Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Tingkatkan Kegiatan Keagamaan, DMI Jakpus Bangun Kerjasama Ulama Umaroh

Salah satu kunci dalam membangun masyarakat dan bangsa yaitu umaro (pemerintah) dan ulama (pemuka agama) itu harus bersatu, Umaro kalau ditunjang Ulama, maka pembangunan masyarakat akan kuat. Sebaliknya, jika hubungan antara Umaro dengan Ulama jauh atau renggang, maka semua program pemerintah tidak akan berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama, bahkan akan sia-sia, oleh sebab itu jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Administrasi Jakarta Pusat terus membangun hubungan yang baik antara Ulama dan Umaro diseluruh wilayah Jakarta Pusat.

Disela acara ratib haddad dengan zikir bersama serta pembacaan doa dan ayat-ayat Suci Al-Qur’an yang dilakukan untuk menghantarkan Pimpinan Masjid At-Taufiq, H Zen Muchsin menunaikan Ibadah Haji, yang juga dihadiri Camat Johar Baru, Nasroni dan jajarannya, serta Lurah Tanah Tinggi, Lurah Johar Baru, Galur dan Kampung Rawa, menurut Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Jakarta Pusat, KH. AD. Kusumah, kegiatan ini juga sebagai upaya DMI dalam mendekatkan Umaro dengan Ulama.

Lebih jauh KH AD Kusumah yang juga Ketua Ikatan Ketua RW se-Jakarta Pusat ini juga menegaskan, bahwa permasalahan yang dihadapi umat saat ini cukup berat, oleh sebab itu perlu adanya kerjasama yang baik antara Ulama dan Umaro, untuk membangun moral anak-anak sebagai penerus bangsa, jika Ulama dan Umaro bisa bekerjasama, maka bangsa ini akan maju dan rakyatnya sejahtera,melalui peran Ulama di Jakarta Pusat ini, juga diharapkan warga Jakarta semakin bermoral dan beraklakul karimah, tegasnya.

Desela acara tersebut Lurah Tanah Tinggi, Maiyanti Aziz, pada wartawan mengaku bahwa hubungan Ulama dan Umaro selama ini sudah cukup baik, Komunikasi pihak Kelurahan Tanah Tinggi dengan Ulama dalam setiap kegiatan selalu dilakukan, demikian juga dalam setiap acara keagamaan, oleh sebab itu kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan, sehingga masyarakat juga akan lebih mudah memahami akan program pemerintah daerah.

Saat disinggung akan Program Gubernur agar Pelajar tidak keluar di malam hari, Maiyanti mengaku sangat mendukung program tersebut, dan pihaknya juga akan terus memantau agar anak-anak tidak keluar rumah di malam hari sehingga mereka akan meningkatkan kewajibannya untuk belajar dan mengaji, sehingga tidak akan ada lagi warga Tanah Tinggi yang putus sekolah, paparnya.

Sementara ditempat yang sama, Camat Johar Baru Masroni juga menegaskan, bahwa untuk membangun Jakarta Baru peran Ulama sangat dibutuhkan, karena Ulama ibarat obor yang akan memberikan terang disaat masyarakatnya mengalami kegalapan, upaya Pemprov DKI dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah berupaya keras untuk membangun wilayah Johar Baru, hampir 50% kegiatan kemasyarakatan dan pembinaan kepemudaan telah diarahkan ke Johar Baru, namun masih perlu ditingkatkan, oleh sebab itu jajaran Kecamatan Johar Baru mengajak dunia usaha, baik BUMN, BUMD maupun PMA untuk memberikan CSR  nya, untuk bersama-sama membangun wilayah Johar Baru, sehingga ekonomi masyarakat dapat meningkat, dan hal-hal yang tidak kita inginkan dapat dihindari, tegas Masroni.

Revitalisasi Kebudayaan Nasional Guna Membangun Jatidiri Bangsa

Menyikapi kondisi budaya dan masyarakat yang sudah tidak lagi menghargai budayanya sendiri, serta lebih memilih meniru budaya asing, telah mendorong Ormas IPIMA bersama Kementerian Dalam Negeri menggelar acara Dialog Interaktif, kegiatan yang digelar di Gedung Cawang Kencana tersebut mengambil tema “Revitalisasi Kebudayaan Nasional Guna Membangun jati Diri bangsa " serta menampilkan Narasumber Ulama Kondang pimpinan Ponpes Gusdur, KH Nuril, Anggota DPRRI  Adang Ruchiatna dan Budayawan  Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro SE.

