Pelatihan Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan

141wartawan cetak, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor, Pelatihan tanggap bencana tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan para wartawan akan penanggulangan bencana.

TNI KUAT RAKYAT SEJAHTERA

DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT

Presiden Jokowi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

Instuksi Presiden untuk Tembak Ditempat Bandar Narkoba

Forum Wartawan Kebencanaan

141 Wartawan cetak,Online, Radio dan TV ikuti pelatihan Penanggulangan Bencana di Lido Bogor

Siswa SMAN 81 Jakarta 61,5% Sudah Diterima di PTN Melalui Jalur Undangan

Kerja keras seluruh lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 81 Jakarta, sepertinya tidak sia-sia, karena setelah lulus 100% dan pemanggilan masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan jalur undangan, 61,5% lulusan sudah diterima di PTN ternama, melalui jalur undangan tersebut. Dan pihak sekolah terus berusaha dan mendorong siswa kelas 12 yang sudah lulus agar semuanya dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas ternama di luar negeri.

Dalam sambutannya saat acara Syukuran kelulusan yang diselenggarakan oleh Orang Tua Murid, Rabu (29/5), Kepala SMAN 81 Jakarta  Dra. Hj. Hasnati Ramli, M.Pd menegaskan, saat ini masih ada 2 jalur lagi untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, dan meminta agar siswa yang belum masuk melalui jalur undangan, untuk berusaha melalui jalur UMPTN dan jalur Mandiri, kita masih punya dua kesempatan dan saya berharap seluruh lulusan dapat 100% diterima di PTN, paparnya.

Hj Hasnati Ramli juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan orang tua murid mempercayakan pada SMAN 81 Jakarta, untuk mendidik anaknya,  3 tahun sudah mereka menimba ilmu di SMAN 81, mereka adalah anak-anak kami,  dan kini setelah lulus kami kembalikan pada orang tua, saya juga mengucapkan terimakasih pada panitia syukuran yang sudah kerja keras hingga terselenggaranya kegiatan ini, tegasnya. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 81 Jakarta,Drs. H Karya Rama disela acara tersebut pada wartawan juga menegaskan, bahwa kegiatan Syukuran ini digelar oleh orang tua murid yang juga sebagai ungkapan terimakasih pada pihak Sekolah yang telah mendidik anaknya hingga lulus Ujian Nasional ditahun ajaran 2012 – 2013 bahkan sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui Jalur Undangan.

Lebih jauh H Karya Rama menjelaskan, bahwa dari 260 siswa kelas 12 yang telah lulus, 159 diantaranya sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur undangan, baik di UI, UGM, ITB, IPB, UNS, UNDIP serta beberapa Perguruan Tinggi Negeri lainya, dan kini masih ada 2 jalur lagi untuk masuk ke PTN, dan Sekolah berharap seluruh lulusan SMAN 81 Jakarta, dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri, tegasnya.

Dari hasil Ujian Nasional tahun 2013 ini, anak didik SMAN 81 Jakarta jurusan IPS memperoleh nilai tertinggi tingkat Provinsi DKI Jakarta, bahkan tahun sebelumnya jurusan IPS pernah memperoleh nilai tertinggi tingkat nasional, demikian juga jurusan IPA, kita bersyukur apa yang kita persiapkan tidak sia-sia, seluruh jajaran sekolah sudah berusaha maksimal, dan hasilnya luar biasa, juga bisa dirasakan anak didik, ini semua berkat kerjasama yang baik antara orang tua murid dan sekolah, ungkap H Karya Rama.

KLH Minta Universitas Trilogi Turut Selamatkan Lingkungan

Pekan Lingkungan Indonesia 2013 yang digelar juga dalam memperingati Hari Lingkungan Indonesia yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Hal A JHCC Jakarta¸ kali ini mengusung tema “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”.

Ketua panitia PLI 2013 yang Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Ilyas Asaad, di Jakarta, menegaskan, bahwa tema tersebut sengaja diusung untuk membuka kesadaran masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan sumberdaya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak.

Menurutnya perilaku konsumsi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya, 49,3 persen berupa bahan makanan yang berasal dari luar daerahnya, kndisi ini tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi karbon kegiatan pengangkutan bahan makanan dari daerah asal ke tempat tujuan. Hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012 menunjukkan indeks perilaku peduli lingkungan masih berkisar pada angka 0,57 dari angka mutlak satu, hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat belum berperilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, paparnya.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya dalam sambutannya juga menegaskan, bahwa Masyarakat perlu mengurangi sampah hasil konsumsi. Karena limbah hasil konsumsi bahan makanan dari tahun ke tahun menjadi ancaman bagi peningkatan gas rumah kaca, pemanasan global, dan perubahan iklim.

Menurutnya persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai suatu hal yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhannya. perubahan perilaku melalui gaya hidup, tentu saja mengubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energi. Untuk itu manusia didorong untuk tidak menggunakan sumber daya alam secara berlebihan, tegas Balthasar.

