Yayasan Komedi Betawi Tampilkan Entong Gendut Dari Condet

Komedi Betawi sebagai salahsatu kesenian asli Betawi sebagai kolaborasi dari Seni Lenong serta Musik Gambang Kromong, dan cerita diramu kemudian disajikan dalam bentuk spontanitas yang mengalir dibawakan oleh pemain-pemain komedian dengan dialeg Betawi, keberadaannya di Ibukota Jakarta saat ini semakin berkembang dengan baik, bahkan tak sedikit dari pemain Komedi Betawi maupun Lenong Bocah, mampu tampil sejajar dengan artis ibukota lainya, dalam mengisi layar Sinetron maupun Layar Hiburan di televisi.

Beberapa sosok Seniman Betawi yang pernah tampil di Panggung Kombet seperti Mandra, H Bodong, H Bolot, Mpok Nori, Miing, Didin, Rudi Sipit, Opik Kumis, Rini S Bonbon, Madit (Islam KTP), Edy Oglek/Kardun (Bubur Sulam), Hariyanto Tampan serta seniman komedian lainnya, kini sukses di dunia sinetro dengan karakter yang terbentuk dalam panggung Komedi Betawi, bahkan kebersamaan tersebut juga terus terpupuk bahkan bersama Sutradara Komedi Betawi alumni Program Study Teater IKJ, Syaiful Amrie mereka telah mendirikan wadah yaitu Yayasan Kombet.

Kiprah Yayasan Kombet terus ditingkatkan, mulai dari pelatihan pemain muda maupun peningkatan kualitas para pelaku seni, yang juga di support oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, melalui 5 Balai Latihan Kesenian yang ada di 5 Kota Administrasi di DKI Jakarta.

Untuk memberikan ruang apresiasi para Seniman Komedi Betawi, bertempat di Taman Ismail Marzuki pada Jumat (28/6) Yayasan Kombet menggelar Panggung Hiburan dengan Ceritera Entong Gendut dari Condet, menurut Sutradara Kombet Syaiful Amrie, cerita ini merupakan Cerita Rakyat tantang Jawara Betawi dari Condet, Jakarta Timur, dalam melawan penjajah Belanda, Entong Gendut tidak tahan melihat penderitaan rakyat kecil yang di jajah Belanda,  dimana Pemerintah Belanda telah merampas Hak rakyat Petani, dengan memaksa para petani untuk menyerahkan sebagian hasil panenya.

Dengan keberaniannya akhirnya Entong Gendut melakukan perlawanan atas kesewenang-wenangan tersebut bersama warga Condet, disaat Pimpinan Belanda sedang melakukan pesta pora, Entong Gendut bersama rakyat condet, masuk dan memporak-porandakan markas Belanda, karena berada di barisan depan, akhirnya Entong Gendut tertembak oleh pasukan Belanda dan akhirnya tetas, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Entong Gendut meminta pada Pemuda Betawi untuk tetap menolak Penjajahan dan kesewenang-wenangan.

Dalam pergelaran kali ini ditampilkan seniman Betawi seperti Mpok Nori, Rini S Bonbon, Riyanto, Taufik Lalat, Bachtiar, Fajar, Komar, Erni, serta di meriahkan Penyanyi Dangdut, engkar dan Neneng Fitri, di Panggung TIM,

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.