Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbasatan, Wujud Jatidiri Bangsa

Budaya sebagai jatidiri bangsa telah ada sejak nenek moyang kita, karena seni tradisi yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun merupakan sarana hiburan yang melekat di setiap masyarakat, dan Budaya tersebut juga mampu memastikan keberadaan suatu wilayah, lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang kini menjadi bagian dari Negara Malaysia, karena Malaysia mampu menunjukkan bahwa Budaya yang berkembang diwilayah tersebut adalah budaya masyarakat Malaysia, hal tersebutlah yang melatarbelakangi Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) untuk terus melestarikan dan mengembangkan Seni Budaya masyarakat yang tinggal di Perbatasan dengan Negara lain.

Beberapa Duta Besar Negara sahabat juga turut diundang untuk menyaksikan  iven Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan, yang digelar di  Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Hadir Tim Kesenian dari 4 Provinsi, yang wilayahnya sebagai pintu gerbang dengan wilayah negara lain, dan berada di aeral perbatasan, seperti Provinsi Kalimantar Barat, Kalimantar Timur, NTT dan Papua, papar  Ketua Panitia Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan, Oetari Noor Permadi.

Untuk Provinsi Kalimantan Barat diwakili oleh Tim Kesenian dari Sambas, Entikong,  Sangau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Timur diwakili Kabupaten Nunukan, NTT diwakili Duta Seni Atambua dan Provinsi Papua dari Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan kegiatan Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan yang digelar di TIM Jakarta ini, juga diharapkan Seni Budaya masyarakat Perbatasan dapat dikenal secara luas baik oleh wisatawan Domestik maupun mancanegara, karena pergelaran Seni ini juga dihadiri Duta Besar Negara sahabat, papar Oetari.

Hal senada juga diungkapkan Asisten Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Darat, BNPP, Drs Marhaban Ibrahin, M.Sc bahwa Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan ini dipelopori oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI, karena Indonesia merupakan Negara kepulauan yang tersebar dari Sabang hingga Mereuke, dan 230 Kecamatan letaknya berada di daerah perbatasan, kita ingin memperkenalkan seni budaya daerah didepan masyarakat serta Dunia melalui Duta Besar Negara sahabat, bahwa inilah budaya yang selama ini tumbuh dan berkembang pada masyarakat Indonesia di Kawasan Perbatasan, sebagai upaya promosi potensi budaya dan potensi daerah lainnya.

Dengan pergelaran seni budaya juga diharapkan akan membantu mendorong tumbuhkembangnya ekonomi di daerah perbatasan, dengan meningkatkan komitmen Pemerintah dalam membangun wilayah Perbatasan sebagai pintu gerbang Indonesia, dan melalui Seni Budaya juga diharapkan akan meningkatkan kerjasama yang baik antar Negara, tegas Marhaban Ibrahim.

Sarasehan Tokoh Agama, Ulama dan Umaro Kota Jakarta Pusat, Tingkatkan Peran Cegah Terorisme

Disela acara Pelantikan Pengurus MUI tingkat Kecamatan se-Jakarta Pusat, yang digelar dikantor Walikota Jakarta Pusat, pengurus MUI dan DMI Kota Jakarta Pusat menggelar Diskusi Panel dengan menampilkan Pembicara Ketua Umum BKMT yang juga Rektor UIA Prof DR Hj Tutty Alawiyah A.S. Perwakilan BNPT Prof DR Irfan Idris, MA dan DR KH Saefudin Amsir (MUI).

Berbagai paparan diungkapkan para pembicara dalam upaya mencegah aksi Terorisme di Indonesia, menurut Prof DR Hj Tutty Alawiyah AS, masyarakat harus waspada dengan munculnya kelompok Ekstim Kanan yaitu Kelompok Radikalis Fundamentalis, yang melakukan aksi teror dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, mereka dalam memahami dan mengamalkan agama secara sempit dan rigid, mereka menyerang siapa saja orang muslim yang bukan dari golongannya, mereka memiliki iman tebal tetapi miskin ilmu dan wawasan.

Ada juga kelompok sempalan Islam seperti Ahmadiyah dan Islam Jama’ah dan yang lain, sesungguhnya kelompok ini merupakan komunitas diluar Islam, karena ajarannya bertentangan dengan Islam, oleh sebab itu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang ada di 31 Provinsi akan terus berupaya menangkal ajaran-ajaran sesat tersebut, dengan bimbingan umat kejalan yang benar, sesuai petunjuk Allah SWT, dengan memegang teguh Al-Qur’an dan al-Sunnah, papar Ketua Umum IMWU ini.


Sementara ditempat yang sama Ketua MUI Kota Administrasi Jakarta Pusat. KH Yusuf Aman disela acara tersebut menegaskan, bahwa permasalahan yang dihadapi umat saat ini cukup berat, oleh sebab itu perlu adanya kerjasama yang baik antara Ulama dan Umaro, untuk membangun moral anak-anak bangsa, tegasnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Jakarta Pusat, KH. AD. Kusumah juga  menambahkan, melalui Sarasehan Tokoh Agama,  Ulama serta Umaro ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kerjasama yang baik antara Ulama dan Umaro, sebagaimana ungkapan Walikota H Saefullah, jika Ulama dengan Umaro tidak bersatu maka Negara ini akan hancur, tetapi sebaliknya jika Ulama dan Umaro bisa bekerjasama maka bangsa ini akan maju dan rakyatnya sejahtera, oleh sebab itu Ulama dan Tokoh Agama di Jakarta Pusat ini akan terus berupaya mendidik masyarakat agar menjadi warga Jakarta yang bermoral dan beraklakul karimah, ungkapnya.