Dalam kesempatan tersebut anggota Komisi VIII DPR RI Adang Ruchiatna mengatakan jati diri bangsa Indonesia perlu ditingkatkan untuk mengembalikan kebudayaan Indonesia dengan mengedepankan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. 

"Melihat di era globalisasi ini, pengaruh televisi, pengaruh pelajar luar negeri yang membawa kebudayaan asing masuk ke Indonesia, bahkan cantik dan tampan itu dikategorikan orang yang campuran, naturalisasi. Padahal seharusnya yang cantik itu harus asli Indonesia dan bukan campuran/indo, hal tersebut menunjukkan bahwa Jati diri bangsa perlu ditingkatkan demikian juga pemahamannya, tegas Caleg DPRRI daerah pemilihan Jakarta Timur tersebut.

Budayawan  Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, SE juga menegaskan, bahwa masyarakat saat ini kurang menghargai budaya sendiri, hal tersebut disebabkan kemajuan teknologi informasi yang mengglobal, sehingga pengaruh budaya dari luar lebih kuat dibandingkan budaya sendiri, oleh sebab itu perlu adanya revitalisasi kebudayaan nasional, paparnya.

KH Nuril juga mengkritisi hilangnya budaya malu para politisi yang kini banyak terlibat korupsi, banyak orang yang mengaku tokoh muda, yang selalu mengkampanyekan tidak pada korupsi, tetapi justru merekalah yang terlibat korupsi, banyak politisi dan pejabat negara terlibat korupsi¸inilah yang harus diperangi bersama, ungkapnya.

Sementara ditempat yang sama Caleg DPRD DKI Daerah pemilihan Jakarta IV yang meliputi Kecamatan Pulogadung, Matraman dan Cakung, Hj Ernawati Ratma, SE, MM bahwa pihaknya mendukung penuh upaya tokoh-tokoh Masyarakat, Tokoh Agama untuk melakukan Revitalisasi Kebudayaan dalam membangun kembali Jatidiri bangsa, tegasnya.


Tanam Pohon, Jokowi Hijaukan Area Waduk Ria Rio

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata Waduk Ria Rio tidak main-main, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji, akan menjadikan Waduk Ria Rio ini seperti tahuan 70an, dimana kondisi airnya jernih dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut diungkapkan Jokowi disela acara Pencanangan Penghijauan Taman Kota Waduk Ria Rio, Pulogadung Jakarta TImur. Dengan menanam pohon.

Lebih jauh orang nomor 1 di Provinsi DKI Jakarta tersebut mengaku waduk seluas 9 Hektar tersebut akan terus dikeruk kedalamannya, sehingga dapat menampung air saat musim penghujan, demikian juga lahan seluas 25 hektar tersebut nantinya juga akan dibangun Gedung Pertunjukan Opera, yang akan menampung berbagai pertunjukan kesenian warga Jakarta, disekeliling waduk akan dihijaukan dengan taman yang bisa dimanfaatkan masyarakat, tegas Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Koordinator acara penghijauan Waduk Ria Rio, Holidah Fauzia pada wartawan juga menegaskan, bahwa melalui Waduk Ria Rio ini juga diharapkan akan menjadi resapan air diwilayah Pulogadung, sehingga akan menghindari banjir dan warga Kayuputih serta kelurahan lain akan lebih aman dan nyaman dari ancaman banjir.

Diakuinya untuk penghijauan disekitar Waduk RiaRio memang tidak mudah, tetapi upaya bersama harus tetap dilakukan, sehingga nantinya disekitar waduk ini bukan saja sebagai resapan air, tetapi bisa menjadi areal wisata keluarga, sarana berolahraga dan berseni¸ tegasnya.

PMI Jakarta Timur Canangkan Bulan Dana PMI

Kerjakeras jajaram PMI Kota Jakarta Timur dalam pengumpulan dana bagi program Kemanusiaan (Dana PMI) terus membuahkan hasil, dimana PMI Jaktim tahun 2013 lalu dengan target 4 milyar mampu mengumpulkan dana mencapai 5 milyar lebih, dan dalam Bulan Dana PMI than 2013 ini, PMI DKI menargetkan penerimaan 4,4 % yaitu naik 10%, dan diharapkan perolehan akan lebih besar sebagaimana tahun 2012 lalu, tegas H Kusnoto, disela acara peluncuran Bulan Dana PMI tingkat Kota Jakarta Timur di Ruang Pola Kantor Walikota Jaktim.

