Dinsos DKI Tingkatkan Pelayanan WBS, Pulangkan Ke Daerah Asal

Keberadaan Penyandang Masalah Kerawanan Sosial (PMKS) di DKI Jakarta, seperti Gelandangan, Pengemis, Pedagang Asongan di lampu merah serta Joki 3 in 1 saat menjelang dan saat Ramadhan jumlahnya meningkat tajam, bahkan yang lebih aneh, jumlah penyandang masalah Psikotik atau penyakit jiwa juga mengalami peningkatan, sehingga Dinas Sosial meningkatkan personil untuk menertibkan mereka.

Kabid Yankesos, Dinsos DKI,  Ucuk Rahayu mengungkapkan  bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan dan operasi keberadaan PMKS tersebut, dan bagi yang terkena razia baik oleh Satpol PP maupun petugas Dinsos, mereka akan dibina sebagai Warga Binaan Sosial (WBS) di beberapa panti milik Dinas Sosial, kemudian diserahkan ke Dinas Sosial asal PMKS, sebagaimana hasil penandatanganan kesepahaman antara Pemda DKI dengan Pemda Jawa Barat dan Jawa Tengah, setelah dibina mereka akan dipulangkan, namun telah kita bekali dengan ketrampilan, paparnya.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Prayitno juga menambahkan, bahwa PMKS yang terkena razia, akan ditampung di 27 panti sosial, semua panti itu siap menampung PMKS yang terjaring dalam penertiban. ”Penertiban kami lakukan terus karena keberadaan PMKS selain mengganggu ketertiban umum, juga membahayakan mereka dan para pengguna jalan lainnya,” tuturnya.

Prayitno juga menambahkan, bahwa pemulangan warga binaan sosial ke Jawa Barat dan Jawa Tengah saat ini, berjumlah 200 orang, mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya, dimana mereka adalah orang-orang yang terjaring sebelum ramadhan, mereka telah kita bina dan bekali dengan ketrampilan, kini kita pulangkan dan kita harapkan mereka akan berusaha di kampong halaman masing-masing, paparnya.

Sementara dalam pesannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, H Kian Kelana meminta pada warga binaan sosial agar tidak kembali lagi ke Jakarta, serta memberitahukan pada tetangga dan saudaranya, agar tidak ke Jakarta kalau tidak memiliki ketrampilan, Jakarta memang tidak tertutup pada siapapun untuk ke Jakarta, tetapi kalau mau mencari nafkah ke Jakarta harus mempunyai keahlian dan ketrampilan, pintanya.

Kepala Panti Rehabilitasi Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 2  Cipayung, Andi Muchdar, saat ditemui wartawan disela acara tersebut juga menegaskan, bahwa jumlah WBS Psikotik atau penderita kejiwaan selama ramadhan ini juga mengalami kenaikan signifikan, dimana PSBL Harapan Sentosa 2 terus menampung penderita Psikotik hasil razia petugas maupun yang diserahkan masyarakat atau keluarganya, saat ini berjumlah 661 jiwa dan semua akan kita bina.

Diakuinya bahwa dari hasil razia petugas di lapangan, banyak penderita kejiwaan juga sedang mengalami penyakit fisik, oleh sebab itu (PSBL) Harapan Sentosa 2  Cipayung memberikan pelayanan medis 24 jam, dengan 2 Dokter Umum dan 2 Psikolog serta beberapa perawat, kita terus tingkatkan pelayanan rehabilitasi, tegasnya.

Andi Muchdar juga meminta peran masyarakat yang lebih baik lagi dalam mengatasi penderita Psikotik agar tidak berkeliaran di jalanan,  dengan melakukan deteksi dini bagi seseorang yang terindikasi Psikotik atau penderita gangguan jiwa, untuk melakukan konsultasi, jika keluarga mengalami kesulitan membina bisa menyerahkan ke Panti Bina Laras di Cipayung ini, dengan tenaga medis yang ada, kita siap membina mereka, namun jika sudah selesasi kami bina, kita berharap keluarga dan masyarakat dapat menerima sebagaimana masyarakat yang lain, dan jangan dikucilkan, karena penyembuhan yang baik adalah melalui perhatian keluarga itu sendiri, paparnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.