Menangapi akan masuknya bulan Puasa pada 9 Juli mendatang, KH. AD Kusumah yang juga ketua Ikatan Ketua RW Kota Administrasi Jakarta Pusat ini, juga meminta pada seluruh pengelola tempat hiburan seperti Doskotik, Pub, Karaoke serta Bilyard untuk tidak membuka usahanya, serta dapat memberikan kesempatan pada warga Jakarta untuk dapat melaksanakan ibadah puasa dengan tenang, pintanya,

Seusai acara Walikota Jakarta Pusat DR H Saefullah M.Pd didampingi Kabag Dikmental M Fahmi pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan bisa memimpin Kota Jakarta Pusat ini dengan baik, tanpa dukungan Alim Ulama dan Tokoh Agama, karena secara kultural para Ulama merupakan Panutan bagi masyarakat, Alim Ulama memiliki peranpenting dalam membentuk moral dan spiritual masyarakat khususnya generasi muda, oleh sebab itu Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mengharapkan kerjasama dan peranserta aktif Ulama untuk bersama-sama membangun Jakarta Pusat pada khususnya dan Provinsi DKI Jakarta pada umumnya, pinta H Saefullah. 

Wisma Sehat 786 Dukung Forum Pengelola PAUD, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Setelah beberapa hari lalu menggelar acara pelatihan pengingkatan kualitas guru PAUD meningkatkan belajar anak dengan meliputi metode Fun Learning dan Small Step Sistem, di Kantor Kecamatan Pulogadun. kini Wisma Sehat 786 yang berkantor di Cipinang, Pulogadung Jakarta Timur, kembali menggelar pelatihan dibidang kesehatan, dengan mengambil tempat di Wisma Rabani, jalan Pemuda Jakarta, pembicara yang dihadirkan adalah Pakar Terapi Drs. H Ibnu Hadjar Baudhoewi, MA sertma Hj Ernawati Ratma.

Pimpinan Wisma Sehat 786, Hj Ernawati Ratma mengungkapkan, salahsatu upaya yang dilakukan adalah bagaimana kita bisa menjadi dokter di rumah kita sendiri, bagaimana para guru TK dan PAUD ini mampu menjadi dokter di sekolah masing – masing,melalui metode penyembuhan terapi, paling tidak bisa menjadikan diri sendiri, sebagai orang yang sehat, kemudian mampu menolong di keluarga mereka serta ditempat kerja, sehingga apabila ada anak didik yang sakit, dapat membantu untuk penyembuhan, tegasnya.

Diakuinya untuk menguasai ilmu terapi kesehatan ini membutuhkan waktu lama, namun untuk tingkat dasar ini telah mempu menguasai terapi dasar, dan untuk tingkat lanjut akan diberikan pada waktu berikutnya, dan mereka memperoleh ilmu terapi ini secara gratis, karena dibiayai oleh lembaga Wisma Sehat 786, dan dengan kemampulan ilmu terapi ini diharapkan kedepan mereka akan bisa menjadi seorang terapis professional, dan bisa membuka praktek ditempat mereka tinggal, sehingga akan memproleh uang tambahan dan ekonomi keluarga juga akan meningkat, papar Hj Ernawati.

Drs H Ibnu Hadjar Baedlowie MA disela acara tersebut, pada wartawan menegaskan, bahwa masyarakat perlunya menjaga kesehatan diri, agar terhindar dari berbagai penyakit, dengan kegiatan pelatihan terapi ini, juga diharapkan akan membantu membangun mental dan spiritual para Guru PAUD, karena pembinaan terapi kesehatan, akan membuat mental dan fisik kuat, oleh sebab itu perlu adanya pemahaman dalam pola makan, cara memilih makanan yang sehat dan kuat serta cara makan itu sendiri, demikian juga dalam berperilaku dan berpakaian yang benar, hal tersebut akan membantu menaikkan tingkat kesehatan kita, tegasnya.

Pakar Terapi yang juga Kakwarcab Kota Jakarta Timur ini, juga menekankan akan perlunya untuk senantiasa kerja keras, kerja cerdas, Kerja Sukses, Kerja Tuntas dan Kerja Iklas, dimana dalam bekerja disamping menggunakan kekuatan fisik dan pakai otak sehingga keseksesan juga menjadi milik kita semua, ungkap H Ibnu Hadjar.

Kabupaten Demak Promosikan Potensi Wisata melalui Lomba Makanan Khas Daerah Anjungan Jateng, TMII

Sebagaimana program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Paguyuban Warga Jawa Tengah di Jabodetabek dalam menggelar lomba Makanan Khas Daerah dan Pameran Potensi Daerah, yang digelar di Anjungan Jawa Tengah TMII, juga dimeriahkan oleh Pemerintah Kabupaten Demak, dalam iven tahunan tersebut Kabupaten Demak menampilkan produk Wisata unggulan dan Produk Kreatif masyarakat Demak serta hasil alam buah-buahan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Perencanaan Disparbud Kab Demak, Istiana, SE pada wartawan Progresif menjelaskan, bahwa pihaknya disamping menyertakan dalam lomba Makanan Khas Kabupaten Demak, juga menampilkan produk unggulan Pariwisata, dimana Wisata Religi yang selama ini cukup dikenal, diharapkan akan lebih meningkat kinjungan wisata tersebut, demikian jgua wisata alam di daerah Kadilangu dan Ngadirejo, kita ingin memperkenalkan pada masyarakat luas, khususnya mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, sehingga diharapkan kunjungan ke Demak juga dapat peningkat.