Lebih jauh H Kusnoto mengaku akan melakukan terobosan-terobosan yang selama ini belum terjangkau, dimana perusahaan BUMN dan BUMD seperti PLN, Telkom dan PAM yang dahulu pernah turut bersama mengumpilkan dana kemanusiaan, namun kini sudah tidak lagi, karena sistem yang digunakan sudah online, demikian juga beberapa perusahaan di kawasan industri Pulogadung, kontribusinya selama ini sangat kecil, oleh sebab itu Tim Bulan Dana PMI Jakarta Timur akan melakukan audensi, kita berharap mereka akan membuka diri untuk mengulurkan dana kemanusiaan, yang akan kita distribusikan dalam penanganan bencana di Jakarta Timur, tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Tim Bulan Dana PMI Jaktim, Yenny Krisdianto, bahwa tahun 2012 lalu PMI Jaktim mampu menghimpun dana sebesar Rp. 5.053.649.122, maka diharapkan pada tahun ini dapat meningkat 10-15 persen.kita berharap tahun 2013 ini, Jakarta Timur dapat melebihi pencapaian hasil tahun 2012 lalu dan kembali meraih predikat sebagai pengumpul dana tertinggi pada bulan dana PMI Tingkat Provinsi DKI Jakarta, tegasnya.

Waktu pelaksanaan bulan dana PMI selama empat bulan, yaitu dari tanggal 17 September 2013-17 Januari 2013. Adapun kupon bulan dana PMI yang beredar di wilayah Jakarta Timur, berwarna ungu dengan ditandatangani oleh Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si.paparnya

“Ada empat kupon yang diedarkan oleh panitia bulan dana PMI Jakarta Timur, masing-masing dengan nominal Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000 dan Rp 10.000, tambahnya.


Sementara itu Sekretaris Kota Jakarta Timur Drs. Arifin, MAP, mengharapkan kerjasama dari seluruh unit kerja di wilayah Jakarta Timur agar bekerja keras dalam penggalangan dana PMI tersebut. Arifin menjelaskan, hasil dari Bulan Dana PMI digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti penanganan bencana, pembinaan dan pengembangan organisasi PMI serta peningkatan pelayanan kesehatan dan sosial termasuk upaya transfusi darah. Selain itu juga dimanfaatkan untuk pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk rekrutmen serta pembinaan relawan.

“Hasil dari pengumpulan bulan dana PMI dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah seperti bencana banjir dan kebakaran, tidak hanya di Jakarta tapi juga daerah-daerah lainnya di Indonesia,” paparnya.

Ditempat yang sama, Camat Duren Sawit Drs. Abu Bakar, M.Si yang juga hadir dalam peluncuran tersebut saat ditemui wartawan juga mengaku siap mendukung program Bulan Dana PMI tingkat Kota Jakarta Timur, kita tidak sekedar menarik bantuan saja, tetapi juga akan melakukan penjelasan akan dana kemanusiaan tersebut, karena dana yang dihimpun selama ini juga dirasakan oleh masyarakat sendiri, seperti saat bencana banjir atau kebakaran terjadi, disitulah PMI selalu berada dibarisan terdepan dalam membantu korban bencana, baik bantuan kebutuhan pokok maupun penyelamatan korban melalui transfusi darah, kita akan ajak seluruh masyarakat dan dunia usaha yang ada diwilayah Kecamatan Duren Sawit untuk berpartisipasi, tegas Camat Duren Sawit Drs. Abu Bakar, M.Si

Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Gelar Penyegaran Kejiwaan WBS

Dalam upaya memaksimalkan pemulihan kejiwaan bagi Penderita Gangguan Jiwa (Psikotik), Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBL HS) 2 menggelar kegiatan Rekreasi Fisik dan Mental bagi Warga Binaan Sosial Panti, acara yang digelar 2 kali dalam setahun tersebut, setelah beberapa bulan lalu menggelar di Subang Jawa Barat, pada Rabu (18/9) kembali menggelar kegiatan Terapi Penyegaran Kejiwaan di Tempat Rekreasi Cibodas Jawa Barat.