Sementara seusai melakukan penandatanganan MOU antara Kementerian Lingkungan Hidup dengan Universitas Trilogi serta Yayasan Damandiri, Rektor Universitas Trilogi,DR. Subiakto Tjakrawerdaya pada wartawan menegaskan, bahwa sebagaimana program KLH untuk melakukan penghematan dan mengubah perilaku pola konsumsi masyarakat, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat, sebagaimana program Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Trilogi.

Kalau saat ini konsumsi beras yang terbuang mencapai 30%, kalau jumlah tersebut bisa diselamatkan berarti stok pangan juga meningkat 30%, ini sangat membantu pemerintah karena untuk menaikkan produksi beras seperti saat ini sangat sulit, maka kalau yang terbuang bisa diselamatkan atau dihemat, maka kebutuhan pangan akan tercukupi dan rakyat semakin sejahtera. Universitas Trilogi sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki komitmen dalam mencetak Sarjana Teknopreneur, juga akan berupaya mencetak para Sarjana Teknopreneur yang sadar lingkungan, paparnya.

Selain itu dilakukan pula penandatangan nota kerja sama tripatrit antara Kementerian Lingkungan Hidup, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Pencapaian MDGs. PLI 2013 ini memang mengusung konsep zero waste event. Selama kegiatan berlangsung panitia berupaya agar tidak sedikitpun sampah keluar dari lokasi. Saat penutupan PLI akan disampaikan jumlah sampah yang dihasilkan dan hasil pengolahan sampah tersebut dapat dihitung nilai ekonominya.

Tingkatkan Kerjasama Indonesia – Korea, Yayasan Pelangi Pancasila Sakti dan Korean Open Doctors Society Gelar Bhaksos


Kerjasama antara Negara Indonesia dengan Negara Korea sudah terjalin 40 tahun, dan untuk meningkatkan hubungan kedua Negara tersebut, Pemerintah Korea melalui Korean Open Doctors Society didukung oleh Yayasan Pelangi Pancasila Sakti dan Ikatan Dokter Indonesia Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar kegiatan bhakti sosial dengan pengobatan gratis, acara tersebut di gelar mulai tanggal 25 Mei hingga 29 Mei 2013.

Asisten Manager Totte Departemen Store, Mi Na Yoo disela acara tersebut menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini sudah digelar oleh Korean Open Doctors Society di lebih dari 30 negara, dan kali ini sengaja dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, dan kegiatan ini dapat berjalan atas kerjasama Pemerintah Korea dengan Pemerintah Indonesia, paparnya.

Benny Wijaya SHi selaku panitia bhakti sosial, yang juga Pengurus Yayasan Pelangi Pancasila Sakti juga menegaskan, bahwa pengobatan gratis ini juga upaya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang telah meluncurkan program Kartu Jakarta Sehat, kalau mereka belum bisa datang ke Puskesmas atau Rumah Sakit, atau belum memiliki KJS maka mereka bisa berobat disini dengan gratis, meskipun proram KJS belum sempurna, tetapi harus kita akui program tersebut telah membantu warga Jakarta.

Kegaitan pengobatan gratis oleh para Dokter dari Korea ini saat hari pertama di GOR Cipayung tanggal 25/5 sudah mengobati lebih dari 730 warga Cipayung, tanggal 26 kita gelar di Cakung dan 27 serta 28 digelar di GOR Otista, kita perkirahan hari Senin ini juga akan memberikan pengobatan gratis pada 750 warga Jatinegara, ini bentuk kepedulian bersama setelah Jakarta Timur dilanda bencana Banjir dan Kebakaran beberapa saat lalu, papar tokoh muda mantan Ketua KNPI Jaktim, Benny Wijaya.

Hal senada juga diungkapkan DR Fauzi Mazkur M.Kes Ketua IDI Jaktim, pengobatan oleh para dokter dari Korea ini diharapkan akan mampu memberikan transfer nolate dokter luar negeri, para dokter dari Korea ini diharapkan akan memehami penyakit di Indonesia, dan kerjasama seperti ini diharapkan dapat ditingkatkan, untuk membantu program Pemda DKI dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, kita juga berharap akan lebih banyak lagi Perusahaan yang ada di Jakarta ini untuk mendukung program kesehatan seperti ini, pintanya.

Peringatian Isra’ Mi’raj DMI Jakpus, Walikota Minta Tingkatkan Toleransi Beragama

Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah salah satu peristiwa yang agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, peristiwa yang sangat luar biasa tersebut merupakan peristiwa perjalanan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian ke sidratul muntaha menghadap Pencipta alam semesta dan Pemeliharanya. karena perintah sholat lima waktu sehari semalam diberikan oleh Allah pada saat Isra’ dan Mi’raj,  Itulah peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang kini diperingatu umat Islam setiap bulan Rajab.