Untuk produk unggulan Disparbud Demak juga menampilkan Batik motif Demak, yang kini  sudah di produksi secara missal dengan media Batik Tangan, demikian juga produk Jambu serta Belimbing yang selama ini menjadi unggulan produk Masyarakat Demak yang sudah banyak di pasarkan di Jakarta, aneka mahanan dari Buah Belimbing kini sudah dikembangkan menjadi aneka cemilan atau makanan kecil, seperti Keripik, Selai maupun Jus dan makanan kaleng, Pemerintah Daerah terus berupaya meningkatkan keterampilan dalam pengolahan hasil alam yang ada, tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Agus Hidayanto, Sekjen Paguyuban Demak Jabodetabek, bahwa peran warga Demak di Jakarta dalam membangun Demak selama ini cukup besar, apalagi 45 Pedagang besar di Pasar Induk adalah warga Demak yang selama ini turut memasarkan produk warga Demak seperti Jambu dan Belimbing, dan Paguyuban Demak juga telah mengundang Bupati Demak untuk meninjau Pasar Induk, dan Paguyuban telah mendorong Bupati agar dapat memaksimalkan produk buah-buahan dari Demak, seperti Melon, Jambu serta Belimbing. Kita mendorong peranserta Pemda dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produk buah di Demak, sehingga diharapkan kedepan ekonomi warga Demak juga semakin meningkat, tegas Agus.

Kabuparten Pekalongan Promosikan Batik di Anjungan Jateng TMII

Bersamaan dengan kegaitan Lomba Makanan Khas Daerah Jawa Tengah yang digelar di Anjungan Jateng, TMII oleh Pemprov Jateng bersama Paguyuban Warga Jawa Tengah Jabodetabek, Pemerintah Kabupaten Pekalongan didukung Paguyuban Warga Pekalongan (PWP)  Jabodetabek turut memamerkan potensi warga Pekalongan yaitu Batik.

Ketua Paguyuban Warga Pekalongan, Zulaini Soni disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa 10% Warga Pekalongan adalah perantau, yang selama ini telah banyak berkontribusi bagi kemajuan daerah, apalagi mereka sebagian besar adalah pedagang khususnya Batik, sehingga produksi Batik warga Pekalongan dapat terserap ke Pasar di Jabodetabek maupun di kota-kota besar di Indonesia.

Diakuinya warga Pekalongan yang berdagang di Jakarta dan sekitarnya adalah pedagang yang tidak menetap di Jakarta, tetapi mereka adalah perantau yang setelah berdagang pulang kampung, ini berarti uang yang mereka bawa ke Daerah cukup besar, untuk investasi di daerah, seperti membeli tanah serta membangun rumah serta daerahnya, jadi secara ekonomi kontribusi warga Paguyuban di Jabodetabek terhadap Daerah cukup besar, tegasnya.

Saat disinggung akan Produk Kuliner yang ditampilkan, Zulaini mengaku cukup bangga dengan partisipasi dalam Lomba Kuliner Daerah Jawa Tengah ini, kalau tahun lalu dengan menu Sego Megono mampu meraih juara Harapan, kita berharap dalam lomba ini dapat meningkat, dan warga PWP juga telah mengembangkan dengan membuat rumah makan Sego Megono, dan diharapkan Kabupaten Pekalongan disamping dikenal produk Batik juga makanan tradisionalnya, ungkapnya.

BLK Jakarta TimurAdakan Pergelaran Partisipasi di Perkampungan Budaya Betawi

Sebagaimana tugas pokok dan fungsi BalaiLatihanKesenian (BLK) Kota Administrasi Jakarta Timur,dalam meningkatkan kualitas Seni bagi para pelaku seni,serta dalam upaya melestarikan budaya masyarakat yang tumbuh dan berkembang di Jakarta Timur, khususnya Seni Budaya Betawi, bertempat di Perkampungan Budaya Betawi Srengseng Sawah Jakarta Selatan menggelar kegiatan Pergelaran Partisipasi.

Menurut Ketua BLK Jakarta Timur, bahwa pertunjukan kesenian Betawi, seperti Musik Gambang Kromong, Tari Betawi Kreasi dan Lenong Betawi Modern (Komedi Betawi) merupakan upaya untuk turut serta BLK Jakarta Timur dalam memeriahkan pertunjukan di Perkampungan Budaya Betawi, bagaimana masyarakat disamping berwisata alam, tetapi juga menikmati pertunjukan Kesenian Betawi, sehingga mereka akan lebih mengenal, sehingga mereka juga akan berpartisipasi melestarikan Budaya Betawi.

Diakuinya seluruh peserta adalah Pelaku Seni dan Guru TK dan SD yang telah mengikuti pelatihan kesenian di BLK Jakarta Timur, seluruh peserta kita saring sehingga menghasilkan tampilan yang layak tonton, Pergelaran ini menjadi ajang apresiasi mereka setelah belajar agar lebih berkualitas dan memiliki nilai jual, kita akan terus memfasilitasi para pelaku seni untuk dapat tampil di tempat umum, seperti di Lokasi Wisata Perkampungan Budaya Betawi ini, dan kita berharap mereka secara perseorangan juga akan semakin di kenal, sehingga berdampak pada peningkatan nilai jual kesenian yang mereka kuasai, paparnya.

Dari pantauan wartawan partisipasi masyarakat cukupt inggi, hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang berwisata di Setu Babakan, untuk dating ke Perkampungan Betawi, dan menyaksikan pergelaran yang diawali dengan music dan kesenian Betawi, bunyi alat music Gambang Kromong mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang asyik menikmati Setu. Dan mereka tidak beranjak hingga acara usai.

Ketua PMI DKI Rini Sutiyoso, Kukuhkan Kontingan Temu Karya Relawan Nasional 2013

Bertempat di Aula PMI Provinsi DKI Jakarta, Ketua PMI DKI Hj Rini Sutiyoso didampingi Ketua Kontingen Gede Sarjana, secara resmi mengukuhkan anggota Kontingen Temu Karya Relawan Nasional 2013 PMI Provinsi DKI Jakarta, untuk mengikuti acara Temu Kangen Relawan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Rini Sutiyoso mengaku bangga dengan kesiapan Kontingen Relawan dari DKI Jakarta ini, yang benar-benar telah menyiapkan diri untuk mengikuti iven Relawan Nasional tersebut, bagaimana agar Kontingen DKI Jakarta tampil terbaik, dan menjadi yang terbaik dalam kegiatan tersebut,  sehingga Relawan DKI Jakarta bisa menjadi  contoh bagi Relawan provinsi lainnya.

