Pelatihan Seni Kriya Di BLK Jakarta Utara, Upaya Pelestarian Seni Budaya Indonesia


Topeng (Kedok) sebagai salahsatu karya seni yang banyak digunakan oleh para seniman, sebagai sarana kritik sosial atau untuk menyampaikan nasehat-nasehat tertentu kepada masyarakat lewat banyolan-banyolan yang halus dan lucu, keberadaannya cukup merata di seluruh daerah di Indonesia, hanya saja corak dan bentuknya berbeda-beda, karena Topeng memiliki karakter tersendiri, seperti apa yang seniman kreasikan.

Dengan perkembangannya, keberadaan Topeng saat ini juga sudah menjadi barang komodity, karena bukan untuk  sebagai sarana berkesenian, tetapi bisa menjadi hiasan dinding yang artistik dan indah dipandang mata, harganyapun bervariasi mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu untuk satu topeng, oleh sebab itu dalam upaya mendorong Pemuda untuk turutserta melestarikan Topeng sebagai warisan budaya bangsa, Balai Latihan Kesenian Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar Pelatihan Seni Kriya membuat Topeng.

Disela acara penutupan pelatihan Seni Kriya, Kepala UPT BLK Jakarta Utara, Drs Agus Riyanto, MM  menjelaskan,  bahwa pelatihan kali ini sengaja di khususkan  melatih cara membuat Topeng, karena melihat seniman Topeng serta Pengrajin Topeng di Jakarta Utara saat ini memang sedikit, padahal Topeng merupakan Warisan Budaya Bangsa yang harus tetap lestari, kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi, kita tidak ingin nantinya Karya Seni Topeng diakui oleh bangsa lain, oleh sebab itu saat ini kita latih para Remaja dan  Pemuda dari seluruh wilayah Kecamatan di Jakarta Utara, sehingga mereka juga akan melatih sesama teman mereka di lingkungan masing-masing, tegasnya.

Agus Riyanto juga memaparkan, bahwa sebagaimana tugas pokok dan fungsi Balai Latihan Kesenian¸pihaknya juga secara rutin memberikan pelatihan pada Guru TK dan SD serta para Pelaku Seni dalam mengembangkan kesenian Betawi, dimana para guru TK dan SD diberi bekal sebagai instuktur Tari Betawi serta Seni Teater, sehingga diharapkan mereka akan mengembangkannya ke anak didik.

Bagi Pemuda dan Masyarakat Jakarta Utara, BLK juga sudah melakukan pelatihan membuat alat gesek Tek Yan, membuat Ondel-ondel serta membuat Batik tulis (membatik), bahkan peserta pelatihan saat ini sudah mampu memproduksi kain dan pakaian jadi Batik Tulis serta memasarkannya, sehingga penghasilan mereka juga meningkat, dan kita berharap melalui Seni Kriya membuat Topeng ini, juga akan mampu menjadikan mereka sebagai pengrajin topeng, atau seniman topeng, sehingga mampu menumbuhkan ekonomi mereka, dan Topeng atau Kedok dapat tetap lestari, ungkap Agus Riyanto, MM.

Sementara  Kasie Pelatihan BLK Jakarta Utara, Tatang Syaripudin / H Dani juga menambahkan, bahwa Pelatihan Seni Kriya membuat Topeng ini merupakan upaya menumbuhkan kreatifitas para Remaja dan Pemuda di Jakarta Utara, pelatihan kali ini diikuti oleh 30 peserta, mereka adalah para pemuda yang diambil dari seluruh Perwakilan Kecamatan Se-Jakarta Utara, mereka adalah pemuda yang memiliki bakat dibidang seni, dan diharapkan mereka disamping mengembangkan Seni Topeng, juga akan dapat melakukan pembinaan pada Remaja dan Pemuda di wilayah mereka masing-masing.

Mereka mengikuti pelatihan selama 12 hari, meskipun pada awalnya mereka belum memahami seni Kriya membuat Topeng, dan kita bersyukur setelah mereka belajar,  ternyata memiliki kemampuan untuk mengembangkannya, kini BLK Jakarta Utara akan terus melakukan pembianan pada mereka, kalau saat ini mereka mengikuti program tingkat dasar, maka kedepan kita akan sertekan mereka dengan program pelatihan membuat Topeng tingkat lanjutan dan trampil, tegas H Dani.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.