 Peristiwa Isra’ Mi’raj diwilayah Jakarta Pusat juga diperingati oleh jajaran Dewan Masjid Indonesia Kota Administrasi Jakarta Timur, menurut Ketua DMI Jakpus K.H AD. Kusumah, kegiatan ini merupakan program Dewan Masjid Indonesia  Kota Administrasi Jakarta Pusat,  untuk melakukan kegiatan secara berkeliling di seluruh Kecamatan se-Jakarta Pusat. Dan para Peringatan Peristiwa Isra’ Mi’Raj di Masjid Al Huda Kecamatan Gambir ini, mengambil tema “Dengan Isra’ Mi’raj Kita Ciptakan Jakarta Pusat yang nyaman menuju Provinsi DKI Jakarta yang aman”.

Lebih jauh K.H AD. Kusumah juga menegaskan, bahwa peringatan Isra; Mi’ raj ini juga menjadi momen yang baik untuk menyatukan Ulama dan Umaroh untuk bersama-sama membangun umat, kita ingin meneladani junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, untuk membangun moral warga Jakarta yang lebih baik lagi, bersama Walikota kita ingin melakukan kegiatan keagamaan ini di semua kecamatan, dan kita juga mengajak seluruh Camat, Lurah serta perangkat pemerintahan lainnya, untuk bersama-sama membangun iman dan taqwa warga Jakarta, paparnya.

Walikota Jakarta Pusat H Saefullah didepan jamaah dan Majelis Taklim Masjid Al Huda meminta pada seluruh warga Jakarta Pusat untuk meningkatkan kenyamanan, ketertiban dan keamanan diwilayah DKI Jakarta, salahsatu hal yang perlu ditingkatkan adalah toleransi beragama, mari bangun kebersamaan dalam membangun Jakarta yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga meminta dukungan seluruh warga Jakarta Pusat akan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dimana saat ini Pemerintah DKI Jakarta sedang melakukan pengerukan selokan, sungai yang dangkal untuk mencegah banjir, dan hilirnya adalah Waduk Pluit yang saat ini tengah dilakukan pengerukan, kalau program ini bisa berjalan dengan baik, maka banjir diwilayah Jakarta Pusat dapat dikurangi sehingga kerugian akibat banjir juga bisa ditekan, ungkap H Saefullah.

Pergelaran Wayang Kulit UNIDRA, Dengan Ceritera Seri Banjaran Bima

Sebagaimana tradisi seusai menggelar acara Wisuda, Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) mengadakan Pergelaran Wayang Kulit, pertunjukan Kesenian Tradisional dengan ceritera Banjaran Bima Rabi tersebut di pergelarkan oleh  Dalang Ki Bayu Aji.

Disela acara tersebut, Rektor UNINDRA Prof DR H Sumaryoto pada wartawan menjelaskan, bahwa pegelaran Wayang Kulit ini sebagai bukti nyata UNINDRA dalam melestarikan dan mengembangkan Budaya asli Indonesia, khususnya daerah Jawa Tengah, jadi bukan sekedar slogan belaka, tetapi kongkrit bahwa jajaran UNINDRA turutserta melestarikan Wayang Kulit.

Diakuinya pergelaran ini juga sebagai bentuk pengabdian masyarakat, sebagaimana tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi, karena kita disamping memberikan hiburan warga yang berkunjung di TMII, juga melestarikan kesenian daerah, dimana untuk penabuh gamelan juga melibatkan para dosen, ini membuktikan bahwa kita bukan sekedar melestarikan tetapi juga mengembangkan seni tradisi masyarakat Indonesia.

UNESCO telah mengakui bahwa Wayang merupakan warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia, sangatlah menyedihkan jika dunia sudah mengakui, tetapi kita sendiri justru tidak peduli atau menelantarkan begitu saja, oleh sebab itu kita berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta seluruh komponen bangsa agar memiliki kepedulian dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah, khususnya Wayang Kulit, paparnya.

Sementara saat disinggung akan ceritera Seri Banjaran Bima kali ini, H Sumaryoto menegaskan, bahwa ceritera ini, nantinya akan menceriterakan hingga berdirinya kerajaan Indraprasta, sehingga akan mengingatkan kita pada berdirinya Universitas Indraprasta PGRI, karena pada September 2013 UNINDRA akan menggelar Dies Natalis ke IX. Jadi kita ingin meningkatkan kepedulian jajaran UNINDRA agar lebih baik lagi dalam meningkatkan proses akademik di Unindra, tegasnya.

UNINDRA Wisuda 755 Sarjana dan 259 Pascasarjana

Sebagai tradisi melepas mahasiswa, setelah menyelesaikan program akademik, bertempat di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) pada Sabtu (25/5) menggelar Wisuda ke XXXVII dengan mewisuda Sarjana S1 dan Pasca Sarjana S2, acara tersebut diisi orasi ilmiah oleh Drs Sudirman, MM, P.Pd Dengan tema “Ketahanan dan Keberlanjutan Energi Nasional, Melalui Diversifikasi Energy Terbahrukan.

