Laskar Merah Putih Desak Kejagung Berantas Mafia Tanah

Sekitar 500 masa dari Forum Bersama Laskar Merah Putih pada Senin (21/10) ramai-ramai mendatangi Kantor Kejaksaan Agung di Jakarta, mereka meminta kepada jajaran Kejaksaan Agung untuk memberantas Mafia Tanah yang saat ini kian marak di Jakarta dan sekitarnya.

Dalam orasinya Forum Bersama Laskar Merah Putih juga membacakan pernyataan sikap didepan Kantor Kejagung, yang ditandatangani Ketua Tim Pembela Rakyat Forum Bersama Laskar Merah Putih, Surya Darha Simbolon SH dan Sekretaris Putra A.A Sitohang, SH.  yang mengangkat atas kasus “Sengketa Perdata” atas kepemilikan sebidang tanah milik adat Girik C No.148 Persil 18a Blok S.I seluas 8.740 M2 di jalan Pemuda RT.001/RW.014 Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung Jaktim, yang dahulu sebelum dimekarkan adalah wilayah Kelurahan Utan Kayu Selatan Kecamatan Matraman, dan berdasarkan Surat Keterangan Kepala Inspeksi IPEDA Jakarta no. Ris.117/WPJ/10/K1.1204/1979 tanggal 10 Oktober 1979 tentang riwayat tanah milik adat, masih tercatat atas nama Miun Bin Siman.

Namun kini tiba-tiba muncul seorang bernama Drg Suherman Widyatomo/PT Dharma Mulia yang mengklaim tanah seluas 4.858 M2 diatas tanah milik ahli waris Muin Bin Siman, dengan dasar sertifikat No.2236/Rawamangun (d/h.142/Jatirawamangun) an. Drg Suherman Widyatomo tertanggal 11 April 2007, seluas 2.970 M2 dan Sertifikat HGB No.1558/Rawamangun tertanggal 05 Mei 2006, atas nama PT Dharma Mulia seluas 1.858 M2, padahal letak kedua bidang tanah yang diklaim Drg Suherman Widyatomo dan PT Dharma Mulia berada di RT.001/02 Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung Jaktim.

Bahwa Sengketa Perdata atas kepemilikan Bidang Tanah tersebut, saat ini masih dalam proses hukum di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dan belum berkekuatan hukum tetap, namun sudah ada rekayasa atas “kasus perdata” tersebut menjadi “kasus pidana penyerobotan tanah”, berdasarkan pelaporan ke Kepolisian Resort Jakarta Timur oleh Pelapor Drg Suherman Widyatomo, dengan terlapor Ny. Mini Rusmini Binti Muin (ahli waris), dan Muhala alias Lala (ahli waris) dan terlapor dijadikan tersangka sebagai penyerobot tanah.

Dengan kasus tersebut Forum Bersama Laskar Merah Putih melihat, ada upaya “Kriminalisasi Hak Keperdataan”, yang di Back Up oleh Mafia Tanah, dan hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena telah mencederai asas kepastian hukum di Negeri ini, serta mengebiri hak rakyat kecil atas kepemilikan tanah, oleh sebab itu Forum Bersama Laskar Merah Putih meminta pada Kejaksaan Agung serta Mahkaman Agung RI untuk menghentikan kriminalisasi hak Keperdataan atas tanah dan berantas Mafia Tanah di negeri ini, ungkap Ketua Tim Pembela Rakyat Forum Bersama Laskar Merah Putih, Surya Darha Simbolon SH.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.