Saat disinggung akan kondisi Stok Darah menjelang puasa, Rini Sutiyoso mengaku masih cukup, namun demikian pada saat puasa biasanya jumlah pendonor darah menurun, oleh sebab itu PMI DKI telah membuka beberapa Gerai Donor Darah di Pusat Perbelan jaan seperti Mall Tanah Abang, Mall Senayan City dan Mall Cempaka Mas, serta Membuka Gerai Donor Darah di Kampus Tri Sakti, serta terus berupaya mengajak warga DKI non muslim untuk melakukan donor darah dibulan puasa.

Sebagaimana Fatwa Majelis Ulama Indonesia, bahwa Donor darah saat puasa,  tidak membatalkan puasa, harus terus di sosialisasikan, dan kita juga meminta pada Seluruh Ketua PMI Kota maupun Kabupaten Kepulauan Seribu untuk mensosialisasikan Fatwa MUI tersebut, sehingga Umat Islam yang puasa tetap melakukan donor darah meskipun sedang berpuasa, dan PMI DKI juga membuka pelayanan bagi Pendonor Darah hingga Subuh, jadi Masyarakat bisa juga melakukan donor darah seusai berbuka puasa atau sesudah Saur, dan PMI DKI juga meminta bantuan bagi anggota TNI dan POLRI untuk dapat melakukan donor darah disaat stok darah menipis dibulan puasa, tegas Rini Sutiyoso.

Sementara Gde Sarjana,  Ketua Kontingen Temu Karya Relawan Nasional 2013 Provinsi DKI Jakarta disela acara tersebut juga menegaskan, bahwa dalam upaya menyiapkan seluruh peserta, pihaknya telah memberikan pembekalan dan simulasi dengan instuktur dari Brimob Kelapa Dua, serta melakukan pelatihan di Lido  dan di Bumi Perkemahan Sukabumi,  bahkan sebelumnya juga dilakukan seleksi dengan baik.

Untuk peserta Kontingen berjumlah 56 orang, namun PMI DKI juga menyertakan Peninjau sebanyak 40 orang, diantaranya dari Pengurus PMI dan Relawan tingkat Kota dan Kabupaten, sehingga mereka akan mampu menyerap ilmu guna meningkatkan kualitas pelatihan relawan di Provinsi DKI Jakarta, tegas Gde Sarjana.

STP Trisakti Gelar Dies Natalis Ke 44

44 tahun sudah Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, membantu Pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul dibidang Kepariwisataan dan Hospitality, dan untuk meningkatkan kualitas akademika peran Alumni cukup tinggi, hal tersebut terlihat dengan banyaknya beasiswa dari Alumni yang diberikan pada mahasiswa STP Trisakti.

Disamping itu pada kesempatan kali ini, diberikan penghargan atas pengabdian Dosen STP Trisakti,  baik Dosen tetap maupun tidak tetap, serta tenaga penunjang STP Trisakti yang telah mengabdikan dirinya dalam kurun waktu 40 tahun, 30 tahun, 20 tahun, 15 tahun, 10 tahun dan 5 tahun.

Disela acara Dies Natalis ke 44 tahun STP Trisakti, 149 Mahasiswa yang berprestasi secara akademik maupun non akademik, serta mahasiswa yang kurang mampu secara financial, menerima beasiswa dari berbagai Perusahaan Kepariwisataan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dari Alumni.  Ketua Yayasan Trisakti Bimo Prakoso mengaku bangga pada alumni yang telah memberikan bantuan beasiswa, dan berharap alumni yang lain juga akan tergerak memberikan beasiswa, sehingga kesempatan para Pemuda Indonesia untuk mengikuti pendidikan Kepariwisataan di STP Trisakti juga semakin besar, pintanya.

Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati,SE,MM dalam sambutannya juga menegaskan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan sarana Akademika di STP Trisakti, kalau saat ini Dosen yang sudah tersertifikasi dosen mencapai 58%, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, seluruh dosen sudah tersertifikasi dosen, karena saat ini STP Trisakti juga terus mengirim para dosen untuk menyelesaikan program S3.

Sebagai pengelola STP Trisakti, pihaknya bersyukur dengan jumlah mahasiswa baru yang dari tahun ketahun terus meningkat,baik jumlah maupun cakupan wilayah, dimana banyak mahasiswa dari Indonesia Timur kini mulai belajar di STP Trisakti, disamping Program D1, D II dan D III, D IV serta Program Pasca Sarjana, untuk Program S1 Pendidikan Kepariwisataan tahun akademik 2013 – 2014 juga akan mulai dibuka, ini memberikan kesempatan yang lebih luas dalam membangun SDM kepariwisataan di tanah air.

Berbagai prestasi mahasiswa juga meningkat,  80% IPK Lulusan diatas 3,25 bagi Program Diploma dan 70% diatas 3,70 bagi lulusan S2, STP Trisakti juga, memenangkan Hibah Penelitian Fundamental dan Hibah Bersaing dari Direktorat Pendidikan Tinggi, Kemdikbud, memenangkan Hibah Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan International (PKKUI) serta memenangkan Hibah Penelitian Muda dari Kopertis wilayah III.kita akan terus berupaya agar STP Trisakti mampu menjadi perguruan tinggi pariwisata yang berkualitas global dan menjadi pusat unggulan (Center of Exellence ) di bidang pendidikan kepariwisataan dan hospitaliti pada tahun 2020, tegas Fetty Asmaniati.

