti yang juga pengurus DPP Srikandi Hanura ini juga menegaskan, bahwa peran ibu-ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga juga perlu ditingkatkan, peran UKM Perempuan harus digalakkan, bagaimana nantinya ibu rumah tangga bisa membuka usaha kecil tanpa harus meninggalkan rumah, bantuan permodalan harus di gelontorkan meskipun nilainya tidak besar, namun bagaimana bisa mendorong kaum perempuan dalam membantu ekonomi keluarga, seperti membuka warung kelontong, usaha nasi uduk, memproduksi makanan atau minuman ringan, atau usaha kecil lainnya, Pemda DKI harus meningkatkan anggaran untuk peningkatan UKM daripada mengalokasikan anggaran besar tetapi tidak bermanfaat, seperti dana untuk organisasi dan kegiatan yang tidak berdampak positif pada masyarakat.

Disamping itu saat ini penderita gizi buruk di Jakarta juga masih seringkali ditemukan, hal tersebut disebabkan tingkat pendidikan kaum perempuan yang masih rendah, jadi gizi buruk di Jakarta bukan karena tingkat ekonomi yang rendah, tetapi lebih pada ketidak tahuan tentang gizi buat anak, oleh sebab itu pendidikan kaum perempuan harus ditingkatkan, tegas Caleg Partai Hanura Jaksel 8 tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.