Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Lepas 911 Wisudawan Diisi Orasi Ilmiah Gubernur Jokowi

Sebagaimana tradisi dalam melepas mahasiswa yang telah menyelesaikan program akademik, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, menggelar acara Wisuda, wajah ceria terpancar dari wisudawan maupun keluarganya ditengah acara Wisuda. Dan dalam orasi ilmiahnya ditampilkan Mantan Pengusaha Mebel yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta Ir. H Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. DR. H. Sunarto, MSi bahwa wisuda kali ini merupakan upacara Wisuda ke 52, dengan melepas 911 Sarjana dan Magister, mereka akan segera mengabdikan diri ketengah masyarakat, sesuai ilmu yang telah diraih disini, kami mengucapkan terimakasih pada orang tua wisudawan yang telah mempercayakan pada Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Sehingga mereka kini sudah menjadi Sarjana.
  
Prof. Sunarto juga mengaku, bahwa dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, kini Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) tengah menyelesaikan pembangunan Gedung Perkuliahan 6 lantai di kawasan Bintaro termasuk gedung Laboratorium dan studio terpadu, semua dibangun dengan konsep gedung pendidikan Modern, sehingga akan mendukung peran Universitas Moestopo (Beragama) dalam mencetak Sarjana-sarjana yang bermutu dan berdaya saing tinggi, tegasnya.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Jokowi dalam orasi ilmiah memaparkan, dihadapan 911 wisudawan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), mengaku tidak ingin menyebutnya sebagai orasi, tetapi lebih memilih memberikan sambutan, salah satu yang ditekankan Jokowi adalah tentang kemandirian dan kewirausahaan.

Gubernur DKI Jakarta, Mantan Walikota Solo yang sebelumnya adalah Pengusaha dibidang Furniture tersebut, meminta pada seluruh alumni untuk dapat membuka lapangan kerja, menurut Jokowi di Jakarta ini sangat terbuka untuk berwirausaha¸ peluang sangat terbuka silahkan membuka usaha, pemerintah daerah akan mempermudah perijinan, tegasnya.

Jokowi juga meminta agar wisudawan memiliki keberanian, kalau ingin berwirausaha yang penting mulai dulu, jangan memikirkan nanti laku apa tidak, rugi atau untung, yang penting buka usahanya lalu cari jalan dan solusinya, demikian juga kalau gagal jangan putus asa, cari jalan terbaik, karena kalau usaha furniture gagal lalu ganti usaha makanan, setahun gagal ganti usaha yang lain, berarti anda ibarat sekolah di TK terus, ngak naik-naik, padahal prosesnya dari TK naik ke SD, SMP, SMA baru kuliah, sehingga bisa jadi Sarjana, demikian juga kalau berusaha harus yakin, “saya dari usaha furniture setahun  memasarkan ke Kota-kota besar di Indonesia, dua tahun Ekspor ke Singapura kemudian berkembang melakukan ekspor ke negara Asia dan Eropa kemudian Amerika”, paparnya.

Kalau pengen sukses jangan niru-niru dan jangan kerja biasa-biasa saja,  harus memiliki kelebihan, dahulu saya kerja dari subuh hingga tengah malam, bahkan terkadang dari subuh sampai ke subuh lagi, kalau ada yang niru usaha saya ya… silahkan saja, kita tidak boleh takut ditiru, bahkan saya mempersilahkan orang lain meniru, tapi saya selalu melakukan terobosan baru, jadi tidak mungkin orang yang meniru bisa lebih sukses dari yang ditiru,sekalilagi saya berpesan, kalau usaha harus punya kelebihan dan jangan biasa-biasa saja, papar Jokowi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.