SMPN 49 Jakarta, 10 SMP Terbaik dalam UN

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan 10 sekolah menengah pertama yang berhasil meraih rata-rata nilai ujian nasional (UN) murni tertinggi pada tahun ajaran 2012-2013. "Seperti biasa, tiap tahunnya ada 10 sekolah yang mendapatkan rata-rata nilai UN murni tertinggi, dan lima di antaranya dari DKI Jakarta, salahsatu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berhasil mencapai nilai rata-rata UN murni tertinggi adalah  SMPN 49 Jakarta Timur dengan nilai rata-rata 8,98.

Disela acara Pelepasan dan pengumuman kelulusan yang digelar di halaman sekolah SMPN 49 Jakarta, yang dihadiri siswa dan orang tua wali murid dengan berbagai atraksi kesenian, Kepala SMPN 49 Jakarta, Dra. Hj. Ernawati, M.Pd pada wartawan menegaskan,bahwa tahun ajaran 2012 – 2013 kali ini juga seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana seluruh siswa kelas IX lulus 100%. Keberhasilan siswa-siswi taklepas dari kerja keras seluruh jajaran sekolah, orang tua murid dan siswa itu sendiri, yang menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional.

Diakuinya untuk hasil Ujian Nasional siswa SMPN 49 Jakarta, tahun ini lebih baik dari tahun lalu, karena untuk siswa kelas IX dari SMPN 49 Jakarta, tahun ini memperoleh peringkat kedua tingkat  Provinsi, dimana seluruh sekolah SMP negeri di Jakarta ada 208 sekolah, dan SMPN 49 Jakarta tertinggi kedua, demikian juga  untuk tingkat Nasional, SMPN 49 Jakarta termasuk 10 dengan kelulusan terbaik,  ini keberhasilan kita semua, papar Hj. Ernawati.

Arris Susilo selaku Kasie Dikdas Kecamatan Kramatjati disela acara tersebut juga menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur atas keberhasilan siswa-siswi SMP di Jakarta Timur ini, yang lebih baik dari tahun lalu, dari laporan para Kepala Sekolah SMP seluruh sekolah SMP Negeri di Kecamatan Kramatjati lulus 100%, ini menunjukkan kesiapan menjelang UN dengan baik, dan kita perlu memberikan apresiasi pada sekolah, ungkapnya.

Pelatihan Seni Kriya Di BLK Jakarta Utara, Upaya Pelestarian Seni Budaya Indonesia


Topeng (Kedok) sebagai salahsatu karya seni yang banyak digunakan oleh para seniman, sebagai sarana kritik sosial atau untuk menyampaikan nasehat-nasehat tertentu kepada masyarakat lewat banyolan-banyolan yang halus dan lucu, keberadaannya cukup merata di seluruh daerah di Indonesia, hanya saja corak dan bentuknya berbeda-beda, karena Topeng memiliki karakter tersendiri, seperti apa yang seniman kreasikan.

Dengan perkembangannya, keberadaan Topeng saat ini juga sudah menjadi barang komodity, karena bukan untuk  sebagai sarana berkesenian, tetapi bisa menjadi hiasan dinding yang artistik dan indah dipandang mata, harganyapun bervariasi mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu untuk satu topeng, oleh sebab itu dalam upaya mendorong Pemuda untuk turutserta melestarikan Topeng sebagai warisan budaya bangsa, Balai Latihan Kesenian Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar Pelatihan Seni Kriya membuat Topeng.

Disela acara penutupan pelatihan Seni Kriya, Kepala UPT BLK Jakarta Utara, Drs Agus Riyanto, MM  menjelaskan,  bahwa pelatihan kali ini sengaja di khususkan  melatih cara membuat Topeng, karena melihat seniman Topeng serta Pengrajin Topeng di Jakarta Utara saat ini memang sedikit, padahal Topeng merupakan Warisan Budaya Bangsa yang harus tetap lestari, kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi, kita tidak ingin nantinya Karya Seni Topeng diakui oleh bangsa lain, oleh sebab itu saat ini kita latih para Remaja dan  Pemuda dari seluruh wilayah Kecamatan di Jakarta Utara, sehingga mereka juga akan melatih sesama teman mereka di lingkungan masing-masing, tegasnya.

Agus Riyanto juga memaparkan, bahwa sebagaimana tugas pokok dan fungsi Balai Latihan Kesenian¸pihaknya juga secara rutin memberikan pelatihan pada Guru TK dan SD serta para Pelaku Seni dalam mengembangkan kesenian Betawi, dimana para guru TK dan SD diberi bekal sebagai instuktur Tari Betawi serta Seni Teater, sehingga diharapkan mereka akan mengembangkannya ke anak didik.

Bagi Pemuda dan Masyarakat Jakarta Utara, BLK juga sudah melakukan pelatihan membuat alat gesek Tek Yan, membuat Ondel-ondel serta membuat Batik tulis (membatik), bahkan peserta pelatihan saat ini sudah mampu memproduksi kain dan pakaian jadi Batik Tulis serta memasarkannya, sehingga penghasilan mereka juga meningkat, dan kita berharap melalui Seni Kriya membuat Topeng ini, juga akan mampu menjadikan mereka sebagai pengrajin topeng, atau seniman topeng, sehingga mampu menumbuhkan ekonomi mereka, dan Topeng atau Kedok dapat tetap lestari, ungkap Agus Riyanto, MM.

Sementara  Kasie Pelatihan BLK Jakarta Utara, Tatang Syaripudin / H Dani juga menambahkan, bahwa Pelatihan Seni Kriya membuat Topeng ini merupakan upaya menumbuhkan kreatifitas para Remaja dan Pemuda di Jakarta Utara, pelatihan kali ini diikuti oleh 30 peserta, mereka adalah para pemuda yang diambil dari seluruh Perwakilan Kecamatan Se-Jakarta Utara, mereka adalah pemuda yang memiliki bakat dibidang seni, dan diharapkan mereka disamping mengembangkan Seni Topeng, juga akan dapat melakukan pembinaan pada Remaja dan Pemuda di wilayah mereka masing-masing.

