FGD BNN - Media, Bangun Kesadaran Masyarakat


Dalam memaksimalkan penanganan pecandu Narkoba di Masyarakat, Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Masyarakat, Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Naional, bertempat di Aula Kelurahan Gelora, Senayan, Jakarta Pusat menggelar  pertemuan dengan beberapa wartawan media Cetak dan Elektronik melakukan kegiatan Focus Group Discusion (FGD). Acara tersebut menghadirkan pembicara  Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto M.Si (Kabag Humas), Kusman Surya Kusuma (Deputi Rehabilitasi Narkoba),  Dr.Budy Prastio (Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN), dan perwakilan media  Dirut Gardi (Suara Pembaruan).

Kabag Humas Kombes Pol.Drs Sumirat Dwiyanto M.Si menjelaskan,  yang di lakukan oleh Humas BNN Dalam Penanggulangan Bahaya Narkotika cukup banyak, ini mengingat masalah narkotika bersifat multi dimensional. Humas BNN tidak akan mampu melaksanakan tugasnya secara koordinasi Badan Narkotika Nasional. Dalam hubungan ini Humas BNN berperan sebagai penyebar informasi. intinya Fungsi Humas yaitu menyampaikan pesan kepada masyarakat luas,  dan Media Massa memiliki kemampuan untuk mempengaruhi opini publik dan perilaku masyarakat oleh sebab itu kerjasama seperti ini agar terus ditingkatkan, Humas BNN siap menerima masukan serta aspirasi yang diinginkan oleh media dalam mencari solusi bagaimana kedepan untuk dapat bersama-sama melakukan kegiatan yang terkait dengan pecandu maupun tulisan mantan pecantu untuk memberikan inspirasi dan gambaran pada masyarakat, khususnya keluarga pecandu yang belum pernah bersentuhan terkait dengan Narkoba, paparnya.

Sementara Deputi Bidang Rehabilitasi BNN dr Kusman Suriakusumah SpKj, MPH dalam acara tersebut mengaku menyambut baik peningkatan kerjasama dengan para Jurnalis dalam meningkatkan informasi serta untuk dapat memberikan pencerahan pada masyarakat, serta mengajak masyarakat dan keluarganya yang terkena Narkoba atau Pengguna Narkoba untuk dapat melaporkan ke pusat rehabilitasi, untuk dilakukan rehabilitasi atau penyembuhan.

Diakui dr Kusman saat ini pengguna Narkoba di Jakarta yang harus di rehabilitasi sekitar 490.000 orang, namun belum banyak yang  “Lapor Diri”, padahal kalau mereka atau keluarganya membawa pengguna Narkotika lapor diri, maka mereka tidak akan di proses secara hukum, dan akan memperoleh pengobatan medis dan sosial secara gratis, oleh sebab itu dibutuhkan peranserta masyarakat yang lebih luas lagi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga proses rehabilitasi dan proses penyembuhan akan lebih cepat dan program Indonesia bebas Narkoba  sebagaimana visi dari BNN yaitu, “Terwujudnya masayarakat Indonesia yang bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya (narkoba) 2015” akan lebih cepat, paparnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.