Disela acara tersebut Rektor Unindra Prof H Sumaryoto pada para wartawan menegaskan, bahwa Wisuda XXXVII kali ini, diikuti oleh 755 Wisudawan Sarjana S1 dan 259 Wisudawan dari Program Pasca Sarjana S2, kita berharap para wisudawan akan terus belajar dan belajar meskipun telah menyelesaikan program sarjana, karena belajar di masyarakat adalah pembelajaran sepanjang hayat.

Diakuinya bahwa di era global seperti saat ini, sivitas akademika UNINDRA dihadapkan pada tantangan multidimensional yhang salahsatunya adalah dapat meluluskan Sarjana yang professional dan kompetitif secara global, oleh sebab itu kini UNINDRA terus berupaya meningkatkan kualitas dosen dan sarana akademika.

UNINDRA ingin merubah sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan global, dengan mentransformasikan professionalismenya, sehingga mampu mengubah tatanan masyarakat yang sekarang sedang dihadapkan dengan korupsi, kriminalitas, terorisme dan lainnya, oleh sebab itu UNINDRA ingin menanankan kepada alumni yang professional dan amanah dibidangnya, papar H Sumaryoto.

Sementara Ketua PPLP PGRI Pusat DR H Sugito,M.Si dalam sambutannya menegaskan, bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi pada seluruh Jajaran Universitas Indraprasta PGRI yang telah mampu melaksanakan tugas dan wewenang, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas, serta telah menempatkan UNINDRA sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta yang mampu mengembangkan sayapnya, sesuai tuntutan perguruan tinggi, dan kita berharap UNINDRA akan lebih berkembang lagi, pintanya.

GLOBAL PLATFORM FOR DISASTER RISK REDUCTION, JENEWA 19-23 MEI 2013

Indonesia Mendorong Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Sidang Internasional di Jenewa


“Di negara kepulauan seperti Indonesia, ketangguhan terhadap bencana di tingkat nasional sama pentingnya dengan ketangguhan di tingkat daerah. Karenanya, penguatan mekanisme pengurangan risiko bencana di daerah dengan program berbasis masyarakat menjadi faktor penting penguatan kapasitas di tingkat nasional,” demikian disampaikan Syamsul Maarif, Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana di sesi Official Plenary Statements Sidang ke-4  Global Platform for Disaster Risk Reduction (GP DRR). Pertemuan tersebut berlangsung di Jenewa, pada tanggal 19-24 Mei 2013.

Sesuai dengan tema pertemuan yaitu resilient people, resilient planet, Kepala BNPB menyampaikan kembali komitmen tinggi Indonesia dalam memperdalam dan memperkuat segala aspek Disaster Risk Reduction, seperti melalui P4 (Public, Private, People Partnership), disaster resilient village programs, dan local government self-assessment tool for disaster resilient.

“Sebagai negara rawan bencana, Indonesia  memiliki berbagai pengalaman dalam upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana yang dapat dimanfaatkan masyarakat internasional sebagai lesson learnt dan best practice. Upaya pengarusutamaan bencana dalam program pembangunan nasional, penyusunan Rencana Aksi Nasional, upaya peningkatan kesadaran dan pelibatan masyarakat seperti Desa Siaga dan Pesisir Siaga, serta peningkatan kapasitas mekanisme bencana daerah merupakan contoh upaya Indonesia dalam menerapkan mandat Hyogo Framework for Action dan dalam penyusunan Hyogo Framework for Action II pasca 2015,” demikian ditambahkan Kepala BNPB.

Indonesia merupakan salah satu negara terkemuka dalam upaya pengurangan bencana di tingkat international. Penganugerahan Global Champion PBB kepada Presiden SBY dalam kesempatan pertemuan ke-3 tahun 2011 dan penyelenggaraan 5th Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction, pada bulan Oktober 2012 di Yogyakarta merupakan pengakuan masyarakat internasional terhadap kesungguhan komitmen dan upaya Indonesia dalam pengurangan bencana tidak hanya di tingkat nasional namun juga tingkat regional dan global.

Delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut dipimpin langsung Kepala BNPB dan beranggotakan pemangku kepentingan penanggulangan bencana di tanah air, termasuk unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, BUMN, LSM dan platform nasional penanggulangan bencana serta penyandang disabilitas anak. Delegasi Indonesia telah berpartisipasi aktif di berbagai sesi pertemuan termasuk sebagai nara sumber.

Kepala BNPB juga secara khusus telah diundang dalam High-Level Dialogue Session yang dihadiri sekitar 40 pejabat setingkat menteri, pejabat PBB, dan kalangan CEO perusahaan multinasional, yang menghasilkan suatu komunike bersama menegaskan komitmen politis mengenai sentralitas masalah penanganan bencana dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Dr. Syamsul Maarif juga telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Special Representative of the UN Secretary-General for Disaster Risk  Reduction, Ms. Margareta Wahlstrom, dan mitra kerja seperti Menteri Pertahanan Maldives, Mohamed Nazem, dan Menteri Pertahanan Sipil Selandia Baru, Nikki Kaye.

