KH Fachrul Rozi Ishak Minta Politisi Takgunakan Tipudaya


Tahun 2014 merupakan tahun Politik bagi bangsa Indonesia, karena ditahun ini masyarakat Indonesia akan memilih wakil-wakil rakyat, baik DPRD, DPRRI maupun DPD RI, serta memilih Presiden RI periode 2014 – 2019,  oleh sebab itu dalam menyambut Tahun baru 2014, para Ulama dan Habaib menggelar zikir dan doa-doa agar bangsa Indonesia dapat keluar dari keterpurukan dan kembali pada jatidiri bangsa.

Panitia Tablig Akbar yang juga Ulama Karismatik, KH Fachrul Rozi Ishak disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa  acara Tablig Akbar kali ini merupakan upaya untuk mengajak warga Jakarta agar tidak merayakan tahun baru dengan hal-hal negatif, seperti berlaku maksiat dan hura-hura serta mabuk-mabukan, oleh sebab itu kita ajak untuk berzikir agar warga Jakarta bisa dijauhkan dari mara bahaya, Ulama dan Habaib ingin terus memperbaiki moral bangsa yang saat ini carut marut akhlaknya, untuk kembali pada kepribadian bangsa yang sudah diperjuangkan oleh para Ulama dan Pejuang agar kembali pada jatidiri bangsa dengan budipekerti yang baik, tegasnya.

Lebih jauh KH Fachrul Rozi Ishak menghimbau pada para politisi yang akan bersaing di Pemilu maupun Pilpres agar tidak menggunakan tipudaya dalam meraih dukungan, karena dalam Islam Politik itu ada 2 yaitu Khadi'ah (tipudaya) dan Siyasah (siasat), jangan sampai ada yang menggunakan cara-cara yang tidak halal seperti politik uang serta melakukan fitnah dengan menjatuhkan lawan politiknya, atau memberikan sesuatu pada pemilih agar di coblos, kalau hal tersebut kita ikuti maka kita telah memilih calon koruptor, karena mereka setelah berkuasa akan menggunakan kekuasaannya untuk mengembalikan uang yang telah mereka keluarkan, sehingga seperti yang kita lihat sekarang, banyak politisi maupun pimpinan kepala daerah yang ditahan karena Korupsi, hal tersebut telah membuat Ulama prihatin.

Oleh sebab itu melalui Tablig Akbar kali ini kita menghimbau pada seluruh Caleg maupun Capres untuk berperilaku Syiasah dalam meraih dukungan masyarakat, dengan cara yang baik, seperti paparan Visi dan Misi memperjuangkan aspirasi rakyat serta untuk berjihad melawan kemiskinan dan penderitaan rakyat, bagaimana saat menjadi wakil rakyat nantinya benar-benar berjuang untuk kemaslahatan umat, dan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang waldatun toyibatun gofur, pinta Ulama Betawi ini.

Saat disinggung akan Capres 2014 mendatang, Pendiri Ormas Wasyiat Ulama ini mengaku akan mendukung calon Presiden yang mau melakukan Rafolusi Sistem di Indonesia, karena Reformasi yang sudah diperjuangkan ternyata gagal, dan hanya melahirkan orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya, mereka lebih suka memeras, menakut-nakuti pelaku pemerintahan serta mengancam akan membuka aib jika tidak memberi uang, serta berperilaku Korup.

Wasyiat Ulama mendukung Capres yang memiliki Kapabilitas, Kredibilitas dan Elektabilitas tinggi serta jaringan yang luas, seperti H Roma Irama, selama ini masyarakat  hanya mengenal H Roma Irama hanyalah Artis dan Penyanyi, padahal H Roma Irama adalah Kader Partai yang sudah lama di gembleng di Partai Politik serta pernah duduk di DPRRI, bahkan sebelum reformasi bergulir, H Roma Irama sudah memperjuangkan Demokrasi dan Reformasi, bahkan H Roma Irama adalah tokoh Pluralisme yang bergaul dan bekerjasama dengan siapapun tanpa membeda-bedakan suku, ras maupun Agama,oleh sebab itu Ormas Wasyiat Ulama akan mendukung penuh pencapresan H Roma Irama, ungkah KH Fachrul Rozi Ishak.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.