Dengan mengikuti berbagai permainan Out bond yang dibuat sedemikian rupa, mampu meningkatkan kekompakan dan kebersamaan bagi penderita Psikotik tersebut, mereka terlihat menikmati suasana baru di alam terbuka yang diharapkan dapat menjadi terapi fisik dan mental WBS Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2.

Aneka games diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kerjasama dalam mengatasi masalah, mereka dituntut untuk membuat solusi dalam menghadapi tantangan yang berat, mereka juga dituntut untuk saling berkomunikasi yang lebih intensif dengan penuh percaya diri dan kerjasama yang baik.

Menurut Kepala Panti SBL HS 2, Andi Muchdar program Terapi Kejiwaan seperti ini diikuti oleh Warga Binaan Sosial yang sudah sembuh 80%, sebagaimana  rekomendasi Dokter, sehingga diharapkan kondisi mereka dapat kembali normal dan bisa kembali ketengah masyarakat, paling tidak mereka dapat hidup mandiri serta melayani diri sendiri, tegasnya.

Saat disinggung program kemandirian, Andi Muchdar mengaku telah melakukan kerjasama dengan lembaga pelatihan ketrampilan untuk memberikan bekal mereka mandiri setelah kembali ke masyarakat, baik usaha bengkel  serta Home Industri yang sederhana, yang nantinya mampu membuat mereka hidup mandiri serta kembali ke keluarga, paparnya.

Adang Ruchiatna dan Hj Ernawati Ratma Gelar Silaturahmi Dengan Warga Cipinang

Sebagai  anggota DPRRI yang memperoleh dukungan dari warga Jakarta Timur, Mayjen TNI (Purn) Adang Ruchiatna juga terus menyerap aspirasi masyarakat, untuk kemudian di perjuangkan di Fraksi PDI Perjuangan dalam menentukan kebijakan bersama Pemerintah,  dan bertempat di RW 15 Kelurahan Cipinang, Pulogadung didampingi dengan Hj Ernawati Ratma menggelar Silaturahmi dan Dialog dengan warga.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini kembali diberi amanah untuk menjadi Caleg DPRRI daerah Pemilihan Jakarta Timur, Adang Ruchiatna juga banyak menjelaskan akan fungsi dewan dalam mendukung program pemerintah, mulai dari penyusunan anggaran hingga pengawasan, sehingga program pembangunan yang pro rakyat menjadi prioritas, baik di Kementerian Sosial, BNPB dan Kementerian lain.

Hal senada juga diungkapkan Politisi PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta, yang kini menjadi Caleg DPRD DKI Daerah pemilihan Jakarta IV yang meliputi Kecamatan Cakung, Pulogadung dan Matraman, bahwa sebagai pendukung Gubernur Jokowi, pihaknya akan terus mengupayakan agar Program Jokowi dapat terus berlanjut, oleh sebab itu perlu juga dukungan seluruh warga Jakarta.

Diakuinya Program Jakarta Sehat dan Jakarta Pintar merupakan bentuk keseriusan Pemda DKI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kalau dahulu untuk memperoleh pengobatan gratis banyak kendala, namun kini oleh Gubernur Jokowi sudah dipermudah, dengan cukup menunjukkan KTP DKI maka warga Jakarta dapat memperoleh pengobatan gratis hingga rawat inap.

Dibidang Pendidikan,  Jokowi juga telah mengeluarkan Kartu Jakarta Pintar, dengan memberikan bantuan pendidikan pada warga kurang mampu, dan untuk sekolah bagi warga Jakarta mulai dari Sekolah Dasar, SMP hingga SMA/K sudah gratis, sehingga diharapkan tidak adalagi warga Jakarta yang tidak bersekolah karena tidak punya biaya, sehingga Generasi Penerus Bangsa bisa mengisi pembangunan dengan berbekal Pendidikan SMA/K serta Sarjana, oleh sebab itu program Jokowi harus didukung oleh seluruh warga Jakarta, pintanya.

HUT 68, PMI DKI Gelar Serangkaian Kegiatan

68 tahun Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengabdikan diri ketengah masyarakat, di usia yang cukup tua tersebut PMI juga telah membawa bangsa ini Merdeka dan Mandiri, demikian juga peran PMI Provinsi DKI Jakarta, sebagai organisasi kemasyarakatan yang telah banyak menyelamatkan jiwa melalui program Transfusi Darah, dan untuk menanamkan semangat sosial pada Generasi Bangsa PMI DKI juga mampu membangun Palang Merah Remaja (PMR) mulai dari siswa SD, SMP hingga SMA/K.