Pertemuan keempat dan dihadiri lebih dari 4000 partisipan dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah, parlemen, swasta dan masyarakat sipil dari 160 negara. Pertemuan merupakan forum berkala dua tahunan yang membahas implementasi Hyogo Framework for Action. Pertemuan ini akan menjadi perhelatan terbesar para pemangku kepentingan DRR sebelum World Conference on Disaster Risk Reduction di Jepang pada awal tahun 2015, yang diharapkan akan menyepakati Hyogo Framework for Action on Disaster Risk Reduction pasca 2015 (HFA2). Dengan demikian, Sesi ke-4 GPDRR ini secara substantif diharapkan dapat menghasilkan dokumen dasar HFA2, yang terfokus pada penegasan kembali komitmen negara-negara dan pemangku kepentingan lainnya, serta identifikasi action-oriented measures upaya pengurangan risiko bencana pasca 2015 dengan indikator yang terukur.

Pertemuan akan menyepakati tiga outcome penting yaitu Komunike High Level Dialogue, laporan pertemuan dan Chair’s Summary. Benang merah yang dapat ditarik dari outcome tersebut ialah terdapatnya komitmen yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan untuk menjadikan penanggulangan bencana sebagai prioritas. Upaya penanggulangan bencana dilihat sebagai investasi bagi masa depan yang lebih baik berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta.

O2SN Tingkat SD se-Jakarta Timur, Jaring Atlet Pelajar

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) sebagai salahsatu program nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam upaya meningkatkan kualitas cabang olahraga di kalangan pelajar¸ merupakan kegiatan lomba berjenjang, demikian juga dalam iven O2SN tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, menurut Kasudin Dikdas Jaktim Drs. H. Nasruddin, M.Pd. lomba O2SN ini merupakan penyeleksian yang dimulai dari Sekolah dilanjutkan Tingkat Kecamatan dan kini tingkat Kota, sehingga peserta seleksi O2SN ini adalah para pemenang tingkat Kecamatan, paparnya seusai apel seleksi O2SN di Lapangan Veldrom Jaktim beberapa waktu lalu.

Jumlah peserta O2SN tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2013 ini, mencapai 300 siswa, yang akan bertanding di beberapa cabang olahraga untuk menjadi yang terbaik, beberapa cabang yang dipertandingkan meliputi olahraga Bulu Tangkit, Sepak Bola, Karate, Catur, Futsal, atletik dan cabang lain. Dan peserta O2SN ini adalah pemenang lomba tingkat Kecamatan, mereka adalah yang terbaik di tingkat Kecamatan.


Lebih jauh Kasudin Dikdas yang juga Plh Kasudin Dikmen Jaktim ini menegaskan, bahwa dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi tahun 2012 lalu, Kota Administrasi Jakarta Timur mampu meraih juara Umum, dimana cabang Olahraga Karate, Bulu Tangkis, Sepak Bola memperoleh Juara I, bahkan untuk tingkat Nasional peserta dari Jaktim olahraga Karate dan Catur juga juara I, oleh sebab itu saat ini kita akan berusaha keras, serta memberikan motivasi dan dorongan, agar peserta dari Jakarta Timur kembali menjadi juara umum untuk tingkat Provinsi dan akan tampil di tingkat Nasional, oleh sebab itu pemenang tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur ini akan kita siapkan menjadi olahragawan terbaik, sehingga akan mampu memberikan kontribusi olahragawan nasional  sejak dini, ungkap Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

Seleksi TUB dan PBB Tingkat Kota Jakarta Timur, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air

Bertempat di Gelanggang Olahraga Senam Raden Inten Jaktim, Sudin Olahraga dan Pemuda Kota Administrasi Jakarta Timur, menggelar lomba Tata Upacara Bendera dan Peraturan Baris-berbaris (TUB-PBB), seluruh peserta adalah mereka yang telah menjadi juara TUB – PBB tingkat Kecamatan. Dalam apel upacara lomba dibuka secara resmi oleh Kasudin Olahraga dan Pemuda Kota Jakarta Timur, Jasmaniar Jafar, MAP.

Untuk tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, seluruh Kecamatan telah digelar lomba tingkat Kecamatan di 10 Kecamatan beberapa hari lalu, dengan melibatkan SD, SMP dan SMA ditiap Kecamatan, dan evaluasi tingkat Kota ini, merupakan lomba yang diikuti oleh Pemenang lomba Tata Upacara Bendera dan PBB tingkat Kecamatan, jadi mereka adalah yang terbaik tingkat Kecamatan, dan dalam evaluasi tingkat Kota ini akan memunculkan yang terbaik, yang mewakili Kota Administrasi Jakarta Timur dalam Lomba Tata Upacara Bendera dan PBB tingkat Provinsi.

Diakuinya tahun lalu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mampu meraih juara umum, dimana untuk tingkat SD memperoleh juara II, SMP juara I dan SMA juara II, oleh sebab itu pemenang tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur ini, akan kita berikan bimbingan khusus, sehingga diharapkan mereka akan mampu mempertahankan juara umum dalam lomba tingkat Provinsi, tegasnya.

