Sarasehan Tokoh Agama, Ulama dan Umaro Kota Jakarta Pusat, Tingkatkan Peran Cegah Terorisme

Disela acara Pelantikan Pengurus MUI tingkat Kecamatan se-Jakarta Pusat, yang digelar dikantor Walikota Jakarta Pusat, pengurus MUI dan DMI Kota Jakarta Pusat menggelar Diskusi Panel dengan menampilkan Pembicara Ketua Umum BKMT yang juga Rektor UIA Prof DR Hj Tutty Alawiyah A.S. Perwakilan BNPT Prof DR Irfan Idris, MA dan DR KH Saefudin Amsir (MUI).

Berbagai paparan diungkapkan para pembicara dalam upaya mencegah aksi Terorisme di Indonesia, menurut Prof DR Hj Tutty Alawiyah AS, masyarakat harus waspada dengan munculnya kelompok Ekstim Kanan yaitu Kelompok Radikalis Fundamentalis, yang melakukan aksi teror dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, mereka dalam memahami dan mengamalkan agama secara sempit dan rigid, mereka menyerang siapa saja orang muslim yang bukan dari golongannya, mereka memiliki iman tebal tetapi miskin ilmu dan wawasan.

Ada juga kelompok sempalan Islam seperti Ahmadiyah dan Islam Jama’ah dan yang lain, sesungguhnya kelompok ini merupakan komunitas diluar Islam, karena ajarannya bertentangan dengan Islam, oleh sebab itu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang ada di 31 Provinsi akan terus berupaya menangkal ajaran-ajaran sesat tersebut, dengan bimbingan umat kejalan yang benar, sesuai petunjuk Allah SWT, dengan memegang teguh Al-Qur’an dan al-Sunnah, papar Ketua Umum IMWU ini.


Sementara ditempat yang sama Ketua MUI Kota Administrasi Jakarta Pusat. KH Yusuf Aman disela acara tersebut menegaskan, bahwa permasalahan yang dihadapi umat saat ini cukup berat, oleh sebab itu perlu adanya kerjasama yang baik antara Ulama dan Umaro, untuk membangun moral anak-anak bangsa, tegasnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Jakarta Pusat, KH. AD. Kusumah juga  menambahkan, melalui Sarasehan Tokoh Agama,  Ulama serta Umaro ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kerjasama yang baik antara Ulama dan Umaro, sebagaimana ungkapan Walikota H Saefullah, jika Ulama dengan Umaro tidak bersatu maka Negara ini akan hancur, tetapi sebaliknya jika Ulama dan Umaro bisa bekerjasama maka bangsa ini akan maju dan rakyatnya sejahtera, oleh sebab itu Ulama dan Tokoh Agama di Jakarta Pusat ini akan terus berupaya mendidik masyarakat agar menjadi warga Jakarta yang bermoral dan beraklakul karimah, ungkapnya.

Menangapi akan masuknya bulan Puasa pada 9 Juli mendatang, KH. AD Kusumah yang juga ketua Ikatan Ketua RW Kota Administrasi Jakarta Pusat ini, juga meminta pada seluruh pengelola tempat hiburan seperti Doskotik, Pub, Karaoke serta Bilyard untuk tidak membuka usahanya, serta dapat memberikan kesempatan pada warga Jakarta untuk dapat melaksanakan ibadah puasa dengan tenang, pintanya,

Seusai acara Walikota Jakarta Pusat DR H Saefullah M.Pd didampingi Kabag Dikmental M Fahmi pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan bisa memimpin Kota Jakarta Pusat ini dengan baik, tanpa dukungan Alim Ulama dan Tokoh Agama, karena secara kultural para Ulama merupakan Panutan bagi masyarakat, Alim Ulama memiliki peranpenting dalam membentuk moral dan spiritual masyarakat khususnya generasi muda, oleh sebab itu Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mengharapkan kerjasama dan peranserta aktif Ulama untuk bersama-sama membangun Jakarta Pusat pada khususnya dan Provinsi DKI Jakarta pada umumnya, pinta H Saefullah. 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.