Mereka mengikuti pelatihan selama 12 hari, meskipun pada awalnya mereka belum memahami seni Kriya membuat Topeng, dan kita bersyukur setelah mereka belajar,  ternyata memiliki kemampuan untuk mengembangkannya, kini BLK Jakarta Utara akan terus melakukan pembianan pada mereka, kalau saat ini mereka mengikuti program tingkat dasar, maka kedepan kita akan sertekan mereka dengan program pelatihan membuat Topeng tingkat lanjutan dan trampil, tegas H Dani.

SMKN 27 Jakarta Undang Orang Tua, Saksikan Pengumuman Kelulusan

Pengumuman Kelulusan siswa, merupakan momen yang ditunggu-tunggu siswa dan orang tua, karena sudah sekian lama siswa-siswi belajar dan akhirnya mereka harus menyelesaikan proses pendidikan tersebut melalui Ujian Nasional, dan hasil UN  sebagai bukti kelulusan yang nantinya digunakan sebagai syarat bekerja ataupun melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Wajah cemas bercampur haru terlihat saat detik-detik menegangkan, sesaat akan dibacakan pengumuman kelulusan siswa kelas 12 di SMK Negeri 27 Jakarta, namun pukul 10.00 wib, teriakan histeris muncul seusai  Kepala SMK Negeri 27,  Sudiono mengumumkan, bahwa kelulusan SMKN 27 Jakarta tahun ajaran 2012 – 2013, “Lulus 100%”, luapan gembira karena kerja keras siswa dan seluruh pendidik mampu mewujudkan prestasi yang membanggakan.

Kepala SMK Negeri 27 Jakarta,  Drs H Sudiono, MM menegaskan, bahwa kesuksesan anak didik merupakan bukti kerja keras seluruh institusi sekolah, baik guru, orang tua dan siswa, kelulusan 100% hasil nilai yang baik tahun ini, juga sebagaimana program SMKN 27 Jakarta, yang juga merupakan SMK dengan program pembelajaran bertaraf internasional.

Diakuinya lulusan SMKN 27 Jakarta tahun ajaran 2012 – 2013 dari jurusan Perhotelan, Traveling maupun Tata Busana sudah banyak yang diterima bekerja, karena mereka juga sudah magang, bahkan ada juga yang sudah memiliki usaha sendiri, namun pihak sekolah juga terus mendorong agar mereka tetap terus belajar meskipun sudah bekerja, oleh sebab itu sekolah juga sudah menyertakan seluruh siswa kelas 12, untuk mengikuti seleksi Jalur Undangan, demikian juga jalur UMPTN dan jalur Mandiri, sehingga kualitas SDM generasi bangsa semakin berkualitas, dalam menghadapi persaingan global di pasar bebas ini, tegas H Sudiono.

Lulus 100%, SMKN 22 Jakarta Gelar Pelepasan Di Halaman Sekolah

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam melakukan pelepasan siswa kelas 12, sebagaimana instuksi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, untuk melepas siswa yang telah menyelesaikan pendidikan, agar dilakukan Pelepasan di Sekolah masing-masing, demikian juga yang dilakukan pihak Sekolah SMK Negeri 22 Jakarta, yang digelar bersama Komite Sekolah, menggelar Pelepasan Kelas 12 di halaman sekolah.

Untuk memeriahkan kegiatan Pelepasan tersebut, barbagai atraksi kesenian juga ditampilkan, dimana sebagaimana kegiatan ektra kurikuler yang di ikuti siswa, seperti Seni Tari dan Seni Musik, diberi ruang untuk menunjukkan kebolehannya didepan orang tua murid, panggung kesenian tersebut sebagai bentuk apresiasi seni bagi siswa-siswi.

Untuk menjadikan suasana yang berbeda dengan biasanya, seluruh siswa kelas 12 dalam mengikuti pengumuman kelulusan, diwajibkan menggunakan pakaian adat dan perempuan menggunakan pakaian kebaya, serta mereka diwajibkan datang ke sekolah dengan didampingi orang tua.

Kepala Sekolah SMKN 22 Jakarta, Eko Wahyu Wibowo,  disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa kehadiran orang tua murid kelas 12,  tidak lain adalah bentuk komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa yang sudah dibangun dengan baik selama ini, karena setiap kegiatan, sekolah selalu melakukan komunikasi dahulu dengan orang tua siswa, dan komunikasi juga dibangun melalui perwakilan yaitu Komite Sekolah.

Diakuinya penyatuan acara pengumuman kelulusan dan pelepasan siswa kelas 12, karena ingin adanya efisiensi, sebagaimana himbauan Gubernur Jokowi, agar saat pengumuman kelulusan, siswa menggunakan pakaian adat, untuk mencegah konvoi dan coret-coret baju seragam, ini juga membantu anak didik khususnya yang harus menyewa kebaya, agar tidak dua kali, namun juga cukup sekali sewa saja, papar Eko Wahyu Wibowo.

Tepat pukul 10.00 WIB, di umumkan bahwa peserta Ujian Nasional SMKN 22 Jakarta lulus 100%, keberhasilan siswa taklepas dari peran guru, orang tua murid serta siswa itu sendiri, tambahnya.