Jasmaniar Jafar juga berharap dengan lomba yang diikuti oleh pelajar ini juga mampu meningkatkan persatuan dan kesatuan sesame pelajar, sehingga akan mampu mencegah adanya tawuran pelajar, dan acara  ajang kompetisi ini juga menjadi sarana menguji kedisiplinan, konsentrasi, kekompakan, kekuatan fisik dan mental, serta melatih diri untuk menjadi pribadi yang punya jiwa sosial kemasyarakatan, tegasnya.

Yayasan Juang Anak Bangsa Peringati Hardiknas Dengan Santunan Yatim

Hari Pendidikan Nasional merupakan momen yang baik, untuk meningkatkan peranserta masyarakat dan dunia usaha, untuk lebih peduli terhadap dunia pendidikan, hal tersebut juga dilakukan Yayasan Juang Anak Bangsa, sebagai yayasan sosial kemasyarakatan yang memiliki kepedulian tinggi pada anak yatim – piatu serta anak dari keluarga kurang mampu.

Ketua Panitia Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2013 Yayasan Juang Anak Bangsa,  Jennet Soplanit saat ditemui wartawan disela acara tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan santunan bagi anak yatim dan anak-anak dari keluarga kurang mampu merupakan kegiatan rutin yayasan, dan kali ini jumlah siswa yang  disantuni berjumlah 300 siswa dari daerah  Koja, Warakas, Tugu, Tanjung Priuk dan sekitarnya.

Untuk santunan disamping kebutuhan sekolah seperti Tas, Buku Tulis, Pensil serta kebutuhan lain, juga diberikan kebutuhan sehari-hari anak seperti Sabun Mandi, Sampo, Parfume dan uang saku, sehingga bantuan tersebut diharapkan akan membantu anak dari keluarga kurang mampu, papar Jennet.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Yayasan Juang Anak Bangsa, Fahruddin Gani yang terus memberikan support pada anak yatim serta anak dari keluarga kurang mampu, agar rajin belajar dan memiliki semangat tinggi untuk meraih cita-citanya, karena menurutnya keberhasilan dalam belajar bukan ditentukan oleh materi semata, tetapi kecerdasan dan semangat belajar, dan jadilah generasi yang berjiwa nasionalis serta cinta tanah air, sehingga kelak bisa menjadi pemimpin bangsa serta mampu mengisi pembangunan bangsa yang lebih maju, tegasnya.

Kegiatan rutin yayasan dengan santunan pendidikan ini, juga diharapkan akan mampu membangun kebersamaan dan peranserta dunia usaha melalui dana CSR, khususnya dalam bidang pendidikan anak bangsa, agar kelak menjadi penerus bangsa yang unggul, kami juga mengucapkan terimakasih pada sponsor pendukung kegiatan santunan ini, paparnya.

BINTANG REVOLUSI GELAR SEMINAR KEBANGSAAN

Sederet kasus-kasus saat ini dipertontonkan dan hal ini sangatlah menggangu kehidupan berbangsa dan bernegara Bangsa Indonesia dan NKRI, Rakyat Indonesia hanya sanggup meratapi, memaki, dan bersumpah serapah, tetapi tidak bisa mengambil peran untuk membantu menyelesaikan seluruh kasus-kasus yang sedang terjadi tersebut agar segera dapat selesai secara cepat, benar, dan baik. Sehingga Rakyat Indonesia benar-benar dapat hidup sebagai Bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengatasi dan menjawab permasalahan tentang sistem bernegara , berpolitik di Indonesia haruslah kembali kepada kebenaran sejarah bangsa ini. Karena sesungguhnya tidak dapat dipungkiri bahwa negara yang akan maju adalah negara yang dapat paham makna dan arti sejarah bangsa dan negaranya . Karena tanpa memahami sejarahnya terlebih dahulu, semuanya akan terlihat sia-sia karena tidak memahami apa sebenarnya tujuan Bangsa dan Negara tersebut “dibangun”, artinya sebuah Negara harus memiliki sistem dengan mengacu pada sejarah Bangsanya bukan sekedar meniru atau mencontek sistem dari Negara lainnya sekalipun Negara yang dicontoh memiliki label Negara maju.

Bangsa Indonesia secara utuh terlahir melalui “Sumpah Pemuda” pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada akhirnya, 'mereka' oleh “Bapak-bapak pendiri” Negara Republik Indonesia disebut sebagai “ Orang Indonesia Asli” (OIA), seperti yang tersurat didalam pasal 6 ayat 1 dan pasal 26 ayat 1 UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Kemudian, Bangsa Indonesia merdeka pada saat “Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia” dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Adapun, Negara Republik Indonesia dibentuk dan disahkan keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus 1945 melalui pengesahan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara Republik Indonesia. Namun sampai saat ini "Kehendak untuk mengangkat harkat dan martabat hidup Rakyat Indonesia", sebagai cita-cita Bangsa Indonesia terlahir, masih teraniaya dan tertindas. Inilah bukti bahwa Amanat Sumpah Pemuda, Cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dan tujuan dibentuknya Negara Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat berdasarkan Pancasila serta Amanat Preambule UUD 1945 belum dihayati dan ditegakkan oleh seluruh elemen-elemen bangsa.