Ketua PMI DKI Rini Sutiyoso juga mengaku sangat terbantu dengan peran media massa, apakah Media Cetak maupun elektronik yang terus menggugah hati nurani masyarakat untuk bersedia mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan, oleh sebab itu bertepatan peringatan HUT PMI ke 68 kali ini, PMI DKI juga memberikan penghargaan pada beberapa media di Indonesia.

Pemberian penghargaan yang diberikan ditengah Upacara ulang tahun PMI di Markas jl Kramat Raya Jakarta Pusat tersebut, juga diberikan penghargaan pada Pendonor, TNI, POLRI serta Instansi yang selama ini telah mendukung program donor darah.

Dalam kesempatan tersebut Rini Sutiyoso juga bersyukur dengan semakin banyaknya warga yang melakukan donor darah, bahkan pendonor bukan saja orang dewasa, tetapi remaja usia 17 tahun juga sudah turut melakukan donor darah, "Sekarang generasi muda sudah mulai melakukan donor darah. Ini menunjukkan kepedulian kaum muda terhadap donor darah sangat tinggi," ujar Ketua PMI DKI Jakarta.

Rini Sutiyoso juga mengaku bahwa kesadaran tersebut, sangat membantu PMI dan pasien. Kini masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan darah. "Sekarang donor darah sudah mulai menjadi gaya hidup," katanya.

Dalam pesannya pada para anggota PMR serta ralawan kemanusiaan, Ketua PMI DKI ini meminta agar para relawan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat dengan menolong sesama, 'Relawan PMI telah menunjukkan perannya sebagai agen perubahan di masyarakat dengan membantu dalam penanggulangan bencana, donor darah, pelestarian lingkungan, dan memberikan bantuan kesehatan,' ujarnya.

Unindra Lantik 7.899 Mahasiswa Baru

Pelantikan mahasiswa baru, merupakan tradisi Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) yang juga telah diatur dalam Undang – Undang Sisdiknas, dan untuk kegiatan tersebut UNINDRA lebih memilih kegiatan pengenalan kampus pada mahasiswa baru, karena system pembelajaran di Kampus beda dengan pembelajaran saat mereka belajar di SMA/K, dan tahun Akademik 2013 – 2014 kali ini, Unindra melantik 7.899 mahasiswa baru.

Dalam sambutannya Rektor Unindra Prof. DR. Sumaryoto, SE, MM menegaskan, bahwa jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 13.500 pendaftar, namun karena sarana terbatas, nama Unindra hanya menerima mahasiwa baru sejumlah 7.899 orang, dan jumlah tersebut menurun dari jumlah tahun sebelumnya, ini guna memaksimalkan proses pembelajaran yang baik.

Untuk meningkatkan sarana akademika, Unindra juga masih akan membangun satu gedung lagi di daerah Kelurahan Gedong, Kramatjati, Jaktim, untuk ruang kuliah, ruang dosen serta ruang perpustakaan, saat ini jumlah mahasiswa Unindra ada 350.000 mahasiswa, dan jumlah tersebut akan terus dipertahankan, tegasnya.

Prof Sumaryoto juga mengaku, bahwa pihaknya akan terus memenuhi sarana dan prasarana untuk mendukung persyaratan Akreditasi lembaga, dimana jumlah dosen tetap Unindra saat ini berjumlah 700 dosen, dan gedung perkuliahan juga milik sendiri serta fasilitas pendukung seperti Perpustakaan dan Laboratorium yang  dimiliki telah memenuhi standar sebagaimana yang diharuskan, Unindra siap menyongsong semua peraturan dengan sebaik mungkin, karena dirinya yakin semua aturan yang ada dalam rangka menjaga kualitas pendidikan, terus ditingkatkan, tegas Prof Sumaryoto.

Disela acara tersebut  Ketua Yayasan Pengembangan Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI, Dr H Sugito, MSi juga mengaku bersyukur dengan kerja keras jajaran  UNINDRA yang telah mampu menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul, Unindra telah mampu melahirkan Cendekiawan yang berakhlak mulia dan akan mengisi pembangunan bangsa, tegasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.