Ketua Umum BAMUS Betawi H Zainuddin, Hadiri Haul Pendiri YPI As Sa’adah KH Arsyad Mualim

Ketua Umum Bamus Betawi, H Zainuddin atau yang lebih dikenal H Oding, hadir ditengah acara Haul Ulama Besar Betawi yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Islam As Sa’Adah yaitu KH Arsyad Mualim, dalam sambutannya, H Oding meminta pada seluruh warga Betawi untuk dapat mensukseskan Pemilu 2014 mendatang, serta meminta warga Betawi untuk dapat menyiapkan anggota dewan serta milih calon anggota legeslatif DPRD dan DPRRI yaitu putra Betawi, sehingga kedepan Putra Betawi akan kembali memimpin ibukota Jakarta ini, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Tokoh Betawi yang juga Caleg dari Partai Golkar daerah pemilihan Jakarta Timur, H Baskara Sukarya, pada wartawan politisi Partai Golkar ini mengaku mendukung penuh peranserta YPI As Sa’adah yang didirikan KH Arsyad Mualim ini dalam mencetak genarasi penerus yang unggul serta dilandasi dengan ajaran Islam, sehingga kedepan bangsa ini semakin maju.

Sebagai umat Islam, H Baskara yang juga Caleg DPRRI nomor urut 5 Jakarta Timur, ini juga mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga kekompakan serta terus membangun tali Silaturahmi, khususnya dalam menghadapi kondisi bangsa yang rawan konflik dan rawan tawuran antar warga, dengan Isra Mi’raj ini yang juga digelar bersamaan Haul pendiri YPI As Sa’adah ini akan mampu membangun kebersamaan kita sebagai umat Islam, tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Pimpinan YPI As Sa’adah H Munir Arsyad, Caleg DPRD DKI Partai Golkar nomor urut 4 ini, juga menjelaskan, bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih pada para Tokoh Masyarakat, Ulama dan Pejabat Pemda DKI yang telah mendoakan KH Arsyad Mualim, yang telah membangun dan membesarkan YPI As Sa’adah ini, turut sertanya dirinya dalam Pemilu 2014 sebagai Caleg DPRD DKI dari Partai Golkar, atas dukungan dan dorongan dari Ulama, untuk bersama-sama membangun Kota Jakarta agar lebih baik lagi, sehingga pada Pilkada mendatang, Putra Betawi dapat tampil kembali memimpin Jakarta ini, ungkapnya tegas.

DPP LVRI Minta Pancasila Tetap Menjadi Landasan Negara

Menyikapi keberadaan Pancasila yang saat ini kurang dihargai oleh sekelompok masyarakat, bahkan dianggap sebagai hal yang dapat digarisbawahi serta dijadikan subyek belaka, telah menjadi keprihatinan para pejuang kemerdekaan yang kini bersatu dalam wadah Legium Veteran Republik Indonesia.

Menurut Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abin bahwa Pancasila dan Perjuangan adalah satu, karena kemerdekaan ini dapat diraih dan Negara ini bisa terbentuk karena Pancasila, kita prihatin ada yang menganggap di era seperti saat ini ada yang menganggap bahwa Pancasila sudah tidak penting, dan mereka mempertanyakan relevansi Pancasila.

Disamping itu Pancasila saat ini juga dianggap sebagai salahsatu pilar kebangsaan, padahal Pancasila merupakan landasan dalam membentuk atau menyusun pilar-pilar yang lain, dan Pancasila tidak sama dengan UUD 45, NKRI maupun Bhineka Tunggal Ika, Pancasila harus jadi acuan bagi pilar yang lain. Pancasila adalah kunci keberhasilan bangsa.

Dengan kondisi tersebut seluruh jajaran LVRI kini akan terus berjuang untuk membangun kembali semangat untuk memahami dan menghayati Pancasila pada seluruh rakyat Indonesia, agar tetap menjungjung tinggi Pancasila sebagai idiologi dan falsafah Negara, veteran saat ini jumlahnya memang terbatas, namun apabila kita sudah mencapai saat daya dan waktu sangat terbatas, namun sampai akhir hayat akan terus berjuang dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai kunci utama keberhasilan bangsa, serta sebagia Dasar Negara, sehingga kedepan diharapkan akan muncul generasi penerus yang lebih memahami dan menghayati Pancasila, papar Rais Abin.

Hal senada juga diungkapkan Pakar Sejarah Yudi Latif yang juga sebagai pembicara Seminar, bahwa nilai-nilai luhur yang ada pada Pancasila, saat ini sudah mulai berkurang, bahwa dengan kemajemukannya bangsa ini bisa terbentuk, namun dalam perkembangannya nilai-nilai luhur tersebut gagal diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dan gagal diterapkan dalam kebijakan Negara;  ke lima nilai  tersebut ada kemerosotan  dimana rasa toleransi antar agama juga sudah berkurang, demikian juga nilai kemanusiaan yang adil dan beradap juga sudah luntur.

Oleh  sebab itu kita harus bisa menunjukkan kembali keyakinan¸ bahwa Pancasila  merupakan pandangan hidup yang cocok bagi bangsa ini, serta kebijakan Negara seperti Undang-Undang dan Peraturan Daerah harus selaras dengan Pancasila, tegas Yudi Latif.

FJP2 dan Kemenpora Gelar Pelatihan Jurnalis bagi Pemuda

Dalam  upaya meningkatkan peran Pemuda dalam pengawasan pembangunan melalui Media Massa, bertempat di Gedung LPM Tanjung Barat Jaksel, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2),menggelar Pelatihan Jurnalistik pada para Pemuda dan Mahasiswa, antusias para pemuda cukup tinggi, terbukti dengan banyaknya peserta yang hadir, dan mengikui acara hingga selesai, yang menampilkan beberapa Pembicara diantaranya para Jurnalis Media, Cetak, Radio dan Online.