Dalam satu dialognya, Aristoteles menyebutkan adanya "Empat penyelenggaraan negara yang buruk yang ditandai dengan TIMOKRASI, OLIGARKI, DEMOKRASI, dan TIRANI (diterjemahkan dari M.L Bodlaender, POLITEIA, Amsterdam, MCMLVI, hal. 60-73)." Kondisi ini akan berujung pada terbangunnya bangsa yang A-MORAL dan A-ETIKA.

POKOK PERMASALAHAN :

1. “TELAH TERJADI DIBANGUNNYA NKRI YANG SEJATINYA SEBAGAI NEGARA KEBANGSAAN MENJADI NEGARA DEMOKRASI, SEHINGGA MENJADIKAN Rakyat Indonesia hari ini telah mengalami penyelenggaraan negara yang disebut oleh Aristoteles tersebut diatas dan telah menjadikan BANGSA INDONESIA BANGSA YANG A-MORAL dan A-ETIKA!

2. PREAMBULE UUD '45 SUDAH TIDAK DIJALANKAN DAN DITEGAKKAN SEBAGAIMANA MESTINYA, KARENA BATANG TUBUH UUD '45 TELAH DIRUBAH DAN DIRUSAK OLEH MPR-RI 1999-2004! Sehingga, “PANCASILA hanya sekedar pigura/pajangan, bukan lagi sebagai DASAR INDONESIA MERDEKA.”

Berubahnya NKRI NEGARA KEBANGSAAN menjadi NEGARA DEMOKRASI memiliki makna :
“PENGHILANGAN JATIDIRI BANGSA dan KEBENARAN SEJARAH Bangsa Indonesia yang menyatakan bahwa PANCASILA adalah Dasar Indonesia Merdeka dan telah dirobahnya UUD '45, KONSTITUSI NEGARA RI.”

Simak makna PANCASILA, hari ini, telah berubah menjadi satu dari 4 PILAR NKRI dan BATANG TUBUH UUD '45 hasil AMANDEMEN sudah bukan cerminan (atau boleh dikatakan bertolak belakang dengan) PREAMBULE UUD '45.

Sehingga, “pemerintahan negara RI yang terbentuk dewasa ini adalah pemerintahan pencitraan yang berujung pada pemerintahan gila hormat yang disebut sebagai “Pemerintahan Timokrasi”.

Partai-partai politik telah secara gamblang menjalankan praktek-praktek pemerintahan oligarki. Lebih parah lagi, demokrasinya pun telah dijalankan dengan demokrasi chauvenistik, yaitu demokrasi yang diperuntukkan untuk mengangkut Anak, Menantu, Ponakan, dan Istri tidak melalui merit sistem yang seharusnya berjalan di dalam mencapai ke kursi-kursi kekuasaan di Lembaga Tinggi Negara. Sehingga, terbentuklah aristokrat-aristokrat karbitan melalui partai-partai politik.

Akibat dari semua hal-hal yang disebutkan di atas, krisis penegakan hukum pun terjadi : yang tercermin pada krisis kepemimpinan bangsa; yang tercermin pada krisis keadilan yang semakin dirasakan oleh masyarakat; yang tercermin pada krisis kelembagaan Negara yang mengakibatkan daerah semakin leluasa menuntut lepas dari NKRI; yang tercermin pada sentimen kesukuan dan keagamaan yang semakin meningkat di daerah. Semua kondisi tersebut akan menjadi preseden terjadinya DISINTEGRASI BANGSA sebagai kenyataan untuk NKRI!

OLEH KARENA ITU : SEGERA KITA HANCURKAN TIMOKRASI, OLIGARKI PARTAI-PARTAI POLITIK, DEMOKRASI CHAUVENISTIK, DAN TIRANI ARISTOKRAT KARBITAN PARTAI MELALUI PEMILU.

SOLUSI : Bangun kembali MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT BERJENJANG KEATAS DARI RT/RW UNTUK MEMBENTUK PEMERINTAHAN NEGARA RI, MANDATARIS MPR (sebagai Lembaga Bangsa). STABILKAN SEGERA PREAMBULE UUD '45 agar DIMENSI PANCASILA sebagai UKURAN membangun kehidupan berbangsa dan bernegara Bangsa Indonesia dan NKRI sebagai NEGARA KEBANGSAAN terbangun dengan sebenar-benarnya.

Pancasila mengamanatkan kepada seluruh Rakyat Indonesia di dalam membangun kehidupan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menggunakan dan mengembangkan ILMU dengan landasan FILOSOFI, "selalu mendekatkan hasil dari suatu pencapaian proses ikhtiar yang memiliki makna relatif kebenarannya kepada kebenaran yang bersifat pasti, tetap, dan diterima oleh siapapun juga (zero-mind philosophy), secara berkesinambungan.

