Tokoh Lintas Agama Bangun Gerakan Indonesia Bangkit

Menyikapi kondisi masyarakat Indonesia yang masih banyak membutuhkan bantuan karena tingkat ekonominya masih rendah, telah mendorong beberapa tokoh agama dan Tokoh Masyarakat untuk membangun kepedulian dibidang Pendidikan, Sosial Kemasyarakatan dan Ekonomi Kerakyatan dalam wadah Ormas Gerakan Indonesia Bangkit.

Pimpinan Wisma Sehat 786, Hj Ernawati Ratma disela acara Santunan Yatim dan Dhuafa pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya bersama Gerakan Indonesia Bangkit telah menyalurkan bantuan Sembako  lebih dari 10.000 paket yang telah dibagikan pada warga Jawa Timur, Jawa Tengah (Semarang) dan Jakarta, bantuan ini sebagai bentuk kebersamaan bagi Gerekan Indonesia Bangkit yang didalamnya terdiri dari tokoh-tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha, mereka akan terus membantu pada masyarakat dibidang Pendidikan, Sosial dan Ekonomi.

Lebih jauh ditegaskan bahwa program penyalurah sembako dilakukan secara jemput bola, yaitu jajaranGerakan Indonesia Bangkit mendata dan mendatangi warga kurang mampu. dimana Tim Indonesia Bangkit mendatangi warga kurang mampu dalam penyaluran bantuan, tegas Hj Ernawati.

Sementara Pengurus Ormas Gerakan Indonesia Bangkit yang juga Ketua Yayasan Cahaya Sinar Bangsa Jakarta, Suharsono disela acara dialog lintas agama tersebut juga menjelaskan, bahwa Gerakan Indonesia Bangit akan terus berupaya membantu masyarakat, dibidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial, kita tidak ingin terlibat dalam politik,  namun kita akan berperan serta membangun kebersamaan dan kerukunan beragama, kegiatan lintas agama ini akan membantu warga kurang mampu dibidang pendidikan, kesehatan. Tidak boleh ada anak tidak sekolah hanya karena tidak mempunyai biaya, demikian juga dalam kesehatan tidak boleh ada orang meninggal karena tidak memiliki biaya berobat, kita akan terus membantu warga kurang mampu, paparnya.

Tokoh NU DR. KH Nuril Arifin Husein, MBA (Gus Nuril) juga menegaskan, bahwa bangsa Indonesia saat ini semakin kehilangan jatidiri, dimana ada upaya gerakan penghancuran terhadap bangsa secara sistimatis, dengan munculnya kelompok ormas besar yang anarkis maupun adanya partai politik yang sudah tidak sejalan dengan pembangunan bangsa dan negara, telah membuat Tokoh NU yang juga sesepuh BANSER dan GP ANSHOR, DR. KH Nuril Arifin Husein, MBA  menjadi berang.

Menurut Gus Nuril sebenarnya Indonesia ini adalah bangsa yang besar dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, bahkan dahulu wilayah Nusantara hingga mencapai kawasan perbatasan Birma, Srilanka, Thailand serta Australia, namun kondisinya saat ini terus di rongrong dari dalam sendiri, ada kelompok anarkis, ada kelompok yang mengkafirkan kelompok lain, seolah ada tentara didalam tentara, ada Negara didalam Negara, ada polisi didalam polisi,  tetapi Pengelola Negara diam saja. Kalau hal ini dibiarkan, bisa memunculkan kelompok mempertahankan diri, kalau anarkis semakin berlebih maka NU akan mengerahkan BANSER dan GP ANSHOR untuk mengamankan bangsa dan Negara, tegas KH Nuril Arifin dalam acara Dialog Kebangsaan yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.