M Achmad Syafei, Kepala Bidang Organisasi Kepemudaan, Kemenpora dalam sambutannya mengaku bangga dengan tingginya minat para Pemuda dan Mahasiswa dalam pelatihan Jurnalis ini, kalau dilihat dari Sejarah Perjuangan banyak tokoh-tokoh media saat itu mampu menggugah perjuangan rakyat Indonesia, dan mereka juga berani tampil didepan memimpin perjuangan, seperti Soekarno,Bung Hatta, MH Thamrin dan tokoh lainnya. Oleh sebab itu pihaknya terus mendorong para Pemuda untuk belajar tentang ilmu Jurnalistik.

Hal senada juga diungkapkan  Ketua FJP2, Agus Syarifuddin, pelatihan inimerupakan kegiatan rutin digelar oleh FJP2 untuk kalangan pemuda dan mahasiswa, sehingga mereka sadar akan peran serta profesi jurnalis di mata publik.pelatihan ini untuk membuat pemuda dan mahasiswa cinta terhadap dunia jurnalistik. Karena profesi ini memerlukan pembinaan  sejak dini terhadap pelajar agar dunia jurnalistik selalu diminati,” ucapnya.

Sementara pembicara Seminar dan Pelatihan Jurnalistik diantaranya Hadis (Redaktur Harian Nonstop), Hasanudin (RRI) dan Arul (Kabarindo.com)

Menteri Parekraf Mari Elka Pangestu Luncurkan Film “Rescue”


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu bertempat di Teater Imax Keong Emas TMII, secara resmi meluncurkan Film “Rescue”, salahsatu film produksi perusahaan terbesar di Amerika, yang telah banyak memproduksi Film Imax.

Menurut Menparekraf Film Rescue ini diharapkan akan dapat mendorong para relawan kemanusiaan di Indonesia untuk meningkatkan ketrampilannya dalam membantu penyelamatan korban bencana, apalagi Indonesia merupakan negara yang juga rentan terhadap bencana, baik bencana longsong, Gempa, Kebakaran hingga bencana Tsunami.

Diakuinya kekayaan budaya dan keindahan Indonesia dari sabang sampai Mereuke perlu dibuatkan lagi film dengan tehnologi Imax, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif siap mendukung upaya pembuaan film tersebut bersama Keong Emas, paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Manajer Teater Imax Keong Emas, H Purwanto disela acara peluncuran Film Rescue tersebut menjelaskan, bahwa Film Rescue  ini, sangat bernuanda Edukasi namun juga penuh hiburan, bagaimana kita bisa menyaksikan upaya penyelamaan saat gempa terjadi, bahkan negara lain juga turut serta membantu, ini juga diharapkan akan membangun semangat kebersamaan dan kepedulian kita semua, pada mereka yang membutuhkan pertolongan, tegasnya.

Meriahkan HUT Kota Jakarta Ke 468, Indofood Gelar Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia

Ibukota Republik Indonesia, DKI Jakarta dengan penduduk yang multi etnis  memiliki beragam pesona dan kekayaan budaya, salah satunya kekhasan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat multietnik tersebut, adalah kekayaan kuliner yang sungguh luar biasa. Aneka makanan tradisional khas berbagai daerah di Indonesia termasuk Masakan Betawi, memiliki daya tarik tersendiri, baik dibidang Pariwisata maupun cita rasa.

Kekuatan cita rasa inilah yang menjadikan suatu makanan dipilih sebagai hidangan favorit oleh masyarakat, bahkan menjadi wisata kuliner andalan kota Jakarta. Pesona kuliner tersebut tak hanya dinikmati oleh masyarakat setempat, tetapi juga mengundang selera para pecinta kuliner dari kota-kota lain untuk bertandang ke Ibukota, untuk mencicipi aneka hidangan yang mampu menggoyang lidah itu. Tak heran, kini Jakarta kerap menjadi kota tujuan favorit untuk berwisata kuliner.

Menyadari hal itu, Indofood memilih Jakarta sebagai kota penutup acara bertajuk "Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia”, setelah meraih sukses besar di kota Medan (Sumatra Utara) yang menjadi persinggahan perdana. Indofood menggelar Festival di bulan Juni di Jakarta,  kegiatan tersebut juga sebagai upaya untuk turutserta  memeriahkan perayaan ulang tahun kota Jakarta ke-486.

Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia  yang digelar PT Indofood Suses Makmur Tbk sebagai salahsatu perusahaan publik di Indonesia yang bergerak dibidang Total Food Solutions dengan kegiatan operasi mencakup seluruh kegiatan mulai dari proses produksi makanan, produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar, digelar bertempat di Parkir  Senayan Jakarta, dengan  menggelar serangkaian kegiatan, mulai dari Bazar Produk Indofood, panggung Hiburan, Pelatihan Memasak, Pergelaran Seni Tradisional hingga Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia, yang menampilkan aneka makanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, Fransiscus Welirang disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa Jakarta dengan penduduk yang pluralis serta memiliki kekayaan masakan dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki aneka rasa, memiliki daya tarik tersendiri, juga mengundang selera para pecinta kuliner, oleh sebab itu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati aneka masakan, atau sekedar mencicipi jajanan yang akan mampu menggoyang lidah para pecinta kuliner.

Acara Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia tersebut digelar di Jakarta, juga sebelumnya sudah digelar di Medan Sumatera Utara, kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan kecintaan masyarakat pada masakan asli Indonesia, serta dengan ditampilkannya gerai produk Indofood, masyarakat akan mengenal sejarah perkembangan produk makanan Indofood dari masa kemasa, tegas Fransiscus.

Dari Pantauan Wartawan apresiasi warga Jakarta dan sekitarnya cukup besar, terlihat dari stan makakan yang dipenuhi pembeli, demikian juga stan produk Indofood juga dipenuhi masyarakat, apalagi Kesenian Barong Sai yang memeriahkan acara tersebut¸ dipenuhi warga yang menyaksikan di aerah pergelaran.







Diberdayakan oleh Blogger.