" Maknanya, "TEORI yang digunakan dan dikembangkan selalu berorientasi kepada usaha pencapaian lingkungan hidup yang seimbang, sehingga : “MODEL yang dibangun akan selalu memiliki fungsi y=f(x) dalam makna 'sigmoid functions' dimana y adalah hasil-hasil yang berkesinambungan dari satu pencapaian proses ikhtiar ke pencapaian proses ikhtiar yang lainnya yang melibatkan seluruh varibel-varibel (X1,....,Xn) yang terlibat (trend process) dan yang dilibatkan (target process) baik secara terpisah maupun secara bersamaan” .

Oleh karena itu, kenali, fahami, terapkan, dan dalami pemikiran korelatif atas Pancasila sebagai Dasar Indonesia Merdeka. Kondisi ini hanya akan dapat terlaksana dan tercapai jika dan hanya jika Preambule UUD '45 terelaborasi secara benar dan baik di dalam Batang Tubuhnya (maknanya klausul-klausulnya terurai sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia terlahir dan tujuan NKRI dibentuk sebagai kebenaran sejarah bangsanya). Sehingga DIMENSI PANCASILA sebagai UKURAN di dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara Bangsa Indonesia dan NKRI harus segera dibangun dengan sebenar-benarnya.

Kondisi lainnya yang krusial kami usulkan adalah bahwa berdasarkan kebenaran sejarah Bangsa Indonesia akan lebih tepat digunakan QUARTA POLITICA, bukan TRIAS POLITICA, di dalam membangun sistem politik NKRI. Quarta politica adalah model pendekatan sistem politik yang menggunakan ilustrasi 'bentuk bagian-bagian pohon' yang terdiri dari akar, batang, cabang, dan daun serta buahnya. Inilah yang akhirnya kami beri nama "Sistem Politik ABCD Buah." Singkatnya, ilustrasi tersebut adalah: MPR akan berfungsi sebagai akar; MA sebagai batang; DPR sebagai cabang; Pemerintah sebagai daun; dan buahnya adalah terbangunnya peradaban yang dicerminkan semakin meluasnya Bahasa Indonesia digunakan di seluruh dunia dan semakin berkibarnya Bendera Merah Putih.

SEGERA STABILKAN PREAMBULE UUD '45 agar NKRI sebagai NEGARA KEBANGSAAN tegak kembali!

Jamaah Mushola Al-Hidayah Pinang Ranti dan RAPI Jaktim, Gelar Ziarah Wali Songo serta Makam Gus Dur

Ziarah Wali Songo atau juga dikenal dengan istilah Wisata Religi, adalah perjalanan ziarah atau berkunjung dan berdoa di makam sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Nusantara. Lima makam wali berada di wilayah Jawa Timur, tiga makam di antaranya berada di Jawa Tengah, dan satu makam di Jawa Barat.

Wiarah Wali Songo  juga dilakukan Jamaah Mushola Al-Hidayah Pinang Ranti Jakarta Timur, rombongan berangkat dari Jakarta menuju makam Sunan Gunung Jati  Cirebon, makam Sunan Kalijaga di dalam Kabupaten Demak, Sunan Kudus. Ja‘far Shadiq di Kabupaten Kudus  Jawa Tengah, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, Sunan Bonang di Tuban, Makam Sunan Muria, hingga ziarah ke Makam KH. Kholil bin KH.Abdul Latif di Madura Jawa Timur serta makam Ulama yang juga Mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Rombongan yang dipimpin oleh Ustad H Gozali Badar tersebut juga disertakan beberapa pendamping yang akan memberikan tuntunan rohani oleh Ustad Mansyur dan H Wisnu Adjinoto, menurut Ust H Gozali rombongan kali ini juga banyak diikuti oleh Komunitas pengguna Radio Komunikasi yang tergabung dalam Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Administrasi Jakarta Timur. Kegiatan ziarah juga diisi dengan Renungan, Doa dan Zikir, diharapkan akan memberikan tuntunan pada kita semua untuk dapat meneladani perilaku para Wali, dalam kehidupan kita, paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RAPI Wilayah 05 Kota Jakarta Timur, H Wisnu Adjinoto, bahwa Ziarah Wali Songo seperti ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun bagi Mushola Al-Hidayah Pinang Ranti maupun anggota RAPI, dimana setiap hari kita disibukkan dengan kegiatan kita masing-masing, namun kini kita satu tujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa kita pada Allah SWT melalui wisata religi.

Sebagaimana biasa kita juga mengajak jajaran Pemkot Jakarta Timur, namun karena Lurah dan Camat sedang mengikuti Seleksi terbuka camat atau Lelang Jabatan Luran dan Camat se-DKI Jakarta, maka para lurah Pinang Ranti dan Camat Makasar tidak bisa turutserta, namun kita bersyukur karena banyak warga dan Remaja Masjid juga turutserta dalam rombongan ini, mudah-mudahan tahun depan pak Lurah, pak Camat dan Pak Walikota Jaktim  dapat bersama-sama kita dalam Ziarah Wali Songo ini, pinta H Wisnu.
Diberdayakan oleh Blogger.